Setidaknya 31 orang demonstran Libya tewas dan 285 orang lainnya terluka pada hari Jumat kemarin setelah sebuah kelompok milisi menembaki aksi demonstrasi yang menuntut kepergian milisi dari Tripoli. Kelompok milisi sekarang menguasai ibu kota Libya Tripoli sejak mereka berhasil menurunkan Muammar Qaddafi pada 2011.
Televisi Libya melaporkan sebelumnya bila korban tewas hanya 4 orang, 45 orang terluka dan 15 orang dalam kondisi kritis.
Sadat al-Badri, pimpinan dari dewan kota Tripoli yang menyerukan protest, mengatakan kepada AFP bila tembakan yang diarahkan kepada para pendemo berasal dari dalam kantor milisi.
"Ketegangan sedang meningkat di Tripoli. Kita akan mengumumkan mogok massal dan kampanye pembangkangan sipil sampai milisi ini pergi", demikian katanya.
Ketika sholat Jumat dilakukan kemarin, imam sholat Jumat mendukung aksi protes terhadap para milisi ini. Ratusan orang membawa bendera putih sebagai simbol perdamaian, begitu pula dengan bendera nasional Libya. Mereka menyanyikan lagu nasional dan berkumpul di alun-lun kota Meliana.
Mereka kemudian berjalan ke markas milisi Misrata yang berada di distrik Gharghour untuk memaksakan permintaan mereka ketika para milisi yang berada di dalam gedung menembakan tembakan ke udara untuk menakuti mereka.
Ketika kerumuman semakin banyak menuju gedung, para milisi mulai menembaki mereka, demikian menurut contributor AFP yang melihat sendiri 2 orang terluka termasuk yang tertembak di perut.
Pimpinan dari milisi Misrata sebelah timur dari ibu kota mengatakan kepada televisi channel al-Naba bila para demonstran lah yang melakukan tembakan pertama kali.
Demonstrasi ini dimulai dengan kekerasan pada tanggal 7 November ketika milisi Misrate berperang sebagai pemain utama yang digambarkan sebagai penyebab ketidak stabilan Libya.
Salah satu pemimpin dari kelompok ini, Nuri Friwan, telah terluka dengan fatal dalam pertempuran di checkpoint melawan kelompok lain mantan dari pemberontak, dua orang dikabarkan tewas dalam pertempuran ini.
Penduduk Tripoli telah berulang kali mengadakan demonstrasi terhadap para milisi. Milisi-milisi ini menolak untuk meninggalkan ibu kota setelah diseru oleh pemerintahan Libya yang lemah.
sumber: alarabiya
Tampilkan postingan dengan label Afrika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Afrika. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Boko Haram Dimasukan Kedalam Organisasi Teroris oleh Amerika
Departemen Luar Negeri Amerika secara resmi akan memasukan kelompok militan Islam Nigeria Boko Haram sebagai "organisasi teroris asing" pada hari Rabu, demikian menurut sumber dari kongres.
Penunjukan ini penting karena ia mengarahkan penegak hukum AS dan badan pengatur untuk memblokir transaksi bisnis dan keuangan dengan Boko Haram, yang ingin memberlakukan hukum Islam di Nigeria utara dan memiliki hubungan dengan al-Qaeda.
Langkah ini membuat setiap tindakan memberikan dukungan materi kepada mereka adalah kejahatan di bawah hukum AS. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi ketika dimintai komentar.
Boko Haram dan kelompok-kelompok Islam sempalan lainnya dipandang sebagai ancaman terbesar keamanan di Nigeria, negara terpadat di Afrika dan pengekspor minyak utama.
Pada bulan Mei, Presiden Goodluck Jonathan meningkatkan kampanye militer melawan Boko Haram. Pemerintahannya mengatakan pekan lalu bahwa ia telah membunuh 70 warga sipil.
sumber: telegraph
Penunjukan ini penting karena ia mengarahkan penegak hukum AS dan badan pengatur untuk memblokir transaksi bisnis dan keuangan dengan Boko Haram, yang ingin memberlakukan hukum Islam di Nigeria utara dan memiliki hubungan dengan al-Qaeda.
