Wartaperang - Seperti yang diwartakan oleh harian Zaman Alwasl Kamis kemarin (14/11/2013), Islamic State of Iraq and Shaam atau biasa dikenal dengan nama ISIS mengeluarkan korang mingguannya yang pertama bernama Sana Asy Syam.
Koran tersebut mengabarkan tentang kegiatan-kegiatan yang telah mereka lakukan dan kabar kemenangan para pemberontak. Dalam edisinya yang pertama, mereka mengabarkan tentang keberhasilan mereka mengusir kelompok pemberontak Badai Utara dari wilayah Azaz.
Kelompok pemberontak Badai Utara menurut ISIS telah terbukti melakukan berbagai tindak kejahatan seperti bekerja sama dengan Intelejen Barat, melakukan kesepakatan dengan senator Amerika untuk menghancurkan Islamis di Suriah dan melakukan pencurian-pencurian di daerah Suriah.
Dalam edisi pertama ini pembaca juga bisa membaca wawancara antara redaksi dengan Abu Umar al-Shishani, seorang komandan ISIS wilayah utara yang berasal dari Chechnya. Dengan banyaknya berita-berita propaganda di Suriah, koran ini diharapkan akan memberikan berita yang berimbang mengenai keadaan Suriah bagi warganya.
sumber: ZA
Tampilkan postingan dengan label ISIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISIS. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 November 2013
Selasa, 12 November 2013
SPECIAL REPORT - Bruce Riedel: Benteng Al-Qaeda Yang Paling Berbahaya
Dua kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaeda memperoleh kekuatan di perbatasan Suriah dan Irak dengan memanfaatkan kekacauan di wilayah tersebut. Ancaman yang yang mereka tampilkan terhadap keamanan global lebih menakutkan. Demikian headline dari sebuah tajuk yang dibuat oleh seorang penasehat gedung putih untuk 4 presiden terakhir.
Al-Qaeda membangun benteng pertahanan paling berbahaya yang pernah ada di perbatasan antara Suriah dan Irak. Ratusan jihadist baru berbondong-bondong datang ke medan perang yang berada di jantung Timur Tengah ini. Dengan kondisi ini dimana perang saudara sedang terjadi di dua negara, masa depan bisa terlihat dengan jelas bila ancaman dari benteng ini semakin bertambah, demikian katanya.
Kedua kelompok Al-Qaeda ini saling bersaing dan juga berkolaborasi saat ini dalam kekerasan yang mengoyak Suriah dan Irak. Kelompok yang paling tua dan paling bahaya adalah Islamic State of Iraq and al Shams(ISIS). Al Shams artinya "Great Syria" yang terdiri dari Suriah, Lebanon, Jordan dan Israel-Palestina - mengandung arti bagaimana besarnya ambisi dari ISIS. Kelompok ini bertujuan untuk menghapus perbatasan dari timur tengah modern yang telah dibuat di abad yang lalu oleh Winston Churchil setelah perang dunia I dan untuk menjalankan sebuah negara Islam di wilayah tersebut. Setiap minggu ISIS terus melakukan banyak operasi di Suriah dan Irak.
Amir dari ISIS adalah seorang sosok yang disamarkan dengan memakai nama Abu Bakr al Quraishi al Husayni al BAghdadi. Dia adalah penerus yang ke empat setelah 3 orang pendahulunya tewas di kantor. Dikabarkan bila dia adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad dan namanya memperlihatkan status ini yang terhubung dengan suku dan keluarga dari Nabi. Menurutu biographi yang ada dikatakan bila dia adalah seorang ulama Islam dengan gelar Ph. D dan pengarang sebuah buku Islam. Dia bergabung dengan Al-Qaeda ketika Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003 dan merupakan pendukung awal dari Abu Musaib Zarqawi, seorang pendiri Al-Qaeda di Irak. Latar belakang Baghdadi membuatnya menjadi sosok tangguh dalam gerakan jihad global.
Kelompok kedua adalah Jabhat al Nusra. Kelompok ini juga bentukan dari Al-Qaeda di Irak pada tahun 2012. Dipimpin oleh seorang sosok bayangan lainnya yang bernama Abu Muhammad al Golani. Dia pun murid dari Zaeqawi dan dikirim oleh Al-Qaeda di Irak untuk membuat Jabat al-Nusra setelah revolusi Suriah melawan Bashar al-Assad dimulai. Rezim Assad sendiri menyatakan telah membunuh Golani, namun hal ini masih belum bisa dikonfirmasi.
