Arab Saudi pada hari Senin membantah laporan oleh surat kabar Inggris bahwa mereka sedang menyusun contingency plan dengan Israel untuk serangan potensial terhadap fasilitas nuklir Iran.
"Sebuah sumber resmi di Kementerian Luar Negeri membantah artikel dari Sunday Times, serta, keberadaan hubungan apapun dengan Israel di tingkat manapun," lapor kantor berita resmi Saudi.
The Sunday Times melaporkan bahwa Riyadh telah setuju untuk mengizinkan Israel untuk menggunakan wilayah udaranya ketika menyerang Iran, termasuk kedua negara bekerja sama atas penggunaan helikopter penyelamat, tanker dan drone.
Surat kabar itu juga mengutip sumber diplomatik anonim yang mengatakan bahwa "orang-orang Saudi sedang marah dan bersedia untuk memberikan Israel semua bantuan yang dibutuhkan."
Baik Arab Saudi dan Israel telah menyatakan kebencian mereka terhadap enam kekuatan dunia yang sedang berusaha meringankan sanksi ekonomi terhadap Iran jika republik Islam tersebut menunda program nuklirnya.
Iran dan kelompok P5 +1 negara memulai babak baru pembicaraan di Jenewa pada Rabu, setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan di tingkat tinggi dalam sebuah negosiasi maraton awal bulan ini.
Seperti Arab Saudi dan Israel, Perancis mengatakan tidak akan mentolerir proliferasi nuklir.
Selama kunjungan Presiden Prancis Francois Hollande ke Israel pada hari Minggu, pemimpin Prancis berjanji untuk menjaga sikap garis keras negaranya dalam pembicaraan nuklir mendatang.
Hollande menyatakan empat tuntutan yang harus ada di dalam kesepakatan dengan Iran untuk berhasil mengekang program nuklirnya.
Namun, Presiden Iran Hassan Rouhani pada Senin memperingatkan terhadap "tuntutan yang berlebihan" oleh kekuatan dunia pada pembicaraan nuklir.
"Pada perundingan Jenewa baru-baru ini berhasil dicapai kemajuan yang baik, tapi semua orang harus menyadari tuntutan yang berlebihan bisa menyulitkan proses menuju kesepakatan yang saling menguntungkan," demikian menurut Rowhani kepada Presiden Rusia Vladimir Putin sesuai kantor berita Dolat dari Iran.
Dia "berterima kasih kepada Rusia untuk posisi di Jenewa" dan menekankan bahwa program nuklir Iran adalah "untuk tujuan damai dan di bawah kontrol" dari badan atom PBB.
sumber: alarabiya
Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 November 2013
Abbas: Perundingan Damai Akan Berlangsung Selama 9 Bulan Penuh
Pembicaraan damai dengan Israel akan terus berlanjut selama sembilan bulan penuh yang telah disepakati dengan Washington"terlepas dari apa yang terjadi di darat", demikian menurut Presiden Palestina Mahmud Abbas kepada AFP, Minggu.
Dalam sebuah wawancara eksklusif di markas Muqataa di Ramallah, pemimpin Palestina juga menyerukan penyelidikan internasional untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian Yasser Arafat setelah para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar ia diracuni.
Berbicara menjelang kunjungan utama Presiden Prancis Francois Hollande, Abbas menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong maju pembicaraan perdamaian dukungan AS, meskipun marah besar atas pembangunan permukiman Israel.
"Kami telah berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi selama sembilan bulan, terlepas dari apa yang terjadi di lapangan," katanya kepada AFP.
"Kami berkomitmen dan menjalani perundingan sembilan bulan penuh, dan kemudian kami akan mengambil keputusan yang tepat," katanya.
Setelah berbulan-bulan dengan diplomasi intensif oleh Menlu AS John Kerry, Israel dan Palestina akhirnya setuju untuk memulai pembicaraan langsung pada akhir Juli dengan tujuan ambisius mencapai kesepakatan dalam waktu sembilan bulan.
Abbas mengatakan tim negosiator perdamaiannya yang dipimpin oleh Saeb Erakat, yang secara kolektif mengundurkan diri tiga hari yang lalu karena kegiatan permukiman Israel yang sedang berlangsung, akan tetap di tempat untuk sementara waktu.
"Delegasi telah menyerahkan pengunduran dirinya kepada kami, namun kita masih belum menerimanya. Para pemimpin Palestina sedang mempelajari itu dan hari ini mereka bertemu untuk membahas hal itu, tetapi memutuskan untuk mengambil waktu sedikit lebih lama untuk membuat keputusan," jelasnya.
Dia juga menuntut penyelidikan internasional untuk menentukan tanggung jawab atas kematian Arafat pada tahun 2004 informasi oleh para ahli laboratorium Swiss bila ia dibunuh oleh racun polonium.
"Kami memiliki indikasi bahwa presiden Yasser Arafat tidak mati karena usia tua atau penyakit tetapi bahwa ia meninggal karena keracunan," katanya, meringkas kesimpulan dipublikasikan awal bulan ini oleh para ilmuwan Swiss dan Rusia yang melakukan tes forensik pada Arafat.
"Ada indikasi ia diracun, jadi siapa yang meracuninya ? Dan yang mengirim racunnya ? Hal ini perlu investigasi," katanya.
"Itulah sebabnya kami menuntut penyelidikan internasional, seperti yang dituntut untuk Perancis ( pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon ) Rafiq Hariri, untuk menemukan siapa yang membunuh Yasser Arafat," katanya.
Arafat meninggal pada usia 75 di sebuah rumah sakit di dekat Paris pada tanggal 11 November 2004 setelah jatuh sakit sebulan sebelumnya. Dokter tidak dapat menentukan penyebab kematian dan tidak ada post-mortem dilakukan.
Masyarakat Palestina telah lama mendapatkan rumor bahwa Arafat dibunuh, dengan Israel sebagai pihak yang paling sering disalahkan. Tapi tidak pernah ada bukti apapun yang berhasil diajukan.
sumber: alarabiya
Dalam sebuah wawancara eksklusif di markas Muqataa di Ramallah, pemimpin Palestina juga menyerukan penyelidikan internasional untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian Yasser Arafat setelah para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar ia diracuni.
Berbicara menjelang kunjungan utama Presiden Prancis Francois Hollande, Abbas menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong maju pembicaraan perdamaian dukungan AS, meskipun marah besar atas pembangunan permukiman Israel.
"Kami telah berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi selama sembilan bulan, terlepas dari apa yang terjadi di lapangan," katanya kepada AFP.
"Kami berkomitmen dan menjalani perundingan sembilan bulan penuh, dan kemudian kami akan mengambil keputusan yang tepat," katanya.
Setelah berbulan-bulan dengan diplomasi intensif oleh Menlu AS John Kerry, Israel dan Palestina akhirnya setuju untuk memulai pembicaraan langsung pada akhir Juli dengan tujuan ambisius mencapai kesepakatan dalam waktu sembilan bulan.
Abbas mengatakan tim negosiator perdamaiannya yang dipimpin oleh Saeb Erakat, yang secara kolektif mengundurkan diri tiga hari yang lalu karena kegiatan permukiman Israel yang sedang berlangsung, akan tetap di tempat untuk sementara waktu.
"Delegasi telah menyerahkan pengunduran dirinya kepada kami, namun kita masih belum menerimanya. Para pemimpin Palestina sedang mempelajari itu dan hari ini mereka bertemu untuk membahas hal itu, tetapi memutuskan untuk mengambil waktu sedikit lebih lama untuk membuat keputusan," jelasnya.
Dia juga menuntut penyelidikan internasional untuk menentukan tanggung jawab atas kematian Arafat pada tahun 2004 informasi oleh para ahli laboratorium Swiss bila ia dibunuh oleh racun polonium.
"Kami memiliki indikasi bahwa presiden Yasser Arafat tidak mati karena usia tua atau penyakit tetapi bahwa ia meninggal karena keracunan," katanya, meringkas kesimpulan dipublikasikan awal bulan ini oleh para ilmuwan Swiss dan Rusia yang melakukan tes forensik pada Arafat.
"Ada indikasi ia diracun, jadi siapa yang meracuninya ? Dan yang mengirim racunnya ? Hal ini perlu investigasi," katanya.
"Itulah sebabnya kami menuntut penyelidikan internasional, seperti yang dituntut untuk Perancis ( pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon ) Rafiq Hariri, untuk menemukan siapa yang membunuh Yasser Arafat," katanya.
Arafat meninggal pada usia 75 di sebuah rumah sakit di dekat Paris pada tanggal 11 November 2004 setelah jatuh sakit sebulan sebelumnya. Dokter tidak dapat menentukan penyebab kematian dan tidak ada post-mortem dilakukan.