Langkah ini membuat setiap tindakan memberikan dukungan materi kepada mereka adalah kejahatan di bawah hukum AS. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi ketika dimintai komentar.
Boko Haram dan kelompok-kelompok Islam sempalan lainnya dipandang sebagai ancaman terbesar keamanan di Nigeria, negara terpadat di Afrika dan pengekspor minyak utama.
Pada bulan Mei, Presiden Goodluck Jonathan meningkatkan kampanye militer melawan Boko Haram. Pemerintahannya mengatakan pekan lalu bahwa ia telah membunuh 70 warga sipil.
sumber: telegraph
Senin, 11 November 2013
Serangan Terkoordinasi oleh Al-Shabaab ke Penjara di Somalia
Sebuah serangan terkoordinasi dikabarkan telah terjadi si penjara kota Bossaso Puntland Somalia yang dilakukan oleh milisi yang terkait dengan Al-Qaeda yaitu Al-Shabaab.
Menurut informasi dari media-media pro pemerintah Somalia, dikatakan bila serangan yang dilakukan secara serentak tersebut berhasil dihalau dan hanya menyebabkan 2 petugas tewas dan beberapa makanan saja yang terjarah.
Namun dari pihak berlawanan ketika wartaperang mencoba menelusuri, ternyata serangan itu di klaim oleh komunitas para jihadis telah berhasil membebaskan 100 orang tawanan muslim dimana 75 orang diantaranya pejuang muslim dan 18 orang telah divonish hukuman mati.
Serangan dilakukan secara serentak di 12 titik diantaranya markas polisi, markas tentara dan instalasi pemerintah lainnya yang berada di kota yang berada di tepi pantai tersebut.
sumber: SA, MI
Menurut informasi dari media-media pro pemerintah Somalia, dikatakan bila serangan yang dilakukan secara serentak tersebut berhasil dihalau dan hanya menyebabkan 2 petugas tewas dan beberapa makanan saja yang terjarah.
Namun dari pihak berlawanan ketika wartaperang mencoba menelusuri, ternyata serangan itu di klaim oleh komunitas para jihadis telah berhasil membebaskan 100 orang tawanan muslim dimana 75 orang diantaranya pejuang muslim dan 18 orang telah divonish hukuman mati.
Serangan dilakukan secara serentak di 12 titik diantaranya markas polisi, markas tentara dan instalasi pemerintah lainnya yang berada di kota yang berada di tepi pantai tersebut.
sumber: SA, MI
Kamis, 30 Mei 2013
Nigeria Menangkap 3 Tersangka Yang Berhubungan Dengan Hizbullah
Nigeria mengatakan Kamis pihaknya telah menahan tiga warga Lebanon di utara negara itu karena dicurigai sebagai anggota Hizbullah dan menemukan tumpukan senjata ditempat mereka ditangkap.
Sumber-sumber Israel mengatakan, para tersangka berencana untuk menargetkan kepentingan Israel di negara Afrika, televisi Al Arabiya melaporkan.
Ketiga tersangka ditangkap antara 16 Mei dan 28 Mei di bagian utara Kano. Juru bicara militer Kapten Ikedichi Iweha mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa semua tersangka telah mengaku sebagai anggota Hizbullah dalam pertanyaan.
Sebuah serangan di kediaman salah satu warga Lebanon tersebut telah menemukan 1160 mm senjata anti-tank, empat ranjau darat anti-tank, dua butir amunisi untuk senjata artileri 122 mm, 21 granat roket, tujuh belas AK-47 dengan lebih dari 11.000 peluru dan beberapa dinamit, katanya.
"Para senjata dan amunisi yang ditargetkan pada fasilitas Israel dan kepentingan Barat di Nigeria," kata Iweha.
