Seorang perwira anti terorisme Mesir telah ditembak mati oleh penembak tak dikenal pada hari Minggu malam kemarin di Kairo, demikian menurut Kementrian Dalam Negeri.
Perwira yang bekerja di departemen keamanan dalam negeri ditembak mati di dalam mobilnya ketika dia berjalan ke kantornya. Perwira yang tewas itu diberi nama Mohammad Mabruk yang telah bekerja atas isu kelompok islamis militan.
Militan yang menyerang konvoi keamanan telah meningkat di dalam negara ini, terutama di daerah Semenanjung Sinai sejak di kudetanya Presiden Mursi.
Insiden terakhir di bulan Oktober adalah tewasnya 3 orang polisi yang bertugas di dengan universitas Mansoura di wilayah delta Nil Mesir.
Kelompok-kelompok yang terinspirai oleh Al-Qaeda telah mengklaim sebagian serangan yang terjadi di ibu kota, termasuk sebuah bom di bulan September yang menyerang Menteri Dalam Negeri. Namun dalam serangan tersebut sang pejabat selamat.
sumber: alrabiya
Tampilkan postingan dengan label Al-qaeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-qaeda. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 November 2013
Jumat, 15 November 2013
Pengamat Ahli: Sekitar 600 Pejuang Saudi Berada di Suriah
Diperkirakan sekitar 600 orang warga Saudi telah bergabung dengan kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda di Suriah berperang melawan rezim presiden Bashar al-Assad, demikian menurut seorang ahli dalam pergerakan Islam kepada al-Arabiya dalam sebuah program mingguan hari Jumat.
Faris bin Hizam mengatakan banyak warga Saudi yang bertempur ada dalam kelompok Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) dan Al-Nusra Front.
Namun kelompok pejuang dari Saudi sangat kecil dibandingkan dengan pejuang-pejuang dari negara-negara asing lainnya yang berjuang di Suriah, demikian katanya.
Tidak seperti Afganistan dan Irak dimana al-Qaeda mempunyai pengaruh kuat disana, saat ini ada peningkatan kewaspadaan diantara warga Saudi tentang bahayanya bila berada di al-Qaeda dan kepercayaan yang meluas bila revolusi Suriah tidak memerlukan pejuang, namun memerlukan dukungan biaya.
Faris juga menambahkan bila pengamanan dari Saudi Arabia yang ketat telah berhasil mengekang Al-Qaeda, tidak seperti Libya dan Tunisia yang gagal untuk melakukannya setelah revolusi.
al-Nusra Front telah melakukan beberapa kali serangan mematikan terhadap rezim Suriah, termasuk diantaranya bom bunuh diri. Pengamat dari Saudi ini mengatakan bila tidak ada warga Saudi diantara 10 pemimpin utama di kelompok al-Qaeda Suriah. Mereka bergabung ke kelompok ini hanya untuk mengambil bagian di bom bunuh diri dan operasi sipil, demikian katanya.
Faris menyatakan bila al-Qaeda cenderung untuk memperbanyak jumlah anggota Saudi untuk kelompoknya di Suriah, Pakistan, Yaman dan Irak sebagai cara untuk mengundang lebih banyak sukarelawan dan bantuan finansial dari donaturnya.
sumber: alarabiya
Faris bin Hizam mengatakan banyak warga Saudi yang bertempur ada dalam kelompok Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) dan Al-Nusra Front.
Namun kelompok pejuang dari Saudi sangat kecil dibandingkan dengan pejuang-pejuang dari negara-negara asing lainnya yang berjuang di Suriah, demikian katanya.
Tidak seperti Afganistan dan Irak dimana al-Qaeda mempunyai pengaruh kuat disana, saat ini ada peningkatan kewaspadaan diantara warga Saudi tentang bahayanya bila berada di al-Qaeda dan kepercayaan yang meluas bila revolusi Suriah tidak memerlukan pejuang, namun memerlukan dukungan biaya.
Faris juga menambahkan bila pengamanan dari Saudi Arabia yang ketat telah berhasil mengekang Al-Qaeda, tidak seperti Libya dan Tunisia yang gagal untuk melakukannya setelah revolusi.
al-Nusra Front telah melakukan beberapa kali serangan mematikan terhadap rezim Suriah, termasuk diantaranya bom bunuh diri. Pengamat dari Saudi ini mengatakan bila tidak ada warga Saudi diantara 10 pemimpin utama di kelompok al-Qaeda Suriah. Mereka bergabung ke kelompok ini hanya untuk mengambil bagian di bom bunuh diri dan operasi sipil, demikian katanya.
Faris menyatakan bila al-Qaeda cenderung untuk memperbanyak jumlah anggota Saudi untuk kelompoknya di Suriah, Pakistan, Yaman dan Irak sebagai cara untuk mengundang lebih banyak sukarelawan dan bantuan finansial dari donaturnya.
sumber: alarabiya
Rabu, 13 November 2013
Boko Haram Dimasukan Kedalam Organisasi Teroris oleh Amerika
Departemen Luar Negeri Amerika secara resmi akan memasukan kelompok militan Islam Nigeria Boko Haram sebagai "organisasi teroris asing" pada hari Rabu, demikian menurut sumber dari kongres.
Penunjukan ini penting karena ia mengarahkan penegak hukum AS dan badan pengatur untuk memblokir transaksi bisnis dan keuangan dengan Boko Haram, yang ingin memberlakukan hukum Islam di Nigeria utara dan memiliki hubungan dengan al-Qaeda.
Langkah ini membuat setiap tindakan memberikan dukungan materi kepada mereka adalah kejahatan di bawah hukum AS. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi ketika dimintai komentar.
Boko Haram dan kelompok-kelompok Islam sempalan lainnya dipandang sebagai ancaman terbesar keamanan di Nigeria, negara terpadat di Afrika dan pengekspor minyak utama.
Pada bulan Mei, Presiden Goodluck Jonathan meningkatkan kampanye militer melawan Boko Haram. Pemerintahannya mengatakan pekan lalu bahwa ia telah membunuh 70 warga sipil.
sumber: telegraph
Penunjukan ini penting karena ia mengarahkan penegak hukum AS dan badan pengatur untuk memblokir transaksi bisnis dan keuangan dengan Boko Haram, yang ingin memberlakukan hukum Islam di Nigeria utara dan memiliki hubungan dengan al-Qaeda.
Langkah ini membuat setiap tindakan memberikan dukungan materi kepada mereka adalah kejahatan di bawah hukum AS. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi ketika dimintai komentar.
Boko Haram dan kelompok-kelompok Islam sempalan lainnya dipandang sebagai ancaman terbesar keamanan di Nigeria, negara terpadat di Afrika dan pengekspor minyak utama.
Pada bulan Mei, Presiden Goodluck Jonathan meningkatkan kampanye militer melawan Boko Haram. Pemerintahannya mengatakan pekan lalu bahwa ia telah membunuh 70 warga sipil.
sumber: telegraph
Selasa, 12 November 2013
SPECIAL REPORT - Bruce Riedel: Benteng Al-Qaeda Yang Paling Berbahaya
Dua kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaeda memperoleh kekuatan di perbatasan Suriah dan Irak dengan memanfaatkan kekacauan di wilayah tersebut. Ancaman yang yang mereka tampilkan terhadap keamanan global lebih menakutkan. Demikian headline dari sebuah tajuk yang dibuat oleh seorang penasehat gedung putih untuk 4 presiden terakhir.
Al-Qaeda membangun benteng pertahanan paling berbahaya yang pernah ada di perbatasan antara Suriah dan Irak. Ratusan jihadist baru berbondong-bondong datang ke medan perang yang berada di jantung Timur Tengah ini. Dengan kondisi ini dimana perang saudara sedang terjadi di dua negara, masa depan bisa terlihat dengan jelas bila ancaman dari benteng ini semakin bertambah, demikian katanya.
Kedua kelompok Al-Qaeda ini saling bersaing dan juga berkolaborasi saat ini dalam kekerasan yang mengoyak Suriah dan Irak. Kelompok yang paling tua dan paling bahaya adalah Islamic State of Iraq and al Shams(ISIS). Al Shams artinya "Great Syria" yang terdiri dari Suriah, Lebanon, Jordan dan Israel-Palestina - mengandung arti bagaimana besarnya ambisi dari ISIS. Kelompok ini bertujuan untuk menghapus perbatasan dari timur tengah modern yang telah dibuat di abad yang lalu oleh Winston Churchil setelah perang dunia I dan untuk menjalankan sebuah negara Islam di wilayah tersebut. Setiap minggu ISIS terus melakukan banyak operasi di Suriah dan Irak.
