Tampilkan postingan dengan label perang iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perang iran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2013

Iran Berusaha Menjatuhkan Drone Amerika Serikat di Kawasan Teluk

Washington - Sebuah jet tempur F-4 Iran berusaha menjatuhkan drone Predator Amerika Serikat di atas kawasan teluk namun kemudian mundur setelah dua pesawat tempur Amerika Serikat  menghadang, demikian menurut Pentagon Kamis ini.

"Salah satu pesawat AS meluncurkan flare sebagai peringatan terhadap pesawat Iran, yang kemudian menghentikan pengejarannya", demikian pernyataan jubir Pentagon George Little.

Tidak ada peluru yang ditembakan dalam konfrontasi hari Rabu tersebut yang menurut Pentagon terjadi di wilayah perairan Internasional.

Di bulan November sebuah pesawat tempur Iran berusaha menembak jatuh pesawat predator tanpa awak AS yang mendapatkan protes keras dari AS. Setelah insiden November, Pentagon terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang diakui oleh mereka adalah wilayah internasional dengan tujuan untuk mengamankan kekuatan AS di wilayah tersebut.

Pada bulan Desember 2011, Iran berhasil menangkap spy drone Sentinel canggih yang jatuh di wilayah Iran dan menyebabkan Washintong malu. Para pengamat Militer merasa khawatir ketegangan wilayah meningkat setelah apa yang terjadi kemarin.

sumber: al-arabiya

Iran Meningkatkan Pengiriman Senjata Ke Suriah

Suriah - Iran secara signifikan telah meningkatkan dukungan militernya terhadap Presiden Suriah Bashar Al-Assad di bulan-bulan terakhir, demikian menurut pernyataan para diplomat barat seperti yang dilansir oleh al-arabiya.

Pengiriman senjata dari Iran terus membanjiri Suriah lebih dari dua kali lipatnya dalam bulan-bulan terakhir ini melalui Iraq, Turki dan perbatasan-perbatasan lainnya termasuk Lebanon, demikian mneurut sumber yang sangat dirahasiakan. Namun pernyataan ini langsung di tolak mentah-mentah oleh para pejabat Irak maupun Turki.

Menurut sumber rahasia ini Iran berusaha sangat keras untuk segera mengakhiri konflik di Suriah. Dan konflik di Suriah terlihat semakin menjurus kepada konflik sektarian dibanding pertarungan antara pemberontak FSA dengan Pemerintahan Suriah. Dukungan senjata ini juga terlihat mengalir ke kelompok syiah seperti Hizbullah yang sudah berulangkali tertangkap basah sangat aktif berada di medan perang mendukung militer Assad.

Alur Pengiriman Senjata

Senjata-senjata ini dikirimkan melalui pesawat udara sipil menuju Iraq dan disambung dengan beberapa truk memasuki wilayah Suriah.
"Irak saat ini benar-benar sedang mencari jalan lain", demikian menurut diplomat barat yang tidak ingin disebut namanya ini.

Pesawat sipil yang terlibat adalah Iran Air dan Mahan Air yang sebetulnya telah mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat. Ada sekitar 5 ton senjata yang dikirimkan setiap minggunya dari sejak September. Peralatan militer ini dikirimkan tidak hanya kepada Hizbullah juga kepada milisi Shabiha.
Peralatan militer tersebut meliputi alat komunikasi, senjata ringan sampai senjata berat seperti rudal permukaan ke permukaan. Bahkan juga ada peralatan canggih seperti drone UAV. Semua benda ini disembunyikan dibagian bawah badan pesawat yang dekat dengan jalur bahan bakar.

Menurut sumber ini, Rusia juga mempunya peran penting dalam memberikan dukungan senjata kepada Suriah. Rusia tidak terkena embargo senjata seperti halnya Iran sehingga Russia tidak melanggar resolusi PBB karena melakukan transaksi senjata dengan Suriah. Namun bila Rusia menerima senjata dari Iran, maka negara ini akan melanggar resolusi PBB.

Rusia sendiri sangat mengkritik Amerika, negara-negara eropa dan pemerintahan-pemerintahan Arab yang memberikan dukungan senjata kepada pihak pemberontak untuk menggulingkan Assad. Rusia mengakui memberikan dukungan militer terhadap Suriah termasuk rudal anti serangan udara namun bukan senjata yang bisa dipakai untuk menyerang seperti helikopter contohnya.