Dinas rahasia menahan tersangka pertama, Mustapha Fawaz, pada 16 Mei di supermarket di Kano. Interogasi menyebabkan tersangka lainnya, termasuk Abdullah Tahini, yang kemudian ditangkap di bandara Kano dengan $ 60.000 uang tunai.
Yang ketiga, Talal Roda, warga Nigeria dan Lebanon, ditangkap pada hari Minggu di rumah di mana senjata-senjata itu ditemukan dua hari kemudian.
"Tim pencari menemukan sebuah bunker bawah tanah di kamar tidur utama di mana sejumlah besar berbagai macam senjata dari berbagai jenis dan kaliber ditemukan," kata Iweha. "Semua mereka yang ditahan telah mengaku telah menjalani pelatihan teroris Hizbullah."
Kemungkinan hubungan dengan sekte Boko Haram - sebuah pasukan Islam Nigeria yang berjuang di timur laut - sedang diselidiki, Iweha mengatakan pada konferensi pers.
Sebuah aliansi antara Salafi Sunni dan Syiah Boko Haram Hizbullah akan menjadi tidak biasa, dan belum pernah sebelumnya terjadi.
sumber: al-arabiya
Sumber-sumber Israel mengatakan, para tersangka berencana untuk menargetkan kepentingan Israel di negara Afrika, televisi Al Arabiya melaporkan.
Ketiga tersangka ditangkap antara 16 Mei dan 28 Mei di bagian utara Kano. Juru bicara militer Kapten Ikedichi Iweha mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa semua tersangka telah mengaku sebagai anggota Hizbullah dalam pertanyaan.
Sebuah serangan di kediaman salah satu warga Lebanon tersebut telah menemukan 1160 mm senjata anti-tank, empat ranjau darat anti-tank, dua butir amunisi untuk senjata artileri 122 mm, 21 granat roket, tujuh belas AK-47 dengan lebih dari 11.000 peluru dan beberapa dinamit, katanya.
"Para senjata dan amunisi yang ditargetkan pada fasilitas Israel dan kepentingan Barat di Nigeria," kata Iweha.
Dinas rahasia menahan tersangka pertama, Mustapha Fawaz, pada 16 Mei di supermarket di Kano. Interogasi menyebabkan tersangka lainnya, termasuk Abdullah Tahini, yang kemudian ditangkap di bandara Kano dengan $ 60.000 uang tunai.
Yang ketiga, Talal Roda, warga Nigeria dan Lebanon, ditangkap pada hari Minggu di rumah di mana senjata-senjata itu ditemukan dua hari kemudian.
"Tim pencari menemukan sebuah bunker bawah tanah di kamar tidur utama di mana sejumlah besar berbagai macam senjata dari berbagai jenis dan kaliber ditemukan," kata Iweha. "Semua mereka yang ditahan telah mengaku telah menjalani pelatihan teroris Hizbullah."
Kemungkinan hubungan dengan sekte Boko Haram - sebuah pasukan Islam Nigeria yang berjuang di timur laut - sedang diselidiki, Iweha mengatakan pada konferensi pers.
Sebuah aliansi antara Salafi Sunni dan Syiah Boko Haram Hizbullah akan menjadi tidak biasa, dan belum pernah sebelumnya terjadi.
sumber: al-arabiya
Rabu, 29 Mei 2013
Pimpinan Boko Haram Mengatakan Serangan Nigeria Gagal
Pemimpin kelompok Islam Nigeria Boko Haram mengatakan pasukannya telah memukul kembali serangan militer yang ditujukan untuk menghentikan pemberontakan yang dilakukan kelompok tersebut sejak empat tahun lalu.
Dalam sebuah video yang dirilis kantor berita, kepala Boko Haram Abubakar Shekau mengatakan tentara Nigeria yang menghadapi militan telah melarikan diri dan melemparkan persenjataan mereka ketika sedang kabur.
