Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Oposisi Suriah Menolak Pembicaraan Damai di Jenewa, Hizbullah Mengalir ke Suriah

Koalisi Oposisi Nasional Suriah mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang disponsori Rusia - AS, sementara rezim melakukan pembantaian di Suriah.

Keputusan ini diambil setelah diskusi yang panjang selama hampir satu minggu lamanya dengan di awasi oleh para pengamat dari negara-negara pendukung oposisi Suriah.

Koalisi Nasional mengalami kesulitan sebelumnya untuk menentukan komposisi yang tepat untuk dikirimkan dalam pembicaraan damai di Jenewa bulan Juni ini. Kesulitan itu terjadi ketika kubu Islamist dan Liberal berseteru mengenai jumlah perwakilan dari masing-masing kelompok mereka.

Disisi lain, AS juga memberikan tekanan agar delegasi yang dikirimkan supaya seminimal mungkin melibatkan Islam garis keras seperti dari Muslim Brotherhood/Ikhwanul Muslimin.

Sebelumnya, dari pihak pemerintah Suriah juga menegaskan bila apapun keputusan yang dicapai di konferensi damai di Jenewa nanti harus tetap dibawa ke referendum di dalam negeri Suriah, dan mereka pun menegaskan bila Assad tidak akan mundur dari kursi kepresidenan. Padahal hal inilah yang menjadi tentangan dari pihak oposisi.

Tentara Hizbullah Mengalir ke Suriah

Sementara itu, tentara Hizbullah yang sebelumnya aktif secara terang-terangan di kota-kota Damaskus, Homs dan Qusayr, baru-baru ini menurut intelejen dari Israel telah kembali mengirimkan ribuan tentaranya untuk dikirimkan ke kota lain di Suriah yaitu Deera.

AS baru saja memberikan seruan kepada Hizbullah agar menarik mundur pasukannya dan juga telah memberikan tekanan secara langsung kepada presiden Lebanon. Namun dengan pergerakan terkini dari Hizbullah sudah jelas bila mereka tidak memandang AS sama sekali.

AS dengan kondisi ekonomi dalam negeri yang morat-marit berusaha menghindari ikut campur secara militer langsung terhadap konflik Suriah ini mengingat dana yang akan dikucurkan tentu akan sangat besar. Dengan kondisi ini, AS beberapa kali mengulur-ngulur waktu walaupun pemerintah Suriah telah beberapa kali melakukan pelanggaran kemanusiaan misalnya seperti penggunaan senjata kimia.

Dengan semakin derasnya aliran senjata, bantuan militer dan personel dari sukutu Assad seperti Iran, Rusia dan Hizbullah ke Suriah, seiring dengan mengalirnya senjata dari Uni Eropa terhadap oposisi juga campur tangan Israel di wilayah, sudah terbayang bila beberapa hari kedepan ini Suriah akang menghadapi pertempuran lebih dahsyat lagi.

sumber: dari berbagai sumber

Selasa, 28 Mei 2013

Eropa Mengangkat Embargo Militer Untuk Oposisi Suriah


Negara-negara yang tergabung dalam Eropa Union menyatakan bila mereka telah mengangkat embargo militer untuk pihak oposisi Suriah dan akan mengirimkan senjata kepada pihak oposisi dalam beberapa hari mendatang. Demikian dilaporkan kemarin.

Meskipun demikian, embargo tetap akan ditetap kepada pemerintah Suriah. Sikap negara-negara eropa ini berubah setelah Rusia dengan terang-terangan tetap mengirimkan rudal S-300 darat udara dan rudal Yakhnot anti kapal perang ke Suriah.

Dengan adanya tindakan ini, mereka berharap akan membuat keadaan seimbang namun juga bisa membuat perubahan di negara Suriah.

Disisi lainnya, pihak oposisi jatuh dalam perdebatan yang panjang tentang apakah mereka akan mengirimkan delegasi ke konferensi perdamaian yang digagas Rusia - AS di Jenewa atau tidak. Perpecahan dalam oposisi terjadi ketika beberapa anggota liberal mengundurkan diri karena protest atas kuota perwakilan yang ditetapkan dimana kelompoknya mendapatkan jatah 6 orang saja sedangkan mereka menghendaki 22 orang.
Saat ini kelompok oposisi telah menghimpum 60 orang yang berasal dari berbagai kelompok oposisi di Suriah sebagai perwakilan untuk konferensi perdamaian nanti.

