Kedutaan Arab Saudi di Beirut telah meminta warga untuk meninggalkan Lebanon karena situasi berbahaya, demikian pernyataan itu dikeluarkan pada hari Kamis, setelah beberapa media mengaitkan ledakan itu dengan kerajaan.
"Kedutaan besar Saudi mengirim pesan teks ke warga di Lebanon menasihati mereka untuk meninggalkan Lebanon, mengingat situasi berbahaya dan kepedulian atas keamanan mereka", demikian menurut duta besar, Awad Assiri, kepada AFP.
Peringatan itu datang dua hari setelah serangan bom bunuh diri kembar menewaskan 24 orang di Beirut dekat kedutaan Iran yang merupakan rival Saudi di kawasan. Kedutaan Iran sendiri terletak di benteng pertahanan Hizbullah yang merupakan sekutu Iran.
Pesan teks yang dikirim ke Saudi di Lebanon berbunyi: "Mengingat situasi keamanan saat ini dan kampanye di media, kedutaan menyarankan warga untuk kembali ke rumah, dan menyarankan hati-hati."
Serangan Selasa di luar kedutaan Iran diikuti dengan kampanye menyengat di beberapa media pro - Hizbullah melawan Arab Saudi, menuduh kerajaan monarki daerah Teluk ini berada di balik ledakan.
"Arab Saudi : kerugian di Suriah dan bunuh diri di Lebanon", demikian headline pada sebuah harian pro Hizbullah al- Akhbar pada hari Rabu.
Pada hari Kamis, al- Akhbar mengatakan Lebanon telah "memasuki era bom bunuh diri," dan menambahkan bahwa para penyerang telah mengarah kepada "takfiri ( ekstrimis Sunni ) yang disponsori oleh kerajaan Saudi dengan jutaan dolar."
Dua puluh lima orang tewas dan hampir 150 orang terluka dalam serangan Selasa terhadap kedubes Iran yang mendukung Hizbullah dan tulang punggung Presiden Suriah Bashar al - Assad.
Arab Saudi mendukung perjuangan pemberontak untuk menggulingkan Assad.
sumber: alarabiya
Tampilkan postingan dengan label timur tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timur tengah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 November 2013
Iran Usir Paksa Pengungsi Afganistan
Iran mengusir dengan paksa ribuan pengungsi Afganistan yang merupakan pelanggaran terhadap kewajiban internasional untuk melindungi pengungsi, demikian menurut kelompok pengamat HAM pada laporan hari Rabu.
Laporan organisasi pengamat HAM - HRW - ini termasuk cerita tentang beberapa bapak yang di deportasi tanpa diberikan kesempatan untuk berpamitan kepada keluarganya. Bahkan dilaporkan juga ada seorang anak umur 12 tahun yang ditinggal tanpa uang di perbatasan yang terpaksa memohon untuk bisa naik bis ke Afganistan.
Jutaan warga Afganistan melarikan diri ke Iran dan Pakistan pada tahun 1980an untuk melarikan diri dari pemberontakan anti komunis terhadap kekuasaan Uni Soviet. Pada puncak perang, ada sekitar 5 juta orang di Pakistan dan 4 juta orang di Iran. Saat ini menurut HRW ada sekitar 2 juta warga Afganistan masih tinggal di Iran sebagai pengungsi yang tidak terdaftar. Beberapa diantara mereka ada yang pernah kembali ke Afganistan namun akhirnya kembali mengungsi karena tidak adanya lapangan kerja dan parahnya situasi keamanan di Afganistan.
Menurut perwakilan dari HRW - Faraz Sanei - saat ini ada 840ribu warga Afganistan yang terdaftar secara resmi di Iran sebagai pengungsi, namun Iran menolak untuk mendaftarkan yang lain. Sanei mengatakan bila timnya telah berada di perbatasan Afganistan - Iran untuk mewawancarai pengungsi, dan banyak sekali mendapatkan kabar tentang pelecehan, kekerasan dan cerita menakutkan lainnya dari mereka.
Banyak keluarga yang dipisah-pisah dengan paksa karena alasan-alasan sepele. Seperti contohnya ada dua perempuan Afganistan yang ditangkap di kota suci Iran Qom. Alasannya karena keduanya memakai kerudung pink. Ketika ayahnya, tunangannya dan seorang gadis lagi akan menolongnya, polisi mengetahui bila mereka adalah warga Afgan, mereka langsung dipulangkan ke Afganistan sedangkan Ibu dan 3 anaknya ditinggal di Iran.
Tidak ada komentar sama sekali dari pihak Iran yang memang jarang sekali mengomentari terhadap laporan HAM.
sumber: alrabiya
Laporan organisasi pengamat HAM - HRW - ini termasuk cerita tentang beberapa bapak yang di deportasi tanpa diberikan kesempatan untuk berpamitan kepada keluarganya. Bahkan dilaporkan juga ada seorang anak umur 12 tahun yang ditinggal tanpa uang di perbatasan yang terpaksa memohon untuk bisa naik bis ke Afganistan.
Jutaan warga Afganistan melarikan diri ke Iran dan Pakistan pada tahun 1980an untuk melarikan diri dari pemberontakan anti komunis terhadap kekuasaan Uni Soviet. Pada puncak perang, ada sekitar 5 juta orang di Pakistan dan 4 juta orang di Iran. Saat ini menurut HRW ada sekitar 2 juta warga Afganistan masih tinggal di Iran sebagai pengungsi yang tidak terdaftar. Beberapa diantara mereka ada yang pernah kembali ke Afganistan namun akhirnya kembali mengungsi karena tidak adanya lapangan kerja dan parahnya situasi keamanan di Afganistan.
Menurut perwakilan dari HRW - Faraz Sanei - saat ini ada 840ribu warga Afganistan yang terdaftar secara resmi di Iran sebagai pengungsi, namun Iran menolak untuk mendaftarkan yang lain. Sanei mengatakan bila timnya telah berada di perbatasan Afganistan - Iran untuk mewawancarai pengungsi, dan banyak sekali mendapatkan kabar tentang pelecehan, kekerasan dan cerita menakutkan lainnya dari mereka.
Banyak keluarga yang dipisah-pisah dengan paksa karena alasan-alasan sepele. Seperti contohnya ada dua perempuan Afganistan yang ditangkap di kota suci Iran Qom. Alasannya karena keduanya memakai kerudung pink. Ketika ayahnya, tunangannya dan seorang gadis lagi akan menolongnya, polisi mengetahui bila mereka adalah warga Afgan, mereka langsung dipulangkan ke Afganistan sedangkan Ibu dan 3 anaknya ditinggal di Iran.
Tidak ada komentar sama sekali dari pihak Iran yang memang jarang sekali mengomentari terhadap laporan HAM.
sumber: alrabiya
Rabu, 20 November 2013
Dua Orang Tewas Dalam Kekerasan Al-Azhar
Dua orang tewas pada hari Rabu dalam bentrokan antara pasukan keamanan Mesir dan ratusan mahasiswa di Universitas al-Azhar di Kairo.
Lebih dari 1.500 siswa telah berbaris sebelumnya dari kampus universitas di Kairo Nasr City ke gedung administrasi pusat Al - Azhar, demikian menurut situs berita Al-Ahram milik pemerintah melaporkan.
Ketika siswa berusaha menyerbu gedung, pasukan keamanan campur tangan dan memaksa mereka untuk kembali ke kampus, koresponden Al Arabiya melaporkan.
Laporan sebelumnya menyatakan bahwa bangunan kampus telah dibakar, tetapi karyawan universitas kepada Al Arabiya News Channel bahwa hanya sejumlah pohon terbakar.
Ia mengatakan puluhan mahasiswa ditahan oleh polisi.
Mereka meneriakkan slogan-slogan terhadap kementerian dalam negeri dan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.
Mereka menuntut pencopotan Imam Besar al- Azhar Syekh Imam Ahmed el Tayeb dan Imam Universitas al-Azhar Osama el-Abd yang mereka tuduh menutup-nutupi kejahatan militer Mesir dengan alasan-alasan agama.
Pekan lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman kepada 12 siswa Azhar dengan 17 tahun penjara karena menyerang gedung administrasi universitas.
sumber: alarabiya
Lebih dari 1.500 siswa telah berbaris sebelumnya dari kampus universitas di Kairo Nasr City ke gedung administrasi pusat Al - Azhar, demikian menurut situs berita Al-Ahram milik pemerintah melaporkan.
Ketika siswa berusaha menyerbu gedung, pasukan keamanan campur tangan dan memaksa mereka untuk kembali ke kampus, koresponden Al Arabiya melaporkan.
Laporan sebelumnya menyatakan bahwa bangunan kampus telah dibakar, tetapi karyawan universitas kepada Al Arabiya News Channel bahwa hanya sejumlah pohon terbakar.
Ia mengatakan puluhan mahasiswa ditahan oleh polisi.
Mereka meneriakkan slogan-slogan terhadap kementerian dalam negeri dan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.
Mereka menuntut pencopotan Imam Besar al- Azhar Syekh Imam Ahmed el Tayeb dan Imam Universitas al-Azhar Osama el-Abd yang mereka tuduh menutup-nutupi kejahatan militer Mesir dengan alasan-alasan agama.
Pekan lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman kepada 12 siswa Azhar dengan 17 tahun penjara karena menyerang gedung administrasi universitas.
sumber: alarabiya
Selasa, 19 November 2013
Militer Mesir Membersihkan Tahrir Square
Polisi anti huru hara Mesir yang didukung oleh kendaraan lapis baja menyerbu Tahrir Square Kairo Selasa malam untuk membubarkan para demonstran menyusul demonstrasi yang diadakan untuk memperingati 42 orang tewas dua tahun lalu dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.
Mesir terbagi antara pendukung mantan Presiden Mohammad Mursi dan orang-orang militer yang menggulingkan dia, tapi pengunjuk rasa Selasa menuduh kedua sisi mengkhianati tujuan dari pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak.
"Turunkan rezim militer," seruan para pengunjuk rasa pada hari sebelumnya menurut laporan Reuters.
Seorang pejabat keamanan mengatakan polisi memutuskan untuk membersihkan alun-alun setelah pengunjuk rasa telah berusaha menyerbu markas besar Liga Arab. Pihak berwenang kemungkinan akan membiarkan mereka untuk tetap di jalan-jalan di dekatnya, pejabat tersebut menambahkan.
Bentrokan telah meletus di dekat markas Liga Arab di sudut lapangan, dimana jutaan orang telah melakukan konvoi untuk menekan Mubarak dan kemudian dua tahun kemudian menekan Mursi untuk mengundurkan diri.
Polisi menembakkan gas air mata dan tembakan pada para demonstran yang melemparkan batu, sebelum menyerbu alun-alun dengan kendaraan lapis baja, menghamburan beberapa ratus demonstran ke jalan-jalan.