Masyarakat Palestina telah lama mendapatkan rumor bahwa Arafat dibunuh, dengan Israel sebagai pihak yang paling sering disalahkan. Tapi tidak pernah ada bukti apapun yang berhasil diajukan.
sumber: alarabiya
Rabu, 13 November 2013
Juru Runding Palestina Mengundurkan Diri Karena Pemukiman Israel
Juru Runding dari Palestina mengundurkan diri pada hari Rabu dari perundingan damai dengan Israel yang diprakarsai oleh Amerika. Hal itu terjadi setelah Israel melakukan pembangunan pemukiman baru, demikian dikatakan oleh Presiden Mahmoud Abbas Rabu kemarin.
Perundingan perdamaian yang baru dimulai pada July kemarin setelah 3 tahun lamanya vakum kemungkinan akan gagal setelah Israel memulai kembali program pengembangan pemukiman untuk Israel.
Presiden Abbas sendiri mengatakan bila perundingan damai bisa berlanjut meskipun dia tidak berada di dalam team. Hal ini dia katakan ketika diwawancarai oleh televisi CBC. Masih belum jelas dalam wawancara ini apakah semua juru runding dari Palestina mundur atau tidak, namun Abbas mengatakan bila dia memerlukan paling tidak satu minggu melanjutkan pembicaraan.
Salah satu juru runding dari Palestina SAeb Erakat menyatakan kepada Reuteur pada hari RAbu bila pembicaraan dengan Israel telah dibekukan, namun tidak disebutkan dalam pernyataannya apakah dia akan mengundurkan diri atau tidak.
"Dalam kenyataannya, negosiasi telah terhenti minggu lalu segera setelah pengumuman pembangunan pemukiman baru (Israel) pada minggu lalu", demikian katanya.
Israel telah mengumumkan rencana mereka untuk membangun pemukiman baru dengan jumlah sekitar 24.000 lebih rumah untuk warga Israel di dua wilayah yaitu Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Meskipun Amerika dan Palestina sudah mengingatkan bila langkah seperti itu akan mengancam pembicaraan damai.
PM Benjamin Netanyahu yang menjadi penasehat dari proyek pembangunan pemukiman ini telah memerintahkan penghentian proyek ini dan menyatakan bila proyek ini tanpa sepengetahuan dia.
sumber: alarabiya
Perundingan perdamaian yang baru dimulai pada July kemarin setelah 3 tahun lamanya vakum kemungkinan akan gagal setelah Israel memulai kembali program pengembangan pemukiman untuk Israel.
Presiden Abbas sendiri mengatakan bila perundingan damai bisa berlanjut meskipun dia tidak berada di dalam team. Hal ini dia katakan ketika diwawancarai oleh televisi CBC. Masih belum jelas dalam wawancara ini apakah semua juru runding dari Palestina mundur atau tidak, namun Abbas mengatakan bila dia memerlukan paling tidak satu minggu melanjutkan pembicaraan.
Salah satu juru runding dari Palestina SAeb Erakat menyatakan kepada Reuteur pada hari RAbu bila pembicaraan dengan Israel telah dibekukan, namun tidak disebutkan dalam pernyataannya apakah dia akan mengundurkan diri atau tidak.
"Dalam kenyataannya, negosiasi telah terhenti minggu lalu segera setelah pengumuman pembangunan pemukiman baru (Israel) pada minggu lalu", demikian katanya.
Israel telah mengumumkan rencana mereka untuk membangun pemukiman baru dengan jumlah sekitar 24.000 lebih rumah untuk warga Israel di dua wilayah yaitu Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Meskipun Amerika dan Palestina sudah mengingatkan bila langkah seperti itu akan mengancam pembicaraan damai.
PM Benjamin Netanyahu yang menjadi penasehat dari proyek pembangunan pemukiman ini telah memerintahkan penghentian proyek ini dan menyatakan bila proyek ini tanpa sepengetahuan dia.
sumber: alarabiya
Selasa, 12 November 2013
Gerakan Wanita Israel Untuk Menerobos Masjid Al-Aqsa
Sekelompok wanita Israel garis keras yang menamakan dirinya Red Tent Temple Movement menyerukan pendobrakan ke Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan ritual keagamaan di dalam wilayah suci umat Islam.
Organisasi ini menyatakan bila mereka akan melakukan penerobosan setiap hari ke dalam Masjid dimulai dari hari Senin kemarin, menyerukan kepada para wanita Yahudi untuk berpartisipasi dalam kegiatan Talmud. Mereka juga memanggil laki-laki dan anak kecil untuk ikut dalam aktifitas ini untuk menambah jumlah peserta.
Pada konteks yang sama, pemukim Yahudi pagi Selasa kemarin juga melakukan perambahan di masjid Al-Aqsa dibawah perlindungan yang ketat dari tentara.
Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina Dr. Ismail Radwan menyatakan bila otoritas Israel meningkatkan serangannya terhadap masjid Al-Aqsa pada saat negara-negara Arab sedang sibuk dengan masalah dalam negeri masing-masing. Radwan menyerukan tentara pertahanan di Yerusalem dan Tepi Barat untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa dan menghentikan kamuflase yang dilakukan oleh pihak keamanan Israel untuk melindungi kejahatan mereka.
sumber: irdc
Kamis, 07 November 2013
Knesset Mendiskusikan RUU Untuk Membagi Masjid Al-Aqsa, Perwakilan Arab Memperingatkan Intifada
Komite Lingkungan dan Interior Knesset Israel mendiskusikan sebuah RUU untuk membagi masjid suci Al-Aqsa, dimana akhirnya terjadi perseteruan antara anggota dari Israel dan Arab di Knesset.
Knesset adalah bagian dari pemerintah Israel yang mengurusi hal legislatif yang hampir sama fungsinya dengan DPR.
RUU itu sendiri dirandang oleh Deputi Menteri Agama Rabbi Eli Ben Dahan. Dia mengatakan hal itu pada hari Senin dimana menurutnya perlu ada waktu dan tempat khusus bagi warga Yahudi untuk sembahyang di dalam area Masjid Al-Aqsa.
Anggota perwakilan dari Arab yang berada di Knesset menyatakan penolakannya karena hal itu sebagai bagian dari menodai masjis suci.
Menurut Jamal Zehlaga, perwakilan dari arab, pernyataan Rabi tersebut merupakan usaha untuk memalsukan sejarah dan hal itu bisa menyebabkan intifada ketiga.
Anggota arab yang lain - Mohammad Barakah - menyatakan bahwa hal itu adalah usaha untuk menodai kesucian masjid, dan dia pun menekankan bila warga Palestina akan mempertahankan situs suci mereka. Dia juga menambahkan kepada sang Rabbi, "Anda telah mencapai kesuksesan dengan membuat sesi ini seperti sirkus".
Sedangkan menurut Ahmad Tibi - seorang perwakilan arab lainnya, intifada kedua telah terjadi dikarenakan serangan terhadap masjid Al-Aqsa, dengan adanya RUU ini bisa menimbulkan intifada yang lain.
Sebelumnya, mufti dari al-Quds (Jerusalem) Sheikh Mohammad Hussein telah mengingatkan tentang RUU tersebut dengan mengatakan, "Israel ingin mengusir warga Muslim dari Masjid Al-Aqsa supaya mereka bisa membangun Kuil Gunung (Temple Mount)".
"Kita akan melawan setiak aksi dan usaha yang bertujuan untuk membagi masjid Al-Aqsa dan halamannya", demikian menurut Hussein terhadap Anadolu Agency.
"Tempat ini adalah situs suci umat Muslim. Yahudi tidak mempunyai hak untuk sembahyang disini", demikian Mufti itu menambahkan.
sumber: Al-Manar
Knesset adalah bagian dari pemerintah Israel yang mengurusi hal legislatif yang hampir sama fungsinya dengan DPR.
RUU itu sendiri dirandang oleh Deputi Menteri Agama Rabbi Eli Ben Dahan. Dia mengatakan hal itu pada hari Senin dimana menurutnya perlu ada waktu dan tempat khusus bagi warga Yahudi untuk sembahyang di dalam area Masjid Al-Aqsa.
Anggota perwakilan dari Arab yang berada di Knesset menyatakan penolakannya karena hal itu sebagai bagian dari menodai masjis suci.
Menurut Jamal Zehlaga, perwakilan dari arab, pernyataan Rabi tersebut merupakan usaha untuk memalsukan sejarah dan hal itu bisa menyebabkan intifada ketiga.