Shekau meminta para Islamis di Irak, Pakistan, Afghanistan dan Suriah untuk bergabung perjuangan untuk menciptakan negara Islam di Nigeria.
Video menunjukkan pemimpin militan berbaju loreng dengan senapan AK-47 di sampingnya. Komentar ini merupakan yang pertama kalinya sejak dimulainya serangan militer terhadap Boko Haram pada 15 Mei.
Ribuan tentara dikerahkan untuk tiga negara bagian timur laut Nigeria di mana Presiden Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat.
Pihak militer mengatakan mereka telah menangkap lebih dari 100 militan Boko Haram, membunuh beberapa yang lain, dan menghancurkan banyak kamp-kamp kelompok militan itu. Klaim itu tidak bisa dikonfirmasi, karena jalan diblokir dan fakta bahwa saluran telepon di wilayah tersebut tidak bekerja.
Boko Haram meluncurkan pemberontakan terhadap pemerintah pada tahun 2009. Kekerasan yang terjadi sejak adanya pemberontakan ini termasuk kematian oleh pasukan keamanan Nigeria, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.
sumber: VOA
Dalam sebuah video yang dirilis kantor berita, kepala Boko Haram Abubakar Shekau mengatakan tentara Nigeria yang menghadapi militan telah melarikan diri dan melemparkan persenjataan mereka ketika sedang kabur.
Shekau meminta para Islamis di Irak, Pakistan, Afghanistan dan Suriah untuk bergabung perjuangan untuk menciptakan negara Islam di Nigeria.
Video menunjukkan pemimpin militan berbaju loreng dengan senapan AK-47 di sampingnya. Komentar ini merupakan yang pertama kalinya sejak dimulainya serangan militer terhadap Boko Haram pada 15 Mei.
Ribuan tentara dikerahkan untuk tiga negara bagian timur laut Nigeria di mana Presiden Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat.
Pihak militer mengatakan mereka telah menangkap lebih dari 100 militan Boko Haram, membunuh beberapa yang lain, dan menghancurkan banyak kamp-kamp kelompok militan itu. Klaim itu tidak bisa dikonfirmasi, karena jalan diblokir dan fakta bahwa saluran telepon di wilayah tersebut tidak bekerja.
Boko Haram meluncurkan pemberontakan terhadap pemerintah pada tahun 2009. Kekerasan yang terjadi sejak adanya pemberontakan ini termasuk kematian oleh pasukan keamanan Nigeria, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.
sumber: VOA
Kamis, 23 Mei 2013
Bom Bunuh Diri Serang Barak dan Tambang Uranium Nigeria
Pemerintah Nigeria mengatakan sedikitnya 20 tentara dan lima pembom bunuh diri tewas Kamis dalam serangan terhadap sebuah pangkalan militer di kota utara-tengah Agadez dan tambang uranium milik Perancis di bagian utara Arlit.
Sumber menegaskan kepada VOA bahwa salah satu penyerang di Agadez tetap bebas dan menyandera beberapa perwira muda di pangkalan. Media Prancis mengatakan kelompok militan Islamis MUJAO telah mengaku bertanggung jawab atas serangan ganda sebagai balasan atas peran Nigeria dalam intervensi militer yang dipimpin Perancis terhadap mereka di Mali utara.
Saksi mata mengatakan serangan kembar terjadi sekitar 05:30 waktu setempat Kamis.
Di Agadez, sebuah mobil meledak di barak militer. Juru bicara pemerintah Morou Amadou mengatakan beberapa pemberontak terlibat.
Dia mengatakan beberapa penyerang mengenakan sabuk peledak. Dia mengatakan mereka tiba di kendaraan yang dipasangi dengan bahan peledak dan kemudian menyebar dibeberapa titik untuk menyerang tentara.
Penduduk Agadez mengatakan mereka mendengar pasukan keamanan bentrok dengan gerilyawan di barak.