Kementerian Kesehatan Ahmed al-Ansari kepada AFP secara resmi mengatakan 16 orang terluka dalam kekerasan ini, termasuk seorang pria dengan luka mata.
Para pengunjuk rasa sendiri menutup wajah mereka untuk memblokir gas air mata.
"Saya di sini untuk membalas teman-teman saya yang tewas dalam insiden Mohamed Mahmud. Tidak ada yang mengangkat hak-hak mereka," kata salah satu pengunjuk rasa muda yang memberikan namanya sebagai Mohamed.
Setidaknya 43 pengunjuk rasa tewas selama beberapa hari bentrokan dengan polisi di Mohamed Mahmud di sebuah jalan lepas Tahrir Square pada tahun 2011.
Bentrokan yang dimulai pada 19 November, adalah pemberontakan serius pertama yang dihadapi oleh junta militer yang mengambil alih kepemimpinan setelah pengunduran diri Mubarak pada Februari 2011.
Kekuasaan militer diserahkan kepada Mursi pada Juni 2012, setelah ia memenangkan pemilihan bebas pertama di negara itu, tapi dia digulingkan setahun kemudian menyusul protes massal menuntut pengunduran dirinya.
Penggulingan Mursi diiringi oleh tindakan keras terhadap para pengikut Islam nya yang menewaskan lebih dari 1.000 dalam bentrokan dan ribuan lainnya telah ditangkap.
Bentrokan pada Selasa, bagaimanapun, terjadi antara pengunjuk rasa yang menentang baik Mursi dan pemerintah militer sementara yang ditunjuk.
Beberapa pengunjuk rasa telah marah dengan sebuah monumen yang diresmikan di alun-alun pada malam hari ketika ulang tahun peristiwa Mohamed Mahmud.
Selasa, pengunjuk rasa telah merusak monumen yang ditujukan untuk mereka yang tewas dalam protes yang membantu menggeser dua presiden dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Para pengunjuk rasa menuduh pemerintah dan polisi merevisi sejarah pembantaian Mohamed Mahmud di tengah gelombang nasionalisme pro - militer setelah penggulingan Mursi.
"Merayakan sambil memuji tentara adalah provokasi. Kami berada di sini hari ini untuk berkabung terhadap martir," kata Magda al - Masrya, 50thn, saat ia mengambil bagian dalam protes pada Selasa itu.
Seorang pengunjuk rasa lainnya, Reni Rafat, mengatakan kepada AFP :"Apa yang kita butuhkan adalah pengadilan untuk mereka yang bertanggung jawab ( atas kematian pada bulan November 2011) dan bukan perayaan".
Mahmoud Hisyam, seorang mahasiswa 21 tahun, mengatakan :"Revolusi masih belum berakhir.
"Dalam tiga tahun kami memiliki tiga sistem dan tiga pengkhianat - Mubarak, militer dan brotherhood"
Baik Ikhwanul maupun gerakan Tamarod yang menyelenggarakan protes massa yang mengarah ke penggulingan Mursi telah menyerukan demonstrasi saingan Selasa.
sumber: alarabiya dan bbrp sumber
Mesir terbagi antara pendukung mantan Presiden Mohammad Mursi dan orang-orang militer yang menggulingkan dia, tapi pengunjuk rasa Selasa menuduh kedua sisi mengkhianati tujuan dari pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak.
"Turunkan rezim militer," seruan para pengunjuk rasa pada hari sebelumnya menurut laporan Reuters.
Seorang pejabat keamanan mengatakan polisi memutuskan untuk membersihkan alun-alun setelah pengunjuk rasa telah berusaha menyerbu markas besar Liga Arab. Pihak berwenang kemungkinan akan membiarkan mereka untuk tetap di jalan-jalan di dekatnya, pejabat tersebut menambahkan.
Bentrokan telah meletus di dekat markas Liga Arab di sudut lapangan, dimana jutaan orang telah melakukan konvoi untuk menekan Mubarak dan kemudian dua tahun kemudian menekan Mursi untuk mengundurkan diri.
Polisi menembakkan gas air mata dan tembakan pada para demonstran yang melemparkan batu, sebelum menyerbu alun-alun dengan kendaraan lapis baja, menghamburan beberapa ratus demonstran ke jalan-jalan.
Kementerian Kesehatan Ahmed al-Ansari kepada AFP secara resmi mengatakan 16 orang terluka dalam kekerasan ini, termasuk seorang pria dengan luka mata.
Para pengunjuk rasa sendiri menutup wajah mereka untuk memblokir gas air mata.
"Saya di sini untuk membalas teman-teman saya yang tewas dalam insiden Mohamed Mahmud. Tidak ada yang mengangkat hak-hak mereka," kata salah satu pengunjuk rasa muda yang memberikan namanya sebagai Mohamed.
Setidaknya 43 pengunjuk rasa tewas selama beberapa hari bentrokan dengan polisi di Mohamed Mahmud di sebuah jalan lepas Tahrir Square pada tahun 2011.
Bentrokan yang dimulai pada 19 November, adalah pemberontakan serius pertama yang dihadapi oleh junta militer yang mengambil alih kepemimpinan setelah pengunduran diri Mubarak pada Februari 2011.
Kekuasaan militer diserahkan kepada Mursi pada Juni 2012, setelah ia memenangkan pemilihan bebas pertama di negara itu, tapi dia digulingkan setahun kemudian menyusul protes massal menuntut pengunduran dirinya.
Penggulingan Mursi diiringi oleh tindakan keras terhadap para pengikut Islam nya yang menewaskan lebih dari 1.000 dalam bentrokan dan ribuan lainnya telah ditangkap.
Bentrokan pada Selasa, bagaimanapun, terjadi antara pengunjuk rasa yang menentang baik Mursi dan pemerintah militer sementara yang ditunjuk.
Beberapa pengunjuk rasa telah marah dengan sebuah monumen yang diresmikan di alun-alun pada malam hari ketika ulang tahun peristiwa Mohamed Mahmud.
Selasa, pengunjuk rasa telah merusak monumen yang ditujukan untuk mereka yang tewas dalam protes yang membantu menggeser dua presiden dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Para pengunjuk rasa menuduh pemerintah dan polisi merevisi sejarah pembantaian Mohamed Mahmud di tengah gelombang nasionalisme pro - militer setelah penggulingan Mursi.
"Merayakan sambil memuji tentara adalah provokasi. Kami berada di sini hari ini untuk berkabung terhadap martir," kata Magda al - Masrya, 50thn, saat ia mengambil bagian dalam protes pada Selasa itu.
Seorang pengunjuk rasa lainnya, Reni Rafat, mengatakan kepada AFP :"Apa yang kita butuhkan adalah pengadilan untuk mereka yang bertanggung jawab ( atas kematian pada bulan November 2011) dan bukan perayaan".
Mahmoud Hisyam, seorang mahasiswa 21 tahun, mengatakan :"Revolusi masih belum berakhir.
"Dalam tiga tahun kami memiliki tiga sistem dan tiga pengkhianat - Mubarak, militer dan brotherhood"
Baik Ikhwanul maupun gerakan Tamarod yang menyelenggarakan protes massa yang mengarah ke penggulingan Mursi telah menyerukan demonstrasi saingan Selasa.
sumber: alarabiya dan bbrp sumber
Update Bom Kembar Kedubes Iran di Beirut - Atase Kebudayaan Iran Termasuk Korban Tewas
wartaperang - Kementrian Kesehatan Lebanon mengatakan update terkini dari jumlah korban tewas adalah 23 orang dan 146 terluka dalam dua serangan bom bunuh diri di Beirut hari ini.
2 bom bunuh diri tersebut yang pertama mengarah kepada kedubes Iran sedangkan satu lagi menghantam benteng Hizbullah disebelah utara Dahya. Seorang ulama Shiah dan beberapa penjaga kedubes juga terbunuh. Menurut beberapa laporan, pembom bunuh diri meledakan bom mobil yang diarahkan kepada target mereka.
Koresponden harian shiah al-Manar mengutip dari petugas keamanan mengatakan bila ledakan pertama di bawa oleh seorang pembom bunuh diri menggunakan sepeda motor yang meledakan dirinya menabrak gedung dan petugas keamanan yang berkerumum, kemudian satu detik kemudian seorang pembom bunuh diri lainnya menerobos ke gedung dengan mobil yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang parah.
sumber: debka
2 bom bunuh diri tersebut yang pertama mengarah kepada kedubes Iran sedangkan satu lagi menghantam benteng Hizbullah disebelah utara Dahya. Seorang ulama Shiah dan beberapa penjaga kedubes juga terbunuh. Menurut beberapa laporan, pembom bunuh diri meledakan bom mobil yang diarahkan kepada target mereka.
Koresponden harian shiah al-Manar mengutip dari petugas keamanan mengatakan bila ledakan pertama di bawa oleh seorang pembom bunuh diri menggunakan sepeda motor yang meledakan dirinya menabrak gedung dan petugas keamanan yang berkerumum, kemudian satu detik kemudian seorang pembom bunuh diri lainnya menerobos ke gedung dengan mobil yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang parah.
sumber: debka
Senin, 18 November 2013
Tentara Libya Diturunkan di Tripoli
Militer Libya menyapu ibukota pada hari Senin dengan puluhan truk pickup yang dimuati dengan senjata anti-pesawat dalam operasi untuk mengusir milisi, Associated Press melaporkan.
Operasi itu mendapatkan sambutan hangat dari warga Libya yang sedang marah terhadap kelompok bersenjata yang banyak merajalela di negeri ini.
Essam al- Naas, juru bicara dari Ruang Operasi Bersama, sebuah badan keamanan di bawah perdana menteri, mengatakan kepada Associated Press bahwa ketika militer dikerahkan, milisi dari kota barat Misrata mengundurkan diri dari posisi mereka di empat kabupaten dan kembali ke kota mereka.
Tembakan sporadis terdengar di Tripoli timur di daerah yang disebut Wadi al - Rabie, atau Spring Valley, ketika para anggota milisi Misrata menembaki milisi berbasis Tripoli yang menuntut mereka menyerahkan senjata mereka sebelum meninggalkan kota, demikkian menurut kata al - Naas. Tidak ada laporan mengenai korban.
Pengerahan pasukan dilakukan setelah terjadi bentrokan di akhir pekan yang mematikan dipicu oleh protes terhadap mantan pemberontak di Libya tahun 2011 yang masih wara-wiri di kota Tripoli.
Kerusuhan itu adalah yang paling mematikan terjadi di ibukota sejak pemberontakan meletus. Kekerasan terjadi ketika mantan pemberontak dari Misrata menembaki demonstran, memicu bentrokan yang menewaskan sedikitnya 43 orang dan melukai 450, demikian menurut AFP.
Universitas di Tripoli pada Senin mengumumkan mereka akan menutup lembaga itu selama seminggu.
Di tempat lain, seorang perwira senior militer lolos dari ledakan bom pada hari Senin di kota timur Benghazi, yang telah menjadi ajang kekerasan rutin sejak 2011.