Anggota arab yang lain - Mohammad Barakah - menyatakan bahwa hal itu adalah usaha untuk menodai kesucian masjid, dan dia pun menekankan bila warga Palestina akan mempertahankan situs suci mereka. Dia juga menambahkan kepada sang Rabbi, "Anda telah mencapai kesuksesan dengan membuat sesi ini seperti sirkus".
Sedangkan menurut Ahmad Tibi - seorang perwakilan arab lainnya, intifada kedua telah terjadi dikarenakan serangan terhadap masjid Al-Aqsa, dengan adanya RUU ini bisa menimbulkan intifada yang lain.
Sebelumnya, mufti dari al-Quds (Jerusalem) Sheikh Mohammad Hussein telah mengingatkan tentang RUU tersebut dengan mengatakan, "Israel ingin mengusir warga Muslim dari Masjid Al-Aqsa supaya mereka bisa membangun Kuil Gunung (Temple Mount)".
"Kita akan melawan setiak aksi dan usaha yang bertujuan untuk membagi masjid Al-Aqsa dan halamannya", demikian menurut Hussein terhadap Anadolu Agency.
"Tempat ini adalah situs suci umat Muslim. Yahudi tidak mempunyai hak untuk sembahyang disini", demikian Mufti itu menambahkan.
sumber: Al-Manar
Selasa, 03 September 2013
Israel Akui Uji Coba Rudal Balistik di Laut Mediterania
Israel akhirnya mengakui meluncurkan dua rudal balistik di kawasan Mediterania. Israel menyatakan melakukan uji coba rudal bersama Amerika Serikat di Laut Mediterania hari ini (03/09) guna menguji pertahanan udara Israel. Kepastian itu diungkap oleh Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataan tertulis.
"Kementerian Pertahanan Israel dan Badan Pertahanan Rudal Amerika (MDA) pada Selasa pagi pukul 09.15 berhasil meluncurkan satu rudal radar tipe Ankor," pernyataan Kementerian Pertahanan seperti dilaporkan kantor berita AFP. "Uji coba diluncurkan dari Mediterania dan dikendalikan dari pangkalan militer di Israel tengah."
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan tujuan uji coba gabungan itu adalah untuk menguji kemampuan pertahanan udara Israel. Pemerintah Israel semula membantah meluncurkan rudal balistik. Namun mereka kemudian mengakui bahwa dua rudal balistik itu diluncurkan sebagai target uji coba untuk sistem pertahanan negara.
Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa peluncuran rudal itu sebagai bagian dari latihan bersama-sama dengan Amerika Serikat. Namun Angkatan Laut AS menegaskan bahwa tidak ada satupun rudal yang diluncurkan dari kapal yang sedang disiagakan di Laut Mediterania.
Adapun Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Pengungsian (UNHCR) mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua juta warga Suriah terdata sebagai pengungsi. Enam bulan terakhir pengungsi Suriah masih terdata di angka satu juta jiwa.
"Kementerian Pertahanan Israel dan Badan Pertahanan Rudal Amerika (MDA) pada Selasa pagi pukul 09.15 berhasil meluncurkan satu rudal radar tipe Ankor," pernyataan Kementerian Pertahanan seperti dilaporkan kantor berita AFP. "Uji coba diluncurkan dari Mediterania dan dikendalikan dari pangkalan militer di Israel tengah."
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan tujuan uji coba gabungan itu adalah untuk menguji kemampuan pertahanan udara Israel. Pemerintah Israel semula membantah meluncurkan rudal balistik. Namun mereka kemudian mengakui bahwa dua rudal balistik itu diluncurkan sebagai target uji coba untuk sistem pertahanan negara.
Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa peluncuran rudal itu sebagai bagian dari latihan bersama-sama dengan Amerika Serikat. Namun Angkatan Laut AS menegaskan bahwa tidak ada satupun rudal yang diluncurkan dari kapal yang sedang disiagakan di Laut Mediterania.
Adapun Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Pengungsian (UNHCR) mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua juta warga Suriah terdata sebagai pengungsi. Enam bulan terakhir pengungsi Suriah masih terdata di angka satu juta jiwa.
Kamis, 30 Mei 2013
Pernyataan Assad Sudah Menerima Rudal S-300 Dibantah Israel
Assad menyatakan bila Suriah sudah menerima kiriman pertama dari rudal S-300 Rusia dan sedang menunggu untuk kiriman yang berikutnya. Demikian menurutnya dalam wawancaranya dengan wartawan dalam sebuah siaran rekaman yang ditayangkan oleh televisi milik Hizbullah.
Namun pernyataan ini ditentang oleh penasehat Keamanan Israel Yakov Amidror yang menyatakan bila pernyataan ini tidak benar dan Suriah masih belum menerima pengiriman senjata dari Rusia. Namun demikian, Israel juga menyatakan bila mereka akan segera menyelidiki lebih jelas kebenaran dari klaim tersebut.
Kemarin Israel juga mengetahui bila sebuah pesawat kargo besar dari Rusia telah tiba di Suriah dengan memakai tulisan misi kemanusiaan. Belum diketahui dengan jelas apakah kargo tersebut berisi rudal S-300 atau bukan.
Israel sudah dengan jelas menyatakan bila mereka akan menghancurkan rudal S-300 sebelum rudal itu berhasil diracik atau beroperasional dengan baik, dan disisi lain Suriah juga sudah mengeluarkan ancaman bila mereka mampu merakitnya dan menggunakannya untuk merontokkan serangan-serangan Israel.
Dengan dibukanya embargo militer untuk oposisi Suriah, Rusia semakin mantap dengan keputusannya untuk mengirimkan senjata-senjatanya terhadap Suriah.
Sumber: dari berbagai sumber
Namun pernyataan ini ditentang oleh penasehat Keamanan Israel Yakov Amidror yang menyatakan bila pernyataan ini tidak benar dan Suriah masih belum menerima pengiriman senjata dari Rusia. Namun demikian, Israel juga menyatakan bila mereka akan segera menyelidiki lebih jelas kebenaran dari klaim tersebut.
Kemarin Israel juga mengetahui bila sebuah pesawat kargo besar dari Rusia telah tiba di Suriah dengan memakai tulisan misi kemanusiaan. Belum diketahui dengan jelas apakah kargo tersebut berisi rudal S-300 atau bukan.
Israel sudah dengan jelas menyatakan bila mereka akan menghancurkan rudal S-300 sebelum rudal itu berhasil diracik atau beroperasional dengan baik, dan disisi lain Suriah juga sudah mengeluarkan ancaman bila mereka mampu merakitnya dan menggunakannya untuk merontokkan serangan-serangan Israel.
Dengan dibukanya embargo militer untuk oposisi Suriah, Rusia semakin mantap dengan keputusannya untuk mengirimkan senjata-senjatanya terhadap Suriah.
Sumber: dari berbagai sumber
Kamis, 23 Mei 2013
Pimpinan AU Israel Mengingatkan Kemungkinan Perang Tiba-tiba Dengan Suriah
Pimpinan Angkatan Udara Israel pada hari Rabu mengingatkan bila eskalasi ketegangan dengan Suriah bisa meledak menjadi "peperangan tiba-tiba" sehingga Israel harus siap.
Pernyataan itu disampaikan oleh May. Jend. Amir Eshel yang memperkuat ucapan serupa dari pimpinan militer Israel lainnya.
"Sebuah perang tiba-tiba bisa terbentuk saat ini dalam berbagai bentuk," kata Eshel pada konferensi strategi di Herzliya, dekat Tel Aviv. "Insiden terisolasi dapat meningkat sangat cepat dan mengharuskan kita untuk mempersiapkan diri dalam hitungan jam untuk beroperasi di seluruh wilayah ... untuk memanfaatkan semua kemampuan angkatan udara, "katanya.
Ia mengatakan rudal S-300 sistem pertahanan udara Rusia "dalam perjalanan" ke Syria, meskipun Israel telah meminta Rusia untuk tidak memasok sistem pertahanan udara canggih tersebut ke Suriah.
Israel dan Suriah sudah beberapa kali bertukar tembakan baru-baru ini. Kejadian terakhir merupakan kali pertama Suriah mengakui dengan terang-terangan bila mereka menghancurkan kendaraan militer Israel dan Israel membalasnya dengan tembakan roket ke target militer di Suriah.
Seiring dengan kondisi di wilayah ini dimana Hizbullah mulai terlibat langsung konfrontasi ini dan Israel juga mulai terprovokasi, para pengamat memperkirakan bila perang Suriah bisa menjadi konflik regional.
sumber: al-arabiya dan beberapa media lainnya.