Salah satu penduduk, Hassane mengatakan ia mendengar ledakan besar sekitar 5:30 diikuti oleh tembakan senjata berat. Ia mengatakan kota itu tenang pada pertengahan pagi, tapi militer dan polisi ditempatkan sepanjang jalan dan telah memblokir akses ke pangkalan militer.
Sebuah bom mobil bunuh diri juga melanda tambang uranium milik Perancis Somair di utara Arlit.
Perusahan energi nuklir Areva yang berbasis di Paris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu menewaskan satu orang dan melukai 14 orang. Pasukan keamanan Nigeria sekarang memperkuat keamanan di situs mereka.
Nigeria telah memberikan kontribusi tentara bagi pasukan regional Afrika Barat memerangi militan Islam di Mali utara.
Intervensi militer yang dipimpin Prancis dimulai pada bulan Januari dan telah berhasil merebut banyak wilayah setelah pendudukan sepuluh bulan oleh para ekstremis. Namun, pejuang Islam telah muncul kembali untuk melakukan serangan gerilya terhadap tentara Mali dan target regional.
Sebuah bom mobil bunuh diri menargetkan barak pasukan Nigeria ditempatkan di kota Mali utara Menaka pada 10 Mei. Namun korban jiwa yang jatuh adalah pembomnhya itu sendiri.
Serangan hari Kamis adalah yang pertama di Nigeria dan sejauh ini menjadi penyumbang paling mematikan bagi intervensi Mali sejak para pejuang yang terhubung ke al-Qaida menggerebek sebuah pabrik gas alam BP di Aljazair selatan pada akhir Januari dan menewaskan 38 sandera.
Pemerintah Niger telah menyatakan tiga hari berkabung nasional.
sumber: voa
Jumat, 17 Mei 2013
Nigeria Melancarkan Serangan Udara Terhadap Boko Haram
Pesawat tempur Nigeria menyerang kamp-kamp militan di timur laut pada hari Jumat dalam sebuah serangan besar terhadap gerilyawan. Sedangkan disisi lain peringatan tajam dari Amerika Serikat disampaikan kepada Nigeria untuk menghormati hak asasi manusia dan tidak membahayakan warga sipil.
Tentara menggunakan jet dan helikopter untuk membombardir target dalam serangan terbesar mereka sejak kelompok Boko Haram meluncurkan pemberontakan hampir empat tahun lalu untuk mendirikan sebuah negara Islam dan satu sumber militer mengatakan sedikitnya 30 militan tewas.
Tapi tiga hari setelah Presiden Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat di timur laut, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengeluarkan pernyataan tegas mengatakan: "Kami sangat prihatin dengan ... tuduhan yang kredibel bahwa pasukan keamanan Nigeria yang melakukan pelanggaran HAM berat , yang pada gilirannya, hanya meningkatkan kekerasan dan ekstremisme bahan bakar. "
Amerika Serikat adalah investor asing terbesar di negara berpenduduk Afrika, terutama di sektor energi, dan membeli sepertiga minyak Nigeria. Washington "mengutuk kampanye teror Boko Haram ", demikian kata Kerry, meskipun dalam waktu bersamaan mendesak angkatan bersenjata Nigeria untuk menahan diri dan disiplin.
Juru bicara pertahanan Nigeria Brigadir Jenderal Chris Olukolade mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara menghancurkan beberapa kamp Boko Haram dan gudang senjata di hutan di seluruh negara Borno, pusat pemberontakan dan peninggalan kerajaan Islam abad pertengahan: "senjata berat termasuk anti-pesawat dan anti- senjata tank juga hancur dalam serangan tersebut", katanya.
"Operasi khusus ... mengakibatkan penghancuran banyak senjata pemberontak dan logistik seperti kendaraan, kontainer, tumpukan bahan bakar dan pembangkit listrik."
Dia mengatakan jumlah korban tewas di antara pemberontak akan diverifikasi selama pembersihan di kamp-kamp.