Amir dari ISIS adalah seorang sosok yang disamarkan dengan memakai nama Abu Bakr al Quraishi al Husayni al BAghdadi. Dia adalah penerus yang ke empat setelah 3 orang pendahulunya tewas di kantor. Dikabarkan bila dia adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad dan namanya memperlihatkan status ini yang terhubung dengan suku dan keluarga dari Nabi. Menurutu biographi yang ada dikatakan bila dia adalah seorang ulama Islam dengan gelar Ph. D dan pengarang sebuah buku Islam. Dia bergabung dengan Al-Qaeda ketika Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003 dan merupakan pendukung awal dari Abu Musaib Zarqawi, seorang pendiri Al-Qaeda di Irak. Latar belakang Baghdadi membuatnya menjadi sosok tangguh dalam gerakan jihad global.
Kelompok kedua adalah Jabhat al Nusra. Kelompok ini juga bentukan dari Al-Qaeda di Irak pada tahun 2012. Dipimpin oleh seorang sosok bayangan lainnya yang bernama Abu Muhammad al Golani. Dia pun murid dari Zaeqawi dan dikirim oleh Al-Qaeda di Irak untuk membuat Jabat al-Nusra setelah revolusi Suriah melawan Bashar al-Assad dimulai. Rezim Assad sendiri menyatakan telah membunuh Golani, namun hal ini masih belum bisa dikonfirmasi.
Kedua kelompok ini mengundang sukarelawan asing dari berbagai tempat di dunia Islam untuk bergabung dengan mereka untuk berjuang di Suriah dan Irak. Menurut penuturannya, otoritas Saudi telah menginformasikan kepadanya bahwa lebih dari seribu warga Saudi telah pergi berperang bersama Al-Qaeda di Suriah dan diperkirakan jumlah aslinya kemungkinan bisa dua kali lipat. Menurut pengamat di Amman Yordania, 800 warga Yordania diperkirakan ikut bergabung dalam peperangan dan lebih dari 100 warganya telah tewas dalam peperangan di Suriah. Beberapa jihadist dari Yordania menjadi pimpinan senior di Jabhat al-Nusra. Raja Saudi Arabia dan Yordania khawatir ketika para pejuang in kembali ke negaranya sendiri, belum lagi senjata dan dana yang mereka kirimkan ke oposisi Suriah sering kali pula berakhir di tangan Al-Qaeda.
Kepala intelejen Inggris MI5 mengeluarkan pernyataan di minggu ini bahwa diperkirakan jumlah warga Inggris muslim yang telah pergi berperang di Suriah ada ratusan. Instusi keamanan di berbagai negara eropa juga melaporkan fenomena yang sama dimana lusinan warga muslim yang marah pergi ke Suriah dan Irak untuk pelatihan perang. Mereka pun suatu saat akan kembali ke negaranya masing-masing.
Benteng Al-Qaeda berada di tengah dunia Arab dan Timur Tengah, tidak seperti benteng Al-Qaeda lainnya yang berada di Afganistan sebelum tahun 2001 atau di Yaman, Somalia dan Afrika Utara saat ini. Benteng ini bukan berada di pinggiran timur tengah, tapi tepat dijantung Timur Tengah yang membuatnya semakin lebih berbahaya. Pihak keamanan Yordania juga telah menggagalkan sebuah usaha oleh al-Nusra untuk melakukan beberapa serangan terhadap beberapa kedubes dan mall. Bendera hitam yang dikibarkan oleh pendukung Al-Qaeda telah terlihat di beberapa kota di Yordania seperti Maan dan Zarqa. Kondisi yang sama juga terjadi di kota-kota di Lebanon yang menyebabkan Turki dan Israel menjadi semakin tegang.
Perkembangan yang pesat dari Al-Qaeda di Suriah di dua tahun terakhir dan perkembangan terbaru dari Irak adalah bagian dari munculnya generasi ketiga dari Al-Qaeda yang telah mengambil tempat setelah kematian dari Osama bin Laden dan sejak permulaan dari Arab Spring. SEtelah dikejutkan oleh revolusi yang menyapu dunia arab, Al Qaeda telah memanfaatkan kekacauan, pelanggaran hukum dan ketertiban untuk membangun atau memperluas pengaruhnya di Yaman, Libya, Aljazair, Mali dan sekarang semakin meningkat di Mesir serta di Suriah dan Irak.
Kudeta militer yang terjadi di Mesir baru-baru saja dijadikan bukti boleh beberapa pemimpin Al-Qaeda sebagai bukti bahwa demokrasi, Twitter dan demonstrasi damai telah gagal untuk membawa perubahan yang nyata dan hanya jihad yang bisa menjawab masalah Islam. Semakin lama perang sipil terjadi di Suriah dan Irak, semakin membaur mereka dalam sebuah konflik dan semakin luas mereka menyediakan tempat untuk gerakan Al-Qaeda lainnya. Pengaruhnya terhadap keamanan di wilayah dan seluruh dunia sangat menakutkan.
Demikian menurut Bruce Riedel secara panjang lebar sesuai release yang dikeluarkan oleh Daily Beast.
sumber: dailybeast
Al-Qaeda membangun benteng pertahanan paling berbahaya yang pernah ada di perbatasan antara Suriah dan Irak. Ratusan jihadist baru berbondong-bondong datang ke medan perang yang berada di jantung Timur Tengah ini. Dengan kondisi ini dimana perang saudara sedang terjadi di dua negara, masa depan bisa terlihat dengan jelas bila ancaman dari benteng ini semakin bertambah, demikian katanya.
Kedua kelompok Al-Qaeda ini saling bersaing dan juga berkolaborasi saat ini dalam kekerasan yang mengoyak Suriah dan Irak. Kelompok yang paling tua dan paling bahaya adalah Islamic State of Iraq and al Shams(ISIS). Al Shams artinya "Great Syria" yang terdiri dari Suriah, Lebanon, Jordan dan Israel-Palestina - mengandung arti bagaimana besarnya ambisi dari ISIS. Kelompok ini bertujuan untuk menghapus perbatasan dari timur tengah modern yang telah dibuat di abad yang lalu oleh Winston Churchil setelah perang dunia I dan untuk menjalankan sebuah negara Islam di wilayah tersebut. Setiap minggu ISIS terus melakukan banyak operasi di Suriah dan Irak.
Amir dari ISIS adalah seorang sosok yang disamarkan dengan memakai nama Abu Bakr al Quraishi al Husayni al BAghdadi. Dia adalah penerus yang ke empat setelah 3 orang pendahulunya tewas di kantor. Dikabarkan bila dia adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad dan namanya memperlihatkan status ini yang terhubung dengan suku dan keluarga dari Nabi. Menurutu biographi yang ada dikatakan bila dia adalah seorang ulama Islam dengan gelar Ph. D dan pengarang sebuah buku Islam. Dia bergabung dengan Al-Qaeda ketika Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003 dan merupakan pendukung awal dari Abu Musaib Zarqawi, seorang pendiri Al-Qaeda di Irak. Latar belakang Baghdadi membuatnya menjadi sosok tangguh dalam gerakan jihad global.
Kelompok kedua adalah Jabhat al Nusra. Kelompok ini juga bentukan dari Al-Qaeda di Irak pada tahun 2012. Dipimpin oleh seorang sosok bayangan lainnya yang bernama Abu Muhammad al Golani. Dia pun murid dari Zaeqawi dan dikirim oleh Al-Qaeda di Irak untuk membuat Jabat al-Nusra setelah revolusi Suriah melawan Bashar al-Assad dimulai. Rezim Assad sendiri menyatakan telah membunuh Golani, namun hal ini masih belum bisa dikonfirmasi.
Kedua kelompok ini mengundang sukarelawan asing dari berbagai tempat di dunia Islam untuk bergabung dengan mereka untuk berjuang di Suriah dan Irak. Menurut penuturannya, otoritas Saudi telah menginformasikan kepadanya bahwa lebih dari seribu warga Saudi telah pergi berperang bersama Al-Qaeda di Suriah dan diperkirakan jumlah aslinya kemungkinan bisa dua kali lipat. Menurut pengamat di Amman Yordania, 800 warga Yordania diperkirakan ikut bergabung dalam peperangan dan lebih dari 100 warganya telah tewas dalam peperangan di Suriah. Beberapa jihadist dari Yordania menjadi pimpinan senior di Jabhat al-Nusra. Raja Saudi Arabia dan Yordania khawatir ketika para pejuang in kembali ke negaranya sendiri, belum lagi senjata dan dana yang mereka kirimkan ke oposisi Suriah sering kali pula berakhir di tangan Al-Qaeda.
Kepala intelejen Inggris MI5 mengeluarkan pernyataan di minggu ini bahwa diperkirakan jumlah warga Inggris muslim yang telah pergi berperang di Suriah ada ratusan. Instusi keamanan di berbagai negara eropa juga melaporkan fenomena yang sama dimana lusinan warga muslim yang marah pergi ke Suriah dan Irak untuk pelatihan perang. Mereka pun suatu saat akan kembali ke negaranya masing-masing.