Selasa, 21 Mei 2013
Tentara Israel Memberikan Tembakan Balasan Ke Suriah
Dari dataran tinggi Golan yang dikuasai oleh pihak Israel dilaporkan bila tentara Israel (IDF) melakukan tembakan balasan setelah sebuah tembakan tembakan terarah ditembakan dari wilayah Suriah ke konvoy penjaga perbatasan Israel.
Tembakan tersebut mengenai kendaraan militer yang ada dan dilaporkan tidak ada yang terluka atas insiden ini. Israel melakukan tembakan balasan ke arah tembakan itu berasal dan menyatakan bila tembakan mereka terarah dan mengenai sasaran.
Sebelumnya, tembakan ke arah konvoy penjaga perdamaian juga terjadi, namun Israel beranggapan bila tembakan tersebut hanyalah insiden tembakan nyasar dari pertempuran yang terjadi di Suriah. Namun untuk kejadian baru-baru ini terlihat bila serangan tersebut terarah.
Pihak Israel telah menyatakan protest terhadap badan PBB(UNDOF) yang mengawasi perbatasan Suriah dan Israel ini.
sumber: al-arabiya
Selasa, 14 Mei 2013
Putin Mengingatkan Netanyahu Menjauhi Suriah
Perdana Menteri Israel Netanyahu melakukan pembicaraan dengan Presiden Russia Vladimir Putin di kediamannya di laut hitam kemarin. Benjamin Netanyahu datang kesana dalam rangka usahanya yang terakhir untuk mencegah dikirim system persenjataan misil S-300 ke Suriah.
Pembicaraan yang berjalan alot selama 3 jam ini ternyata dialihkan oleh Putin dengan menekan Israel mengenai serangan mereka terhadap wilayah Suriah baru-baru ini. Putin menekankan agar Israel menjauhi Suriah karena tindakan yang dilakukan akan menggoncang kawasan.
Dengan pernyataan ini, publik melihat bila Russia menekankan kepada Israel agar menghindari serangan terhadap Damaskus dan juga secara tidak langsung menyatakan bila Israel tidak dalam posisi yang baik untuk mencegah dijualnya rudal S-300 Russia ke Suriah.
Rudal S-300 yang akan dijual oleh Russia ke Suriah adalah sebuah rudal yang khusus untuk mengincar pesawat terbang dan bisa menangkal rudal dengan jangkauan 200km. Dengan adanya rudal-rudal ini di suriah, Israel mengkhawatirkan bila serangan udaranya mau tidak mau akan menghadapi pertahanan udara yang kokoh dari Suriah.
Eskalasi politik antara Russia dan Israel meningkat drasti, banyak pengamat melihat bila bertemunya kedua pihak ini adalah menunjukkan bentuk saling mengancam yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Dari pihak Russia, dikabarkan bila diplomat Russia telah sengaja membocorkan kepada media bila Russia telah melakukan pengiriman 200 peluncur rudal yang penggunaannya telah diketahui oleh pihak Suriah. Fakta ini merupakan sebuah pernyataan tidak langsung bila Suriah mempunyai kemampuan untuk melumat setiap serangan udara yang akan dilakukan oleh Israel terhadap Suriah.
Dari pihak Israel menurut analis strategis terkenal dari Institut Kanada dan Amerika di Moskow - Viktor Kremenyuk - menyatakan bila kedatangan Benjamin Netanyahu ke Laut Hitam menyatakan bila Israel sanggup untuk menghancurkan rudal S-300 ketika rudal-rudal tersebut dikirimkan dan mulai dirakit.
sumber: debka
Pembicaraan yang berjalan alot selama 3 jam ini ternyata dialihkan oleh Putin dengan menekan Israel mengenai serangan mereka terhadap wilayah Suriah baru-baru ini. Putin menekankan agar Israel menjauhi Suriah karena tindakan yang dilakukan akan menggoncang kawasan.
Dengan pernyataan ini, publik melihat bila Russia menekankan kepada Israel agar menghindari serangan terhadap Damaskus dan juga secara tidak langsung menyatakan bila Israel tidak dalam posisi yang baik untuk mencegah dijualnya rudal S-300 Russia ke Suriah.
Rudal S-300 yang akan dijual oleh Russia ke Suriah adalah sebuah rudal yang khusus untuk mengincar pesawat terbang dan bisa menangkal rudal dengan jangkauan 200km. Dengan adanya rudal-rudal ini di suriah, Israel mengkhawatirkan bila serangan udaranya mau tidak mau akan menghadapi pertahanan udara yang kokoh dari Suriah.
Eskalasi politik antara Russia dan Israel meningkat drasti, banyak pengamat melihat bila bertemunya kedua pihak ini adalah menunjukkan bentuk saling mengancam yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Dari pihak Russia, dikabarkan bila diplomat Russia telah sengaja membocorkan kepada media bila Russia telah melakukan pengiriman 200 peluncur rudal yang penggunaannya telah diketahui oleh pihak Suriah. Fakta ini merupakan sebuah pernyataan tidak langsung bila Suriah mempunyai kemampuan untuk melumat setiap serangan udara yang akan dilakukan oleh Israel terhadap Suriah.
Dari pihak Israel menurut analis strategis terkenal dari Institut Kanada dan Amerika di Moskow - Viktor Kremenyuk - menyatakan bila kedatangan Benjamin Netanyahu ke Laut Hitam menyatakan bila Israel sanggup untuk menghancurkan rudal S-300 ketika rudal-rudal tersebut dikirimkan dan mulai dirakit.
sumber: debka
Minggu, 17 Maret 2013
Pejabat Militer Iran Membalas Ancaman AS
Tehran - Seorang pejabat militer Iran membalas pernyataan presiden AS Barack Obama bahwa Tehran mempunyai semua pilihan di atas meja untuk mempertahankan program nuklir mereka. Pernyataan ini membalas ancaman Obama terhadap Iran hari Kamis sebelumnya.
"Tuan Obama, jangan membuat kesalahan, kami juga mempunyai semua opsi di atas meja. Sebelum anda terlibat lebih jah di daerah ini, pulanglah ke rumah!", demikian kata Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri melalaui website Garda Revolusi sephanews.com.
"Komandan-komandan kami telah diberikan ijin untuk merespon terhadap segala bentuk ancaman dari musuh", demikian katanya.
Pernyataan Jazayeri keluar kurang dari 3 bulan setelah Iran melakukan latihan militer di selat Hormuz untuk menunjukkan kemampuan militer Iran dalam melawan ancaman musuh.
Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Israel percaya bila Iran menggunakan program nuklirnya untuk membuat senjata nuklir. Tehran telah berulangkali menolak tuduhan ini dan mengatakan bila ambisi nuklir ini murni hanya untuk tujuan damai.
Isu program nuklir Iran ini menjadi agenda diskusi antara Obama dan PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem minggu depan.
sumber: RT
"Tuan Obama, jangan membuat kesalahan, kami juga mempunyai semua opsi di atas meja. Sebelum anda terlibat lebih jah di daerah ini, pulanglah ke rumah!", demikian kata Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri melalaui website Garda Revolusi sephanews.com.
"Komandan-komandan kami telah diberikan ijin untuk merespon terhadap segala bentuk ancaman dari musuh", demikian katanya.
Pernyataan Jazayeri keluar kurang dari 3 bulan setelah Iran melakukan latihan militer di selat Hormuz untuk menunjukkan kemampuan militer Iran dalam melawan ancaman musuh.
Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Israel percaya bila Iran menggunakan program nuklirnya untuk membuat senjata nuklir. Tehran telah berulangkali menolak tuduhan ini dan mengatakan bila ambisi nuklir ini murni hanya untuk tujuan damai.
Isu program nuklir Iran ini menjadi agenda diskusi antara Obama dan PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem minggu depan.
sumber: RT
Kamis, 14 Maret 2013
Suriah Berencana Menggunakan Senjata Kimia dan Pasokan Senjata Tertangkap
Israel - Menurut pejabat intelejen Israel - Major Jenderal Avi Kohavi - yang melakukan paparan di konferensi Herzliya tahunan dengan topik Keamanan dan Kebijakan, pihak Presiden Suriah Bashar al-Assad mempunyai rencana untuk menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak.
"Assad telah melakukan sebuah kemajuan dalam menyiapkan senjata kimia. Dia belum memberikan perintah, namun dia telah mempersiapkannya", demikian katanya. Dia juga menambahkan bila pemimpin Suriah masih menguasai dan mengontrol gudang senjata Kimia di Damascus, peralatan militer dan kekuatan angkatan udara.
Dalam konferensi yang sama, salah satu pimpinan militer Benny Gantz juga mengingatkan bila grup teroris berperang bersama-sama dengan para pemberontak untuk menjatauhkan rezim Assad semakin kuat.
