Pembicaraan damai dengan Israel akan terus berlanjut selama sembilan bulan penuh yang telah disepakati dengan Washington"terlepas dari apa yang terjadi di darat", demikian menurut Presiden Palestina Mahmud Abbas kepada AFP, Minggu.
Dalam sebuah wawancara eksklusif di markas Muqataa di Ramallah, pemimpin Palestina juga menyerukan penyelidikan internasional untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian Yasser Arafat setelah para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar ia diracuni.
Berbicara menjelang kunjungan utama Presiden Prancis Francois Hollande, Abbas menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong maju pembicaraan perdamaian dukungan AS, meskipun marah besar atas pembangunan permukiman Israel.
"Kami telah berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi selama sembilan bulan, terlepas dari apa yang terjadi di lapangan," katanya kepada AFP.
"Kami berkomitmen dan menjalani perundingan sembilan bulan penuh, dan kemudian kami akan mengambil keputusan yang tepat," katanya.
Setelah berbulan-bulan dengan diplomasi intensif oleh Menlu AS John Kerry, Israel dan Palestina akhirnya setuju untuk memulai pembicaraan langsung pada akhir Juli dengan tujuan ambisius mencapai kesepakatan dalam waktu sembilan bulan.
Abbas mengatakan tim negosiator perdamaiannya yang dipimpin oleh Saeb Erakat, yang secara kolektif mengundurkan diri tiga hari yang lalu karena kegiatan permukiman Israel yang sedang berlangsung, akan tetap di tempat untuk sementara waktu.
"Delegasi telah menyerahkan pengunduran dirinya kepada kami, namun kita masih belum menerimanya. Para pemimpin Palestina sedang mempelajari itu dan hari ini mereka bertemu untuk membahas hal itu, tetapi memutuskan untuk mengambil waktu sedikit lebih lama untuk membuat keputusan," jelasnya.
Dia juga menuntut penyelidikan internasional untuk menentukan tanggung jawab atas kematian Arafat pada tahun 2004 informasi oleh para ahli laboratorium Swiss bila ia dibunuh oleh racun polonium.
"Kami memiliki indikasi bahwa presiden Yasser Arafat tidak mati karena usia tua atau penyakit tetapi bahwa ia meninggal karena keracunan," katanya, meringkas kesimpulan dipublikasikan awal bulan ini oleh para ilmuwan Swiss dan Rusia yang melakukan tes forensik pada Arafat.
"Ada indikasi ia diracun, jadi siapa yang meracuninya ? Dan yang mengirim racunnya ? Hal ini perlu investigasi," katanya.
"Itulah sebabnya kami menuntut penyelidikan internasional, seperti yang dituntut untuk Perancis ( pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon ) Rafiq Hariri, untuk menemukan siapa yang membunuh Yasser Arafat," katanya.
Arafat meninggal pada usia 75 di sebuah rumah sakit di dekat Paris pada tanggal 11 November 2004 setelah jatuh sakit sebulan sebelumnya. Dokter tidak dapat menentukan penyebab kematian dan tidak ada post-mortem dilakukan.
Masyarakat Palestina telah lama mendapatkan rumor bahwa Arafat dibunuh, dengan Israel sebagai pihak yang paling sering disalahkan. Tapi tidak pernah ada bukti apapun yang berhasil diajukan.
sumber: alarabiya
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Juru Runding Palestina Mengundurkan Diri Karena Pemukiman Israel
Juru Runding dari Palestina mengundurkan diri pada hari Rabu dari perundingan damai dengan Israel yang diprakarsai oleh Amerika. Hal itu terjadi setelah Israel melakukan pembangunan pemukiman baru, demikian dikatakan oleh Presiden Mahmoud Abbas Rabu kemarin.
Perundingan perdamaian yang baru dimulai pada July kemarin setelah 3 tahun lamanya vakum kemungkinan akan gagal setelah Israel memulai kembali program pengembangan pemukiman untuk Israel.
Presiden Abbas sendiri mengatakan bila perundingan damai bisa berlanjut meskipun dia tidak berada di dalam team. Hal ini dia katakan ketika diwawancarai oleh televisi CBC. Masih belum jelas dalam wawancara ini apakah semua juru runding dari Palestina mundur atau tidak, namun Abbas mengatakan bila dia memerlukan paling tidak satu minggu melanjutkan pembicaraan.