"Iring-iringan Kolonel Abdallah al - Saati, kepala ruang keamanan bersama dan gubernur militer Benghazi, diserang saat ia melewati daerah Al - Hadeq, meninggalkan satu orang tewas dan satu luka parah dari rombongannya, " dikutip AFP dari Juru bicara pasukan Kolonel Abdallah al - Zaidi.
Zaidi mengatakan bahwa para ahli bahan peledak menyisir daerah tersebut untuk mencari tahu bagaimana serangan itu terjadi.
Langkah tentara ini bergerak seiringan dengan pernyataan dari Amerika Serikat pada Senin yang mengumumkan akan melatih hingga 8.000 tentara Libya yang bertujuan untuk memperkuat militer.
sumber: alarabiya
Operasi itu mendapatkan sambutan hangat dari warga Libya yang sedang marah terhadap kelompok bersenjata yang banyak merajalela di negeri ini.
Essam al- Naas, juru bicara dari Ruang Operasi Bersama, sebuah badan keamanan di bawah perdana menteri, mengatakan kepada Associated Press bahwa ketika militer dikerahkan, milisi dari kota barat Misrata mengundurkan diri dari posisi mereka di empat kabupaten dan kembali ke kota mereka.
Tembakan sporadis terdengar di Tripoli timur di daerah yang disebut Wadi al - Rabie, atau Spring Valley, ketika para anggota milisi Misrata menembaki milisi berbasis Tripoli yang menuntut mereka menyerahkan senjata mereka sebelum meninggalkan kota, demikkian menurut kata al - Naas. Tidak ada laporan mengenai korban.
Pengerahan pasukan dilakukan setelah terjadi bentrokan di akhir pekan yang mematikan dipicu oleh protes terhadap mantan pemberontak di Libya tahun 2011 yang masih wara-wiri di kota Tripoli.
Kerusuhan itu adalah yang paling mematikan terjadi di ibukota sejak pemberontakan meletus. Kekerasan terjadi ketika mantan pemberontak dari Misrata menembaki demonstran, memicu bentrokan yang menewaskan sedikitnya 43 orang dan melukai 450, demikian menurut AFP.
Universitas di Tripoli pada Senin mengumumkan mereka akan menutup lembaga itu selama seminggu.
Di tempat lain, seorang perwira senior militer lolos dari ledakan bom pada hari Senin di kota timur Benghazi, yang telah menjadi ajang kekerasan rutin sejak 2011.
"Iring-iringan Kolonel Abdallah al - Saati, kepala ruang keamanan bersama dan gubernur militer Benghazi, diserang saat ia melewati daerah Al - Hadeq, meninggalkan satu orang tewas dan satu luka parah dari rombongannya, " dikutip AFP dari Juru bicara pasukan Kolonel Abdallah al - Zaidi.
Zaidi mengatakan bahwa para ahli bahan peledak menyisir daerah tersebut untuk mencari tahu bagaimana serangan itu terjadi.
Langkah tentara ini bergerak seiringan dengan pernyataan dari Amerika Serikat pada Senin yang mengumumkan akan melatih hingga 8.000 tentara Libya yang bertujuan untuk memperkuat militer.
sumber: alarabiya
Abbas: Perundingan Damai Akan Berlangsung Selama 9 Bulan Penuh
Pembicaraan damai dengan Israel akan terus berlanjut selama sembilan bulan penuh yang telah disepakati dengan Washington"terlepas dari apa yang terjadi di darat", demikian menurut Presiden Palestina Mahmud Abbas kepada AFP, Minggu.
Dalam sebuah wawancara eksklusif di markas Muqataa di Ramallah, pemimpin Palestina juga menyerukan penyelidikan internasional untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian Yasser Arafat setelah para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar ia diracuni.
Berbicara menjelang kunjungan utama Presiden Prancis Francois Hollande, Abbas menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong maju pembicaraan perdamaian dukungan AS, meskipun marah besar atas pembangunan permukiman Israel.
"Kami telah berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi selama sembilan bulan, terlepas dari apa yang terjadi di lapangan," katanya kepada AFP.
"Kami berkomitmen dan menjalani perundingan sembilan bulan penuh, dan kemudian kami akan mengambil keputusan yang tepat," katanya.
Setelah berbulan-bulan dengan diplomasi intensif oleh Menlu AS John Kerry, Israel dan Palestina akhirnya setuju untuk memulai pembicaraan langsung pada akhir Juli dengan tujuan ambisius mencapai kesepakatan dalam waktu sembilan bulan.
Abbas mengatakan tim negosiator perdamaiannya yang dipimpin oleh Saeb Erakat, yang secara kolektif mengundurkan diri tiga hari yang lalu karena kegiatan permukiman Israel yang sedang berlangsung, akan tetap di tempat untuk sementara waktu.
"Delegasi telah menyerahkan pengunduran dirinya kepada kami, namun kita masih belum menerimanya. Para pemimpin Palestina sedang mempelajari itu dan hari ini mereka bertemu untuk membahas hal itu, tetapi memutuskan untuk mengambil waktu sedikit lebih lama untuk membuat keputusan," jelasnya.
Dia juga menuntut penyelidikan internasional untuk menentukan tanggung jawab atas kematian Arafat pada tahun 2004 informasi oleh para ahli laboratorium Swiss bila ia dibunuh oleh racun polonium.
"Kami memiliki indikasi bahwa presiden Yasser Arafat tidak mati karena usia tua atau penyakit tetapi bahwa ia meninggal karena keracunan," katanya, meringkas kesimpulan dipublikasikan awal bulan ini oleh para ilmuwan Swiss dan Rusia yang melakukan tes forensik pada Arafat.
"Ada indikasi ia diracun, jadi siapa yang meracuninya ? Dan yang mengirim racunnya ? Hal ini perlu investigasi," katanya.
"Itulah sebabnya kami menuntut penyelidikan internasional, seperti yang dituntut untuk Perancis ( pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon ) Rafiq Hariri, untuk menemukan siapa yang membunuh Yasser Arafat," katanya.
Arafat meninggal pada usia 75 di sebuah rumah sakit di dekat Paris pada tanggal 11 November 2004 setelah jatuh sakit sebulan sebelumnya. Dokter tidak dapat menentukan penyebab kematian dan tidak ada post-mortem dilakukan.
Masyarakat Palestina telah lama mendapatkan rumor bahwa Arafat dibunuh, dengan Israel sebagai pihak yang paling sering disalahkan. Tapi tidak pernah ada bukti apapun yang berhasil diajukan.
sumber: alarabiya
Dalam sebuah wawancara eksklusif di markas Muqataa di Ramallah, pemimpin Palestina juga menyerukan penyelidikan internasional untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian Yasser Arafat setelah para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar ia diracuni.
Berbicara menjelang kunjungan utama Presiden Prancis Francois Hollande, Abbas menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong maju pembicaraan perdamaian dukungan AS, meskipun marah besar atas pembangunan permukiman Israel.
"Kami telah berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi selama sembilan bulan, terlepas dari apa yang terjadi di lapangan," katanya kepada AFP.
"Kami berkomitmen dan menjalani perundingan sembilan bulan penuh, dan kemudian kami akan mengambil keputusan yang tepat," katanya.
Setelah berbulan-bulan dengan diplomasi intensif oleh Menlu AS John Kerry, Israel dan Palestina akhirnya setuju untuk memulai pembicaraan langsung pada akhir Juli dengan tujuan ambisius mencapai kesepakatan dalam waktu sembilan bulan.
Abbas mengatakan tim negosiator perdamaiannya yang dipimpin oleh Saeb Erakat, yang secara kolektif mengundurkan diri tiga hari yang lalu karena kegiatan permukiman Israel yang sedang berlangsung, akan tetap di tempat untuk sementara waktu.
"Delegasi telah menyerahkan pengunduran dirinya kepada kami, namun kita masih belum menerimanya. Para pemimpin Palestina sedang mempelajari itu dan hari ini mereka bertemu untuk membahas hal itu, tetapi memutuskan untuk mengambil waktu sedikit lebih lama untuk membuat keputusan," jelasnya.
Dia juga menuntut penyelidikan internasional untuk menentukan tanggung jawab atas kematian Arafat pada tahun 2004 informasi oleh para ahli laboratorium Swiss bila ia dibunuh oleh racun polonium.
"Kami memiliki indikasi bahwa presiden Yasser Arafat tidak mati karena usia tua atau penyakit tetapi bahwa ia meninggal karena keracunan," katanya, meringkas kesimpulan dipublikasikan awal bulan ini oleh para ilmuwan Swiss dan Rusia yang melakukan tes forensik pada Arafat.
"Ada indikasi ia diracun, jadi siapa yang meracuninya ? Dan yang mengirim racunnya ? Hal ini perlu investigasi," katanya.
"Itulah sebabnya kami menuntut penyelidikan internasional, seperti yang dituntut untuk Perancis ( pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon ) Rafiq Hariri, untuk menemukan siapa yang membunuh Yasser Arafat," katanya.
Arafat meninggal pada usia 75 di sebuah rumah sakit di dekat Paris pada tanggal 11 November 2004 setelah jatuh sakit sebulan sebelumnya. Dokter tidak dapat menentukan penyebab kematian dan tidak ada post-mortem dilakukan.
Masyarakat Palestina telah lama mendapatkan rumor bahwa Arafat dibunuh, dengan Israel sebagai pihak yang paling sering disalahkan. Tapi tidak pernah ada bukti apapun yang berhasil diajukan.
sumber: alarabiya
Amerika Serikat Akan Melatih Ribuan Tentara Libya
Menurut seorang perwira senior Amerika Serikat pada hari Minggu kemarin, Amerika Serikat berencana untuk melatih 7000 anggota pasukan keamanan Libya.
Admiral William McRaven yang memimpin misi spesial militer Amerika Serikat mengatakan bila AS akan fokus kepada pasukan yang nantinya akan melakukan misi-misi penanggulangan teroris.
"Cukup dikatakan bila akan ada sebuah usaha konvensional untuk melatih pasukan konvensional mereka antara 5 sampai 7000 orang. Dan kami memiliki usaha pelengkap di sisi operasi khusus untuk melatih sejumlah pasukan mereka untuk melakukan kontra-terorisme", demikian katanya dalam sebuah forum di Kalifornia pada saat akhir minggu menurut Reuters.
Berita ini muncul setelah kemarin terjadi eskalasi ketegangan di Tripoli dimana lebih dari 40 orang warga sipil tewas dan ratusan lainnya luka-luka setelah warga kota melakukan aksi protes terhadap milisi.
Kekerasan meledak pada hari Jumat ketika pendemo yang diserukan oleh otoritas setempat untuk melakukan demonstrasi damai terhadap milisi-milisi yang ada. Mereka melakukan konvoi ke kantor pusat dari kelompok Misrata dan mereka mendapatkan tembakan dari dalam gedung.