Banyak pengamat menyatakan kekhawatirannya atas semakin luasnya konflik yang terjadi di suriah. Presiden Turki Abdullah Gulf ketika melakukan pers conf bersama partnernya dari Tunisia di Instanbul kemarin menyatakan bila peperangan di Suriah bisa meletup menjadi peperangan sektarian di wilayah timur tengah apabila Iran dan Hizbullah terus meneruskan ikut campurnya di Suriah.

Saat ini peperangan memang mulai melebar ke wilayah-wilayah sekitar Suriah. Hizbullah dan Israel telah mulai saling menukar roket secara sporadi, begitu pula Israel dan Suriah telah mulai saling membalas serangan. Di sisi lain dari wilayah Lebanon juga telah pecah pertempuran hebat di Tripoli antara kelompok sunni dan syiah. Dengan pernyataan provokatif dari Hassan Nasrullah pimpinan Hizbullah yang dibalas oleh pernyataan ultimatum oleh pimpinan militer oposisi - besar kemungkinan peperangan di Suriah akan meluas menjadi kekacauan regional.

Dari berbagai sumber

Kamis, 23 Mei 2013

Stockholm Swedia Dilanda Kerusuhan 5 hari

Kerusuhan melanda Stockholm untuk ke 5 harinya setelah para anak muda melakukan kerusahan dengan cara membakar mobil, merusak rumah dan memecahkan kaca-kaca toko di sekitar kota yang selama ini tenang.

Dilaporkan terjadi 90 titik kebakaran di Stockholm kemarin Rabu, 30 mobil dibakar dan kekacauan pecah di 15 wilayah yang ada disana. Beberapa polisi juga terluka, demikian menurut juru bicara kepolisian.

Pemadam kebakaran terus bergerak hilir mudik untuk memadamkan api, "kami tidak pernah melihat begitu banyak kebakaran yang terjadi dalam waktu bersamaan", demikian kata mereka.

Kerusuhan ini bermula setelah polisi menembak mati seorang lelaki tua umur 69 tahun di apartemennya setelah lelaki itu mendatangi polisi dengan golok ditangan. Dari sejak itu kerusuhan terus berlanjut hampir seminggu lamanya.


Banyak pengamat menyatakan bila kerusuhan ini disulut dengan banyaknya pengangguran muda di kota ini. Meskipun tingkat pengangguran di kota Stockholm merupakan terendah di Eropa, namun jumlah pengangguran muda sekitar 25%.

Stockholm banyak memberikan kemudahan dan bonus bagi para pendatang imigrant dari negara lain. Namun lapangan pekerjaan yang sedikit menjadi penyebab banyaknya pemuda yang melakukan kerusahan di kota ini.

Para tokoh masyarakat dan pemuka agama terus berada di jalanan untuk mencegah anak-anak muda melakukan kerusahan, namun sepertinya kerusuhan ini terus berlanjut.

sumber: RT

Rabu, 22 Mei 2013

Video - Tentara Inggris Dipenggal di Muka Umum


Kejadian menyeramkan baru saja terjadi dimana 2 orang lelaki melompat dari keramaian untuk menangkap seorang tentara Inggris, kemudian mereka memenggalnya. Mayat dari korban dibuang begitu saja di tengah jalan raya.

Kejadian ini begitu brutal dan dilakukan di depan orang banyak. Pelaku dengan terang-terangan meminta orang-orang yang lewat untuk mengambil photo mereka dan memfilmkan apa yang mereka lakukan.

Motivasi yang mereka lakukan adalah balas dendam atas tindakan yang dilakukan oleh tentara Inggris di negara-negara Islam. Ketika beberapa wanita melewati lokasi kejadian, mereka meminta maaf kepada para wanita tersebut karena telah menyaksikan kejadian tersebut.

"Kami mohon maaf anda telah menyaksikan ini, tapi di negeri kami, wanita-wanita menyaksikan ini setiap hari". Demikian katanya.

Perdana Menteri Cameron mempersingkat kunjungannya ke luar negeri dan mengatakan bila ini adalah sebuah tindakan teroris.

"Ini adalah kejahatan yang paling mengerikan", demikian katanya.

Dewan muslim kota London pun menyatakan bila apa yang dilakukan oleh kedua orang ini bukan atas dasar Islam dan mereka pun mengutuk kejadian ini.

Kedua pelaku tidak melarikan diri ketika mereka telah membunuh tentara tersebut. Polisi datang 20 menit kemudian dan langsung melumpuhkan kedua orang ini. Keduanya langsung di bawa ke dua rumah sakit berbeda dengan pengawalan yang ketat. Beberapa pengunjung menyesalkan lambatnya kedatangan polisi dalam merespond laporan dari warga.