"Situasi di Suriah semakin berbahaya. Kelompok teroris semakin kuat. Mereka sekarang berperang melawan Assad, namun di masa depan mereka akan berbalik melawan kita", demikian kata Gantz
Disisi lainnya, Iran dan Hizbullah menggunakan seluruh kemampuan untuk terus mendukung rezim Assad, baik dengan konsultasi strategis, intelejen maupun senjata.
"Jika Assad jatuh, Iran akan kehilangan kemampuan untk mengirimkan senjata melalui Suriah ke Hizbullah", demikian dia menambahkan.
Menurutnya juga, Iran dan Hizbullah telah membentuk sebuah kesatuan militer yang dilatih oleh Hizbullah dan dibiayai oleh Iran. Pasukan ini terdiri dari 50.000 orang dan mereka berencana untuk meningkatkannya menjadi 100.000 orang.
Truk ini dilaporkan sedang menuju Sbeineh yang terletak di sebelah selatan Damaskus ketika tentara Suriah menangkapnya.
Saat ini setidaknya 70.000 orang telah tewas dalam perang Suriah yang telah berlansung selama dua tahun. Peperangan itu sendiri telah semakin meningkatkan ketegangan di kawasan dan mulai melibatkan negara-negara tetangga.
Prancis dan Inggris kemarin juga telah menyatakan mengangkat embargo senjata terhadap Suriah dengan tujuan agar bisa mengirimkan dukungan langsung terhadap pemberontak Suriah. Namun pemerintahan Eropa sangat menentang keputusan ini karena khawatir gerakan ini hanya akan menambah situasi semakin genting.
sumber: al-arabiya
"Assad telah melakukan sebuah kemajuan dalam menyiapkan senjata kimia. Dia belum memberikan perintah, namun dia telah mempersiapkannya", demikian katanya. Dia juga menambahkan bila pemimpin Suriah masih menguasai dan mengontrol gudang senjata Kimia di Damascus, peralatan militer dan kekuatan angkatan udara.
Dalam konferensi yang sama, salah satu pimpinan militer Benny Gantz juga mengingatkan bila grup teroris berperang bersama-sama dengan para pemberontak untuk menjatauhkan rezim Assad semakin kuat.
"Situasi di Suriah semakin berbahaya. Kelompok teroris semakin kuat. Mereka sekarang berperang melawan Assad, namun di masa depan mereka akan berbalik melawan kita", demikian kata Gantz
Disisi lainnya, Iran dan Hizbullah menggunakan seluruh kemampuan untuk terus mendukung rezim Assad, baik dengan konsultasi strategis, intelejen maupun senjata.
"Jika Assad jatuh, Iran akan kehilangan kemampuan untk mengirimkan senjata melalui Suriah ke Hizbullah", demikian dia menambahkan.
Menurutnya juga, Iran dan Hizbullah telah membentuk sebuah kesatuan militer yang dilatih oleh Hizbullah dan dibiayai oleh Iran. Pasukan ini terdiri dari 50.000 orang dan mereka berencana untuk meningkatkannya menjadi 100.000 orang.
Pasokan Senjata Tertangkap
Dalam kesempatan lainnya, televisi Suriah menayangkan kemarin bila tentara Suriah telah menyergap dan berhasil menangkap sebuah truk yang penuh dengan persenjataan. Senjata-senjata tersebut terdiri dari roket-roket Israel, jaket militer, teropong dan lain-lain.Truk ini dilaporkan sedang menuju Sbeineh yang terletak di sebelah selatan Damaskus ketika tentara Suriah menangkapnya.
Saat ini setidaknya 70.000 orang telah tewas dalam perang Suriah yang telah berlansung selama dua tahun. Peperangan itu sendiri telah semakin meningkatkan ketegangan di kawasan dan mulai melibatkan negara-negara tetangga.
Prancis dan Inggris kemarin juga telah menyatakan mengangkat embargo senjata terhadap Suriah dengan tujuan agar bisa mengirimkan dukungan langsung terhadap pemberontak Suriah. Namun pemerintahan Eropa sangat menentang keputusan ini karena khawatir gerakan ini hanya akan menambah situasi semakin genting.
sumber: al-arabiya
Nuklir Iran Berada di Garis Merah, Semua Opsi Ada di Atas Meja
Washington - Iran hanya perlu satu tahun lagi untuk mendapatkan senjata nuklir dan Amerika Serikat tetap berkomitmen melakukan apa saja untuk mencegah terjadinya hal ini, demikian pernyataan Obama ketika wawancara eksklusif bersama TV Israel Kamis kemarin.
Hanya beberapa hari seja sebelum dia malakukan kunjungan kepresidenan ke Israel, Obama memberitahu Channel 2 Israel bahwa dia tetap menyukai cara diplomasi dibanding kekerasan, tapi dengan situasi nuklir Iran yang berada di garis merah, semua opsi ada di atas meja untuk menghentikannya.
"Saat ini kami pikir perlu sekitar satu tahun bagi Iran untuk berhasil membangun senjata nuklir, dan tentu saja kita tidak ingin menghentikannya terlalu dekat (dengan waktu keberhasilan Red.). Saya sudah berkonsultasi dengan Bibi (PM Israel Benjamin Netanyahu Red.) seperti tahun-tahun sebelumnya mengenai isu ini, pesan saya untuknya tetap sama. Jika kita bisa menyelesaikan masalah ini secara diplomatik, itu jauh lebih baik. Namun, jika tidak, saya akan tetap menyimpan semua opsi di atas meja", demikian menurut Obama.
Hubungan antara Obama dan Netanyahu beberapa kali menemui ketegangan sehubungan dengan isu nuklir Iran. Israel telah berulang kali mengancam untuk memakai tindakan militer jika Iran terlihat telah mulai berusaha untuk mendapatkan bom nuklir, sedangkan Amerika Serikat berusaha untuk memperpanjang waktu agar bisa menyelesaikan isu ini dengan diplomasi dan sanksi ekonomi.
Dalam interview tersebut, Obama juga menyatakan bila nuklir Iran juga merupakan ancaman untuk dunia dan membahayakan kepentingan keamanan Amerika Serikat. Mengenai hubungannya dengan Netanyahu yang menurut media dalam kondisi tegang, menurut dia hubungannya tidak setegang seperti yang disampaikan oleh media, dan dia pun terus berusaha untuk mendorong dialog perdamaian antara Israel dan Palestina.
Dia juga mengatakan bila dia tidak ada rencana dalam waktu dekat ini untuk membebaskan spy Israel Jonathan Pollard yang telah dipenjara selama 28 tahun karene melakukan aksi spionase untuk Israel.
Obama tiba di Israel hari Rabu untuk kunjungan selama 3 hari dalam rangka mempererat hubungan Israel-Amerika Serikat yang sempat renggang.
sumber: al-arabiya
Hanya beberapa hari seja sebelum dia malakukan kunjungan kepresidenan ke Israel, Obama memberitahu Channel 2 Israel bahwa dia tetap menyukai cara diplomasi dibanding kekerasan, tapi dengan situasi nuklir Iran yang berada di garis merah, semua opsi ada di atas meja untuk menghentikannya.
"Saat ini kami pikir perlu sekitar satu tahun bagi Iran untuk berhasil membangun senjata nuklir, dan tentu saja kita tidak ingin menghentikannya terlalu dekat (dengan waktu keberhasilan Red.). Saya sudah berkonsultasi dengan Bibi (PM Israel Benjamin Netanyahu Red.) seperti tahun-tahun sebelumnya mengenai isu ini, pesan saya untuknya tetap sama. Jika kita bisa menyelesaikan masalah ini secara diplomatik, itu jauh lebih baik. Namun, jika tidak, saya akan tetap menyimpan semua opsi di atas meja", demikian menurut Obama.
Hubungan antara Obama dan Netanyahu beberapa kali menemui ketegangan sehubungan dengan isu nuklir Iran. Israel telah berulang kali mengancam untuk memakai tindakan militer jika Iran terlihat telah mulai berusaha untuk mendapatkan bom nuklir, sedangkan Amerika Serikat berusaha untuk memperpanjang waktu agar bisa menyelesaikan isu ini dengan diplomasi dan sanksi ekonomi.
Dalam interview tersebut, Obama juga menyatakan bila nuklir Iran juga merupakan ancaman untuk dunia dan membahayakan kepentingan keamanan Amerika Serikat. Mengenai hubungannya dengan Netanyahu yang menurut media dalam kondisi tegang, menurut dia hubungannya tidak setegang seperti yang disampaikan oleh media, dan dia pun terus berusaha untuk mendorong dialog perdamaian antara Israel dan Palestina.