Pasukan Nigeria berusaha untuk mendapatkan kembali wilayah yang dikuasai oleh militan bersenjata lengkap di negara bagian timur laut terpencil Borno, Yobe dan Adamawa, yang ditempatkan di bawah keadaan darurat pada hari Selasa.
Para Islamis yang dipandang sebagai ancaman keamanan utama produsen minyak terbesar Afrika, telah melakukan serangan berani sejak bulan lalu, termasuk satu serangan di kota Bama yang menewaskan 55 orang.
Pemerintah Nigeria takut mereka sedang menciptakan sebuah kantong di daerah perbatasan terpencil seperti militan terkai Al Qaeda yang dilakukan di padang pasir Mali sebelum Perancis memaksa mereka keluar pada bulan Januari.
Namun upaya sebelumnya untuk menghancurkan Boko Haram selalu terbukti gagal. Memaksa mereka untuk menghilang ke tempat persembunyian atau lintas batas di mana mereka menunggu, kemudian mereka berkumpul kembali.
Banyak pasukan tiba pada hari Jumat di ibukota negara bagian Borno Maiduguri, di mana Boko Haram didirikan sebagai gerakan ulama menentang budaya Barat. Namun waktu itu pemerintah Nigeria melakukan tindakan keras secara militer sehingga menewaskan 800 orang. Demonstrasi yang semula berjalan damai berubah menjadi pemberontakan bersenjata yang didukung penuh oleh kelompok Al-Qaida di Sahara.
Kamis, 16 Mei 2013
Prancis Akan Menempatkan 1000 Tentara di Mali Tanpa Batas
Selama kunjungan resmi ke London, Jean-Yves Le Drian menyatakan bahwa Prancis memiliki komitmen terbuka untuk membela Mali dari al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM).
Sebuah pasukan ekspedisi Prancis dikerahkan di negara itu pada bulan Januari untuk merebut kembali Timbuktu, Gao dan Kidal - tiga kota utama di Mali utara - dari AQIM dan sekutunya.
Pada awalnya, 2.500 tentara dikerahkan di Operasi Serval dan menteri luar negeri, Laurent Fabius, berjanji pada Jan 30 bahwa mereka akan meninggalkan Mali dengan "cepat".
Sejak itu, jumlah tentara Perancis di Mali telah meningkat menjadi hampir 4.000 sementara jadwal keberangkatan mereka telah direvisi. Pada rencana saat ini, setengah dari pasukan akan meninggalkan Mali pada akhir Juli ketika Mali mengadakan pemilihan presiden.
Tapi Mr Le Drian mengatakan bahwa kekuatan tempur akan tinggal untuk mencegah "kebangkitan terorisme". Dia menambahkan: "Ini adalah alasan mengapa Perancis akan tetap dengan sekitar 1.000 tentara di wilayah Mali untuk jangka waktu yang belum ditentukan untuk melaksanakan operasi kontra-terorisme jika diperlukan."
Inggris telah mengerahkan pesawat angkut dan pengawasan untuk membantu Perancis di Mali. Mr Le Drian memuji "kecepatan" dari "dukungan logistik dan dukungan intelijen" Inggris, mencatat bahwa itu dimulai pada hari kedua Operasi Serval dan "belum berhenti sejak" operasi itu dimulai.
Pengumuman itu dikeluarkan setelah Valerie Trierweiler, wanita pertama Prancis, mulai tur 48-jam di Mali, dengan kunjungan pertama ke Gao.
Tujuan Perancis adalah untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan Mali untuk pasukan Afrika yang berjumlah hingga 11.000 orang.