McRaven mengatakan akan ada pemeriksaan ekstensif terhadap personil Libya yang dilatih oleh Amerika Serikat.
Namun, ia mengakui pemeriksaan hanya bisa dilakukan begitu banyak di Libya saja di mana milisi dan mantan pejuang sering digunakan oleh pemerintah untuk melindungi kementerian dan kantor-kantor pemerintah. Mereka yang bersenjata tetap setia kepada komandan atau suku mereka dan sering bentrok di persaingan wilayah.
"Sekarang kita maju untuk mencoba dan menemukan cara yang baik untuk membangun pasukan keamanan Libya sehingga mereka tidak dijalankan oleh milisi, kita harus mengasumsikan beberapa risiko," kata McRaven forum Sabtu malam.
"Mungkin ada beberapa risiko bahwa beberapa orang yang kita latih tidak memiliki catatan paling bersih. Tetapi nantinya itu adalah solusi terbaik yang dapat kita temukan untuk melatih mereka untuk menangani masalah mereka sendiri."
sumber: alarabiya
Admiral William McRaven yang memimpin misi spesial militer Amerika Serikat mengatakan bila AS akan fokus kepada pasukan yang nantinya akan melakukan misi-misi penanggulangan teroris.
"Cukup dikatakan bila akan ada sebuah usaha konvensional untuk melatih pasukan konvensional mereka antara 5 sampai 7000 orang. Dan kami memiliki usaha pelengkap di sisi operasi khusus untuk melatih sejumlah pasukan mereka untuk melakukan kontra-terorisme", demikian katanya dalam sebuah forum di Kalifornia pada saat akhir minggu menurut Reuters.
Berita ini muncul setelah kemarin terjadi eskalasi ketegangan di Tripoli dimana lebih dari 40 orang warga sipil tewas dan ratusan lainnya luka-luka setelah warga kota melakukan aksi protes terhadap milisi.
Kekerasan meledak pada hari Jumat ketika pendemo yang diserukan oleh otoritas setempat untuk melakukan demonstrasi damai terhadap milisi-milisi yang ada. Mereka melakukan konvoi ke kantor pusat dari kelompok Misrata dan mereka mendapatkan tembakan dari dalam gedung.
McRaven mengatakan akan ada pemeriksaan ekstensif terhadap personil Libya yang dilatih oleh Amerika Serikat.
Namun, ia mengakui pemeriksaan hanya bisa dilakukan begitu banyak di Libya saja di mana milisi dan mantan pejuang sering digunakan oleh pemerintah untuk melindungi kementerian dan kantor-kantor pemerintah. Mereka yang bersenjata tetap setia kepada komandan atau suku mereka dan sering bentrok di persaingan wilayah.
"Sekarang kita maju untuk mencoba dan menemukan cara yang baik untuk membangun pasukan keamanan Libya sehingga mereka tidak dijalankan oleh milisi, kita harus mengasumsikan beberapa risiko," kata McRaven forum Sabtu malam.
"Mungkin ada beberapa risiko bahwa beberapa orang yang kita latih tidak memiliki catatan paling bersih. Tetapi nantinya itu adalah solusi terbaik yang dapat kita temukan untuk melatih mereka untuk menangani masalah mereka sendiri."
sumber: alarabiya
Minggu, 17 November 2013
Perwira Anti Teroris Mesir Ditembak Mati
Seorang perwira anti terorisme Mesir telah ditembak mati oleh penembak tak dikenal pada hari Minggu malam kemarin di Kairo, demikian menurut Kementrian Dalam Negeri.
Perwira yang bekerja di departemen keamanan dalam negeri ditembak mati di dalam mobilnya ketika dia berjalan ke kantornya. Perwira yang tewas itu diberi nama Mohammad Mabruk yang telah bekerja atas isu kelompok islamis militan.
Militan yang menyerang konvoi keamanan telah meningkat di dalam negara ini, terutama di daerah Semenanjung Sinai sejak di kudetanya Presiden Mursi.
Insiden terakhir di bulan Oktober adalah tewasnya 3 orang polisi yang bertugas di dengan universitas Mansoura di wilayah delta Nil Mesir.
Kelompok-kelompok yang terinspirai oleh Al-Qaeda telah mengklaim sebagian serangan yang terjadi di ibu kota, termasuk sebuah bom di bulan September yang menyerang Menteri Dalam Negeri. Namun dalam serangan tersebut sang pejabat selamat.
sumber: alrabiya
Perwira yang bekerja di departemen keamanan dalam negeri ditembak mati di dalam mobilnya ketika dia berjalan ke kantornya. Perwira yang tewas itu diberi nama Mohammad Mabruk yang telah bekerja atas isu kelompok islamis militan.
Militan yang menyerang konvoi keamanan telah meningkat di dalam negara ini, terutama di daerah Semenanjung Sinai sejak di kudetanya Presiden Mursi.
Insiden terakhir di bulan Oktober adalah tewasnya 3 orang polisi yang bertugas di dengan universitas Mansoura di wilayah delta Nil Mesir.
Kelompok-kelompok yang terinspirai oleh Al-Qaeda telah mengklaim sebagian serangan yang terjadi di ibu kota, termasuk sebuah bom di bulan September yang menyerang Menteri Dalam Negeri. Namun dalam serangan tersebut sang pejabat selamat.
sumber: alrabiya
Jumat, 15 November 2013
Pengamat Ahli: Sekitar 600 Pejuang Saudi Berada di Suriah
Diperkirakan sekitar 600 orang warga Saudi telah bergabung dengan kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda di Suriah berperang melawan rezim presiden Bashar al-Assad, demikian menurut seorang ahli dalam pergerakan Islam kepada al-Arabiya dalam sebuah program mingguan hari Jumat.
Faris bin Hizam mengatakan banyak warga Saudi yang bertempur ada dalam kelompok Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) dan Al-Nusra Front.
Namun kelompok pejuang dari Saudi sangat kecil dibandingkan dengan pejuang-pejuang dari negara-negara asing lainnya yang berjuang di Suriah, demikian katanya.
Tidak seperti Afganistan dan Irak dimana al-Qaeda mempunyai pengaruh kuat disana, saat ini ada peningkatan kewaspadaan diantara warga Saudi tentang bahayanya bila berada di al-Qaeda dan kepercayaan yang meluas bila revolusi Suriah tidak memerlukan pejuang, namun memerlukan dukungan biaya.
Faris juga menambahkan bila pengamanan dari Saudi Arabia yang ketat telah berhasil mengekang Al-Qaeda, tidak seperti Libya dan Tunisia yang gagal untuk melakukannya setelah revolusi.
al-Nusra Front telah melakukan beberapa kali serangan mematikan terhadap rezim Suriah, termasuk diantaranya bom bunuh diri. Pengamat dari Saudi ini mengatakan bila tidak ada warga Saudi diantara 10 pemimpin utama di kelompok al-Qaeda Suriah. Mereka bergabung ke kelompok ini hanya untuk mengambil bagian di bom bunuh diri dan operasi sipil, demikian katanya.
Faris menyatakan bila al-Qaeda cenderung untuk memperbanyak jumlah anggota Saudi untuk kelompoknya di Suriah, Pakistan, Yaman dan Irak sebagai cara untuk mengundang lebih banyak sukarelawan dan bantuan finansial dari donaturnya.
sumber: alarabiya
Faris bin Hizam mengatakan banyak warga Saudi yang bertempur ada dalam kelompok Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) dan Al-Nusra Front.
Namun kelompok pejuang dari Saudi sangat kecil dibandingkan dengan pejuang-pejuang dari negara-negara asing lainnya yang berjuang di Suriah, demikian katanya.
Tidak seperti Afganistan dan Irak dimana al-Qaeda mempunyai pengaruh kuat disana, saat ini ada peningkatan kewaspadaan diantara warga Saudi tentang bahayanya bila berada di al-Qaeda dan kepercayaan yang meluas bila revolusi Suriah tidak memerlukan pejuang, namun memerlukan dukungan biaya.
Faris juga menambahkan bila pengamanan dari Saudi Arabia yang ketat telah berhasil mengekang Al-Qaeda, tidak seperti Libya dan Tunisia yang gagal untuk melakukannya setelah revolusi.
al-Nusra Front telah melakukan beberapa kali serangan mematikan terhadap rezim Suriah, termasuk diantaranya bom bunuh diri. Pengamat dari Saudi ini mengatakan bila tidak ada warga Saudi diantara 10 pemimpin utama di kelompok al-Qaeda Suriah. Mereka bergabung ke kelompok ini hanya untuk mengambil bagian di bom bunuh diri dan operasi sipil, demikian katanya.
Faris menyatakan bila al-Qaeda cenderung untuk memperbanyak jumlah anggota Saudi untuk kelompoknya di Suriah, Pakistan, Yaman dan Irak sebagai cara untuk mengundang lebih banyak sukarelawan dan bantuan finansial dari donaturnya.
sumber: alarabiya
Rusia Menawarkan Kesepakatan Senjata Utama Terhadap Mesir
Rusia menawarkan untuk menjual jet tempur yang modern, helikopter dan sistem pertahanan udara ke Mesir dan dilaporkan bernilai $ 2 miliar. Pejabat Rusia mengatakannya sebagai tanda yang jelas bila militer kedua negara kembali bekerja sama.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, bersama dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, melakukan kunjungan ke Mesir pada hari Kamis untuk mendapatkan kontrak yang berharga dengan pemerintah negara itu setelah Amerika Serikat menahan bantuan militer ke Kairo bulan lalu.
Shoigu telah mengkonfirmasi bahwa kolaborasi militer dibahas dalam pertemuan dengan partnernya dari Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana kolaborasi tersebut.
"Kami telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah dalam menciptakan dasar hukum bagi kesepakatan kami [pada kolaborasi militer]," katanya, menurut kantor berita RIA Novosti.
Mikhail Zavaly , seorang pejabat senior Rusia bersama perusahaan yang bergerak dalam ekspor senjata Rosoboronexport, akan memimpin delegasinya di Dubai mendatang dalam pameran udara. Dikonfirmasi Rusia ingin menjual perangkat keras militer ke Mesir, demikian menurut AFP.
"Sekarang kami menawarkan Mesir helikopter modern, peralatan pertahanan udara dan modernisasi peralatan militer yang sebelumnya telah dibeli," katanya kepada kantor berita RIA Novosti.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi harian Rusia Vedomosti mengatakan negosiasi sedang berlangsung tentang penjualan jet tempur MiG-29M/M2, berbagai sistem pertahanan udara jarak pendek dan roket anti tank.
Mengutip sumber-sumber pertahanan Rusia, Vedomosti mengatakan kesepakatan itu bernilai lebih dari $ 2 miliar dan bisa dibiayai oleh sekutu Mesir di negara-negara Arab.
Awal pekan ini seorang pejabat senior Rosoboronexport mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Rusia ingin menjual perangkat keras militer ke Mesir.