Dia juga mengatakan bila dia tidak ada rencana dalam waktu dekat ini untuk membebaskan spy Israel Jonathan Pollard yang telah dipenjara selama 28 tahun karene melakukan aksi spionase untuk Israel.
Obama tiba di Israel hari Rabu untuk kunjungan selama 3 hari dalam rangka mempererat hubungan Israel-Amerika Serikat yang sempat renggang.
sumber: al-arabiya
Jumat, 08 Maret 2013
Prosesi Pemakaman di Palestina Rusuh, Masjidil Aqsa Diserang
Gaza - Sekitar 5000 orang pelayat menghadiri pemakaman warga Palestina yang tewas sebelumnya karena luka-luka akibat tindakan represif dan brutal tentara Israel ketika menghadapi demo warga Palestina.
Mohammad Asfour 22 tahun meninggal dunia hari Kamis setelah ditembak oleh tentara Israel ketika terlibat konfrontasi dengan Israel dengan melakukan pelemparan batu di kawasan Tepi Barat 2 minggu lalu.
Setelah pemakaman berakhir, sekitar 100 orang pelayat kembali melakukan pelemparan batu terhadap tentara Israel yang melakukan pembalasan dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet.
ketegangan ini meningkat seiring akan datangnya Presiden Barrack Obama ke Yerusalem dan Ramallah pada akhir bulan ini untuk melihat kemungkinan dimulainya kembali pembicaran damal yang gagal pada 2010.
Publik Palestina memandang skeptis kunjungan Obama ini. Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyerukan pesaingnya dari gerakan Fatah yang juga presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk melakukan rekonsiliasi selama perundingan damai dengan Israel.
"Sebagai warga Palestina, Arab dan Muslim kita tidak harus menaruh harapan pada kunjungan tersebut dan kita tidak boleh menjual harapan kosong terhadap rakyat kita", demikian menurut Haniyeh.
"Saya mendesak Otoritas Palestina untuk tidak jatuh dalam perangkap ilusi kungjungan warga Amerika ini dan tidak menutup pintu untuk rekonsiliasi Palestina", tambahnya.
Di Sabastiya, warga Palestina dan tentara Israel bentrok ketika warga Palestina melakukan protes atas pemukiman Yahudi yang akan dibangun di tanah desa. Lonjakan kekerasan anti Israel di Tepi Barat selama beberapa minggu terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di Israel bila gerakan perlawanan Palestina yang baru akan kembali muncul.
Di Yerusalem dimana terdapat tempat suci umat Islam yaitu Masjidil Aqso juga terjadi bentrokan. Polisi Israel menembakan granat kejut pada jamaah Masjidil Aqsa yang melempari mereka dengan bom molotov ketika baru saja selesai melaksanakan sholat Jumat. Banyak tentara Israel yang menerobos masuk ke wilayah sensitif ini untuk memecahkan kerumuman dari ratusan pengunjuk rasa.
Staf medis Palestina mengatakan sekitar sekitar 35 orang pengunjuk rasa terluka di kubah emas namun tidak ada yang serius.
Seperti halnya al-Aqsa, kubah emas yang melindungi batu tempat dimulainya perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit - juga menjadi tempat sakral bagi umat Islam. Dan umat Yahudi juga beranggapan bila di lokasi batu inilah dahulu berdiri Mount Temple atau Kuil Gunung kerajaan Sulaiman yang dihancurkan oleh pasukan Romawi pada abad 1.
Rusuh di al-Aqsa
sumber: alarabiya, youtube
Mohammad Asfour 22 tahun meninggal dunia hari Kamis setelah ditembak oleh tentara Israel ketika terlibat konfrontasi dengan Israel dengan melakukan pelemparan batu di kawasan Tepi Barat 2 minggu lalu.
Setelah pemakaman berakhir, sekitar 100 orang pelayat kembali melakukan pelemparan batu terhadap tentara Israel yang melakukan pembalasan dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet.
ketegangan ini meningkat seiring akan datangnya Presiden Barrack Obama ke Yerusalem dan Ramallah pada akhir bulan ini untuk melihat kemungkinan dimulainya kembali pembicaran damal yang gagal pada 2010.
Publik Palestina memandang skeptis kunjungan Obama ini. Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyerukan pesaingnya dari gerakan Fatah yang juga presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk melakukan rekonsiliasi selama perundingan damai dengan Israel.
"Sebagai warga Palestina, Arab dan Muslim kita tidak harus menaruh harapan pada kunjungan tersebut dan kita tidak boleh menjual harapan kosong terhadap rakyat kita", demikian menurut Haniyeh.
"Saya mendesak Otoritas Palestina untuk tidak jatuh dalam perangkap ilusi kungjungan warga Amerika ini dan tidak menutup pintu untuk rekonsiliasi Palestina", tambahnya.
Di Sabastiya, warga Palestina dan tentara Israel bentrok ketika warga Palestina melakukan protes atas pemukiman Yahudi yang akan dibangun di tanah desa. Lonjakan kekerasan anti Israel di Tepi Barat selama beberapa minggu terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di Israel bila gerakan perlawanan Palestina yang baru akan kembali muncul.
Di Yerusalem dimana terdapat tempat suci umat Islam yaitu Masjidil Aqso juga terjadi bentrokan. Polisi Israel menembakan granat kejut pada jamaah Masjidil Aqsa yang melempari mereka dengan bom molotov ketika baru saja selesai melaksanakan sholat Jumat. Banyak tentara Israel yang menerobos masuk ke wilayah sensitif ini untuk memecahkan kerumuman dari ratusan pengunjuk rasa.
Staf medis Palestina mengatakan sekitar sekitar 35 orang pengunjuk rasa terluka di kubah emas namun tidak ada yang serius.
Seperti halnya al-Aqsa, kubah emas yang melindungi batu tempat dimulainya perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit - juga menjadi tempat sakral bagi umat Islam. Dan umat Yahudi juga beranggapan bila di lokasi batu inilah dahulu berdiri Mount Temple atau Kuil Gunung kerajaan Sulaiman yang dihancurkan oleh pasukan Romawi pada abad 1.
sumber: alarabiya, youtube
AS-Israel-Turki-Yordania Bergabung Menghadapi Perang Kimia Suriah
![]() |
| Kehancuran Kota Suriah Akibat Perang |
Pentagon - AS, Israel, Yordania dan Turki telah menandatangani kesepakatan bila mereka akan melakukan aksi pembalasan terhadap Suriah bila terjadi serangan kimia maupun biologi terhadap salah satu negara. Demikian perjanjian ini dibuat kemarin setelah pertemuan antara menhan AS Chuck Hagel dengan menhan Israel Ehud Barak.
Sumber militer Debka - dimana berita ini dilansir - menyatakan bila menurut Hagel perang kimia di Suriah mungkin saja terjadi. Washington memprediksikan bila pemberontak Suriah yang dekat dengan Al-Qaeda akan memulai serangan tipe ini dan Suriah akan melakukan pembalasan serupa. Kejadian seperti ini akan mudah berimbas kepada negara tetangga.
Penculikan yang terjadi baru-baru ini terhadap 21 tentara pengamat PBB oleh pemberontak Islam di Yarmouk sepertinya bertalian erat dengan rencana kedepan dari pasukan pemberontak Suriah yang dipimpin oleh Jabhat al-Nusra - dimana kelompok ini menguasai daerah-daerah Golan, Suriah Timur dan bagian atas Euprates dimana kota Deir Azor dan Abu Kemal berada.
Dengan memperkuat pertahanan mereka di timur Suriah, milisi Islam percaya hal ini akan menjadi jalan untuk terbentuknya wilayah yang kuat dan dikuasai oleh Al-Qaeda mulai dari pinggiran Damaskus terus ke utara mendekati Baghdad.
Washington percaya bila Jabhat al Nusra yang menurut mereka adalah kelompok militer yang berafiliasi dengan Al-Qaeda yang paling efektif di Suriah dan Iraq dan diyakin akan melaksanakan rencananya menggunakan segala cara termasuk senjata biologi dan kimia. Dan kementerian pertahanan AS juga memperingatkan Israel bila beberapa serangan kimia di berbagai target kemungkinan lebih dipilih dibanding satu target untuk memaksimalkan efek serangan.
Disisi lain Jabhat al Nusra sendiri dikalangan warga Suriah sangat didukung dan elu-elukan sebagai pejuang Suriah. Rakyat berdemo dan menunjukkan dukungannya terhadap Jabhat al Nusra.