Salah satu juru runding dari Palestina SAeb Erakat menyatakan kepada Reuteur pada hari RAbu bila pembicaraan dengan Israel telah dibekukan, namun tidak disebutkan dalam pernyataannya apakah dia akan mengundurkan diri atau tidak.
"Dalam kenyataannya, negosiasi telah terhenti minggu lalu segera setelah pengumuman pembangunan pemukiman baru (Israel) pada minggu lalu", demikian katanya.
Israel telah mengumumkan rencana mereka untuk membangun pemukiman baru dengan jumlah sekitar 24.000 lebih rumah untuk warga Israel di dua wilayah yaitu Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Meskipun Amerika dan Palestina sudah mengingatkan bila langkah seperti itu akan mengancam pembicaraan damai.
PM Benjamin Netanyahu yang menjadi penasehat dari proyek pembangunan pemukiman ini telah memerintahkan penghentian proyek ini dan menyatakan bila proyek ini tanpa sepengetahuan dia.
sumber: alarabiya
Perundingan perdamaian yang baru dimulai pada July kemarin setelah 3 tahun lamanya vakum kemungkinan akan gagal setelah Israel memulai kembali program pengembangan pemukiman untuk Israel.
Presiden Abbas sendiri mengatakan bila perundingan damai bisa berlanjut meskipun dia tidak berada di dalam team. Hal ini dia katakan ketika diwawancarai oleh televisi CBC. Masih belum jelas dalam wawancara ini apakah semua juru runding dari Palestina mundur atau tidak, namun Abbas mengatakan bila dia memerlukan paling tidak satu minggu melanjutkan pembicaraan.
Salah satu juru runding dari Palestina SAeb Erakat menyatakan kepada Reuteur pada hari RAbu bila pembicaraan dengan Israel telah dibekukan, namun tidak disebutkan dalam pernyataannya apakah dia akan mengundurkan diri atau tidak.
"Dalam kenyataannya, negosiasi telah terhenti minggu lalu segera setelah pengumuman pembangunan pemukiman baru (Israel) pada minggu lalu", demikian katanya.
Israel telah mengumumkan rencana mereka untuk membangun pemukiman baru dengan jumlah sekitar 24.000 lebih rumah untuk warga Israel di dua wilayah yaitu Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Meskipun Amerika dan Palestina sudah mengingatkan bila langkah seperti itu akan mengancam pembicaraan damai.
PM Benjamin Netanyahu yang menjadi penasehat dari proyek pembangunan pemukiman ini telah memerintahkan penghentian proyek ini dan menyatakan bila proyek ini tanpa sepengetahuan dia.
sumber: alarabiya
Senin, 28 Oktober 2013
Serangan Balasan, Israel Luncurkan 2 Rudal ke Gaza
Serangan udara Israel menghantam wilayah timur Jalur Gaza, Palestina, beberapa jam setelah 2 roket ditembakkan ke wilayah negeri zionis. Ini adalah kali pertamanya serangan udara dilancarkan ke Gaza dalam kurun waktu lebih dari 2 bulan.
Saksi mata warga Palestina mengatakan, serangan menargetkan tempat latihan yang digunakan anggota Beit Lahiya sayap bersenjata Hamas yang berkuasa di Gaza. Tak ada korban luka apalagi tewas dilaporkan akibat serangan tersebut.
Pihak militer Israel menyebut, 2 roket yang menghantam Gaza adalah serangan balasan. "Sebagai respons atas serangan roket ke wilayah Israel, IDF (pihak militer) menargetkan 2 roket ke Gaza," demikian pernyataan militer Israel, seperti dimuat Al Arabiya, Senin (28/10/2013).
Senin dini hari, militer Israel mengatakan, dua roket yang ditembakkan ke Gaza tak menimbulkan kerusakan atau korban. Serangan dilakukan setelah Israel menyetujui pembebasan 26 tahanan Palestina yang akan dilepas pada Selasa besok. Itu akan jadi pembebasan tahanan kedua berdasarkan ketentuan dari pembicaraan perdamaian langsung yang didukung AS yang dimulai pada akhir Juli -- setelah absen hampir 3 tahun.
Pihak militer Israel menyebut, 2 roket yang menghantam Gaza adalah serangan balasan. "Sebagai respons atas serangan roket ke wilayah Israel, IDF (pihak militer) menargetkan 2 roket ke Gaza," demikian pernyataan militer Israel, seperti dimuat Al Arabiya, Senin (28/10/2013).