Respon Dari Negara Tertuduh

Ali al-Moussawi penasihat bidang media Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dengan sangat tegas membantah pada hari Rabu ini, "Tidak, hal seperti itu tidak pernah terjadi. Senjata-senjata tidak akan di kirim dari Iran ke Suriah melalui Irak, apakah dari jalur darat maupun dari udara".

Dari Turki seorang diplomat juga menolak tuduhan ini. "Hal ini adalah hal yang sangat sensitif bagi Turki dan kami sangat mengetahui bila hal ini tidak berdasar", demikian katanya terhadap reporter Reuters.

Duta besar Lebanon untuk PBB Nawaf Salam mengatakan bila dia tidak dalam posisi untuk berkomentar untuk hal ini. Dan sumber di pemerintahan Lebanon lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya juga menolak tuduhan ini.

sumber: al-arabiya

Senin, 04 Maret 2013

Diplomasi Gagal, Iran Harus Diberikan Sanksi Militer

Israel - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bila program nuklir Iran telah mendekati garis merah seperti yang dia sampaikan di depan PBB beberapa bulan yang lalu. Segala bentuk diplomasi telah menemui kegagalan dan Iran hanya membeli waktu saja untuk mencapai target yang mereka inginkan yaitu senjata nuklir.

Pernyataan ini beliau keluarkan ketika melakukan pembicaraan via Video Concerence dalam meeting AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) - sebuah lembaga think thank berpengaruh di Amerika Serikat yang memperjuangkan kepentingan-kepentingan Israel.

"Iran telah melakukan pengayaan uranium terus menerus dan mereka menginstall sentrifugal yang lebih cepat lagi, kita harus menghentikan program pengayaan nuklir Iran ini sebelum terlambat", demikian katanya.

Pada saat yang sama di konferensi yang sama di forum AIPAC, wakil presiden Amerika Serikat Joe Bidden mengatakan bila Obama tidak sekedar menggertak tentang bagaimana determinasi Amerika Serikat dalam menghentikan Iran memiliki senjata nuklir.

"Kita tidak menginginkan perang. Kita siap untuk berbicara secara damai. Tapi semua opsi termasuk kekuatan militer telah ada di meja", demikian katanya.

Amerika Serikat, Cina, Prancis, Rusia, Inggris dan Jerman menawarkan pencabutan sanksi ekonomi untuk Iran dengan timbal balik agar Iran bersedia menahan program pengayaan uraniumnya, namun langkah ini sepertinya belum banyak memberikan perubahan.


sumber: aljazeera, abc, youtube

Minggu, 03 Maret 2013

Iran Menyatakan 3000 Sentrifugal Sedang Dibangun

DUBAI, Uni Emirat Arab - Iran sedang membangun sekitar 3.000 sentrifugal pengayaan uranium canggih, media berita Iran melaporkan hari Minggu. Pengembangan ini kemungkinan akan menambah kekhawatiran Barat tentang program nuklir Teheran.

Iran mengatakan awal tahun ini bahwa mereka akan menginstal sentrifugal pengayaan uranium generasi baru  di pabrik Natanz di Iran tengah, namun laporan-laporan Minggu oleh kantor berita Iran tampaknya membuat hal itu menjadi kenyataan.

Berita yang muncul di koran-koran Iran dan dilansir oleh Pemerintahan Iran datang setelah pembicaraan antara Iran dan kekuatan dunia di Kazakhstan tentang program nuklirnya berakhir dengan kesepakatan untuk bertemu lagi. Hal ini menggarisbawahi penolakan Iran untuk tunduk pada tekanan Barat untuk menghentikan program nuklirnya.

Badan Energi Atom Internasional mengatakan pada Februari bahwa sentrifugal IR-2m  dan casing sentrifugal kosong telah dimasukkan ke dalam tempat di lokasi dekat kota Natanz di Iran tengah. Mereka belum beroperasi, kata lembaga itu.

Kantor berita Iran pada hari Minggu mengatakan bahwa Fereydoun Abbasi-Davani, kepala Organisasi Energi Atom Iran, mengatakan bila Iran memproduksi 3.000 sentrifugal generasi baru.