Kedua kelompok ini mengundang sukarelawan asing dari berbagai tempat di dunia Islam untuk bergabung dengan mereka untuk berjuang di Suriah dan Irak. Menurut penuturannya, otoritas Saudi telah menginformasikan kepadanya bahwa lebih dari seribu warga Saudi telah pergi berperang bersama Al-Qaeda di Suriah dan diperkirakan jumlah aslinya kemungkinan bisa dua kali lipat. Menurut pengamat di Amman Yordania, 800 warga Yordania diperkirakan ikut bergabung dalam peperangan dan lebih dari 100 warganya telah tewas dalam peperangan di Suriah. Beberapa jihadist dari Yordania menjadi pimpinan senior di Jabhat al-Nusra. Raja Saudi Arabia dan Yordania khawatir ketika para pejuang in kembali ke negaranya sendiri, belum lagi senjata dan dana yang mereka kirimkan ke oposisi Suriah sering kali pula berakhir di tangan Al-Qaeda.
Kepala intelejen Inggris MI5 mengeluarkan pernyataan di minggu ini bahwa diperkirakan jumlah warga Inggris muslim yang telah pergi berperang di Suriah ada ratusan. Instusi keamanan di berbagai negara eropa juga melaporkan fenomena yang sama dimana lusinan warga muslim yang marah pergi ke Suriah dan Irak untuk pelatihan perang. Mereka pun suatu saat akan kembali ke negaranya masing-masing.
Benteng Al-Qaeda berada di tengah dunia Arab dan Timur Tengah, tidak seperti benteng Al-Qaeda lainnya yang berada di Afganistan sebelum tahun 2001 atau di Yaman, Somalia dan Afrika Utara saat ini. Benteng ini bukan berada di pinggiran timur tengah, tapi tepat dijantung Timur Tengah yang membuatnya semakin lebih berbahaya. Pihak keamanan Yordania juga telah menggagalkan sebuah usaha oleh al-Nusra untuk melakukan beberapa serangan terhadap beberapa kedubes dan mall. Bendera hitam yang dikibarkan oleh pendukung Al-Qaeda telah terlihat di beberapa kota di Yordania seperti Maan dan Zarqa. Kondisi yang sama juga terjadi di kota-kota di Lebanon yang menyebabkan Turki dan Israel menjadi semakin tegang.
Perkembangan yang pesat dari Al-Qaeda di Suriah di dua tahun terakhir dan perkembangan terbaru dari Irak adalah bagian dari munculnya generasi ketiga dari Al-Qaeda yang telah mengambil tempat setelah kematian dari Osama bin Laden dan sejak permulaan dari Arab Spring. SEtelah dikejutkan oleh revolusi yang menyapu dunia arab, Al Qaeda telah memanfaatkan kekacauan, pelanggaran hukum dan ketertiban untuk membangun atau memperluas pengaruhnya di Yaman, Libya, Aljazair, Mali dan sekarang semakin meningkat di Mesir serta di Suriah dan Irak.
Kudeta militer yang terjadi di Mesir baru-baru saja dijadikan bukti boleh beberapa pemimpin Al-Qaeda sebagai bukti bahwa demokrasi, Twitter dan demonstrasi damai telah gagal untuk membawa perubahan yang nyata dan hanya jihad yang bisa menjawab masalah Islam. Semakin lama perang sipil terjadi di Suriah dan Irak, semakin membaur mereka dalam sebuah konflik dan semakin luas mereka menyediakan tempat untuk gerakan Al-Qaeda lainnya. Pengaruhnya terhadap keamanan di wilayah dan seluruh dunia sangat menakutkan.
Demikian menurut Bruce Riedel secara panjang lebar sesuai release yang dikeluarkan oleh Daily Beast.
sumber: dailybeast
Al-Qaeda membangun benteng pertahanan paling berbahaya yang pernah ada di perbatasan antara Suriah dan Irak. Ratusan jihadist baru berbondong-bondong datang ke medan perang yang berada di jantung Timur Tengah ini. Dengan kondisi ini dimana perang saudara sedang terjadi di dua negara, masa depan bisa terlihat dengan jelas bila ancaman dari benteng ini semakin bertambah, demikian katanya.
Kedua kelompok Al-Qaeda ini saling bersaing dan juga berkolaborasi saat ini dalam kekerasan yang mengoyak Suriah dan Irak. Kelompok yang paling tua dan paling bahaya adalah Islamic State of Iraq and al Shams(ISIS). Al Shams artinya "Great Syria" yang terdiri dari Suriah, Lebanon, Jordan dan Israel-Palestina - mengandung arti bagaimana besarnya ambisi dari ISIS. Kelompok ini bertujuan untuk menghapus perbatasan dari timur tengah modern yang telah dibuat di abad yang lalu oleh Winston Churchil setelah perang dunia I dan untuk menjalankan sebuah negara Islam di wilayah tersebut. Setiap minggu ISIS terus melakukan banyak operasi di Suriah dan Irak.