Dukungan warga Suriah terhadap Jabhat al Nusra
Kehidupan di Raqqa Semakin Sulit
Dari dalam Suriah, kota yang baru direbut yaitu Raqqa mengalami serangan bombardir yang terus dilakukan oleh tentara Suriah. Pertempuran antara pemberontak pembebasan Suriah (FSA) dengan tentara Suriah yang berada di seberang sungai Euphrates terus berlangsung.
Para warga mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses terhadap roti dan bahan bakar. Beberapa warga juga mulai berkemas untuk mengungsi.
Situasi di Raqqa secara pelan maupun masti mulai mendekati keadaan kota-kota lainnya yang sebelumnya telah mengalami peperangan dahsyat seperti contohnya Hom. Di Homs hampir tidak ada lagi tempat tinggal yang utuh, begitu pula dengan masjid-masjid. Puing-puing bangungan berserakan dimana-mana dan kehancuran terlihat sepanjang mata memandang.
Homs silih berganti dikuasai oleh kedua pihak, saat ini sebagian besar dari kota Homs dikabarkan telah dikuasai oleh pemerintah Suriah dan daerah-daerah pinggiran seperti al-Qusayr dan Ar-Rastan dikuasai oleh FSA. Pertempuran sporadis masih terdengar di tengah kota Homs yang menunjukkan konflik ini masih jauh dari usai.
Sumber: alarabiya, debka, youtube
Tentara PBB Yang Diculik Pejuang Suriah Akan Dibebaskan
Suriah - Michael, salah seorang perwakilan dari 21 orang anggota pasukan pengamat dari PBB yang kemarin diculik oleh pasukan perlawanan Suriah baru saja diwawancarai oleh alrabiya. Dia mengatakan bila mereka dalam keadaan aman dan mendapatkan perlakuan yang baik.
Menurutnya mereka akan dibebaskan pada pukul 7.30 pagi waktu setempat. Recananya mereka akan dibebaskan kemarin Jum'at, namun tentara Suriah kemarin membombardir kota Jamla, tempat dimana mereka akan dilepaskan. Akhirnya konvoy PBB yang sedianya akan menjemput ditarik mundur dari wilayah tersebut.
"Ketika kendaraan PBB memasuki Jamla, tentara Suriah menembaki desa terdekat. Kendaraan PBB akhirnya ditarik mundur dari Jamla", demikian menurut pengamat kemanusiaan bernama Rami Abdel yang sebelumnya juga telah menyatakan bila kelompok yang menculik pasukan PBB tersebut akan menyerahkan tawanan mereka.
Pasukan PBB yang ditawan merupakan bagian dari U.N. Disengagement Observer Force (UNDOF), sebuah badan pengamat PBB yang bertugas untuk memonitor gencatan senjata di perbatasan Suriah dan Israel di dataran tinggi Gola sejak tahun 1974. Penangkapan dilakukan 1.6km dari wilayah Israel yang menjadikan bukti bagaimana konflik Suriah dapat melebar ke negara-negara tetangga.
sumber: alarabiya
Menurutnya mereka akan dibebaskan pada pukul 7.30 pagi waktu setempat. Recananya mereka akan dibebaskan kemarin Jum'at, namun tentara Suriah kemarin membombardir kota Jamla, tempat dimana mereka akan dilepaskan. Akhirnya konvoy PBB yang sedianya akan menjemput ditarik mundur dari wilayah tersebut.
"Ketika kendaraan PBB memasuki Jamla, tentara Suriah menembaki desa terdekat. Kendaraan PBB akhirnya ditarik mundur dari Jamla", demikian menurut pengamat kemanusiaan bernama Rami Abdel yang sebelumnya juga telah menyatakan bila kelompok yang menculik pasukan PBB tersebut akan menyerahkan tawanan mereka.
Pasukan PBB yang ditawan merupakan bagian dari U.N. Disengagement Observer Force (UNDOF), sebuah badan pengamat PBB yang bertugas untuk memonitor gencatan senjata di perbatasan Suriah dan Israel di dataran tinggi Gola sejak tahun 1974. Penangkapan dilakukan 1.6km dari wilayah Israel yang menjadikan bukti bagaimana konflik Suriah dapat melebar ke negara-negara tetangga.
sumber: alarabiya
Kamis, 07 Maret 2013
Rezim Suriah Ternyata Bekerja Sama dengan Israel
Seorang taipan bisnis Suriah yang menentang rezom Bashar al-Assad mengatakan bahwa pemerintah Suriah telah melakukan perjanjian politik dan ekonomi bersama Israel dengan ditukar untuk memungkinkan transfer langsung minyak Suriah ke Israel. Demikian alarabiya melaporkan.
Dengan adanya berita ini maka para penggagas teori konspirasi bahwa Suriah sebenarnya bekerjasama dengan Israel mendapatkan bukti.
Firas Tlas, putra mantan Menteri Pertahanan Mustafa Tlas berbicara dengan AlArabiya yang katanya apa yang dia sampaikan terkait dengan bunuh dirinya mantan PM Suriah Mahmoud al-zuabi. Mantan PM ini mengancam akan mengungkapkan perjanjian rahasia pada Mei 2000. Dia kemudian di usir dari partai Baath dan mendapatkan tahanan rumah. Namun beberapa waktu kemudian dikabarkan mantan PM ini bunuh diri dirumahnya.
Tlas menyatakan bila dia waktu itu dalam kondisi takut untuk bisa menyampaikan informasi ini mengingat dia pun bisa dibunuh atau dipaksa untuk bunuh diri seperti Zuabi.
Assad Memerintah Suriah Seperti Peternakan
Tlas juga mengatakan bila pemerintah Suriah menjalankan suriah seperti peternakan. "Kami adalah (anggota) dari penjaga peternakan ini", demikian katanya.
Tlas mengatakan bila ayahnya merupakan bagian penting dari rezim Bashar, namun kemitraan ayahnya dengan Bashar berakhir pada masa pemerintahan Bashar Al-Assad.
Mengenai tuduhan dari media Inggris yang menuduh bila ia hanya meletakan peruntungan dibawah FSA, dia mengatakan bila nanti revolusi menang, dia akan mentransfer apa yang dimiliki perusahaannya ke perusahaan lain dibawah nama mendiang ibunya. Menurutnya, ini akan dipakai untuk pengembangan masyarahat Suriah nantinya.
Tlas juga mengakui bila kekayaannya tidak akan begitu besar jika bukan karena ikatan yang kuat dengan rezim Suriah. Namun dia juga menambahkan bila dari awal ketika mendirikan usaha, tidak ada hubungannya dengan rezim.
sumber: alarabiya
Dengan adanya berita ini maka para penggagas teori konspirasi bahwa Suriah sebenarnya bekerjasama dengan Israel mendapatkan bukti.
Firas Tlas, putra mantan Menteri Pertahanan Mustafa Tlas berbicara dengan AlArabiya yang katanya apa yang dia sampaikan terkait dengan bunuh dirinya mantan PM Suriah Mahmoud al-zuabi. Mantan PM ini mengancam akan mengungkapkan perjanjian rahasia pada Mei 2000. Dia kemudian di usir dari partai Baath dan mendapatkan tahanan rumah. Namun beberapa waktu kemudian dikabarkan mantan PM ini bunuh diri dirumahnya.
Tlas menyatakan bila dia waktu itu dalam kondisi takut untuk bisa menyampaikan informasi ini mengingat dia pun bisa dibunuh atau dipaksa untuk bunuh diri seperti Zuabi.
Assad Memerintah Suriah Seperti Peternakan
Tlas juga mengatakan bila pemerintah Suriah menjalankan suriah seperti peternakan. "Kami adalah (anggota) dari penjaga peternakan ini", demikian katanya.
Tlas mengatakan bila ayahnya merupakan bagian penting dari rezim Bashar, namun kemitraan ayahnya dengan Bashar berakhir pada masa pemerintahan Bashar Al-Assad.
Mengenai tuduhan dari media Inggris yang menuduh bila ia hanya meletakan peruntungan dibawah FSA, dia mengatakan bila nanti revolusi menang, dia akan mentransfer apa yang dimiliki perusahaannya ke perusahaan lain dibawah nama mendiang ibunya. Menurutnya, ini akan dipakai untuk pengembangan masyarahat Suriah nantinya.
Tlas juga mengakui bila kekayaannya tidak akan begitu besar jika bukan karena ikatan yang kuat dengan rezim Suriah. Namun dia juga menambahkan bila dari awal ketika mendirikan usaha, tidak ada hubungannya dengan rezim.
sumber: alarabiya
Rabu, 06 Maret 2013
Washington: Hizbullah Telah Memiliki Senjata Kimia
Washington - Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun lamanya, Amerika Serikat mengkritik kekuatan pertahanan Israel karena bereaksi lambat dan meremehkan ancaman senjata kimia yang berasal dari Suriah dan mengabaikan opsi untuk melakukan tindakan tangkal. Ini yang didengar oleh Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak ketika melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Chuck Hagel di Pentagon kemarin.