Sumber:NYT

Sabtu, 02 Maret 2013

Rudal Anti Pesawat Terbang dari Iran Tertangkap di Yaman

Rudal pencari panas anti pesawat terbang Iran yang canggih dan berasal dari pabrikan china tertangkap di pantai Yaman oleh pasukan gabungan Yaman dan Amerika Serikat januari ini.

Dengan adanya insiden ini banyak pengamat mengkhawatirkan semakin berperannya Iran dalam mendukung sekutunya yang ada di kawasan timur tengah terutama daerah Yaman yang dikuasai oleh para pemberontak shiah. Rudal ini di produksi oleh perusahaan resmi milik pemerintahan China dengan tahun perakitan sekitar tahun 2005. Perusahaan China ini sendiri telah di block dan diberikan sanksi oleh Amerika Serikat karena telah tertangkap basah menjual teknologi missil ke Iran dan India.

10 rudal yang tertangkap ini merupakan sebagian dari pengiriman besar-besaran oleh Iran yang terindikasi oleh kekuatan Amerika Serikat dan Yaman. Iran sendiri menyangkal dengan tegas berita ini dan menyatakan bila tuduhan ini absurd dan tidak berdasar sama sekali meskipun pemerintahan Yaman dengan terang-terangan menunjukkan rudal yang telah berhasil mereka sita.

Sumber: NYT

Rabu, 27 Februari 2013

Program Nuklir Iran Semakin Sulit Dihentikan

Program Nuklir Iran semakin sulit dihentikan setelah pemerintahan USA telah memilih Menteri Pertahanan baru yaitu Chuck Hagel. Chuck Hagel telah terganjal oleh senate selama beberapa bulan. Hal ini terjadi karena Chuck Hagel dinilai oleh para republikan sebagai orang yang lebih pro ke Iran dibanding ke Israel.

Dari publik Israel pun terlihat publik menyambutnya dengan negatif dimana kebanyakan orang beranggapan bila program nuklir Iran akan sulit untuk dihentikan setelah Menhan baru USA ini terpilih. Dari Debka - sebuah media massa terkenal di Israel - merelease berita bila kondisi nuklir iran saat ini telah terlalu jauh untuk bisa dihentikan seperti halnya pengaruh Iran di Syria dan Lebanon.

Menurut kantor berita telegraph, saat ini di salah satu reaktor Iran telah muncul awan uap dari steam yang mengindikasikan adanya tekanan air yang sangat kuat. Dan dikhawatirkan reaktor ini menghasilkan plutoniom yang bisa dipakai untuk membuat bom.

Memang uap air bukan menjadi bukti bila reaktor itu aktif, bisa saja itu hanyalah sebuah uji coba. Tapi waktu yang terjadi sangat bertepatan dengan dipilihnya Hagel menjadi Menhan USA dan terjadinya perjanjian 6 negara berpengaruh dengan Iran di Kazakhtan dengan topik nuklir Iran. Juga perlu di garisbawahi ucapan dari PM UK David Cameron yang berbicara secara private, dia mengatakan bila Presiden USA yaitu Obama, Presiden Prancis yaitu Francois Hollande dan PM Israel - Binyamin Netanyahu sedang merumuskan suatu kebijaksanaan yang tidak realistik terhadap Iran dan harus menerima kenyataan bila Iran telah mencapai tahapan bom Nuklir. Oleh karenanya menurut dia sanksi terhadap Iran tidak ada gunanya dan perlu di angkat.

Perundingan yang terjadi di Kazakhtan sendiri dihadiri oleh P5+1 yaitu Amerika Serikat, Inggris, Cina, Rusia, Prancis dan Jerman plus Iran. Mereka menyatakan bersedia untuk melonggarkan sanksi ekonomi terhadap Iran jika iran mau menutup fasilitas nuklir di Fordo, menghentikan pengayaan uranium 20% dan menghentikan transfer pengayaan uranium diluar wilayah Iran.
Iran sendiri diluar perundingan ini menyatakan bila mereka tidak akan memenuhi tuntutan ini karena hal itu adalah haknya.

Sumber: debka, Al-jazeera