Amir dari ISIS adalah seorang sosok yang disamarkan dengan memakai nama Abu Bakr al Quraishi al Husayni al BAghdadi. Dia adalah penerus yang ke empat setelah 3 orang pendahulunya tewas di kantor. Dikabarkan bila dia adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad dan namanya memperlihatkan status ini yang terhubung dengan suku dan keluarga dari Nabi. Menurutu biographi yang ada dikatakan bila dia adalah seorang ulama Islam dengan gelar Ph. D dan pengarang sebuah buku Islam. Dia bergabung dengan Al-Qaeda ketika Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003 dan merupakan pendukung awal dari Abu Musaib Zarqawi, seorang pendiri Al-Qaeda di Irak. Latar belakang Baghdadi membuatnya menjadi sosok tangguh dalam gerakan jihad global.
Kelompok kedua adalah Jabhat al Nusra. Kelompok ini juga bentukan dari Al-Qaeda di Irak pada tahun 2012. Dipimpin oleh seorang sosok bayangan lainnya yang bernama Abu Muhammad al Golani. Dia pun murid dari Zaeqawi dan dikirim oleh Al-Qaeda di Irak untuk membuat Jabat al-Nusra setelah revolusi Suriah melawan Bashar al-Assad dimulai. Rezim Assad sendiri menyatakan telah membunuh Golani, namun hal ini masih belum bisa dikonfirmasi.
Kedua kelompok ini mengundang sukarelawan asing dari berbagai tempat di dunia Islam untuk bergabung dengan mereka untuk berjuang di Suriah dan Irak. Menurut penuturannya, otoritas Saudi telah menginformasikan kepadanya bahwa lebih dari seribu warga Saudi telah pergi berperang bersama Al-Qaeda di Suriah dan diperkirakan jumlah aslinya kemungkinan bisa dua kali lipat. Menurut pengamat di Amman Yordania, 800 warga Yordania diperkirakan ikut bergabung dalam peperangan dan lebih dari 100 warganya telah tewas dalam peperangan di Suriah. Beberapa jihadist dari Yordania menjadi pimpinan senior di Jabhat al-Nusra. Raja Saudi Arabia dan Yordania khawatir ketika para pejuang in kembali ke negaranya sendiri, belum lagi senjata dan dana yang mereka kirimkan ke oposisi Suriah sering kali pula berakhir di tangan Al-Qaeda.
Kepala intelejen Inggris MI5 mengeluarkan pernyataan di minggu ini bahwa diperkirakan jumlah warga Inggris muslim yang telah pergi berperang di Suriah ada ratusan. Instusi keamanan di berbagai negara eropa juga melaporkan fenomena yang sama dimana lusinan warga muslim yang marah pergi ke Suriah dan Irak untuk pelatihan perang. Mereka pun suatu saat akan kembali ke negaranya masing-masing.
Benteng Al-Qaeda berada di tengah dunia Arab dan Timur Tengah, tidak seperti benteng Al-Qaeda lainnya yang berada di Afganistan sebelum tahun 2001 atau di Yaman, Somalia dan Afrika Utara saat ini. Benteng ini bukan berada di pinggiran timur tengah, tapi tepat dijantung Timur Tengah yang membuatnya semakin lebih berbahaya. Pihak keamanan Yordania juga telah menggagalkan sebuah usaha oleh al-Nusra untuk melakukan beberapa serangan terhadap beberapa kedubes dan mall. Bendera hitam yang dikibarkan oleh pendukung Al-Qaeda telah terlihat di beberapa kota di Yordania seperti Maan dan Zarqa. Kondisi yang sama juga terjadi di kota-kota di Lebanon yang menyebabkan Turki dan Israel menjadi semakin tegang.
Perkembangan yang pesat dari Al-Qaeda di Suriah di dua tahun terakhir dan perkembangan terbaru dari Irak adalah bagian dari munculnya generasi ketiga dari Al-Qaeda yang telah mengambil tempat setelah kematian dari Osama bin Laden dan sejak permulaan dari Arab Spring. SEtelah dikejutkan oleh revolusi yang menyapu dunia arab, Al Qaeda telah memanfaatkan kekacauan, pelanggaran hukum dan ketertiban untuk membangun atau memperluas pengaruhnya di Yaman, Libya, Aljazair, Mali dan sekarang semakin meningkat di Mesir serta di Suriah dan Irak.
Kudeta militer yang terjadi di Mesir baru-baru saja dijadikan bukti boleh beberapa pemimpin Al-Qaeda sebagai bukti bahwa demokrasi, Twitter dan demonstrasi damai telah gagal untuk membawa perubahan yang nyata dan hanya jihad yang bisa menjawab masalah Islam. Semakin lama perang sipil terjadi di Suriah dan Irak, semakin membaur mereka dalam sebuah konflik dan semakin luas mereka menyediakan tempat untuk gerakan Al-Qaeda lainnya. Pengaruhnya terhadap keamanan di wilayah dan seluruh dunia sangat menakutkan.