Benteng Al-Qaeda berada di tengah dunia Arab dan Timur Tengah, tidak seperti benteng Al-Qaeda lainnya yang berada di Afganistan sebelum tahun 2001 atau di Yaman, Somalia dan Afrika Utara saat ini. Benteng ini bukan berada di pinggiran timur tengah, tapi tepat dijantung Timur Tengah yang membuatnya semakin lebih berbahaya. Pihak keamanan Yordania juga telah menggagalkan sebuah usaha oleh al-Nusra untuk melakukan beberapa serangan terhadap beberapa kedubes dan mall. Bendera hitam yang dikibarkan oleh pendukung Al-Qaeda telah terlihat di beberapa kota di Yordania seperti Maan dan Zarqa. Kondisi yang sama juga terjadi di kota-kota di Lebanon yang menyebabkan Turki dan Israel menjadi semakin tegang.
Perkembangan yang pesat dari Al-Qaeda di Suriah di dua tahun terakhir dan perkembangan terbaru dari Irak adalah bagian dari munculnya generasi ketiga dari Al-Qaeda yang telah mengambil tempat setelah kematian dari Osama bin Laden dan sejak permulaan dari Arab Spring. SEtelah dikejutkan oleh revolusi yang menyapu dunia arab, Al Qaeda telah memanfaatkan kekacauan, pelanggaran hukum dan ketertiban untuk membangun atau memperluas pengaruhnya di Yaman, Libya, Aljazair, Mali dan sekarang semakin meningkat di Mesir serta di Suriah dan Irak.
Kudeta militer yang terjadi di Mesir baru-baru saja dijadikan bukti boleh beberapa pemimpin Al-Qaeda sebagai bukti bahwa demokrasi, Twitter dan demonstrasi damai telah gagal untuk membawa perubahan yang nyata dan hanya jihad yang bisa menjawab masalah Islam. Semakin lama perang sipil terjadi di Suriah dan Irak, semakin membaur mereka dalam sebuah konflik dan semakin luas mereka menyediakan tempat untuk gerakan Al-Qaeda lainnya. Pengaruhnya terhadap keamanan di wilayah dan seluruh dunia sangat menakutkan.
Demikian menurut Bruce Riedel secara panjang lebar sesuai release yang dikeluarkan oleh Daily Beast.
sumber: dailybeast
Senin, 11 November 2013
Serangan Terkoordinasi oleh Al-Shabaab ke Penjara di Somalia
Sebuah serangan terkoordinasi dikabarkan telah terjadi si penjara kota Bossaso Puntland Somalia yang dilakukan oleh milisi yang terkait dengan Al-Qaeda yaitu Al-Shabaab.
Menurut informasi dari media-media pro pemerintah Somalia, dikatakan bila serangan yang dilakukan secara serentak tersebut berhasil dihalau dan hanya menyebabkan 2 petugas tewas dan beberapa makanan saja yang terjarah.
Namun dari pihak berlawanan ketika wartaperang mencoba menelusuri, ternyata serangan itu di klaim oleh komunitas para jihadis telah berhasil membebaskan 100 orang tawanan muslim dimana 75 orang diantaranya pejuang muslim dan 18 orang telah divonish hukuman mati.
Serangan dilakukan secara serentak di 12 titik diantaranya markas polisi, markas tentara dan instalasi pemerintah lainnya yang berada di kota yang berada di tepi pantai tersebut.
sumber: SA, MI
Menurut informasi dari media-media pro pemerintah Somalia, dikatakan bila serangan yang dilakukan secara serentak tersebut berhasil dihalau dan hanya menyebabkan 2 petugas tewas dan beberapa makanan saja yang terjarah.
Namun dari pihak berlawanan ketika wartaperang mencoba menelusuri, ternyata serangan itu di klaim oleh komunitas para jihadis telah berhasil membebaskan 100 orang tawanan muslim dimana 75 orang diantaranya pejuang muslim dan 18 orang telah divonish hukuman mati.
Serangan dilakukan secara serentak di 12 titik diantaranya markas polisi, markas tentara dan instalasi pemerintah lainnya yang berada di kota yang berada di tepi pantai tersebut.
sumber: SA, MI
Jumat, 08 November 2013
BREAKING NEWS: Bantahan Dari Jihadist, Pembubaran ISIS Dusta
Berita tentang perintah pembubaran ISIS oleh Ayman Zawahiri benar-benar menggemparkan. Namun ternyata mayoritas Islam garis keras menyatakan bila kabar itu kemungkinan besar adalah kabar dusta sebagaimana apa yang telah pernah dilakukan oleh Al-Jazeera pada Juni 2013 lalu. Berita ini sendiri belum bisa dikonfirmasi kebenarannya dari situs-situs dan forum-forum jihadist Islam Garis keras yang ada.
Kecurigaan dari warga jihadist ini beralasan mengingat Al-Jazeera juga melemparkan issue yang sama beberapa bulan sebelumnya dengan cara yang sedikit berbeda. Sebelum ini, pada sekitar tanggal 10 Juni 2013 lalu, beberapa saat setelah deklarasi pembentukan Daulah Islam Iraq dan Syam, Aljazeera mengklaim secara eksklusif mendapatkan salinan lengkap surat perintah dari Syaikh Ayman adz Dzowahiriy pada Mujahidin Syam. Beberapa poin isi dalam risalah tersebut adalah, Daulah Islam tetap dalam wilayah yurisdiksi lama seperti sebelumnya di Iraq, sementara komando Suriah hanya dipegang oleh Jabhat al Nusrah.
Juga dalam surat itu dikatakan bila Ayman hanya mengakui Jabhat al Nusra saja, sedangkan ISIS hanya diperkenankan beroperasi di wilayah Irak. Surat ini menjadi pembicaraan panas forum-forum jihadist dan akhirnya diambil kesimpulan bila ini kabar dusta dikarenakan tidak memiliki release resmi dari sayap media Al-Qaeda Pusat As Sahab, tapi malah di release di media umum Al-Jazeera.
Dengan adanya rekaman audio ini, para jihadist langsung berpendapat bila ini adalah pengulangan model serupa dari beberapa bulan lalu mengingat tidak ada bukti otentik dan release resmi di komunitas jihadist. Dan lagi-lagi, isue terbaru ini pun dikeluarkan disitus media umum.
Berita yang direlease itupun bilapun benar, tetap mengandung banyak kejanggalan di komunitas jihadist. Beberapa diantaranya:
Dari situasi Suriah sendiri ISI terlihat memang telah menguasai banyak wilayah dengan menerapkan syariah Islam sebagai dasar hukum disana. Di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS, baligo-baligo dan institusi pendidikan maupun pengadilan berdiri. Belasan ketua suku dari berbagai wilayah Suriah juga telah memberikan janji taatnya kepada ISIS. Belum diketahui dengan benar apakah isue yang muncul ini benar atau hanyalah propaganda barat saja.
dari berbagai sumber dan SA
Kecurigaan dari warga jihadist ini beralasan mengingat Al-Jazeera juga melemparkan issue yang sama beberapa bulan sebelumnya dengan cara yang sedikit berbeda. Sebelum ini, pada sekitar tanggal 10 Juni 2013 lalu, beberapa saat setelah deklarasi pembentukan Daulah Islam Iraq dan Syam, Aljazeera mengklaim secara eksklusif mendapatkan salinan lengkap surat perintah dari Syaikh Ayman adz Dzowahiriy pada Mujahidin Syam. Beberapa poin isi dalam risalah tersebut adalah, Daulah Islam tetap dalam wilayah yurisdiksi lama seperti sebelumnya di Iraq, sementara komando Suriah hanya dipegang oleh Jabhat al Nusrah.
![]() |
| Surat pernyataan Ayman Zawahiri yang diyakini palsu |
Dengan adanya rekaman audio ini, para jihadist langsung berpendapat bila ini adalah pengulangan model serupa dari beberapa bulan lalu mengingat tidak ada bukti otentik dan release resmi di komunitas jihadist. Dan lagi-lagi, isue terbaru ini pun dikeluarkan disitus media umum.
Berita yang direlease itupun bilapun benar, tetap mengandung banyak kejanggalan di komunitas jihadist. Beberapa diantaranya:
- ISIS bukanlah cabang Al-Qaeda seperti yang digembar gemborkan oleh barat. Menurut mereka, ISIS berdiri atas hasil musyawarah bersama antar kelompok perjuangan di Irak. Dan Tandzim Al-Qaeda di Irak hanyalah satu satu dari banyak kelompok-kelompok tersebut.
- Menurut mereka, struktur organisasi secara Islami seharusnya Amirul Mukminin Daulah (ISIS) lebih tinggi dari posisi Amir Jama'ah (Al-Qaeda). Oleh karenanya, Al-Qaeda Pusat di Khurasan memberikan ketaatannya kepada Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan - Mullah Muhammad Umar.