Sementara Operasi Serval telah menghancurkan kontrol AQIM di pusat-pusat populasi Mali utara, kelompok ini melakukan serangan bunuh diri dan perang gerilya di Sahara tengah. Selama tujuh hari dari 2-9 Mei, Prancis melakukan selusin serangan udara di Mali dengan Mirage dan Rafale jet.
sumber: dt
Minggu, 03 Maret 2013
Otak dibelakang Sandera Algeria Dikabarkan Tewas
Dakar, Senegal - Mokhtar Belmokhtar seorang tokoh yang dikabarkan menjadi otak dibelakang penyadaraan puluhan warga asing di tambang gas Algeria dinyatakan tewas oleh pemerintahan Chad kemarin. Namun salah seorang jenderal dari pasukan gabungan Chad dan Prancis yang memimpin penyerangan terhadap Mali bagian utara dimana para militan garis keras Islam berkumpul menyatakan bila pernyataan ini belum bisa dikonfirmasi.
Dari pihak pemerintahan Prancis yang telah mengirimkan sekitar 3500 anggota pasukannya dalam pengepungan ini juga menyatakan belum bisa mengkonfirmasi klaim dari pemerintah Chad.
Saat ini pemerintahan Chad dengan dibantu oleh beberapa negara Afrika dan pasukan dari Prancis sedang berusah untuk menghancurkan kekuatan Islam garis keras yang berpusat di Mali.
Pasukan Chad pimpinan Jendral Oumar Bikomo menyatakan pertempuran berjalan sengit kemarin Minggu dan mereka berhasil menghancurkan pangkalan utama pejuang Islam di daerah Adrar Des Ifoghas. Sang jenderal mengklaim telah membunuh sekitar 60 pejuang Islam dan mungkin saja Mokhtar menjadi salah satu korban yang tewas.
Beberapa hari sebelumnya, salah satu pimpinan pasukan Islam yang dikabarkan mempunyai hubungan dengan Al-qaeda diklaim juga telah tewas yaitu Abu Zeid. Hal itu dikonfirmasi juga oleh pengakuan beberapa tawanan yang berhasil di tangkap.
Pertempuran berlangsung sengit dan alot mengingat pasukan Islam telah menguasai Mali dari sejak 2001. Bunker-bunker persediaan makanan, pertahanan, benteng dan fasilitas-fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk pertahanan telah terbangun dengan baik. Dan disisi lain, para pasukan Islam mengetahui medan perang lebih detail dibanding pasukan gabungan Afrika dan Prancis.
Sumber: NYT
Dari pihak pemerintahan Prancis yang telah mengirimkan sekitar 3500 anggota pasukannya dalam pengepungan ini juga menyatakan belum bisa mengkonfirmasi klaim dari pemerintah Chad.
Saat ini pemerintahan Chad dengan dibantu oleh beberapa negara Afrika dan pasukan dari Prancis sedang berusah untuk menghancurkan kekuatan Islam garis keras yang berpusat di Mali.
Pasukan Chad pimpinan Jendral Oumar Bikomo menyatakan pertempuran berjalan sengit kemarin Minggu dan mereka berhasil menghancurkan pangkalan utama pejuang Islam di daerah Adrar Des Ifoghas. Sang jenderal mengklaim telah membunuh sekitar 60 pejuang Islam dan mungkin saja Mokhtar menjadi salah satu korban yang tewas.
Beberapa hari sebelumnya, salah satu pimpinan pasukan Islam yang dikabarkan mempunyai hubungan dengan Al-qaeda diklaim juga telah tewas yaitu Abu Zeid. Hal itu dikonfirmasi juga oleh pengakuan beberapa tawanan yang berhasil di tangkap.
Pertempuran berlangsung sengit dan alot mengingat pasukan Islam telah menguasai Mali dari sejak 2001. Bunker-bunker persediaan makanan, pertahanan, benteng dan fasilitas-fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk pertahanan telah terbangun dengan baik. Dan disisi lain, para pasukan Islam mengetahui medan perang lebih detail dibanding pasukan gabungan Afrika dan Prancis.
Sumber: NYT
Langganan:
Postingan (Atom)