Demikian menurut Bruce Riedel secara panjang lebar sesuai release yang dikeluarkan oleh Daily Beast.
sumber: dailybeast
Senin, 11 November 2013
Irak Mengawasi Kelompok Pejuang Kurdi di Suriah
Dengan perkembangan terakhir dimana kelompok pejuang Kurdi menunjukkan kekuatan militernya di utara Suriah, Baghdad terus memonitor keberadaan kelompok ini mengingat kelompok Kurdi akan mengancam stabilitas dari Irak. Kelompok Kurdi dan kelompok yang terhubung ke Al-Qaeda telah berperang selama beberapa minggu atas beberapa wilayah.
Kelompok Kurdi pada bulan Oktober kemarin berhasil menguasai wilayah Al-Yaarubia setelah pertempuran yang sengit di medan perang sebelah timur. Irak dan Suriah mempunyai garis perbatasan sepanjang 600km dimana kelompok pejuang dari Al-Qaeda dan Kurdi saling bersaing untuk mendapatkannya.
Baghdad sendiri juga khawatir terhadap kelompok Al-Qaeda dimana bagi kelompok ini, perbatasan ini merupakan sebuah jalur untuk menyelundupkan bahan peledak, pejuang dan pembom bunuh diri.
"Perbatasan ini adalah sebuah titik yang sangat penting untuk Al-Qaeda maupun Kurdi Suriah", demikian kata Ali al-Haidari seorang pengamat keamanan di Baghdad. "Dan pada saat bersamaan hal ini juga mengancam keamanan pemerintahan juga".
Pasukan keamanan Irak memperkuat kekuatan mereka di perbatasan ketika pertempuran terjadi dengan sengitnya di perbatasan. Mereka berusaha untuk mencegah para pejuang memasuki wilayah Irak ketika mereka terdesak.
Menurut Aymenn al-Tamimi seorang anggota think-thank forum timur tengah menyatakan bila pertempuran di Iraq dan Suriah bagi kelompok Al-Qaeda adalah pertempuran Ideologi. Menurutnya, Al-Qaeda menempatkan pertempuran di wilayah ini adalah sebuah pertempuran besar yang utuh. Dia mengingatkan bila dikuasainya Al-Yaarubia bukan berarti pertempuran akan berakhir.
"Ini tidak akan berhenti", demikian kata Tamimi. "Ini akan menyebabkan situasi yang sangat buruk terhadap pemerintahan irak".
Irak telah menyampaikan kekhawatirannya bahwa pertumpahan darah di Suriah akan berimbas kepada negara itu. Kekacauan di Iraw secara dramatis telah meningkat di beberapa bulan terakhir. Lebih banyak korban tewa di bukan Oktober dibandingkan dengan korban tewas digabungkan di 3 bulan awal tahun 2013. Pertempuran di perbatasan telah membuat militan Sunni yang terhubung dengan Al-Qaeda semakin berani melawan pemerintahan Irak yang dipimpin Shiah.
sumber: AFP
Kelompok Kurdi pada bulan Oktober kemarin berhasil menguasai wilayah Al-Yaarubia setelah pertempuran yang sengit di medan perang sebelah timur. Irak dan Suriah mempunyai garis perbatasan sepanjang 600km dimana kelompok pejuang dari Al-Qaeda dan Kurdi saling bersaing untuk mendapatkannya.
Baghdad sendiri juga khawatir terhadap kelompok Al-Qaeda dimana bagi kelompok ini, perbatasan ini merupakan sebuah jalur untuk menyelundupkan bahan peledak, pejuang dan pembom bunuh diri.
"Perbatasan ini adalah sebuah titik yang sangat penting untuk Al-Qaeda maupun Kurdi Suriah", demikian kata Ali al-Haidari seorang pengamat keamanan di Baghdad. "Dan pada saat bersamaan hal ini juga mengancam keamanan pemerintahan juga".
Pasukan keamanan Irak memperkuat kekuatan mereka di perbatasan ketika pertempuran terjadi dengan sengitnya di perbatasan. Mereka berusaha untuk mencegah para pejuang memasuki wilayah Irak ketika mereka terdesak.
Menurut Aymenn al-Tamimi seorang anggota think-thank forum timur tengah menyatakan bila pertempuran di Iraq dan Suriah bagi kelompok Al-Qaeda adalah pertempuran Ideologi. Menurutnya, Al-Qaeda menempatkan pertempuran di wilayah ini adalah sebuah pertempuran besar yang utuh. Dia mengingatkan bila dikuasainya Al-Yaarubia bukan berarti pertempuran akan berakhir.
"Ini tidak akan berhenti", demikian kata Tamimi. "Ini akan menyebabkan situasi yang sangat buruk terhadap pemerintahan irak".