Dari situasi Suriah sendiri ISI terlihat memang telah menguasai banyak wilayah dengan menerapkan syariah Islam sebagai dasar hukum disana. Di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS, baligo-baligo dan institusi pendidikan maupun pengadilan berdiri. Belasan ketua suku dari berbagai wilayah Suriah juga telah memberikan janji taatnya kepada ISIS. Belum diketahui dengan benar apakah isue yang muncul ini benar atau hanyalah propaganda barat saja.
dari berbagai sumber dan SA
BREAKING NEWS - Point-point Pernyataan dari Ayman Zawahiri Terhadap ISIS dan Nusra Front
Nusra Front di dirikan awal 2012, dan April tahun ini ISIS dibentuk oleh al-Bagdadi. Sebelumnya, Al-Bagdadi memerintahkan penggabungan Nusra Front dengan ISIS, namun pernyataan ini ditolak oleh Golani di hari berikutnya yang menyatakan bila dia hanya taat kepada perintah Al-Qaeda pusat.
Ada 14 point yang disampaikan dalam pernyataan Ayman Zawahiri tersebut. Dalam 4 point awal, Zawahiri memerintahkan pembubaran ISIS dan menyatakan bila kelompok ini harus melanjutkan rencana sebelumnya sebagai Islamic State of Iraq, sedangkan Nusra Front melanjutkan sebagai kelompok independen cabang dari Al-Qaeda. Zawahiri juga menjelaskan "wilaya makaniyya" atau area dari aktifitas politik dimana setiap group mempunyai tanggung jawab masing-masing. Islamic State of Iraq harus tetap di Iraq dan Nusra Front diberikan kekuasaan di Suriah.
Dalam point 7 dan 8, Zwahiri mengumumkan bila kedua pemimpin, Bahdadi dan Golani telah ditunjuk sebagai pimpinan kedua kelompok ini sebagai "emir" untuk peiode 1 tahun.
Setelah itu, Dewan Shura dari setiap kelompok harus membuat laporan atas segala kegiatan mereka kepada pimpinan Al-Qaeda, yang nantinya pusat akan menentukan apakah tetap mempertahankan mereka atau mentransfer mereka ke tempat lain.
Dalam point 9 dan 10, Sawahiri memerintahkan setiap grup untuk saling mendukung dengan tentara, senjata dan dana. Dan untuk 4 point terakhir, pimpinan Al-Qaeda meminta untuk tidak melakukan serangan kepada kelompok jihadist atau muslim lainnya tanpa bukti legal yang cukup.
Dalam proses re-shuffle ini, Zawahiri juga menambahkan agar "Muslim tidak ada ada yang dihukum karena merubah-rubah ketaatan, meskipun bila mereka salah" dalam melakukannya.
Membuat pertumpahan darah dari warga muslim yang tidak berdosa akan dihukum sangat berat, demikian dia menambahkan.
sumber: ZA
Ada 14 point yang disampaikan dalam pernyataan Ayman Zawahiri tersebut. Dalam 4 point awal, Zawahiri memerintahkan pembubaran ISIS dan menyatakan bila kelompok ini harus melanjutkan rencana sebelumnya sebagai Islamic State of Iraq, sedangkan Nusra Front melanjutkan sebagai kelompok independen cabang dari Al-Qaeda. Zawahiri juga menjelaskan "wilaya makaniyya" atau area dari aktifitas politik dimana setiap group mempunyai tanggung jawab masing-masing. Islamic State of Iraq harus tetap di Iraq dan Nusra Front diberikan kekuasaan di Suriah.
Dalam point 7 dan 8, Zwahiri mengumumkan bila kedua pemimpin, Bahdadi dan Golani telah ditunjuk sebagai pimpinan kedua kelompok ini sebagai "emir" untuk peiode 1 tahun.
Setelah itu, Dewan Shura dari setiap kelompok harus membuat laporan atas segala kegiatan mereka kepada pimpinan Al-Qaeda, yang nantinya pusat akan menentukan apakah tetap mempertahankan mereka atau mentransfer mereka ke tempat lain.
Dalam point 9 dan 10, Sawahiri memerintahkan setiap grup untuk saling mendukung dengan tentara, senjata dan dana. Dan untuk 4 point terakhir, pimpinan Al-Qaeda meminta untuk tidak melakukan serangan kepada kelompok jihadist atau muslim lainnya tanpa bukti legal yang cukup.
Dalam proses re-shuffle ini, Zawahiri juga menambahkan agar "Muslim tidak ada ada yang dihukum karena merubah-rubah ketaatan, meskipun bila mereka salah" dalam melakukannya.
Membuat pertumpahan darah dari warga muslim yang tidak berdosa akan dihukum sangat berat, demikian dia menambahkan.
sumber: ZA
BREAKING NEWS - Pimpinan Al-Qaeda Membubarkan ISIS
Pimpinan Al-Qaeda Ayman Zawahiri telah mengumumkan bahwa kelompok pemberontak Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) akan dibubarkan dan hanya menempatkan Jabhat Nusra untuk melanjutkan operasinya di daerah Syria.
Juru bicara Zawahiri memberitahukan kepada Al-Jazeera bila pimpinan ISIS - Abu Bakr al-Baghdadi, mulai sekarang hanya akan beroperasi di Iraq. Hal ini akan membuat Suriah berada dibawah operasi Jabhat Nusra dengan pemimpinnya yaitu Abu Mohammad Golani.
"Abu Bakr al-Bahgdadi telah membuat kesalahan dengan membentuk ISIS tanpa berkonsultasi", demikian menurut pernyataan tersebut.
Ini juga menjadi bukti lebih lanjut bila pimpinan kelompok Nusra - Golani, masih hidup dan aktif setelah lama menghilang tidak ada kabar. Rumor pun beredar di media bila dia telah tewas.
Dengan adanya pernyataan ini, keberadaan dua kelompok yang terhubung dengan Al-Qaeda yang bekerja secara sendiri-sendiri adalah sebuah bukti dari kurang baiknya organisasi dan komunikasi di dalam kelompok Al-Qaeda.
Golani awalnya dikirim oleh kepala Al-Qaeda di Iraq yaitu Abu Bakr al-Baghdadi, untuk memimpin pertempuran melawan rezim Assad di Suriah. Golani kemudian dipanggil oleh al-Baghdadi yang telah membuat ISIS dibawah komandonya. Golani menolak untuk membubarkan kelompoknya yang diberi nama Nusra Front, dia berpendapat bila dia hanya menjawab terhadap pimpinan pusat Al-Qaeda yaitu Ayman Zawahiri.
sumber: aljazeera
Juru bicara Zawahiri memberitahukan kepada Al-Jazeera bila pimpinan ISIS - Abu Bakr al-Baghdadi, mulai sekarang hanya akan beroperasi di Iraq. Hal ini akan membuat Suriah berada dibawah operasi Jabhat Nusra dengan pemimpinnya yaitu Abu Mohammad Golani.
"Abu Bakr al-Bahgdadi telah membuat kesalahan dengan membentuk ISIS tanpa berkonsultasi", demikian menurut pernyataan tersebut.
Ini juga menjadi bukti lebih lanjut bila pimpinan kelompok Nusra - Golani, masih hidup dan aktif setelah lama menghilang tidak ada kabar. Rumor pun beredar di media bila dia telah tewas.
Dengan adanya pernyataan ini, keberadaan dua kelompok yang terhubung dengan Al-Qaeda yang bekerja secara sendiri-sendiri adalah sebuah bukti dari kurang baiknya organisasi dan komunikasi di dalam kelompok Al-Qaeda.
Golani awalnya dikirim oleh kepala Al-Qaeda di Iraq yaitu Abu Bakr al-Baghdadi, untuk memimpin pertempuran melawan rezim Assad di Suriah. Golani kemudian dipanggil oleh al-Baghdadi yang telah membuat ISIS dibawah komandonya. Golani menolak untuk membubarkan kelompoknya yang diberi nama Nusra Front, dia berpendapat bila dia hanya menjawab terhadap pimpinan pusat Al-Qaeda yaitu Ayman Zawahiri.
sumber: aljazeera
Kamis, 07 November 2013
Intel Inggris: Al-Qaeda Menyenangi Bocoran Snowden dan Banyak Warga Asing Menuju Suriah
Beberapa petinggi jaringan mata-mata Inggris seperti MI5 dan Agensi Mata-mata Dalam Negeri Inggris, kemarin memberikan kesaksian di parlemen Inggris mengenai situasi terkini dari bocornya informasi rahasia dari snowden.