Berikut dibawah ini video amatir berikut wawancara cnn dengan pengambil video.

 
sumber: cnn

Kamis, 16 Mei 2013

Eropa Menentang Pemberian Senjata Pada Pemberontak Suriah

Negara-negara Eropa, yang dipimpin oleh Jerman dan Italia, menentang mempersenjatai pemberontak dan menganggap pembicaraan perdamaian sebagai kesempatan untuk menyelesaikan perang saudara di Suriah tanpa intervensi militer Barat.

"Konsensus adalah, seperti lagu yang terus berbunyi, 'memberikan kesempatan pada perdamaian'," kata seorang diplomat Uni Eropa. "Itu masuk akal bagi kebanyakan negara terutama ketika sebagian besar dari mereka menentang gagasan mempersenjatai pemberontak."

Pekan lalu, dalam dokumen diplomatik rahasia, Inggris mengusulkan mengangkat aturan larangan untuk mempersenjatai para pemberontak karena hal itu akan memungkinkan respond langsung oleh rezim Suriah untuk "kemungkinan" melakukan serangan senjata kimia.

Proposal menemui perlawanan keras di tengah kekhawatiran yang semakin mendalam di Italia dan Jerman bahwa kelompok pemberontak tidak dapat dipercaya dan mempersenjatai mereka bisa menjerumuskan seluruh daerah ke dalam perang.

"Memburuknya situasi di lapangan dan kebingungan faksi yang berperang tidak memfasilitasi keputusan untuk mengangkat embargo," kata Lapo Pistelli, wakil menteri luar negeri Italia kepada The Wall Street Journal.

Sementara Prancis terus mendorong embargo untuk diangkat, Paris telah mengurangi tekanan untuk merubah keputusan embargo sampai setidaknya akhir Juni setelah pembicaraan damai di Jenewa yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Rusia. Setelah tekanan dari Inggris dan Prancis, embargo senjata Uni Eropa melemah dengan adanya beberapa bantuan tidak mematikan kepada pemberontak Suriah bulan lalu.

Embargo berakhir pada 1 Juni, batas waktu yang sekarang mungkin dimasukkan kembali tanpa perubahan apapun sampai Juli.

"Kami masih mendorong untuk mengangkat penuh embargo senjata dan kami berharap kita bisa mencapai hal itu," kata seorang sumber Inggris. Menurut diplomat Inggris, intelijen yang ada di Suriah telah mengidentifikasi kelompok pemberontak handal yang membutuhkan bantuan militer.

Inggris percaya bahwa pencabutan embargo akan membantu perundingan damai dengan memberi tekanan pada Presiden Bashar al-Assad untuk terlibat dalam negosiasi politik dengan para pemberontak untuk mengakhiri konflik.

Sumber-sumber diplomatik Prancis mengatakan bahwa sebelum briefing rinci tentang rencana AS-Rusia itu "terlalu dini untuk mengatakan" jika keputusan embargo untuk diangkat. Jean-Yves Le Drian, menteri pertahanan Perancis, mengatakan bahwa Paris tetap yakin bahwa embargo harus diubah.

Elemen sipil oposisi Suriah telah terbelah oleh inisiatif untuk mengangkat embargo. Aktivis di pengasingan telah bersikeras akan lebih baik untuk membanjiri wilayah pemberontak dengan bantuan hidup hemat.

Setelah laporan baru muncul dengan tuduhan bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam serangan terhadap kota Saraqeb, William Hague, Menteri Luar Negeri, menuntut agar Damaskus memungkinkan akses ke tim PBB menyelidiki klaim.

"Mereka yang memerintahkan penggunaan senjata kimia, dan mereka yang menggunakannya, harus tidak ragu bahwa kami akan bekerja dalam setiap cara yang kami bisa untuk menuntut pertanggung jawabannya" kata Hague.

sumber: wallstreet, telegraph

Jumat, 15 Maret 2013

Korut Tes Rudal Jarak Pendek dan AS Menambah Pertahanan Anti Misil

Seoul - Korea Utara telah melakukan tes rudal jarak pendek di kawasan laut Jepang yang dikenal dengan Pantai Timur di Korea. Sepertinya itu adalah sebuah usaha untuk mengimbangi latihan militer bersama yang dilakukan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat. Demikian dilaporkan harian Korea Selatan Yonhap.