Irak telah menyampaikan kekhawatirannya bahwa pertumpahan darah di Suriah akan berimbas kepada negara itu. Kekacauan di Iraw secara dramatis telah meningkat di beberapa bulan terakhir. Lebih banyak korban tewa di bukan Oktober dibandingkan dengan korban tewas digabungkan di 3 bulan awal tahun 2013. Pertempuran di perbatasan telah membuat militan Sunni yang terhubung dengan Al-Qaeda semakin berani melawan pemerintahan Irak yang dipimpin Shiah.
sumber: AFP
Jumat, 08 November 2013
BREAKING NEWS: Bantahan Dari Jihadist, Pembubaran ISIS Dusta
Berita tentang perintah pembubaran ISIS oleh Ayman Zawahiri benar-benar menggemparkan. Namun ternyata mayoritas Islam garis keras menyatakan bila kabar itu kemungkinan besar adalah kabar dusta sebagaimana apa yang telah pernah dilakukan oleh Al-Jazeera pada Juni 2013 lalu. Berita ini sendiri belum bisa dikonfirmasi kebenarannya dari situs-situs dan forum-forum jihadist Islam Garis keras yang ada.
Kecurigaan dari warga jihadist ini beralasan mengingat Al-Jazeera juga melemparkan issue yang sama beberapa bulan sebelumnya dengan cara yang sedikit berbeda. Sebelum ini, pada sekitar tanggal 10 Juni 2013 lalu, beberapa saat setelah deklarasi pembentukan Daulah Islam Iraq dan Syam, Aljazeera mengklaim secara eksklusif mendapatkan salinan lengkap surat perintah dari Syaikh Ayman adz Dzowahiriy pada Mujahidin Syam. Beberapa poin isi dalam risalah tersebut adalah, Daulah Islam tetap dalam wilayah yurisdiksi lama seperti sebelumnya di Iraq, sementara komando Suriah hanya dipegang oleh Jabhat al Nusrah.
Juga dalam surat itu dikatakan bila Ayman hanya mengakui Jabhat al Nusra saja, sedangkan ISIS hanya diperkenankan beroperasi di wilayah Irak. Surat ini menjadi pembicaraan panas forum-forum jihadist dan akhirnya diambil kesimpulan bila ini kabar dusta dikarenakan tidak memiliki release resmi dari sayap media Al-Qaeda Pusat As Sahab, tapi malah di release di media umum Al-Jazeera.
Dengan adanya rekaman audio ini, para jihadist langsung berpendapat bila ini adalah pengulangan model serupa dari beberapa bulan lalu mengingat tidak ada bukti otentik dan release resmi di komunitas jihadist. Dan lagi-lagi, isue terbaru ini pun dikeluarkan disitus media umum.
Berita yang direlease itupun bilapun benar, tetap mengandung banyak kejanggalan di komunitas jihadist. Beberapa diantaranya:
Dari situasi Suriah sendiri ISI terlihat memang telah menguasai banyak wilayah dengan menerapkan syariah Islam sebagai dasar hukum disana. Di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS, baligo-baligo dan institusi pendidikan maupun pengadilan berdiri. Belasan ketua suku dari berbagai wilayah Suriah juga telah memberikan janji taatnya kepada ISIS. Belum diketahui dengan benar apakah isue yang muncul ini benar atau hanyalah propaganda barat saja.
dari berbagai sumber dan SA
Kecurigaan dari warga jihadist ini beralasan mengingat Al-Jazeera juga melemparkan issue yang sama beberapa bulan sebelumnya dengan cara yang sedikit berbeda. Sebelum ini, pada sekitar tanggal 10 Juni 2013 lalu, beberapa saat setelah deklarasi pembentukan Daulah Islam Iraq dan Syam, Aljazeera mengklaim secara eksklusif mendapatkan salinan lengkap surat perintah dari Syaikh Ayman adz Dzowahiriy pada Mujahidin Syam. Beberapa poin isi dalam risalah tersebut adalah, Daulah Islam tetap dalam wilayah yurisdiksi lama seperti sebelumnya di Iraq, sementara komando Suriah hanya dipegang oleh Jabhat al Nusrah.
![]() |
| Surat pernyataan Ayman Zawahiri yang diyakini palsu |
Dengan adanya rekaman audio ini, para jihadist langsung berpendapat bila ini adalah pengulangan model serupa dari beberapa bulan lalu mengingat tidak ada bukti otentik dan release resmi di komunitas jihadist. Dan lagi-lagi, isue terbaru ini pun dikeluarkan disitus media umum.
Berita yang direlease itupun bilapun benar, tetap mengandung banyak kejanggalan di komunitas jihadist. Beberapa diantaranya:
- ISIS bukanlah cabang Al-Qaeda seperti yang digembar gemborkan oleh barat. Menurut mereka, ISIS berdiri atas hasil musyawarah bersama antar kelompok perjuangan di Irak. Dan Tandzim Al-Qaeda di Irak hanyalah satu satu dari banyak kelompok-kelompok tersebut.
- Menurut mereka, struktur organisasi secara Islami seharusnya Amirul Mukminin Daulah (ISIS) lebih tinggi dari posisi Amir Jama'ah (Al-Qaeda). Oleh karenanya, Al-Qaeda Pusat di Khurasan memberikan ketaatannya kepada Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan - Mullah Muhammad Umar.