Menurut pendapat mereka, bocoran-bocoran yang keluar dari bekas kontraktor NSA tersebut sangat disukai oleh Al-Qaeda. Mereka juga menekankan bila operasi yang mereka lakukan (penyadapan di berbagai negara red.) telah sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka juga memberikan jaminan pada Parlemen Inggris bila operasi mereka legal dan proporsional.
Dalam pembicaraan sepanjang 90 menit itu, pimpinan agensi mata-mata itu juga membicarakan mengenai isue perang di Suriah, cyber attack yang menargetkan Inggris dan adanya ancaman dari Irlandia Utara.
Suriah mendapatkan spot khusus dimana mereka mengingatkan bila perang tersebut telah menyedot banyak warga Inggris untuk ikut bergabung dengan islam garis keras. Mereka mengatakan juga telah melihat beberapa ratus orang dari warga Inggris menuju Suriah dan tidak ada satupun dari mereka yang kembali.
Intelejen Eropa telah memberikan peringatan keras bila perang antara pemberontak dengan pemerintahan yang dipimpin Bashar al-Assad telah mengundang banyak pejuang-pejuang dari negara-negara eropa. Dan mereka kebanyakan bergabung dengan kelompok garis keras Militan Islam.
sumber: al-arabiya
Menurut pendapat mereka, bocoran-bocoran yang keluar dari bekas kontraktor NSA tersebut sangat disukai oleh Al-Qaeda. Mereka juga menekankan bila operasi yang mereka lakukan (penyadapan di berbagai negara red.) telah sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka juga memberikan jaminan pada Parlemen Inggris bila operasi mereka legal dan proporsional.
Dalam pembicaraan sepanjang 90 menit itu, pimpinan agensi mata-mata itu juga membicarakan mengenai isue perang di Suriah, cyber attack yang menargetkan Inggris dan adanya ancaman dari Irlandia Utara.
Suriah mendapatkan spot khusus dimana mereka mengingatkan bila perang tersebut telah menyedot banyak warga Inggris untuk ikut bergabung dengan islam garis keras. Mereka mengatakan juga telah melihat beberapa ratus orang dari warga Inggris menuju Suriah dan tidak ada satupun dari mereka yang kembali.
Intelejen Eropa telah memberikan peringatan keras bila perang antara pemberontak dengan pemerintahan yang dipimpin Bashar al-Assad telah mengundang banyak pejuang-pejuang dari negara-negara eropa. Dan mereka kebanyakan bergabung dengan kelompok garis keras Militan Islam.
sumber: al-arabiya
Rabu, 06 November 2013
ISIS Semakin Kuat di Perbatasan Turki dan Suriah
Dari sebuah berita yang diliput oleh wartawan CNN - Nick Paton Walsh - kemarin, dikatakan bila Islamic State of Iraq and Shaam (ISIS) - semakin kuat kedudukannya di wilayah Suriah. ISIS yang oleh USA dihubungkan dengan kelompok Al-Qaeda saat ini menjadi kelompok perlawanan terkuat terhadap Bashar Assad di Suriah. Kota Raqqa, Idlib dan banyak wilayah lainnya saat ini dibawah kekuasaan ISIS yang menerapkan hukum-hukum syariah bagi wilayah yang dikuasainya. Selain itu, dukungan dari warga Suriah termasuk suku-suku yang ada disana juga sangat besar.
Dalam liputan yang dilakukan oleh Nick di Turki, dia melihat bagaimana ratusan warga asing yang mengalir memasuki Suriah dari wilayah Turki. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat bagaimana warga negara dari Inggris, Libya, Mesir, Mauritinia, dan lain-lain berada dalam kelompok-kelompok kecil berkumpul dahulu di rumah singgah di Turki sebelum malamnya berangkat menuju wilayah Suriah. Dari tempatnya dia meliput di Turki, dia bisa melihat bendera ISIS dengan warna hitam melambai-lambai dengan jarah ratusan meter saja dari daerah Turki.
Menurut liputannya, semakin banyaknya warga negara asing yang datang ke wilayah Suriah ini terjadi setelah terjadinya serangan kimia oleh rezim Assad kepada warga Suriah. Dikatakan lonjakan warga asing yang datang ke Suriah mencapai 3 atau 4 kali lipat dari biasanya. Dengan tidak terjun langsungnya Amerika dalam konflik Suriah dan membiarkan terjadinya serangan kimia tanpa tindakan, dianggap oleh warga muslim yang bergabung kesana sebagai bentuk keberpihakan dari USA yang sebenarnya sama saja dengan Assad. Dikatakan bila warga asing yang bergabung dengan ISIS pun menargetkan bila barat sebagai musuh mereka.
Perang yang terjadi di Suriah menurut pejuang yang bergabung adalah salah satu rangkaian dari Perang Besar terakhir di akhir jaman. Nick melihat bagaimana para warga asing tersebut menangis tersedu-sedu dan berlutut ketika sampai di tanah suriah. Bahkan sebagian dari mereka menunjukkan kebahagiannya ketika bisa bergabung dalam peperangan ini. Ini adalah akibat dari tidak pedulinya Amerika untuk menghukum Assad. Demikian menurut Nick dari Turki.
source: http://edition.cnn.com
Rabu, 29 Mei 2013
Pertempuran Sengit Kembali Pecah di Qusayr Rabu Kemarin
Sebuah pertempuran sengit kembali berlangsung di kota Suriah Qusayr dekat perbatasan dengan Lebanon antara pasukan pemerintah didukung oleh gerilyawan Hizbullah Lebanon dan pemberontak anti-pemerintah yang dipimpin oleh milisi terkait dengan al-Qaeda, menurut aktivis anti-pemerintah.
Pesawat tempur pemerintah melakukan beberapa serangan bom di seluruh Qusayr Rabu dan Hizbullah bergegas mengirimkan bala bantuan dalam upaya untuk mengusir pemberontak dari Qusayr, kota yang strategis di jalan raya utama ke pusat Lebanon, melalui Lembah Bekaa dan ke Beirut.
Anggota Hizbullah telah menjadi sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam ajang peperangan ini. Keduanya mengikuti sekte Syiah Islam dan keduanya sangat erat bersekutu dengan Syiah Iran. Sedangkan sebagian besar pemberontak adalah Sunni.
Bentrokan antara Hizbullah dan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Jabhat al-Nusra berkecamuk di banyak distrik Qusayr. Pertempuran paling berdarah berpusat di distrik utara kota, di mana milisi Hizbullah telah mampu mengusir pemberontak Suriah. Aktivis anti-pemerintah mengatakan para pemberontak telah membuat kemajuan dalam mendorong kembali Hizbullah di sisi barat kota.
Juru bicara Hizbullah Ibrahim Moussawi mengakui bahwa utara Qusayr adalah sulit untuk ditaklukkan. "Wilayah ini sangat berat dan sulit untuk diambil. Ada penembak jitu di mana-mana. Ini akan bahaya untuk kita tetapi kita akan menerimanya, "kata Moussawi.
Laporan Serangan Kimia
Disisi lain menurut laporan tim observasi Suriah dan wartawan surat kabar Prancis Le Monde, pemerintah Suriah kembali telah melakukan serangan Kimia terhadap pemberontak. Wartawan ini melaporkan langsung efek dari serangan tersebut ketika bersama brigade Tahrir al-Sham di dekat kota Damaskus di pinggiran Jobar sekitar dua kilometer timur laut dari tembok kota.
"Kami pikir itu adalah mortir yang tidak meledak, dan tidak ada yang benar-benar memberikan perhatian untuk itu," kata Omar Haidar, kepala brigade operasi kepada koran. "Tidak ada bau, tidak ada asap, bahkan tidak ada bunyi peluit untuk menunjukkan pelepasan gas beracun. Dan kemudian muncul gejala. Para pria batuk keras. Mata mereka terbakar, pupil mereka menyusut dan mengaburkan visi mereka. Segera setelah itu mereka mengalami kesulitan bernapas. "
Pemerintah Assad telah membantah menggunakan senjata kimia. Beberapa minggu yang lalu, pemerintah dan pemberontak saling menuduh atas laporan dari penggunaan senjata kimia di barat laut kota Aleppo yang menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai 80 lain, dengan masing-masing pihak menyalahkan yang lain atas serangan itu.
Pada bulan Desember, Presiden AS Barack Obama memperingatkan bahwa setiap penggunaan senjata kimia akan "benar-benar tidak dapat diterima" dan menjadi "garis merah" sehingga bisa memicu intervensi Barat.
Namun nyatanya, dengan bukti terakhir ini, AS sepertinya masih menganggap bukti ini belum begitu kuat untuk diterima dan mengatakan bila mereka memerlukan lebih banyak bukti.
sumber: dari berbagai sumber
Pesawat tempur pemerintah melakukan beberapa serangan bom di seluruh Qusayr Rabu dan Hizbullah bergegas mengirimkan bala bantuan dalam upaya untuk mengusir pemberontak dari Qusayr, kota yang strategis di jalan raya utama ke pusat Lebanon, melalui Lembah Bekaa dan ke Beirut.