"Kami siap untuk bernegosiasi dengan pihak Mesir dengan kemungkinan pengiriman persenjataan baru serta memperbaiki peralatan yang disediakan di masa Uni Soviet," kata pejabat Rosoboronexport.
Tapi pejabat itu mencatat bahwa pasokan baru tersebut akan bergantung pada kemampuan Mesir untuk membayar mereka. "Moskow siap untuk berdiskusi dengan Kairo tentang kemungkinan pinjaman ke negara itu," katanya.
Uni Soviet adalah pemasok senjata utama ke Mesir pada tahun 1960 dan awal tahun 1970, tetapi kerja sama menurun setelah tercapainya perjanjian damai dengan Israel, ketika itu Kairo mulai menikmati bantuan murah hati AS.
Namun, pemerintah AS menghentikan sebagian bantuan militer ke Kairo setelah penggulingan Mursi.
sumber: alarabiya
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, bersama dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, melakukan kunjungan ke Mesir pada hari Kamis untuk mendapatkan kontrak yang berharga dengan pemerintah negara itu setelah Amerika Serikat menahan bantuan militer ke Kairo bulan lalu.
Shoigu telah mengkonfirmasi bahwa kolaborasi militer dibahas dalam pertemuan dengan partnernya dari Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana kolaborasi tersebut.
"Kami telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah dalam menciptakan dasar hukum bagi kesepakatan kami [pada kolaborasi militer]," katanya, menurut kantor berita RIA Novosti.
Mikhail Zavaly , seorang pejabat senior Rusia bersama perusahaan yang bergerak dalam ekspor senjata Rosoboronexport, akan memimpin delegasinya di Dubai mendatang dalam pameran udara. Dikonfirmasi Rusia ingin menjual perangkat keras militer ke Mesir, demikian menurut AFP.
"Sekarang kami menawarkan Mesir helikopter modern, peralatan pertahanan udara dan modernisasi peralatan militer yang sebelumnya telah dibeli," katanya kepada kantor berita RIA Novosti.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi harian Rusia Vedomosti mengatakan negosiasi sedang berlangsung tentang penjualan jet tempur MiG-29M/M2, berbagai sistem pertahanan udara jarak pendek dan roket anti tank.
Mengutip sumber-sumber pertahanan Rusia, Vedomosti mengatakan kesepakatan itu bernilai lebih dari $ 2 miliar dan bisa dibiayai oleh sekutu Mesir di negara-negara Arab.
Awal pekan ini seorang pejabat senior Rosoboronexport mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Rusia ingin menjual perangkat keras militer ke Mesir.
"Kami siap untuk bernegosiasi dengan pihak Mesir dengan kemungkinan pengiriman persenjataan baru serta memperbaiki peralatan yang disediakan di masa Uni Soviet," kata pejabat Rosoboronexport.
Tapi pejabat itu mencatat bahwa pasokan baru tersebut akan bergantung pada kemampuan Mesir untuk membayar mereka. "Moskow siap untuk berdiskusi dengan Kairo tentang kemungkinan pinjaman ke negara itu," katanya.
Uni Soviet adalah pemasok senjata utama ke Mesir pada tahun 1960 dan awal tahun 1970, tetapi kerja sama menurun setelah tercapainya perjanjian damai dengan Israel, ketika itu Kairo mulai menikmati bantuan murah hati AS.
Namun, pemerintah AS menghentikan sebagian bantuan militer ke Kairo setelah penggulingan Mursi.
sumber: alarabiya
Rabu, 13 November 2013
Hukuman Keras Untuk 12 Pendemo Pendukung Mursi
Sebuah pengadilan Mesir memberikan hukuman kepada 12 orang pendemo dengan 17 tahun penjara untuk masing-masing dengan tuduhan keterkaitan mereka terhadap serahan kepada Universitas Al-Azhar.
Muslim Brotherhood menggambarkan bila para terdakwa yang bisa melakukan banding atas keputusan itu adalah para pendukung Mursi. Pengadilan Kairo pada hari Rabu juga menerapkan jaminan untuk setiap terdakwa sebesar 64.000 mata uang Mesir (9000USD).
Jaksa menyatakan bila para terdakwa telah terbukti berkumpul untuk mempengaruhi otoritas dan menghalangi diterapkannya hukum, disertai dengan tuduhan-tuduhan lain seperti premanisme, penyerangan, sabotase dan lain-lain.
Pada tanggal 30 Oktober 2013, para pendukung presiden terusir Mohammad Mursi mengadakan demonstrasi diluar markas Al-Azhar. MENA menyatakan bila para pendemo melemparkan potongan marmer ke gedung dan secara verbal menghina imam besar.
sumber: alrabiya
Muslim Brotherhood menggambarkan bila para terdakwa yang bisa melakukan banding atas keputusan itu adalah para pendukung Mursi. Pengadilan Kairo pada hari Rabu juga menerapkan jaminan untuk setiap terdakwa sebesar 64.000 mata uang Mesir (9000USD).
Jaksa menyatakan bila para terdakwa telah terbukti berkumpul untuk mempengaruhi otoritas dan menghalangi diterapkannya hukum, disertai dengan tuduhan-tuduhan lain seperti premanisme, penyerangan, sabotase dan lain-lain.
Pada tanggal 30 Oktober 2013, para pendukung presiden terusir Mohammad Mursi mengadakan demonstrasi diluar markas Al-Azhar. MENA menyatakan bila para pendemo melemparkan potongan marmer ke gedung dan secara verbal menghina imam besar.
sumber: alrabiya
Selasa, 12 November 2013
Saudi Arabia Memberikan Bantuan 300juta Dollar Untuk Pemerintahan Oposisi Suriah
Arab Saudi memutuskan untuk mendukung Pemerintah transisi dari Koalisi nasional dengan dana sebesar $ 300 Juta.
Tokoh-tokoh utama dari koalisi nasional Suriah telah memilih sembilan nominasi dari kursi pemerintahan sementara yang dipimpin oleh PM Ahmad Tomeh kemarin di Istanbul. Di antara mereka, Eyad Qudsi sebagai Wakil Perdana Menteri, dan Asaad Moustafa Pertahanan.
Dalam pembicaraannya kepada Skynews Arab, Khalid Nasser, anggota dalam koalisi nasional, mengatakan pemerintah yang baru diberikan janji dukungan dan dana oleh negara-negara sahabat.
Amhad Tomeh, PM Interim, mengomentari pemungutan suara itu dengan mengatakan,"Itu adalah hari sejarah Suriah".
Pemerintahan transisi dari oposisi Suriah memang terbentuk dari hasil think thank koalisi nasional, namun belum bisa diketahui dengan jelas mengingat koalisi nasional kurang mendapatkan dukungan dari pejuang-pejuang Islam radikal yang saat ini banyak menguasai wilayah Suriah.
sumber: ZA
Tokoh-tokoh utama dari koalisi nasional Suriah telah memilih sembilan nominasi dari kursi pemerintahan sementara yang dipimpin oleh PM Ahmad Tomeh kemarin di Istanbul. Di antara mereka, Eyad Qudsi sebagai Wakil Perdana Menteri, dan Asaad Moustafa Pertahanan.
Dalam pembicaraannya kepada Skynews Arab, Khalid Nasser, anggota dalam koalisi nasional, mengatakan pemerintah yang baru diberikan janji dukungan dan dana oleh negara-negara sahabat.
Amhad Tomeh, PM Interim, mengomentari pemungutan suara itu dengan mengatakan,"Itu adalah hari sejarah Suriah".
Pemerintahan transisi dari oposisi Suriah memang terbentuk dari hasil think thank koalisi nasional, namun belum bisa diketahui dengan jelas mengingat koalisi nasional kurang mendapatkan dukungan dari pejuang-pejuang Islam radikal yang saat ini banyak menguasai wilayah Suriah.
sumber: ZA
SPECIAL REPORT - Bruce Riedel: Benteng Al-Qaeda Yang Paling Berbahaya
Dua kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaeda memperoleh kekuatan di perbatasan Suriah dan Irak dengan memanfaatkan kekacauan di wilayah tersebut. Ancaman yang yang mereka tampilkan terhadap keamanan global lebih menakutkan. Demikian headline dari sebuah tajuk yang dibuat oleh seorang penasehat gedung putih untuk 4 presiden terakhir.
Al-Qaeda membangun benteng pertahanan paling berbahaya yang pernah ada di perbatasan antara Suriah dan Irak. Ratusan jihadist baru berbondong-bondong datang ke medan perang yang berada di jantung Timur Tengah ini. Dengan kondisi ini dimana perang saudara sedang terjadi di dua negara, masa depan bisa terlihat dengan jelas bila ancaman dari benteng ini semakin bertambah, demikian katanya.
Kedua kelompok Al-Qaeda ini saling bersaing dan juga berkolaborasi saat ini dalam kekerasan yang mengoyak Suriah dan Irak. Kelompok yang paling tua dan paling bahaya adalah Islamic State of Iraq and al Shams(ISIS). Al Shams artinya "Great Syria" yang terdiri dari Suriah, Lebanon, Jordan dan Israel-Palestina - mengandung arti bagaimana besarnya ambisi dari ISIS. Kelompok ini bertujuan untuk menghapus perbatasan dari timur tengah modern yang telah dibuat di abad yang lalu oleh Winston Churchil setelah perang dunia I dan untuk menjalankan sebuah negara Islam di wilayah tersebut. Setiap minggu ISIS terus melakukan banyak operasi di Suriah dan Irak.
Amir dari ISIS adalah seorang sosok yang disamarkan dengan memakai nama Abu Bakr al Quraishi al Husayni al BAghdadi. Dia adalah penerus yang ke empat setelah 3 orang pendahulunya tewas di kantor. Dikabarkan bila dia adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad dan namanya memperlihatkan status ini yang terhubung dengan suku dan keluarga dari Nabi. Menurutu biographi yang ada dikatakan bila dia adalah seorang ulama Islam dengan gelar Ph. D dan pengarang sebuah buku Islam. Dia bergabung dengan Al-Qaeda ketika Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003 dan merupakan pendukung awal dari Abu Musaib Zarqawi, seorang pendiri Al-Qaeda di Irak. Latar belakang Baghdadi membuatnya menjadi sosok tangguh dalam gerakan jihad global.
Kelompok kedua adalah Jabhat al Nusra. Kelompok ini juga bentukan dari Al-Qaeda di Irak pada tahun 2012. Dipimpin oleh seorang sosok bayangan lainnya yang bernama Abu Muhammad al Golani. Dia pun murid dari Zaeqawi dan dikirim oleh Al-Qaeda di Irak untuk membuat Jabat al-Nusra setelah revolusi Suriah melawan Bashar al-Assad dimulai. Rezim Assad sendiri menyatakan telah membunuh Golani, namun hal ini masih belum bisa dikonfirmasi.