Senin dini hari, militer Israel mengatakan, dua roket yang ditembakkan ke Gaza tak menimbulkan kerusakan atau korban. Serangan dilakukan setelah Israel menyetujui pembebasan 26 tahanan Palestina yang akan dilepas pada Selasa besok. Itu akan jadi pembebasan tahanan kedua berdasarkan ketentuan dari pembicaraan perdamaian langsung yang didukung AS yang dimulai pada akhir Juli -- setelah absen hampir 3 tahun.
Sabtu, 21 September 2013
Bantu Warga Palestina, Diplomat Eropa Dipukuli Tentara Israel
Marion Fesnau-Casting Ditodong Senjata oleh Israel
Tim diplomat dari Uni Eropa dilaporkan menerima pukulan dan ancaman dari tentara Israel saat berkunjung ke Tepi Barat. Para diplomat tersebut mendatangi Tepi Barat untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina yang menjadi korban pendudukan Israel.
Insiden ini terjadi di Desa Makhul di wilayah Lembah Yordania. Diplomat Uni Eropa menyerahkan bantuan kepada warga yang tempat tinggalnya digusur untuk dibangun pemukiman warga Yahudi.
“Para tentara menyeret saya keluar mobil dan memaksa saya berlutut. Padahal saya memiliki kekebalan diplomatik,” ujar seorang diplomat Uni Eropa, Marion Fesneau-Castaing, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (21/9/2013).
“Tentara Israel sama sekali tidak menghormati hukum internasional,” lanjut Castaing. Kejadian ini semakin memperburuk hubungan antara Israel dan Uni Eropa. Sebelumnya, Uni Eropa sudah memberikan sanksi kepada Israel atas pendudukan ilegalnya di Tepi Barat.
Pihak keamanan Israel sendiri membantah menyerang diplomat. Mereka merasa yang mereka lawan adalah aktivis asing. “Pada saat kejadian, para aktivis asing menyerang tentara dengan melempar batu. Kami akan menyelidiki laporan bahwa ada diplomat yang terluka dalam insiden tersebut,” tukas juru bicara militer Israel.
Insiden ini terjadi di Desa Makhul di wilayah Lembah Yordania. Diplomat Uni Eropa menyerahkan bantuan kepada warga yang tempat tinggalnya digusur untuk dibangun pemukiman warga Yahudi.
“Para tentara menyeret saya keluar mobil dan memaksa saya berlutut. Padahal saya memiliki kekebalan diplomatik,” ujar seorang diplomat Uni Eropa, Marion Fesneau-Castaing, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (21/9/2013).
“Tentara Israel sama sekali tidak menghormati hukum internasional,” lanjut Castaing. Kejadian ini semakin memperburuk hubungan antara Israel dan Uni Eropa. Sebelumnya, Uni Eropa sudah memberikan sanksi kepada Israel atas pendudukan ilegalnya di Tepi Barat.
Pihak keamanan Israel sendiri membantah menyerang diplomat. Mereka merasa yang mereka lawan adalah aktivis asing. “Pada saat kejadian, para aktivis asing menyerang tentara dengan melempar batu. Kami akan menyelidiki laporan bahwa ada diplomat yang terluka dalam insiden tersebut,” tukas juru bicara militer Israel.
Jumat, 08 Maret 2013
Prosesi Pemakaman di Palestina Rusuh, Masjidil Aqsa Diserang
Gaza - Sekitar 5000 orang pelayat menghadiri pemakaman warga Palestina yang tewas sebelumnya karena luka-luka akibat tindakan represif dan brutal tentara Israel ketika menghadapi demo warga Palestina.
Mohammad Asfour 22 tahun meninggal dunia hari Kamis setelah ditembak oleh tentara Israel ketika terlibat konfrontasi dengan Israel dengan melakukan pelemparan batu di kawasan Tepi Barat 2 minggu lalu.
Setelah pemakaman berakhir, sekitar 100 orang pelayat kembali melakukan pelemparan batu terhadap tentara Israel yang melakukan pembalasan dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet.
ketegangan ini meningkat seiring akan datangnya Presiden Barrack Obama ke Yerusalem dan Ramallah pada akhir bulan ini untuk melihat kemungkinan dimulainya kembali pembicaran damal yang gagal pada 2010.
Publik Palestina memandang skeptis kunjungan Obama ini. Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyerukan pesaingnya dari gerakan Fatah yang juga presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk melakukan rekonsiliasi selama perundingan damai dengan Israel.