Menurut sumber militer Korea Selatan yang berbicara pada Yonhap, militer Korea Utara meluncurkan dua rudal jarak pendek dengan type KN-02 ke wilayah perairan internasional.
Rudal KN-02 adalah rudal mobile. Dibuat berdasarkan type OTR-21 Tochka dari jaman Soviet. Rudal ini diluncurkan dari belakang truk seperti pengangkut SCUD.


Graphic: BBC News
Rudal jarak pendek ini jenis lain dari rudal Scarab Suriah dan mempunyai jangkauan 120-140km. Biasanya digunakan untuk menghancurkan target berupa bangunan besar dan bisa pula dirubah untuk membawa hulu ledak nuklir.

Amerika Serikat Menambah Rudal Interceptor

Seiiring dengan semakin meningkatnya ketegangan di kawasan semenanjung Korea, Amerika Serikat meresponnya dengan menambah 14 rudal interceptor di Alaska untuk mengatasi ancaman dari Korea Utara dan Iran. Demikian menurut pernyataan dari Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel Jumat kemarin.

Fasilitas ini akan selesai dan bisa beroperasional secara penuh pada tahun 2017. Penambahan ini akan meningkatkan pertahanan Amerika Serikat sebanyak 50 persen.

Hagel juga mengatakan bila AS akan mengalihkan beberapa sumber daya seiring pemotongan budget pertahanan oleh kongres. Proyek gabungan AS-Eropa yaitu program anti misil AEGIS menjadi tertunda dan direncanakan akan menambah radar anti rudal balistik di Jepang.


sumber: countdowntozerotime, nbcnews

Kamis, 14 Maret 2013

Suriah Berencana Menggunakan Senjata Kimia dan Pasokan Senjata Tertangkap

Israel - Menurut pejabat intelejen Israel - Major Jenderal Avi Kohavi - yang melakukan paparan di konferensi Herzliya tahunan dengan topik Keamanan dan Kebijakan, pihak Presiden Suriah Bashar al-Assad mempunyai rencana untuk menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak.

"Assad telah melakukan sebuah kemajuan dalam menyiapkan senjata kimia. Dia belum memberikan perintah, namun dia telah mempersiapkannya", demikian katanya. Dia juga menambahkan bila pemimpin Suriah masih menguasai dan mengontrol gudang senjata Kimia di Damascus, peralatan militer dan kekuatan angkatan udara.

Dalam konferensi yang sama, salah satu pimpinan militer Benny Gantz juga mengingatkan bila grup teroris berperang bersama-sama dengan para pemberontak untuk menjatauhkan rezim Assad semakin kuat.

"Situasi di Suriah semakin berbahaya. Kelompok teroris semakin kuat. Mereka sekarang berperang melawan Assad, namun di masa depan mereka akan berbalik melawan kita", demikian kata Gantz
Disisi lainnya, Iran dan Hizbullah menggunakan seluruh kemampuan untuk terus mendukung rezim Assad, baik dengan konsultasi strategis, intelejen maupun senjata.

"Jika Assad jatuh, Iran akan kehilangan kemampuan untk mengirimkan senjata melalui Suriah ke Hizbullah", demikian dia menambahkan.
Menurutnya juga, Iran dan Hizbullah telah membentuk sebuah kesatuan militer yang dilatih oleh Hizbullah dan dibiayai oleh Iran. Pasukan ini terdiri dari 50.000 orang dan mereka berencana untuk meningkatkannya menjadi 100.000 orang.


Pasokan Senjata Tertangkap

Dalam kesempatan lainnya, televisi Suriah menayangkan kemarin bila tentara Suriah telah menyergap dan berhasil menangkap sebuah truk yang penuh dengan persenjataan. Senjata-senjata tersebut terdiri dari roket-roket Israel, jaket militer, teropong dan lain-lain.

Truk ini dilaporkan sedang menuju Sbeineh yang terletak di sebelah selatan Damaskus ketika tentara Suriah menangkapnya.

Saat ini setidaknya 70.000 orang telah tewas dalam perang Suriah yang telah berlansung selama dua tahun. Peperangan itu sendiri telah semakin meningkatkan ketegangan di kawasan dan mulai melibatkan negara-negara tetangga.

Prancis dan Inggris kemarin juga telah menyatakan mengangkat embargo senjata terhadap Suriah dengan tujuan agar bisa mengirimkan dukungan langsung terhadap pemberontak Suriah. Namun pemerintahan Eropa sangat menentang keputusan ini karena khawatir gerakan ini hanya akan menambah situasi semakin genting.

sumber: al-arabiya