Kedua kelompok ini mengundang sukarelawan asing dari berbagai tempat di dunia Islam untuk bergabung dengan mereka untuk berjuang di Suriah dan Irak. Menurut penuturannya, otoritas Saudi telah menginformasikan kepadanya bahwa lebih dari seribu warga Saudi telah pergi berperang bersama Al-Qaeda di Suriah dan diperkirakan jumlah aslinya kemungkinan bisa dua kali lipat. Menurut pengamat di Amman Yordania, 800 warga Yordania diperkirakan ikut bergabung dalam peperangan dan lebih dari 100 warganya telah tewas dalam peperangan di Suriah. Beberapa jihadist dari Yordania menjadi pimpinan senior di Jabhat al-Nusra. Raja Saudi Arabia dan Yordania khawatir ketika para pejuang in kembali ke negaranya sendiri, belum lagi senjata dan dana yang mereka kirimkan ke oposisi Suriah sering kali pula berakhir di tangan Al-Qaeda.
Kepala intelejen Inggris MI5 mengeluarkan pernyataan di minggu ini bahwa diperkirakan jumlah warga Inggris muslim yang telah pergi berperang di Suriah ada ratusan. Instusi keamanan di berbagai negara eropa juga melaporkan fenomena yang sama dimana lusinan warga muslim yang marah pergi ke Suriah dan Irak untuk pelatihan perang. Mereka pun suatu saat akan kembali ke negaranya masing-masing.
Benteng Al-Qaeda berada di tengah dunia Arab dan Timur Tengah, tidak seperti benteng Al-Qaeda lainnya yang berada di Afganistan sebelum tahun 2001 atau di Yaman, Somalia dan Afrika Utara saat ini. Benteng ini bukan berada di pinggiran timur tengah, tapi tepat dijantung Timur Tengah yang membuatnya semakin lebih berbahaya. Pihak keamanan Yordania juga telah menggagalkan sebuah usaha oleh al-Nusra untuk melakukan beberapa serangan terhadap beberapa kedubes dan mall. Bendera hitam yang dikibarkan oleh pendukung Al-Qaeda telah terlihat di beberapa kota di Yordania seperti Maan dan Zarqa. Kondisi yang sama juga terjadi di kota-kota di Lebanon yang menyebabkan Turki dan Israel menjadi semakin tegang.
Perkembangan yang pesat dari Al-Qaeda di Suriah di dua tahun terakhir dan perkembangan terbaru dari Irak adalah bagian dari munculnya generasi ketiga dari Al-Qaeda yang telah mengambil tempat setelah kematian dari Osama bin Laden dan sejak permulaan dari Arab Spring. SEtelah dikejutkan oleh revolusi yang menyapu dunia arab, Al Qaeda telah memanfaatkan kekacauan, pelanggaran hukum dan ketertiban untuk membangun atau memperluas pengaruhnya di Yaman, Libya, Aljazair, Mali dan sekarang semakin meningkat di Mesir serta di Suriah dan Irak.
Kudeta militer yang terjadi di Mesir baru-baru saja dijadikan bukti boleh beberapa pemimpin Al-Qaeda sebagai bukti bahwa demokrasi, Twitter dan demonstrasi damai telah gagal untuk membawa perubahan yang nyata dan hanya jihad yang bisa menjawab masalah Islam. Semakin lama perang sipil terjadi di Suriah dan Irak, semakin membaur mereka dalam sebuah konflik dan semakin luas mereka menyediakan tempat untuk gerakan Al-Qaeda lainnya. Pengaruhnya terhadap keamanan di wilayah dan seluruh dunia sangat menakutkan.
Demikian menurut Bruce Riedel secara panjang lebar sesuai release yang dikeluarkan oleh Daily Beast.
sumber: dailybeast
Al-Qaeda membangun benteng pertahanan paling berbahaya yang pernah ada di perbatasan antara Suriah dan Irak. Ratusan jihadist baru berbondong-bondong datang ke medan perang yang berada di jantung Timur Tengah ini. Dengan kondisi ini dimana perang saudara sedang terjadi di dua negara, masa depan bisa terlihat dengan jelas bila ancaman dari benteng ini semakin bertambah, demikian katanya.
Kedua kelompok Al-Qaeda ini saling bersaing dan juga berkolaborasi saat ini dalam kekerasan yang mengoyak Suriah dan Irak. Kelompok yang paling tua dan paling bahaya adalah Islamic State of Iraq and al Shams(ISIS). Al Shams artinya "Great Syria" yang terdiri dari Suriah, Lebanon, Jordan dan Israel-Palestina - mengandung arti bagaimana besarnya ambisi dari ISIS. Kelompok ini bertujuan untuk menghapus perbatasan dari timur tengah modern yang telah dibuat di abad yang lalu oleh Winston Churchil setelah perang dunia I dan untuk menjalankan sebuah negara Islam di wilayah tersebut. Setiap minggu ISIS terus melakukan banyak operasi di Suriah dan Irak.
Amir dari ISIS adalah seorang sosok yang disamarkan dengan memakai nama Abu Bakr al Quraishi al Husayni al BAghdadi. Dia adalah penerus yang ke empat setelah 3 orang pendahulunya tewas di kantor. Dikabarkan bila dia adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad dan namanya memperlihatkan status ini yang terhubung dengan suku dan keluarga dari Nabi. Menurutu biographi yang ada dikatakan bila dia adalah seorang ulama Islam dengan gelar Ph. D dan pengarang sebuah buku Islam. Dia bergabung dengan Al-Qaeda ketika Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003 dan merupakan pendukung awal dari Abu Musaib Zarqawi, seorang pendiri Al-Qaeda di Irak. Latar belakang Baghdadi membuatnya menjadi sosok tangguh dalam gerakan jihad global.
Kelompok kedua adalah Jabhat al Nusra. Kelompok ini juga bentukan dari Al-Qaeda di Irak pada tahun 2012. Dipimpin oleh seorang sosok bayangan lainnya yang bernama Abu Muhammad al Golani. Dia pun murid dari Zaeqawi dan dikirim oleh Al-Qaeda di Irak untuk membuat Jabat al-Nusra setelah revolusi Suriah melawan Bashar al-Assad dimulai. Rezim Assad sendiri menyatakan telah membunuh Golani, namun hal ini masih belum bisa dikonfirmasi.
Kedua kelompok ini mengundang sukarelawan asing dari berbagai tempat di dunia Islam untuk bergabung dengan mereka untuk berjuang di Suriah dan Irak. Menurut penuturannya, otoritas Saudi telah menginformasikan kepadanya bahwa lebih dari seribu warga Saudi telah pergi berperang bersama Al-Qaeda di Suriah dan diperkirakan jumlah aslinya kemungkinan bisa dua kali lipat. Menurut pengamat di Amman Yordania, 800 warga Yordania diperkirakan ikut bergabung dalam peperangan dan lebih dari 100 warganya telah tewas dalam peperangan di Suriah. Beberapa jihadist dari Yordania menjadi pimpinan senior di Jabhat al-Nusra. Raja Saudi Arabia dan Yordania khawatir ketika para pejuang in kembali ke negaranya sendiri, belum lagi senjata dan dana yang mereka kirimkan ke oposisi Suriah sering kali pula berakhir di tangan Al-Qaeda.
Kepala intelejen Inggris MI5 mengeluarkan pernyataan di minggu ini bahwa diperkirakan jumlah warga Inggris muslim yang telah pergi berperang di Suriah ada ratusan. Instusi keamanan di berbagai negara eropa juga melaporkan fenomena yang sama dimana lusinan warga muslim yang marah pergi ke Suriah dan Irak untuk pelatihan perang. Mereka pun suatu saat akan kembali ke negaranya masing-masing.
Benteng Al-Qaeda berada di tengah dunia Arab dan Timur Tengah, tidak seperti benteng Al-Qaeda lainnya yang berada di Afganistan sebelum tahun 2001 atau di Yaman, Somalia dan Afrika Utara saat ini. Benteng ini bukan berada di pinggiran timur tengah, tapi tepat dijantung Timur Tengah yang membuatnya semakin lebih berbahaya. Pihak keamanan Yordania juga telah menggagalkan sebuah usaha oleh al-Nusra untuk melakukan beberapa serangan terhadap beberapa kedubes dan mall. Bendera hitam yang dikibarkan oleh pendukung Al-Qaeda telah terlihat di beberapa kota di Yordania seperti Maan dan Zarqa. Kondisi yang sama juga terjadi di kota-kota di Lebanon yang menyebabkan Turki dan Israel menjadi semakin tegang.
Perkembangan yang pesat dari Al-Qaeda di Suriah di dua tahun terakhir dan perkembangan terbaru dari Irak adalah bagian dari munculnya generasi ketiga dari Al-Qaeda yang telah mengambil tempat setelah kematian dari Osama bin Laden dan sejak permulaan dari Arab Spring. SEtelah dikejutkan oleh revolusi yang menyapu dunia arab, Al Qaeda telah memanfaatkan kekacauan, pelanggaran hukum dan ketertiban untuk membangun atau memperluas pengaruhnya di Yaman, Libya, Aljazair, Mali dan sekarang semakin meningkat di Mesir serta di Suriah dan Irak.
Kudeta militer yang terjadi di Mesir baru-baru saja dijadikan bukti boleh beberapa pemimpin Al-Qaeda sebagai bukti bahwa demokrasi, Twitter dan demonstrasi damai telah gagal untuk membawa perubahan yang nyata dan hanya jihad yang bisa menjawab masalah Islam. Semakin lama perang sipil terjadi di Suriah dan Irak, semakin membaur mereka dalam sebuah konflik dan semakin luas mereka menyediakan tempat untuk gerakan Al-Qaeda lainnya. Pengaruhnya terhadap keamanan di wilayah dan seluruh dunia sangat menakutkan.
Demikian menurut Bruce Riedel secara panjang lebar sesuai release yang dikeluarkan oleh Daily Beast.
sumber: dailybeast
Minggu, 10 November 2013
Putin Menelpon Raja Saudi Membicarakan Isu Regional dan Internasional
Raja Saudi Abdullah telah menerima sebuah panggilan telpon dari Presiden Russia Vladimir Putin untuk membicarakan isu regional dan internasional terkini, demikian Saudi Press Agency(SPA) melaporkan pada hari Minggu.
"Dalam pembicaraan lewat telpon tersebut, mereka mereview hugungan bilateral antara kedua negara sehubungan dengan perkembangan terakhir di kawasan regional dan internasional", demikian SPA melaporkan.
Sementara itu AFP juga mencuplik pernyataan dari Kremlin yang menyatakan bila kedua pemimpin telah menunjukkan saling ketertarikan untuk meneruskan kerjasama mereka dan menjaga komunikasi pada level-level tertentu yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dunia.
Pada bulan Oktober Saudi Arabia telah menolak untuk duduk dalam dewan keamanan PBB. Riyadh memutuskan hal tersebut setelah Dewan Keamanan PBB dianggap tidak berhasil untuk menyelesaikan permasalahan Israel-Palestina, ketidak mampuan untuk mengatasi 32 bulan konflik Suriah dan membentuk kawasan bebas nuklir di wilayah Timur Tengah.