"Sebagai warga Palestina, Arab dan Muslim kita tidak harus menaruh harapan pada kunjungan tersebut dan kita tidak boleh menjual harapan kosong terhadap rakyat kita", demikian menurut Haniyeh.
"Saya mendesak Otoritas Palestina untuk tidak jatuh dalam perangkap ilusi kungjungan warga Amerika ini dan tidak menutup pintu untuk rekonsiliasi Palestina", tambahnya.
Di Sabastiya, warga Palestina dan tentara Israel bentrok ketika warga Palestina melakukan protes atas pemukiman Yahudi yang akan dibangun di tanah desa. Lonjakan kekerasan anti Israel di Tepi Barat selama beberapa minggu terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di Israel bila gerakan perlawanan Palestina yang baru akan kembali muncul.
Di Yerusalem dimana terdapat tempat suci umat Islam yaitu Masjidil Aqso juga terjadi bentrokan. Polisi Israel menembakan granat kejut pada jamaah Masjidil Aqsa yang melempari mereka dengan bom molotov ketika baru saja selesai melaksanakan sholat Jumat. Banyak tentara Israel yang menerobos masuk ke wilayah sensitif ini untuk memecahkan kerumuman dari ratusan pengunjuk rasa.
Staf medis Palestina mengatakan sekitar sekitar 35 orang pengunjuk rasa terluka di kubah emas namun tidak ada yang serius.
Seperti halnya al-Aqsa, kubah emas yang melindungi batu tempat dimulainya perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit - juga menjadi tempat sakral bagi umat Islam. Dan umat Yahudi juga beranggapan bila di lokasi batu inilah dahulu berdiri Mount Temple atau Kuil Gunung kerajaan Sulaiman yang dihancurkan oleh pasukan Romawi pada abad 1.
Rusuh di al-Aqsa
sumber: alarabiya, youtube
Mohammad Asfour 22 tahun meninggal dunia hari Kamis setelah ditembak oleh tentara Israel ketika terlibat konfrontasi dengan Israel dengan melakukan pelemparan batu di kawasan Tepi Barat 2 minggu lalu.
Setelah pemakaman berakhir, sekitar 100 orang pelayat kembali melakukan pelemparan batu terhadap tentara Israel yang melakukan pembalasan dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet.
ketegangan ini meningkat seiring akan datangnya Presiden Barrack Obama ke Yerusalem dan Ramallah pada akhir bulan ini untuk melihat kemungkinan dimulainya kembali pembicaran damal yang gagal pada 2010.
Publik Palestina memandang skeptis kunjungan Obama ini. Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyerukan pesaingnya dari gerakan Fatah yang juga presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk melakukan rekonsiliasi selama perundingan damai dengan Israel.
"Sebagai warga Palestina, Arab dan Muslim kita tidak harus menaruh harapan pada kunjungan tersebut dan kita tidak boleh menjual harapan kosong terhadap rakyat kita", demikian menurut Haniyeh.
"Saya mendesak Otoritas Palestina untuk tidak jatuh dalam perangkap ilusi kungjungan warga Amerika ini dan tidak menutup pintu untuk rekonsiliasi Palestina", tambahnya.
Di Sabastiya, warga Palestina dan tentara Israel bentrok ketika warga Palestina melakukan protes atas pemukiman Yahudi yang akan dibangun di tanah desa. Lonjakan kekerasan anti Israel di Tepi Barat selama beberapa minggu terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di Israel bila gerakan perlawanan Palestina yang baru akan kembali muncul.
Di Yerusalem dimana terdapat tempat suci umat Islam yaitu Masjidil Aqso juga terjadi bentrokan. Polisi Israel menembakan granat kejut pada jamaah Masjidil Aqsa yang melempari mereka dengan bom molotov ketika baru saja selesai melaksanakan sholat Jumat. Banyak tentara Israel yang menerobos masuk ke wilayah sensitif ini untuk memecahkan kerumuman dari ratusan pengunjuk rasa.
Staf medis Palestina mengatakan sekitar sekitar 35 orang pengunjuk rasa terluka di kubah emas namun tidak ada yang serius.
Seperti halnya al-Aqsa, kubah emas yang melindungi batu tempat dimulainya perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit - juga menjadi tempat sakral bagi umat Islam. Dan umat Yahudi juga beranggapan bila di lokasi batu inilah dahulu berdiri Mount Temple atau Kuil Gunung kerajaan Sulaiman yang dihancurkan oleh pasukan Romawi pada abad 1.
sumber: alarabiya, youtube
Langganan:
Postingan (Atom)