Anggota Hizbullah telah menjadi sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam ajang peperangan ini. Keduanya mengikuti sekte Syiah Islam dan keduanya sangat erat bersekutu dengan Syiah Iran. Sedangkan sebagian besar pemberontak adalah Sunni.
Bentrokan antara Hizbullah dan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Jabhat al-Nusra berkecamuk di banyak distrik Qusayr. Pertempuran paling berdarah berpusat di distrik utara kota, di mana milisi Hizbullah telah mampu mengusir pemberontak Suriah. Aktivis anti-pemerintah mengatakan para pemberontak telah membuat kemajuan dalam mendorong kembali Hizbullah di sisi barat kota.
Juru bicara Hizbullah Ibrahim Moussawi mengakui bahwa utara Qusayr adalah sulit untuk ditaklukkan. "Wilayah ini sangat berat dan sulit untuk diambil. Ada penembak jitu di mana-mana. Ini akan bahaya untuk kita tetapi kita akan menerimanya, "kata Moussawi.
Laporan Serangan Kimia
Disisi lain menurut laporan tim observasi Suriah dan wartawan surat kabar Prancis Le Monde, pemerintah Suriah kembali telah melakukan serangan Kimia terhadap pemberontak. Wartawan ini melaporkan langsung efek dari serangan tersebut ketika bersama brigade Tahrir al-Sham di dekat kota Damaskus di pinggiran Jobar sekitar dua kilometer timur laut dari tembok kota.
"Kami pikir itu adalah mortir yang tidak meledak, dan tidak ada yang benar-benar memberikan perhatian untuk itu," kata Omar Haidar, kepala brigade operasi kepada koran. "Tidak ada bau, tidak ada asap, bahkan tidak ada bunyi peluit untuk menunjukkan pelepasan gas beracun. Dan kemudian muncul gejala. Para pria batuk keras. Mata mereka terbakar, pupil mereka menyusut dan mengaburkan visi mereka. Segera setelah itu mereka mengalami kesulitan bernapas. "
Pemerintah Assad telah membantah menggunakan senjata kimia. Beberapa minggu yang lalu, pemerintah dan pemberontak saling menuduh atas laporan dari penggunaan senjata kimia di barat laut kota Aleppo yang menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai 80 lain, dengan masing-masing pihak menyalahkan yang lain atas serangan itu.
Pada bulan Desember, Presiden AS Barack Obama memperingatkan bahwa setiap penggunaan senjata kimia akan "benar-benar tidak dapat diterima" dan menjadi "garis merah" sehingga bisa memicu intervensi Barat.
Namun nyatanya, dengan bukti terakhir ini, AS sepertinya masih menganggap bukti ini belum begitu kuat untuk diterima dan mengatakan bila mereka memerlukan lebih banyak bukti.
sumber: dari berbagai sumber
Kamis, 23 Mei 2013
Bom Bunuh Diri Serang Barak dan Tambang Uranium Nigeria
Pemerintah Nigeria mengatakan sedikitnya 20 tentara dan lima pembom bunuh diri tewas Kamis dalam serangan terhadap sebuah pangkalan militer di kota utara-tengah Agadez dan tambang uranium milik Perancis di bagian utara Arlit.
Sumber menegaskan kepada VOA bahwa salah satu penyerang di Agadez tetap bebas dan menyandera beberapa perwira muda di pangkalan. Media Prancis mengatakan kelompok militan Islamis MUJAO telah mengaku bertanggung jawab atas serangan ganda sebagai balasan atas peran Nigeria dalam intervensi militer yang dipimpin Perancis terhadap mereka di Mali utara.
Saksi mata mengatakan serangan kembar terjadi sekitar 05:30 waktu setempat Kamis.
Di Agadez, sebuah mobil meledak di barak militer. Juru bicara pemerintah Morou Amadou mengatakan beberapa pemberontak terlibat.
Dia mengatakan beberapa penyerang mengenakan sabuk peledak. Dia mengatakan mereka tiba di kendaraan yang dipasangi dengan bahan peledak dan kemudian menyebar dibeberapa titik untuk menyerang tentara.
Penduduk Agadez mengatakan mereka mendengar pasukan keamanan bentrok dengan gerilyawan di barak.
Salah satu penduduk, Hassane mengatakan ia mendengar ledakan besar sekitar 5:30 diikuti oleh tembakan senjata berat. Ia mengatakan kota itu tenang pada pertengahan pagi, tapi militer dan polisi ditempatkan sepanjang jalan dan telah memblokir akses ke pangkalan militer.
Sebuah bom mobil bunuh diri juga melanda tambang uranium milik Perancis Somair di utara Arlit.
Perusahan energi nuklir Areva yang berbasis di Paris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu menewaskan satu orang dan melukai 14 orang. Pasukan keamanan Nigeria sekarang memperkuat keamanan di situs mereka.
Nigeria telah memberikan kontribusi tentara bagi pasukan regional Afrika Barat memerangi militan Islam di Mali utara.
Intervensi militer yang dipimpin Prancis dimulai pada bulan Januari dan telah berhasil merebut banyak wilayah setelah pendudukan sepuluh bulan oleh para ekstremis. Namun, pejuang Islam telah muncul kembali untuk melakukan serangan gerilya terhadap tentara Mali dan target regional.
Sebuah bom mobil bunuh diri menargetkan barak pasukan Nigeria ditempatkan di kota Mali utara Menaka pada 10 Mei. Namun korban jiwa yang jatuh adalah pembomnhya itu sendiri.
Serangan hari Kamis adalah yang pertama di Nigeria dan sejauh ini menjadi penyumbang paling mematikan bagi intervensi Mali sejak para pejuang yang terhubung ke al-Qaida menggerebek sebuah pabrik gas alam BP di Aljazair selatan pada akhir Januari dan menewaskan 38 sandera.
Pemerintah Niger telah menyatakan tiga hari berkabung nasional.
sumber: voa
Senin, 20 Mei 2013
Persaingan Politik Antara Kelompok Pejuang Suriah?
Baru-baru ini tersiar kabar bila salah seoarang pimpinan kelompok oposisi di Raqqa bernama Abdullah al-Khalil atau dikenal dengan Abu Sara telah diculik oleh kelompok bersenjata lainnya.
Abu Sara ketika awal-awal kebangkitan Suriah melawan Assad telah pernah juga diculik dan sempat dipindah-pindahkan ke 17 kantor keamanan untuk diinterograsi.
Para pengamat memperkirakan terjadinya persaingan politik untuk saling berebut pengaruh antara kelompok The Islamic State of Irak, Greater Syria dan al-Nusra. Menurut informasi yang ada, kelompok Al-Nusra pun yang merupakan kelompok paling maju dan radikal saat ini dan menyatakan dengan terbuka dukungannya terhadap Al-Qaeda - juga mengalami perpecahan dimana sebagian dari mereka menentang berafiliasinya Al-Nusra dengan Al-Qaeda.
Namun demikian, masih belum jelas apakah perpecahan itu memang ada atau sengaja di ciptakan oleh barat mengingat sumber-sumber media saat ini telah di dominasi oleh barat.
Dari berbagai sumber
Minggu, 19 Mei 2013
Bentrok di Tunisia, 1 Orang Tewas
Gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh Ansar al-Sharia kemarin mendapatkan halangan dari polisi Tunisia. Bentrok serta merta terjadi tidak bisa dihindari. Para demonstran melemparkan batu-batu dan kepolisian membalasnya dengan tembakan gas air mata. 1 orang demonstran berumur 27 tahun dikabarkan tewas dan puluhan lainnya termasuk polisi luka-luka.
Ansar al-Sharia yang mulai aktif memperjuangkan diturunkannya rezim Tunisia sejak tahun 2011 merupakan kelompok oposisi Tunisia yang paling radikal dan secara terbuka mendukung Al-Qaeda. Mereka juga berafiliasi dengan beberapa tokoh salafi yang menjadi anggota kongres Tunisia. Pemerintah Tunisia sendiri telah melakukan pencekalan terhadap anggota kongres salafi ini.
Pemerintah Tunisia mulai melakukan tindakan tegas setelah sebelumnya partai islam Moderate - Ennahda - mendapatkan kritik yang tajam tentang betapa lambatnya pemerintah dalam mengatasi kekerasan yang semakin banyak timbul di negeri ini.
sumber: al-arabiya
Jumat, 17 Mei 2013
Nigeria Melancarkan Serangan Udara Terhadap Boko Haram
Pesawat tempur Nigeria menyerang kamp-kamp militan di timur laut pada hari Jumat dalam sebuah serangan besar terhadap gerilyawan. Sedangkan disisi lain peringatan tajam dari Amerika Serikat disampaikan kepada Nigeria untuk menghormati hak asasi manusia dan tidak membahayakan warga sipil.