Kefrustasian Saudi Arabia terutama di tujukan kepada Rusia dan Cina dimana kebijakan mereka mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.
Riyadh mendukung pemberontak yang akan menumbangkan rezim Assad dan mencurigai bila Tehran sedang mengembangkan bom Atom.
sumber: alarabiya
"Dalam pembicaraan lewat telpon tersebut, mereka mereview hugungan bilateral antara kedua negara sehubungan dengan perkembangan terakhir di kawasan regional dan internasional", demikian SPA melaporkan.
Sementara itu AFP juga mencuplik pernyataan dari Kremlin yang menyatakan bila kedua pemimpin telah menunjukkan saling ketertarikan untuk meneruskan kerjasama mereka dan menjaga komunikasi pada level-level tertentu yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dunia.
Pada bulan Oktober Saudi Arabia telah menolak untuk duduk dalam dewan keamanan PBB. Riyadh memutuskan hal tersebut setelah Dewan Keamanan PBB dianggap tidak berhasil untuk menyelesaikan permasalahan Israel-Palestina, ketidak mampuan untuk mengatasi 32 bulan konflik Suriah dan membentuk kawasan bebas nuklir di wilayah Timur Tengah.
Kefrustasian Saudi Arabia terutama di tujukan kepada Rusia dan Cina dimana kebijakan mereka mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.
Riyadh mendukung pemberontak yang akan menumbangkan rezim Assad dan mencurigai bila Tehran sedang mengembangkan bom Atom.
sumber: alarabiya
Serangan di Daerah Utara Irak, 7 Tewas
Serangan terjadi di sepanjang Irak, dan yang paling mematikan terjadi di bagian utama sebelah utara kota Mosul yang menyebakan 7 orang tewas dan 50 orang luka-luka pada hari Minggu kemarin.
Kekerasan datang menjelang acara tahunan yang diperingati oleh warga shiah, dimana pada waktu-waktu ini para militan Sunni sering melakukan serangan. Irak terus terjebak dalam kekerasan berdarah meskipun telah dilakukan operasi besar-besaran terhadap pemberontak dan memperketat keamanan.
Dengan semakin melebarnya kekerasan yang terjadi di Irak, PM Nuri al-Maliki telah meminta kerja sama lebih luas lagi dengan Amerika untuk memerangi militan dan Turki pada saat bersamaan juga menawarkan bantuan.
Pemboman dan penembakan telah menghantam setengah dari kota yang ada di Irak pada hari Minggu, namun yang paling mematikan terjadi di Mosul. Sebuah bom bunuh diri meledakan dirinya sendiri di sebuah pusat perekrutan tentara di wilayah yang di huni mayoritas Sunni, membunuh 2 orang dan melukai 7 lainnya sedang sebuah pemboman di restoran yang terkenal membunuh 2 lainnya dan belasan orang luka-luka.
Dua lainnya terbunuh dan 10 orang terluka di penembakan yang terjadi di sepanjang kota. Seorang petugas sipil wanita juga ditembak mati di Baghdad sedangkan ledakan bom di selatan kota Basra tepatnya di Hilla, Samawa dan Diwaniyah telah meninggalkan 20 orang terluka.
Serangan-serangan ini meningkat di bulan-bulan terakhir ini di Irak. Meskipun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun ditengarai sebagian serangan tersebut dilakukan oleh militan yang terhubung dengan Al-Qaeda yang menentang pemerintahan Irak yang dipimpin oleh Shiah.
Pertumpahan darah ini memburuk dari sejak terjadinya peperangan sektarian pada tahun 2008. Dan sebagai tambahan dari permasalahan keamanan yang ada, otoritas pemerintah gagal untuk memberikan pelayanan yang semestinya yaitu listrik dan air bersih, sedangkan korupsi terjadi dimana-mana.
Pertengkaran politik telah melumpuhkan pemerintah, sementara parlemen tidak mengeluarkan undang-undang yang penting selama bertahun-tahun belalu.
sumber: alarabiya
Kekerasan datang menjelang acara tahunan yang diperingati oleh warga shiah, dimana pada waktu-waktu ini para militan Sunni sering melakukan serangan. Irak terus terjebak dalam kekerasan berdarah meskipun telah dilakukan operasi besar-besaran terhadap pemberontak dan memperketat keamanan.
Dengan semakin melebarnya kekerasan yang terjadi di Irak, PM Nuri al-Maliki telah meminta kerja sama lebih luas lagi dengan Amerika untuk memerangi militan dan Turki pada saat bersamaan juga menawarkan bantuan.
Pemboman dan penembakan telah menghantam setengah dari kota yang ada di Irak pada hari Minggu, namun yang paling mematikan terjadi di Mosul. Sebuah bom bunuh diri meledakan dirinya sendiri di sebuah pusat perekrutan tentara di wilayah yang di huni mayoritas Sunni, membunuh 2 orang dan melukai 7 lainnya sedang sebuah pemboman di restoran yang terkenal membunuh 2 lainnya dan belasan orang luka-luka.
Dua lainnya terbunuh dan 10 orang terluka di penembakan yang terjadi di sepanjang kota. Seorang petugas sipil wanita juga ditembak mati di Baghdad sedangkan ledakan bom di selatan kota Basra tepatnya di Hilla, Samawa dan Diwaniyah telah meninggalkan 20 orang terluka.
Serangan-serangan ini meningkat di bulan-bulan terakhir ini di Irak. Meskipun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun ditengarai sebagian serangan tersebut dilakukan oleh militan yang terhubung dengan Al-Qaeda yang menentang pemerintahan Irak yang dipimpin oleh Shiah.
Pertumpahan darah ini memburuk dari sejak terjadinya peperangan sektarian pada tahun 2008. Dan sebagai tambahan dari permasalahan keamanan yang ada, otoritas pemerintah gagal untuk memberikan pelayanan yang semestinya yaitu listrik dan air bersih, sedangkan korupsi terjadi dimana-mana.
Pertengkaran politik telah melumpuhkan pemerintah, sementara parlemen tidak mengeluarkan undang-undang yang penting selama bertahun-tahun belalu.
sumber: alarabiya
PM Libya Mengingatkan Kekuatan Asing Akan Ikut Campur Bila Kekacauan Terus Berlanjut
PM Libya - Ali Zaidan - mengingatkan warga Libya tentang kemungkinan kekuatan asing yang ikut campur ke dalam negeri Libya kecuali negeri ini bisa menghentikan kekacauan yang ada. Demikian pernyataan yang dia sampaikan dalam kampanye marathon yang dia lakukan untuk menentang keberadaan milisi-milisi yang berada di Libya.
"Komunitas Internasional tidak bisa mentoleransi keadaan di tengah Mediterania ini yang sekarang menjadi sumber kekerasan, terorisme dan pembunuhan", demikian AFP mencuplik pendapat Ali Zeidan.
Mengambil contoh dari Irak, dia mengingatkan kemungkinan yang sama terjadi di Libya. Zeidan mengatakan bila negeri ini masih dibawah resolusi nomer VII dari PBB yang memperbolehkan komunitas internasional untuk ikut campur dengan tujuan melindungi rakyat sipil.
Setelah berhasil mengakhiri rezim Muammar Qaddafi, Libya sedang berjuang untuk menciptakan stabilitas sementara pada saat bersamaan, milisi-milisi bekas pemberontak telah menetapkan aturannya sendiri di tengah negara yang penuh dengan senjata ini. Senjata-senjata itu sendiri adalah curian dari gudang senjata rezim sebelumnya.
Zeidan menyerukan agar warga Libya memberontak melawan milisi bersenjata.
"Rakyat harus turun ke jalan, dan mendukung pembentukan tentara dan opolisi resmi", demikian katanya.
Seruannya untuk mendapatkan dukungan dari publik menggambarkan ketidak mampuan dari otoritas untuk mengatasi milisi bersenjata.
"Negara ini belum terbentuk, kita perlu waktu", demikian katanya seraya menambahkan bahwa beberapa kebijakan seperti mempercepat pelatihan petugas keamanan profesional telah dilakukan.
Pada bulan Oktober, sebuah grup milisi bersenjata menculik Zeidan dari hotelnya di Tripoli. Dan di minggu-minggu terakhir, beberapa serangan mematikan terjadi di Tripoli dan daerah selatan Libya. Petugas kepolisian juga menjadi target para milisi ini.
Pada hari Sabtu kemarin sebuah serangan juga dilakukan kepada dua polisi lalu lintas di Benghazi. Di beberapa bulan terakhir ini Benghazi seperti daerah tak bertuan dimana militan-militan dan Islam garis keras berlalu lalang tanpa ada yang mencegah.
sumber: alarabiya
"Komunitas Internasional tidak bisa mentoleransi keadaan di tengah Mediterania ini yang sekarang menjadi sumber kekerasan, terorisme dan pembunuhan", demikian AFP mencuplik pendapat Ali Zeidan.
Mengambil contoh dari Irak, dia mengingatkan kemungkinan yang sama terjadi di Libya. Zeidan mengatakan bila negeri ini masih dibawah resolusi nomer VII dari PBB yang memperbolehkan komunitas internasional untuk ikut campur dengan tujuan melindungi rakyat sipil.
Setelah berhasil mengakhiri rezim Muammar Qaddafi, Libya sedang berjuang untuk menciptakan stabilitas sementara pada saat bersamaan, milisi-milisi bekas pemberontak telah menetapkan aturannya sendiri di tengah negara yang penuh dengan senjata ini. Senjata-senjata itu sendiri adalah curian dari gudang senjata rezim sebelumnya.
Zeidan menyerukan agar warga Libya memberontak melawan milisi bersenjata.
"Rakyat harus turun ke jalan, dan mendukung pembentukan tentara dan opolisi resmi", demikian katanya.
Seruannya untuk mendapatkan dukungan dari publik menggambarkan ketidak mampuan dari otoritas untuk mengatasi milisi bersenjata.
"Negara ini belum terbentuk, kita perlu waktu", demikian katanya seraya menambahkan bahwa beberapa kebijakan seperti mempercepat pelatihan petugas keamanan profesional telah dilakukan.
Pada bulan Oktober, sebuah grup milisi bersenjata menculik Zeidan dari hotelnya di Tripoli. Dan di minggu-minggu terakhir, beberapa serangan mematikan terjadi di Tripoli dan daerah selatan Libya. Petugas kepolisian juga menjadi target para milisi ini.
Pada hari Sabtu kemarin sebuah serangan juga dilakukan kepada dua polisi lalu lintas di Benghazi. Di beberapa bulan terakhir ini Benghazi seperti daerah tak bertuan dimana militan-militan dan Islam garis keras berlalu lalang tanpa ada yang mencegah.
sumber: alarabiya
Kamis, 07 November 2013
Pakistan Menolak, Penjualan Senjata Nuklir ke Saudi Arabia Tidak Berdasar
Kementrian Luar Negeri Pakistan pada hari Kamis menolak spekulasi dan laporan tak berdasar dari BBC yang menyatakan bila Islamabad telah setuju untuk menjual senjata nuklir kepada Saudi Arabia.