Dari situasi Suriah sendiri ISI terlihat memang telah menguasai banyak wilayah dengan menerapkan syariah Islam sebagai dasar hukum disana. Di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS, baligo-baligo dan institusi pendidikan maupun pengadilan berdiri. Belasan ketua suku dari berbagai wilayah Suriah juga telah memberikan janji taatnya kepada ISIS. Belum diketahui dengan benar apakah isue yang muncul ini benar atau hanyalah propaganda barat saja.
dari berbagai sumber dan SA
BREAKING NEWS - Point-point Pernyataan dari Ayman Zawahiri Terhadap ISIS dan Nusra Front
Nusra Front di dirikan awal 2012, dan April tahun ini ISIS dibentuk oleh al-Bagdadi. Sebelumnya, Al-Bagdadi memerintahkan penggabungan Nusra Front dengan ISIS, namun pernyataan ini ditolak oleh Golani di hari berikutnya yang menyatakan bila dia hanya taat kepada perintah Al-Qaeda pusat.
Ada 14 point yang disampaikan dalam pernyataan Ayman Zawahiri tersebut. Dalam 4 point awal, Zawahiri memerintahkan pembubaran ISIS dan menyatakan bila kelompok ini harus melanjutkan rencana sebelumnya sebagai Islamic State of Iraq, sedangkan Nusra Front melanjutkan sebagai kelompok independen cabang dari Al-Qaeda. Zawahiri juga menjelaskan "wilaya makaniyya" atau area dari aktifitas politik dimana setiap group mempunyai tanggung jawab masing-masing. Islamic State of Iraq harus tetap di Iraq dan Nusra Front diberikan kekuasaan di Suriah.
Dalam point 7 dan 8, Zwahiri mengumumkan bila kedua pemimpin, Bahdadi dan Golani telah ditunjuk sebagai pimpinan kedua kelompok ini sebagai "emir" untuk peiode 1 tahun.
Setelah itu, Dewan Shura dari setiap kelompok harus membuat laporan atas segala kegiatan mereka kepada pimpinan Al-Qaeda, yang nantinya pusat akan menentukan apakah tetap mempertahankan mereka atau mentransfer mereka ke tempat lain.
Dalam point 9 dan 10, Sawahiri memerintahkan setiap grup untuk saling mendukung dengan tentara, senjata dan dana. Dan untuk 4 point terakhir, pimpinan Al-Qaeda meminta untuk tidak melakukan serangan kepada kelompok jihadist atau muslim lainnya tanpa bukti legal yang cukup.
Dalam proses re-shuffle ini, Zawahiri juga menambahkan agar "Muslim tidak ada ada yang dihukum karena merubah-rubah ketaatan, meskipun bila mereka salah" dalam melakukannya.
Membuat pertumpahan darah dari warga muslim yang tidak berdosa akan dihukum sangat berat, demikian dia menambahkan.
sumber: ZA
Ada 14 point yang disampaikan dalam pernyataan Ayman Zawahiri tersebut. Dalam 4 point awal, Zawahiri memerintahkan pembubaran ISIS dan menyatakan bila kelompok ini harus melanjutkan rencana sebelumnya sebagai Islamic State of Iraq, sedangkan Nusra Front melanjutkan sebagai kelompok independen cabang dari Al-Qaeda. Zawahiri juga menjelaskan "wilaya makaniyya" atau area dari aktifitas politik dimana setiap group mempunyai tanggung jawab masing-masing. Islamic State of Iraq harus tetap di Iraq dan Nusra Front diberikan kekuasaan di Suriah.
Dalam point 7 dan 8, Zwahiri mengumumkan bila kedua pemimpin, Bahdadi dan Golani telah ditunjuk sebagai pimpinan kedua kelompok ini sebagai "emir" untuk peiode 1 tahun.
Setelah itu, Dewan Shura dari setiap kelompok harus membuat laporan atas segala kegiatan mereka kepada pimpinan Al-Qaeda, yang nantinya pusat akan menentukan apakah tetap mempertahankan mereka atau mentransfer mereka ke tempat lain.
Dalam point 9 dan 10, Sawahiri memerintahkan setiap grup untuk saling mendukung dengan tentara, senjata dan dana. Dan untuk 4 point terakhir, pimpinan Al-Qaeda meminta untuk tidak melakukan serangan kepada kelompok jihadist atau muslim lainnya tanpa bukti legal yang cukup.
Dalam proses re-shuffle ini, Zawahiri juga menambahkan agar "Muslim tidak ada ada yang dihukum karena merubah-rubah ketaatan, meskipun bila mereka salah" dalam melakukannya.