Tentara menggunakan jet dan helikopter untuk membombardir target dalam serangan terbesar mereka sejak kelompok Boko Haram meluncurkan pemberontakan hampir empat tahun lalu untuk mendirikan sebuah negara Islam dan satu sumber militer mengatakan sedikitnya 30 militan tewas.
Tapi tiga hari setelah Presiden Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat di timur laut, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengeluarkan pernyataan tegas mengatakan: "Kami sangat prihatin dengan ... tuduhan yang kredibel bahwa pasukan keamanan Nigeria yang melakukan pelanggaran HAM berat , yang pada gilirannya, hanya meningkatkan kekerasan dan ekstremisme bahan bakar. "
Amerika Serikat adalah investor asing terbesar di negara berpenduduk Afrika, terutama di sektor energi, dan membeli sepertiga minyak Nigeria. Washington "mengutuk kampanye teror Boko Haram ", demikian kata Kerry, meskipun dalam waktu bersamaan mendesak angkatan bersenjata Nigeria untuk menahan diri dan disiplin.
Juru bicara pertahanan Nigeria Brigadir Jenderal Chris Olukolade mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara menghancurkan beberapa kamp Boko Haram dan gudang senjata di hutan di seluruh negara Borno, pusat pemberontakan dan peninggalan kerajaan Islam abad pertengahan: "senjata berat termasuk anti-pesawat dan anti- senjata tank juga hancur dalam serangan tersebut", katanya.
"Operasi khusus ... mengakibatkan penghancuran banyak senjata pemberontak dan logistik seperti kendaraan, kontainer, tumpukan bahan bakar dan pembangkit listrik."
Dia mengatakan jumlah korban tewas di antara pemberontak akan diverifikasi selama pembersihan di kamp-kamp.
Pasukan Nigeria berusaha untuk mendapatkan kembali wilayah yang dikuasai oleh militan bersenjata lengkap di negara bagian timur laut terpencil Borno, Yobe dan Adamawa, yang ditempatkan di bawah keadaan darurat pada hari Selasa.
Para Islamis yang dipandang sebagai ancaman keamanan utama produsen minyak terbesar Afrika, telah melakukan serangan berani sejak bulan lalu, termasuk satu serangan di kota Bama yang menewaskan 55 orang.
Pemerintah Nigeria takut mereka sedang menciptakan sebuah kantong di daerah perbatasan terpencil seperti militan terkai Al Qaeda yang dilakukan di padang pasir Mali sebelum Perancis memaksa mereka keluar pada bulan Januari.
Namun upaya sebelumnya untuk menghancurkan Boko Haram selalu terbukti gagal. Memaksa mereka untuk menghilang ke tempat persembunyian atau lintas batas di mana mereka menunggu, kemudian mereka berkumpul kembali.
Banyak pasukan tiba pada hari Jumat di ibukota negara bagian Borno Maiduguri, di mana Boko Haram didirikan sebagai gerakan ulama menentang budaya Barat. Namun waktu itu pemerintah Nigeria melakukan tindakan keras secara militer sehingga menewaskan 800 orang. Demonstrasi yang semula berjalan damai berubah menjadi pemberontakan bersenjata yang didukung penuh oleh kelompok Al-Qaida di Sahara.
Kamis, 16 Mei 2013
Prancis Akan Menempatkan 1000 Tentara di Mali Tanpa Batas
Selama kunjungan resmi ke London, Jean-Yves Le Drian menyatakan bahwa Prancis memiliki komitmen terbuka untuk membela Mali dari al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM).
Sebuah pasukan ekspedisi Prancis dikerahkan di negara itu pada bulan Januari untuk merebut kembali Timbuktu, Gao dan Kidal - tiga kota utama di Mali utara - dari AQIM dan sekutunya.
Pada awalnya, 2.500 tentara dikerahkan di Operasi Serval dan menteri luar negeri, Laurent Fabius, berjanji pada Jan 30 bahwa mereka akan meninggalkan Mali dengan "cepat".
Sejak itu, jumlah tentara Perancis di Mali telah meningkat menjadi hampir 4.000 sementara jadwal keberangkatan mereka telah direvisi. Pada rencana saat ini, setengah dari pasukan akan meninggalkan Mali pada akhir Juli ketika Mali mengadakan pemilihan presiden.
Tapi Mr Le Drian mengatakan bahwa kekuatan tempur akan tinggal untuk mencegah "kebangkitan terorisme". Dia menambahkan: "Ini adalah alasan mengapa Perancis akan tetap dengan sekitar 1.000 tentara di wilayah Mali untuk jangka waktu yang belum ditentukan untuk melaksanakan operasi kontra-terorisme jika diperlukan."
Inggris telah mengerahkan pesawat angkut dan pengawasan untuk membantu Perancis di Mali. Mr Le Drian memuji "kecepatan" dari "dukungan logistik dan dukungan intelijen" Inggris, mencatat bahwa itu dimulai pada hari kedua Operasi Serval dan "belum berhenti sejak" operasi itu dimulai.
Pengumuman itu dikeluarkan setelah Valerie Trierweiler, wanita pertama Prancis, mulai tur 48-jam di Mali, dengan kunjungan pertama ke Gao.
Tujuan Perancis adalah untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan Mali untuk pasukan Afrika yang berjumlah hingga 11.000 orang.
Sementara Operasi Serval telah menghancurkan kontrol AQIM di pusat-pusat populasi Mali utara, kelompok ini melakukan serangan bunuh diri dan perang gerilya di Sahara tengah. Selama tujuh hari dari 2-9 Mei, Prancis melakukan selusin serangan udara di Mali dengan Mirage dan Rafale jet.
sumber: dt
Inggris dan Prancis Memaksa Jabhat al-Nusra ke Daftar Teroris
Al-Nusra sedang berusaha diusulkan oleh negara-negara eropa di PBB agar dimasukan kedalam daftar organisasi-organisasi teroris.
Setelah langkah ini disetujui oleh sebuah komite Dewan Keamanan PBB, al-Nusra akan dikenakan berbagai sanksi, termasuk embargo senjata, larangan perjalanan dan pembekuan aset.
Para pejabat dari negara-negara Eropa terkemuka yang mendukung perjuangan oposisi Suriah untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad berharap penunjukan teroris akan disetujui dalam beberapa hari.
Amerika telah menetapkan bahwa al-Nusra, milisi fundamentalis Islam yang mengontrol wilayah Suriah timur adalah kelompok teroris. Abu Mohammed al-Jawlani, pemimpin Al-Nusra telah berjanji setia kepada Ayman al-Zawahiri, pemimpin al-Qaeda.
Para pejabat berharap jangkauan sanksi global PBB akan membuat pendanaan al-Nusra menipis dan memungkinkan perbedaan yang jelas antara kelompok itu dan unit pemberontak lain yang tidak berbagi ideologi al-Qaeda.
sumber: telegraph
Jumat, 08 Maret 2013
AS-Israel-Turki-Yordania Bergabung Menghadapi Perang Kimia Suriah
![]() |
| Kehancuran Kota Suriah Akibat Perang |
Pentagon - AS, Israel, Yordania dan Turki telah menandatangani kesepakatan bila mereka akan melakukan aksi pembalasan terhadap Suriah bila terjadi serangan kimia maupun biologi terhadap salah satu negara. Demikian perjanjian ini dibuat kemarin setelah pertemuan antara menhan AS Chuck Hagel dengan menhan Israel Ehud Barak.
Sumber militer Debka - dimana berita ini dilansir - menyatakan bila menurut Hagel perang kimia di Suriah mungkin saja terjadi. Washington memprediksikan bila pemberontak Suriah yang dekat dengan Al-Qaeda akan memulai serangan tipe ini dan Suriah akan melakukan pembalasan serupa. Kejadian seperti ini akan mudah berimbas kepada negara tetangga.
Penculikan yang terjadi baru-baru ini terhadap 21 tentara pengamat PBB oleh pemberontak Islam di Yarmouk sepertinya bertalian erat dengan rencana kedepan dari pasukan pemberontak Suriah yang dipimpin oleh Jabhat al-Nusra - dimana kelompok ini menguasai daerah-daerah Golan, Suriah Timur dan bagian atas Euprates dimana kota Deir Azor dan Abu Kemal berada.
Dengan memperkuat pertahanan mereka di timur Suriah, milisi Islam percaya hal ini akan menjadi jalan untuk terbentuknya wilayah yang kuat dan dikuasai oleh Al-Qaeda mulai dari pinggiran Damaskus terus ke utara mendekati Baghdad.