"Pakistan adalah negara bersenjata nuklir dengan komando dan kontrol struktur yang kuat dan kontrol ekspor yang komprehensif", demikian pernyataan resmi dari Pakistan kepada BBC.
BBC sebelumnya telah mencuplik seorang "tokoh senior dari pengambil keputusan NATO" yang mengatakan bila Pakistan telah memproduksi bom nuklir untuk Saudi Arabia dan siap untuk dikirim.
Klaim ini juga didukung oleh mantan pimpinan intelejen militer Israel Amos Yadlin yang mengatakan dalam sebuah konferensi di Swedia bulan lalu bahwa "Saudi tidak akan menunggu satu bulan. Mereka telah membayar untuk bom tersebut, mereka akan pergi ke Pakistan dan membawa apa yang perlu mereka bawa", demikian menurut BBC.
Gary Samore, mantan penasehat presiden Barrack Obama juga menyatakan bila Saudi Arabia kemungkinan besar telah mencapai sebuah kesepahaman dengan Pakistan untuk mendapatkan senjata nuklir bila diperlukan.
Kedutaan besar Saudi di London mengatakan kepada BBC bila kerajaan berkewajiban untuk mengikuti Non-Proliferation Treaty dan telah bekerja untuk mewujudkan sebuah timur tengah yang bebas nuklir.
Namun juga dikatakan "kegagalan untuk mewujudkan timur tengah yang bebas nuklir adalah salah satu alasan kenapa kerajaan Saudi Arabia menolak tawaran untuk duduk di kursi Dewan Keamanan PBB".
"Pakistan adalah negara bersenjata nuklir dengan komando dan kontrol struktur yang kuat dan kontrol ekspor yang komprehensif", demikian pernyataan resmi dari Pakistan kepada BBC.
BBC sebelumnya telah mencuplik seorang "tokoh senior dari pengambil keputusan NATO" yang mengatakan bila Pakistan telah memproduksi bom nuklir untuk Saudi Arabia dan siap untuk dikirim.
Klaim ini juga didukung oleh mantan pimpinan intelejen militer Israel Amos Yadlin yang mengatakan dalam sebuah konferensi di Swedia bulan lalu bahwa "Saudi tidak akan menunggu satu bulan. Mereka telah membayar untuk bom tersebut, mereka akan pergi ke Pakistan dan membawa apa yang perlu mereka bawa", demikian menurut BBC.
Gary Samore, mantan penasehat presiden Barrack Obama juga menyatakan bila Saudi Arabia kemungkinan besar telah mencapai sebuah kesepahaman dengan Pakistan untuk mendapatkan senjata nuklir bila diperlukan.
Kedutaan besar Saudi di London mengatakan kepada BBC bila kerajaan berkewajiban untuk mengikuti Non-Proliferation Treaty dan telah bekerja untuk mewujudkan sebuah timur tengah yang bebas nuklir.
Namun juga dikatakan "kegagalan untuk mewujudkan timur tengah yang bebas nuklir adalah salah satu alasan kenapa kerajaan Saudi Arabia menolak tawaran untuk duduk di kursi Dewan Keamanan PBB".
Baku Tembak Sengit Terjadi di Ibukota Libya
Tembakan anti pesawat terbang dan ledakan granat terjadi di beberapa tempat di Tripola pada Kamis sore kemarin. Dalam seminggu ini telah terjadi dua kali Tripoli di hujani roket sebagai akibat dari perseteruan antar milisi.
Seorang sumber keamanan menyatakan kepada Reuters sebuah grup militer dengan persenjataan berat telah memasuki Tripoli untuk melakukan balas dendam terhadap salah satu anggota mereka yang terbunuh sebelumnya dalam tembak menembak di hari Selasa.
2 tahun setelah kejatuhan Muammar Qaddafi, milisi yang membantu untuk melengserkan dia sekarang memegang kontrol atas sebagian besar wilayah negara itu dan saat ini secara berkala saling serang antara satu dan lainnya.
Pada hari Selasa, kelompok bersenjata saingan mereka melakukan perlawanan di jalanan ibu kota. 3 orang dilaporkan terluka dimana 1 orang diantaranya dilaporkan tewas beberapa jam kemudian. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya serangan balasan.
Hari Kamis kemarin sejumlah pasukan di atas truk Toyota yang dilengkapi dengan sebuah senjata anti pesawat terbang meneriakan "Allah Akbar" ketika berjalan dengan kecepatan tinggi di dekat kementrian luar negeri. Jejak dari bekas tembakan anti pesawat terbang tersebut bisa dilihat dari bekas-bekas di distrik Suq al-Juma dan beberapa tempat di Tripoli yang diikuti dengan ledakan. Tembakan dengan granat roket juga bisa di dengar dekat kementrian luar negeri dan gedung televisi.
sumber: al-arabiya
Seorang sumber keamanan menyatakan kepada Reuters sebuah grup militer dengan persenjataan berat telah memasuki Tripoli untuk melakukan balas dendam terhadap salah satu anggota mereka yang terbunuh sebelumnya dalam tembak menembak di hari Selasa.
2 tahun setelah kejatuhan Muammar Qaddafi, milisi yang membantu untuk melengserkan dia sekarang memegang kontrol atas sebagian besar wilayah negara itu dan saat ini secara berkala saling serang antara satu dan lainnya.
Pada hari Selasa, kelompok bersenjata saingan mereka melakukan perlawanan di jalanan ibu kota. 3 orang dilaporkan terluka dimana 1 orang diantaranya dilaporkan tewas beberapa jam kemudian. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya serangan balasan.
Hari Kamis kemarin sejumlah pasukan di atas truk Toyota yang dilengkapi dengan sebuah senjata anti pesawat terbang meneriakan "Allah Akbar" ketika berjalan dengan kecepatan tinggi di dekat kementrian luar negeri. Jejak dari bekas tembakan anti pesawat terbang tersebut bisa dilihat dari bekas-bekas di distrik Suq al-Juma dan beberapa tempat di Tripoli yang diikuti dengan ledakan. Tembakan dengan granat roket juga bisa di dengar dekat kementrian luar negeri dan gedung televisi.
sumber: al-arabiya
Knesset Mendiskusikan RUU Untuk Membagi Masjid Al-Aqsa, Perwakilan Arab Memperingatkan Intifada
Komite Lingkungan dan Interior Knesset Israel mendiskusikan sebuah RUU untuk membagi masjid suci Al-Aqsa, dimana akhirnya terjadi perseteruan antara anggota dari Israel dan Arab di Knesset.
Knesset adalah bagian dari pemerintah Israel yang mengurusi hal legislatif yang hampir sama fungsinya dengan DPR.
RUU itu sendiri dirandang oleh Deputi Menteri Agama Rabbi Eli Ben Dahan. Dia mengatakan hal itu pada hari Senin dimana menurutnya perlu ada waktu dan tempat khusus bagi warga Yahudi untuk sembahyang di dalam area Masjid Al-Aqsa.
Anggota perwakilan dari Arab yang berada di Knesset menyatakan penolakannya karena hal itu sebagai bagian dari menodai masjis suci.
Menurut Jamal Zehlaga, perwakilan dari arab, pernyataan Rabi tersebut merupakan usaha untuk memalsukan sejarah dan hal itu bisa menyebabkan intifada ketiga.
Anggota arab yang lain - Mohammad Barakah - menyatakan bahwa hal itu adalah usaha untuk menodai kesucian masjid, dan dia pun menekankan bila warga Palestina akan mempertahankan situs suci mereka. Dia juga menambahkan kepada sang Rabbi, "Anda telah mencapai kesuksesan dengan membuat sesi ini seperti sirkus".
Sedangkan menurut Ahmad Tibi - seorang perwakilan arab lainnya, intifada kedua telah terjadi dikarenakan serangan terhadap masjid Al-Aqsa, dengan adanya RUU ini bisa menimbulkan intifada yang lain.
Sebelumnya, mufti dari al-Quds (Jerusalem) Sheikh Mohammad Hussein telah mengingatkan tentang RUU tersebut dengan mengatakan, "Israel ingin mengusir warga Muslim dari Masjid Al-Aqsa supaya mereka bisa membangun Kuil Gunung (Temple Mount)".
"Kita akan melawan setiak aksi dan usaha yang bertujuan untuk membagi masjid Al-Aqsa dan halamannya", demikian menurut Hussein terhadap Anadolu Agency.
"Tempat ini adalah situs suci umat Muslim. Yahudi tidak mempunyai hak untuk sembahyang disini", demikian Mufti itu menambahkan.
sumber: Al-Manar
Knesset adalah bagian dari pemerintah Israel yang mengurusi hal legislatif yang hampir sama fungsinya dengan DPR.
RUU itu sendiri dirandang oleh Deputi Menteri Agama Rabbi Eli Ben Dahan. Dia mengatakan hal itu pada hari Senin dimana menurutnya perlu ada waktu dan tempat khusus bagi warga Yahudi untuk sembahyang di dalam area Masjid Al-Aqsa.
Anggota perwakilan dari Arab yang berada di Knesset menyatakan penolakannya karena hal itu sebagai bagian dari menodai masjis suci.
Menurut Jamal Zehlaga, perwakilan dari arab, pernyataan Rabi tersebut merupakan usaha untuk memalsukan sejarah dan hal itu bisa menyebabkan intifada ketiga.
Anggota arab yang lain - Mohammad Barakah - menyatakan bahwa hal itu adalah usaha untuk menodai kesucian masjid, dan dia pun menekankan bila warga Palestina akan mempertahankan situs suci mereka. Dia juga menambahkan kepada sang Rabbi, "Anda telah mencapai kesuksesan dengan membuat sesi ini seperti sirkus".
Sedangkan menurut Ahmad Tibi - seorang perwakilan arab lainnya, intifada kedua telah terjadi dikarenakan serangan terhadap masjid Al-Aqsa, dengan adanya RUU ini bisa menimbulkan intifada yang lain.
Sebelumnya, mufti dari al-Quds (Jerusalem) Sheikh Mohammad Hussein telah mengingatkan tentang RUU tersebut dengan mengatakan, "Israel ingin mengusir warga Muslim dari Masjid Al-Aqsa supaya mereka bisa membangun Kuil Gunung (Temple Mount)".
"Kita akan melawan setiak aksi dan usaha yang bertujuan untuk membagi masjid Al-Aqsa dan halamannya", demikian menurut Hussein terhadap Anadolu Agency.
"Tempat ini adalah situs suci umat Muslim. Yahudi tidak mempunyai hak untuk sembahyang disini", demikian Mufti itu menambahkan.
sumber: Al-Manar
Langganan:
Postingan (Atom)



