Membuat pertumpahan darah dari warga muslim yang tidak berdosa akan dihukum sangat berat, demikian dia menambahkan.
sumber: ZA
BREAKING NEWS - Pimpinan Al-Qaeda Membubarkan ISIS
Pimpinan Al-Qaeda Ayman Zawahiri telah mengumumkan bahwa kelompok pemberontak Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) akan dibubarkan dan hanya menempatkan Jabhat Nusra untuk melanjutkan operasinya di daerah Syria.
Juru bicara Zawahiri memberitahukan kepada Al-Jazeera bila pimpinan ISIS - Abu Bakr al-Baghdadi, mulai sekarang hanya akan beroperasi di Iraq. Hal ini akan membuat Suriah berada dibawah operasi Jabhat Nusra dengan pemimpinnya yaitu Abu Mohammad Golani.
"Abu Bakr al-Bahgdadi telah membuat kesalahan dengan membentuk ISIS tanpa berkonsultasi", demikian menurut pernyataan tersebut.
Ini juga menjadi bukti lebih lanjut bila pimpinan kelompok Nusra - Golani, masih hidup dan aktif setelah lama menghilang tidak ada kabar. Rumor pun beredar di media bila dia telah tewas.
Dengan adanya pernyataan ini, keberadaan dua kelompok yang terhubung dengan Al-Qaeda yang bekerja secara sendiri-sendiri adalah sebuah bukti dari kurang baiknya organisasi dan komunikasi di dalam kelompok Al-Qaeda.
Golani awalnya dikirim oleh kepala Al-Qaeda di Iraq yaitu Abu Bakr al-Baghdadi, untuk memimpin pertempuran melawan rezim Assad di Suriah. Golani kemudian dipanggil oleh al-Baghdadi yang telah membuat ISIS dibawah komandonya. Golani menolak untuk membubarkan kelompoknya yang diberi nama Nusra Front, dia berpendapat bila dia hanya menjawab terhadap pimpinan pusat Al-Qaeda yaitu Ayman Zawahiri.
sumber: aljazeera
Juru bicara Zawahiri memberitahukan kepada Al-Jazeera bila pimpinan ISIS - Abu Bakr al-Baghdadi, mulai sekarang hanya akan beroperasi di Iraq. Hal ini akan membuat Suriah berada dibawah operasi Jabhat Nusra dengan pemimpinnya yaitu Abu Mohammad Golani.
"Abu Bakr al-Bahgdadi telah membuat kesalahan dengan membentuk ISIS tanpa berkonsultasi", demikian menurut pernyataan tersebut.
Ini juga menjadi bukti lebih lanjut bila pimpinan kelompok Nusra - Golani, masih hidup dan aktif setelah lama menghilang tidak ada kabar. Rumor pun beredar di media bila dia telah tewas.
Dengan adanya pernyataan ini, keberadaan dua kelompok yang terhubung dengan Al-Qaeda yang bekerja secara sendiri-sendiri adalah sebuah bukti dari kurang baiknya organisasi dan komunikasi di dalam kelompok Al-Qaeda.
Golani awalnya dikirim oleh kepala Al-Qaeda di Iraq yaitu Abu Bakr al-Baghdadi, untuk memimpin pertempuran melawan rezim Assad di Suriah. Golani kemudian dipanggil oleh al-Baghdadi yang telah membuat ISIS dibawah komandonya. Golani menolak untuk membubarkan kelompoknya yang diberi nama Nusra Front, dia berpendapat bila dia hanya menjawab terhadap pimpinan pusat Al-Qaeda yaitu Ayman Zawahiri.
sumber: aljazeera
Kamis, 07 November 2013
Pertempuran Sengit Terjadi di Aleppo, Pasukan Assad Berang
Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) telah berhasil menguasai wilayah utama di Aleppo dan membunuh setidaknya 20 tentara Bashar al-Assad. Demikian menurut sumber berita yang bisa dikonfirmasi oleh Zaman Alwasl, harian berita Syria yang independen. Sebagai pembalasan, pesawat-pesawat tempur Assad memborbardir wilayah Aleppo yang menghancurkan beberapa installasi listrik. Konsekwensinya hampir sebagian besar area Aleppo mengalami pemadaman listrik.
Keberangan pasukan assad juga ditumpahkan kepada para tahanan politik yang berada di aleppo dengan menembaki penjara-penjara mereka. setidaknya seorang tahanan tewas dan 8 lainnya terluka. Demikian menurut Ghassan Yassin, seorang aktifis lokal di facebooknya.
Dia menuduh mereka telah menempatkan nasib Suriah sebagai bahan pertukaran untuk tujuan mereka sendiri.
Loai Miqdad, juru bicara penasehat politik supreme council FSA menyatakan bila Qaidi adalah seorang tokoh penting dari oposisi di Suriah. Miqdad mengkonfirmasi bahwa meskipun Qaidi telah mengundurkan diri dari pimpinan militer, dia akan tetap berperang bersama-sama dengan pasukan pemberontak di Suriah.