Dalam meeting itu dihadiri oleh oleh Kepala Staf AS Jenderal Martin Dempsey dan Dubes Israel Michael Oren. Topik yang dibicarakan menurut sumber dari Debka adalah seputar krisis Suriah dan sama sekali tidak membicarakan tentang nuklir Iran.
Dari pertemuan ini, Barak mendapatkan informasi intelejen yagn dikonfirmasi oleh pejabat resmi AS bahwa Hizbullah telah mampu mendapatkan sejumlah senjata kimia dari Suriah, sebuah perkembangan yang mana para pemimpin Israel bersumbah untuk mencegahnya.
sumber: debka
Dalam meeting itu dihadiri oleh oleh Kepala Staf AS Jenderal Martin Dempsey dan Dubes Israel Michael Oren. Topik yang dibicarakan menurut sumber dari Debka adalah seputar krisis Suriah dan sama sekali tidak membicarakan tentang nuklir Iran.
Dari pertemuan ini, Barak mendapatkan informasi intelejen yagn dikonfirmasi oleh pejabat resmi AS bahwa Hizbullah telah mampu mendapatkan sejumlah senjata kimia dari Suriah, sebuah perkembangan yang mana para pemimpin Israel bersumbah untuk mencegahnya.
sumber: debka
Pemberontak Suriah Menahan 20 Tentara PBB di Dataran Tinggi Golan
Pejuang Pembebasan Suriah menculik sekelompok pasukan PBB yang berpatroli di wilayah yang disengketakan di dataran tinggi Golan antara Suriah dan Israel pada hari Rabu kemarin. Mereka juga mengancam akan memperlakukan mereka sebagai tawanan perang bila dalam 24 jam tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Dengan kondisi perang yang telah memburuk, wilayah Golan telah secara berkala terganggu sesekali oleh bentrokan bersenjata dan artileri atau pemboman mortir yang telah menjadi sumber keprihatinan kepada Israel. Namun para pejabat PBB mengatakan bahwa anggota misi penjaga perdamaian PBB selama ini belum pernah diculik oleh salah satu pihak dalam konflik.
Sebuah video yang diunggah di YouTube oleh kelompok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Martir Yarmouk mengaku bertanggung jawab dan mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan tetap ditahan sampai pasukan pemerintah Suriah menarik diri dari daerah sekitar Al Jamlah, tempat bentrokan akhir pekan. Video tidak menunjukkan salah satu tawanan, namun PBB kendaraan terlihat dibelakang.
Seorang pembicara dalam video berbicara dalam bahasa Arab: "Jika penarikan tidak terjadi dalam waktu 24 jam, kami akan menganggap mereka sebagai tahanan perang"
Konflik ini merupakan kejadian genting lainnya setelah sebelumnya 40 tentara Suriah dibantai daerah Irak ketika mereka sedang di arahkan untuk kembali ke daerah Suriah oleh tentara Irak.
Di PBB, Eduardo del Buey, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyatakan bahwa para pejabat telah lama mengkhawatirkan kemungkinan ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian. "Sebagai sekretaris jenderal, saya telah mengatakan berulang kali efek spillover dari krisis Suriah menimbulkan bahaya bagi wilayah secara keseluruhan dan ke negara-negara dan daerah-daerah di negara-negara tetangga di sekitarnya, dan UNDOF tidak terkecuali," katanya, dengan menggunakan singkatan untuk misi penjaga perdamaian Golan. "Mereka berada di zona mana spillover bisa menjadi konsekuensi."
Sumber: NYT
Dengan kondisi perang yang telah memburuk, wilayah Golan telah secara berkala terganggu sesekali oleh bentrokan bersenjata dan artileri atau pemboman mortir yang telah menjadi sumber keprihatinan kepada Israel. Namun para pejabat PBB mengatakan bahwa anggota misi penjaga perdamaian PBB selama ini belum pernah diculik oleh salah satu pihak dalam konflik.
Sebuah video yang diunggah di YouTube oleh kelompok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Martir Yarmouk mengaku bertanggung jawab dan mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan tetap ditahan sampai pasukan pemerintah Suriah menarik diri dari daerah sekitar Al Jamlah, tempat bentrokan akhir pekan. Video tidak menunjukkan salah satu tawanan, namun PBB kendaraan terlihat dibelakang.
Seorang pembicara dalam video berbicara dalam bahasa Arab: "Jika penarikan tidak terjadi dalam waktu 24 jam, kami akan menganggap mereka sebagai tahanan perang"
Konflik ini merupakan kejadian genting lainnya setelah sebelumnya 40 tentara Suriah dibantai daerah Irak ketika mereka sedang di arahkan untuk kembali ke daerah Suriah oleh tentara Irak.
Di PBB, Eduardo del Buey, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyatakan bahwa para pejabat telah lama mengkhawatirkan kemungkinan ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian. "Sebagai sekretaris jenderal, saya telah mengatakan berulang kali efek spillover dari krisis Suriah menimbulkan bahaya bagi wilayah secara keseluruhan dan ke negara-negara dan daerah-daerah di negara-negara tetangga di sekitarnya, dan UNDOF tidak terkecuali," katanya, dengan menggunakan singkatan untuk misi penjaga perdamaian Golan. "Mereka berada di zona mana spillover bisa menjadi konsekuensi."
Sumber: NYT
Senin, 04 Maret 2013
Diplomasi Gagal, Iran Harus Diberikan Sanksi Militer
Israel - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bila program nuklir Iran telah mendekati garis merah seperti yang dia sampaikan di depan PBB beberapa bulan yang lalu. Segala bentuk diplomasi telah menemui kegagalan dan Iran hanya membeli waktu saja untuk mencapai target yang mereka inginkan yaitu senjata nuklir.
Pernyataan ini beliau keluarkan ketika melakukan pembicaraan via Video Concerence dalam meeting AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) - sebuah lembaga think thank berpengaruh di Amerika Serikat yang memperjuangkan kepentingan-kepentingan Israel.
"Iran telah melakukan pengayaan uranium terus menerus dan mereka menginstall sentrifugal yang lebih cepat lagi, kita harus menghentikan program pengayaan nuklir Iran ini sebelum terlambat", demikian katanya.
Pada saat yang sama di konferensi yang sama di forum AIPAC, wakil presiden Amerika Serikat Joe Bidden mengatakan bila Obama tidak sekedar menggertak tentang bagaimana determinasi Amerika Serikat dalam menghentikan Iran memiliki senjata nuklir.
"Kita tidak menginginkan perang. Kita siap untuk berbicara secara damai. Tapi semua opsi termasuk kekuatan militer telah ada di meja", demikian katanya.
Amerika Serikat, Cina, Prancis, Rusia, Inggris dan Jerman menawarkan pencabutan sanksi ekonomi untuk Iran dengan timbal balik agar Iran bersedia menahan program pengayaan uraniumnya, namun langkah ini sepertinya belum banyak memberikan perubahan.
sumber: aljazeera, abc, youtube
Pernyataan ini beliau keluarkan ketika melakukan pembicaraan via Video Concerence dalam meeting AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) - sebuah lembaga think thank berpengaruh di Amerika Serikat yang memperjuangkan kepentingan-kepentingan Israel.
"Iran telah melakukan pengayaan uranium terus menerus dan mereka menginstall sentrifugal yang lebih cepat lagi, kita harus menghentikan program pengayaan nuklir Iran ini sebelum terlambat", demikian katanya.
Pada saat yang sama di konferensi yang sama di forum AIPAC, wakil presiden Amerika Serikat Joe Bidden mengatakan bila Obama tidak sekedar menggertak tentang bagaimana determinasi Amerika Serikat dalam menghentikan Iran memiliki senjata nuklir.
"Kita tidak menginginkan perang. Kita siap untuk berbicara secara damai. Tapi semua opsi termasuk kekuatan militer telah ada di meja", demikian katanya.
Amerika Serikat, Cina, Prancis, Rusia, Inggris dan Jerman menawarkan pencabutan sanksi ekonomi untuk Iran dengan timbal balik agar Iran bersedia menahan program pengayaan uraniumnya, namun langkah ini sepertinya belum banyak memberikan perubahan.
sumber: aljazeera, abc, youtube
Langganan:
Postingan (Atom)



