Washington percaya bila Jabhat al Nusra yang menurut mereka adalah kelompok militer yang berafiliasi dengan Al-Qaeda yang paling efektif di Suriah dan Iraq dan diyakin akan melaksanakan rencananya menggunakan segala cara termasuk senjata biologi dan kimia. Dan kementerian pertahanan AS juga memperingatkan Israel bila beberapa serangan kimia di berbagai target kemungkinan lebih dipilih dibanding satu target untuk memaksimalkan efek serangan.
Disisi lain Jabhat al Nusra sendiri dikalangan warga Suriah sangat didukung dan elu-elukan sebagai pejuang Suriah. Rakyat berdemo dan menunjukkan dukungannya terhadap Jabhat al Nusra.
Dukungan warga Suriah terhadap Jabhat al Nusra
Kehidupan di Raqqa Semakin Sulit
Dari dalam Suriah, kota yang baru direbut yaitu Raqqa mengalami serangan bombardir yang terus dilakukan oleh tentara Suriah. Pertempuran antara pemberontak pembebasan Suriah (FSA) dengan tentara Suriah yang berada di seberang sungai Euphrates terus berlangsung.
Para warga mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses terhadap roti dan bahan bakar. Beberapa warga juga mulai berkemas untuk mengungsi.
Situasi di Raqqa secara pelan maupun masti mulai mendekati keadaan kota-kota lainnya yang sebelumnya telah mengalami peperangan dahsyat seperti contohnya Hom. Di Homs hampir tidak ada lagi tempat tinggal yang utuh, begitu pula dengan masjid-masjid. Puing-puing bangungan berserakan dimana-mana dan kehancuran terlihat sepanjang mata memandang.
Homs silih berganti dikuasai oleh kedua pihak, saat ini sebagian besar dari kota Homs dikabarkan telah dikuasai oleh pemerintah Suriah dan daerah-daerah pinggiran seperti al-Qusayr dan Ar-Rastan dikuasai oleh FSA. Pertempuran sporadis masih terdengar di tengah kota Homs yang menunjukkan konflik ini masih jauh dari usai.
Sumber: alarabiya, debka, youtube
Rabu, 06 Maret 2013
Pemberontak Suriah Menahan 20 Tentara PBB di Dataran Tinggi Golan
Pejuang Pembebasan Suriah menculik sekelompok pasukan PBB yang berpatroli di wilayah yang disengketakan di dataran tinggi Golan antara Suriah dan Israel pada hari Rabu kemarin. Mereka juga mengancam akan memperlakukan mereka sebagai tawanan perang bila dalam 24 jam tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Dengan kondisi perang yang telah memburuk, wilayah Golan telah secara berkala terganggu sesekali oleh bentrokan bersenjata dan artileri atau pemboman mortir yang telah menjadi sumber keprihatinan kepada Israel. Namun para pejabat PBB mengatakan bahwa anggota misi penjaga perdamaian PBB selama ini belum pernah diculik oleh salah satu pihak dalam konflik.
Sebuah video yang diunggah di YouTube oleh kelompok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Martir Yarmouk mengaku bertanggung jawab dan mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan tetap ditahan sampai pasukan pemerintah Suriah menarik diri dari daerah sekitar Al Jamlah, tempat bentrokan akhir pekan. Video tidak menunjukkan salah satu tawanan, namun PBB kendaraan terlihat dibelakang.
Seorang pembicara dalam video berbicara dalam bahasa Arab: "Jika penarikan tidak terjadi dalam waktu 24 jam, kami akan menganggap mereka sebagai tahanan perang"
Konflik ini merupakan kejadian genting lainnya setelah sebelumnya 40 tentara Suriah dibantai daerah Irak ketika mereka sedang di arahkan untuk kembali ke daerah Suriah oleh tentara Irak.
Di PBB, Eduardo del Buey, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyatakan bahwa para pejabat telah lama mengkhawatirkan kemungkinan ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian. "Sebagai sekretaris jenderal, saya telah mengatakan berulang kali efek spillover dari krisis Suriah menimbulkan bahaya bagi wilayah secara keseluruhan dan ke negara-negara dan daerah-daerah di negara-negara tetangga di sekitarnya, dan UNDOF tidak terkecuali," katanya, dengan menggunakan singkatan untuk misi penjaga perdamaian Golan. "Mereka berada di zona mana spillover bisa menjadi konsekuensi."
Sumber: NYT
Dengan kondisi perang yang telah memburuk, wilayah Golan telah secara berkala terganggu sesekali oleh bentrokan bersenjata dan artileri atau pemboman mortir yang telah menjadi sumber keprihatinan kepada Israel. Namun para pejabat PBB mengatakan bahwa anggota misi penjaga perdamaian PBB selama ini belum pernah diculik oleh salah satu pihak dalam konflik.
Sebuah video yang diunggah di YouTube oleh kelompok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Martir Yarmouk mengaku bertanggung jawab dan mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan tetap ditahan sampai pasukan pemerintah Suriah menarik diri dari daerah sekitar Al Jamlah, tempat bentrokan akhir pekan. Video tidak menunjukkan salah satu tawanan, namun PBB kendaraan terlihat dibelakang.
Seorang pembicara dalam video berbicara dalam bahasa Arab: "Jika penarikan tidak terjadi dalam waktu 24 jam, kami akan menganggap mereka sebagai tahanan perang"
Konflik ini merupakan kejadian genting lainnya setelah sebelumnya 40 tentara Suriah dibantai daerah Irak ketika mereka sedang di arahkan untuk kembali ke daerah Suriah oleh tentara Irak.
Di PBB, Eduardo del Buey, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyatakan bahwa para pejabat telah lama mengkhawatirkan kemungkinan ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian. "Sebagai sekretaris jenderal, saya telah mengatakan berulang kali efek spillover dari krisis Suriah menimbulkan bahaya bagi wilayah secara keseluruhan dan ke negara-negara dan daerah-daerah di negara-negara tetangga di sekitarnya, dan UNDOF tidak terkecuali," katanya, dengan menggunakan singkatan untuk misi penjaga perdamaian Golan. "Mereka berada di zona mana spillover bisa menjadi konsekuensi."
Sumber: NYT
Senin, 04 Maret 2013
48 Tentara Suriah dan 9 Tentara Irak Tewas di Wilayah Irak
Baghdad, Iraq - Puluhan tentara suriah yang mencari perlindungan dan menyebrang ke Irak telah disergap oleh tentara yang tidak dikenal pada Senin ini dengan tembakan dan granat roket. 48 orang dikabarkan tewas dan 9 orang tentara Irak ikut menjadi korban.
Keberadaan tentara Suriah di wilayah Irak menjadi bahan pertanyaan banyak pihak akan kepentingan dari pemerintah Iraq dalam perang saudara di Suriah. Serangan ini terkoordinasi dengan baik sehingga beberapa pejabat Iraq menyalahkan Al-Qaida Iraq yang telah melakukannya.
Para pejabat Irak menyatakan bila tentara Suriah mengungsi melalui perbatasan Rabiya melintas ke Irak Utara setelah terpojok oleh serangan pasukan pemberontak Suriah. Tentara-tentara ini sedang dikawal untuk dikembalikan ke Suriah ketika serangan ini terjadi.
Ali al-Moussawi, juru bicara Perdana Menteri Irak menyatakan bila 9 tentara Irak juga telah terbunuh dan tentara Suriah telah terlucuti. Dia mengatakan bila tentara Suriah diperbolehkan masuk ke Irak dalam rangka aksi kemanusiaan saja dan menegaskan bila Irak sama sekali tidak memilih pihak manapun.
"Kami tidak ingin ada tentara yang lain yang melintasi perbatasan dan kami tidak ingin menjadi bagian dari masalah", demikian katanya. "Kami tidak mendukung salah satu pihak untuk melawan pihak lainnya di Suriah"
Kementrian Pertahanan Irak menambahkan bila 10 warga Suriah juga ikut terluka dalam sergapan ini. Dalam pernyataannya ia mengingatkan semua pihak yang bertikai untuk tidak membawa pertempuran ke wilayah Irak atau akan mendapatkan konsekuensinya.
Pejabat resmi Irak meberikan detail dari serangan yang digambarkan begitu teratur dan terencana diarahkan kepada konvoi Suriah. Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya ini menyatakan bila tidak mungkin tentara pembebasan Suriah menyebrang perbatasan dan melakukan penyergapaan yang sangat terencana ini. Mereka menuduh bila pihak Al-Qaida yang berada dibelakang serangan ini.
Sebelumnya di hari Minggu, tentara pembebasan Suriah telah berhasil menguasai akademi polisi Suriah di provinsi Aleppo. Mereka melakukan serangan dibantu dengan tank curian menerebos ke komplek pemerintahan. Sekitar 120 tentara Suriah dan 80 tentara pembebasan Suriah tewas dalam pertempuran yang sengit ini.
sumber: huffingtonpost, independent, yahoo
Langganan:
Postingan (Atom)



