Qaidi bergabung dengan FSA setelah membelot dari militer Syria di awal tahun 2012. Dia menyatakan salah satu alasan lain dari mundurnya dia dari tampuk piminan militer Aleppo adalah jatuhnya wilayah Saeira dan Azyziyah, dua buah kota penting yang menjadi rute utama untuk mengirimkan obat-obatan dan bala bantuan ke wilayah Aleppo yang dikuasai Assad.
sumber: ZA
Keberangan pasukan assad juga ditumpahkan kepada para tahanan politik yang berada di aleppo dengan menembaki penjara-penjara mereka. setidaknya seorang tahanan tewas dan 8 lainnya terluka. Demikian menurut Ghassan Yassin, seorang aktifis lokal di facebooknya.
Pergantian Pimpinan FSA di Aleppo
Sebelumnya juga dikabarkan pimpinan militer FSA di Aleppo yaitu Abdul Jabbar al-Qaidi mengundurkan diri dan digantikan oleh Abdul Salam Hamidi. Qaidi menyatakan pengunduran dirinya dari dewan revolusi tersebut pada hari Minggu sebagai bentuk protest terhadap komunitas internasional dan masyarakat barat yang telah melakukan pembiaran terhadap warga Suriah.Dia menuduh mereka telah menempatkan nasib Suriah sebagai bahan pertukaran untuk tujuan mereka sendiri.
Loai Miqdad, juru bicara penasehat politik supreme council FSA menyatakan bila Qaidi adalah seorang tokoh penting dari oposisi di Suriah. Miqdad mengkonfirmasi bahwa meskipun Qaidi telah mengundurkan diri dari pimpinan militer, dia akan tetap berperang bersama-sama dengan pasukan pemberontak di Suriah.
Qaidi bergabung dengan FSA setelah membelot dari militer Syria di awal tahun 2012. Dia menyatakan salah satu alasan lain dari mundurnya dia dari tampuk piminan militer Aleppo adalah jatuhnya wilayah Saeira dan Azyziyah, dua buah kota penting yang menjadi rute utama untuk mengirimkan obat-obatan dan bala bantuan ke wilayah Aleppo yang dikuasai Assad.
sumber: ZA
Rabu, 06 November 2013
ISIS Semakin Kuat di Perbatasan Turki dan Suriah
Dari sebuah berita yang diliput oleh wartawan CNN - Nick Paton Walsh - kemarin, dikatakan bila Islamic State of Iraq and Shaam (ISIS) - semakin kuat kedudukannya di wilayah Suriah. ISIS yang oleh USA dihubungkan dengan kelompok Al-Qaeda saat ini menjadi kelompok perlawanan terkuat terhadap Bashar Assad di Suriah. Kota Raqqa, Idlib dan banyak wilayah lainnya saat ini dibawah kekuasaan ISIS yang menerapkan hukum-hukum syariah bagi wilayah yang dikuasainya. Selain itu, dukungan dari warga Suriah termasuk suku-suku yang ada disana juga sangat besar.
Dalam liputan yang dilakukan oleh Nick di Turki, dia melihat bagaimana ratusan warga asing yang mengalir memasuki Suriah dari wilayah Turki. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat bagaimana warga negara dari Inggris, Libya, Mesir, Mauritinia, dan lain-lain berada dalam kelompok-kelompok kecil berkumpul dahulu di rumah singgah di Turki sebelum malamnya berangkat menuju wilayah Suriah. Dari tempatnya dia meliput di Turki, dia bisa melihat bendera ISIS dengan warna hitam melambai-lambai dengan jarah ratusan meter saja dari daerah Turki.
Menurut liputannya, semakin banyaknya warga negara asing yang datang ke wilayah Suriah ini terjadi setelah terjadinya serangan kimia oleh rezim Assad kepada warga Suriah. Dikatakan lonjakan warga asing yang datang ke Suriah mencapai 3 atau 4 kali lipat dari biasanya. Dengan tidak terjun langsungnya Amerika dalam konflik Suriah dan membiarkan terjadinya serangan kimia tanpa tindakan, dianggap oleh warga muslim yang bergabung kesana sebagai bentuk keberpihakan dari USA yang sebenarnya sama saja dengan Assad. Dikatakan bila warga asing yang bergabung dengan ISIS pun menargetkan bila barat sebagai musuh mereka.
Perang yang terjadi di Suriah menurut pejuang yang bergabung adalah salah satu rangkaian dari Perang Besar terakhir di akhir jaman. Nick melihat bagaimana para warga asing tersebut menangis tersedu-sedu dan berlutut ketika sampai di tanah suriah. Bahkan sebagian dari mereka menunjukkan kebahagiannya ketika bisa bergabung dalam peperangan ini. Ini adalah akibat dari tidak pedulinya Amerika untuk menghukum Assad. Demikian menurut Nick dari Turki.
source: http://edition.cnn.com
Langganan:
Postingan (Atom)







