Rabu, 06 Maret 2013

Taliban Menewaskan 17 Tentara Afghanistan

Taliban telah menewaskan 17 tentara Afghanistan dalam pertempuran di timur laut jauh di salah satu serangan tunggal paling mematikan terhadap pasukan lokal dalam beberapa tahun terakhir, kata para pejabat, Rabu.

Orang-orang disandera di Badakhshan, Sabtu, ketika sedang menjaga konvoi. Tubuh mereka ditemukan oleh penduduk setempat di provinsi pegunungan yang relatif sepi yang berbatasan dengan Tajikistan, China dan Pakistan.

"Musuh telah mengeksekusi 17 prajurit yang tubuhnya ditemukan tadi malam," demikian dikatakan Sayed Jahangir Keramat wakil kepala polisi daerah itu.

"Tujuh prajurit lain yang dibebaskan dalam pertukaran dengan beberapa tahanan Taliban."

Serangan itu terjadi saat pasukan lokal mengambil alih tanggung jawab untuk menangani Taliban dari koalisi militer yang dipimpin NATO.

"Tadi malam penduduk setempat menemukan 17 mayat tentara Afghanistan di distrik Warduj," kata Abdul Marouf Rasekh, juru bicara gubernur provinsi, AFP, mengkonfirmasi beberapa orang lainnya telah dibebaskan setelah perundingan yang dipimpin oleh tetua suku.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu tetapi mengatakan kematian telah terjadi selama pertempuran bukan setelah tentara ditangkap.

"Para prajurit semuanya tewas di medan perang," kata juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP.

"Sejumlah besar amunisi dan dua kendaraan juga disita," tambahnya.

sumber: alarabiya

Washington: Hizbullah Telah Memiliki Senjata Kimia

Washington - Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun lamanya, Amerika Serikat mengkritik kekuatan pertahanan Israel karena bereaksi lambat dan meremehkan ancaman senjata kimia yang berasal dari Suriah dan mengabaikan opsi untuk melakukan tindakan tangkal. Ini yang didengar oleh Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak ketika melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Chuck Hagel di Pentagon kemarin.

Dalam meeting itu dihadiri oleh oleh Kepala Staf AS Jenderal Martin Dempsey dan Dubes Israel Michael Oren. Topik yang dibicarakan menurut sumber dari Debka adalah seputar krisis Suriah dan sama sekali tidak membicarakan tentang nuklir Iran.

Dari pertemuan ini, Barak mendapatkan informasi intelejen yagn dikonfirmasi oleh pejabat resmi AS bahwa Hizbullah telah mampu mendapatkan sejumlah senjata kimia dari Suriah, sebuah perkembangan yang mana para pemimpin Israel bersumbah untuk mencegahnya.

sumber: debka

Pemberontak Suriah Menahan 20 Tentara PBB di Dataran Tinggi Golan

Pejuang Pembebasan Suriah menculik sekelompok pasukan PBB yang berpatroli di wilayah yang disengketakan di dataran tinggi Golan antara Suriah dan Israel pada hari Rabu kemarin. Mereka juga mengancam akan memperlakukan mereka sebagai tawanan perang bila dalam 24 jam tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Dengan kondisi perang yang telah memburuk, wilayah Golan telah secara berkala terganggu sesekali oleh bentrokan bersenjata dan artileri atau pemboman mortir yang telah menjadi sumber keprihatinan kepada Israel. Namun para pejabat PBB mengatakan bahwa anggota misi penjaga perdamaian PBB selama ini belum pernah diculik oleh salah satu pihak dalam konflik.

Sebuah video yang diunggah di YouTube oleh kelompok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Martir Yarmouk mengaku bertanggung jawab dan mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan tetap ditahan sampai pasukan pemerintah Suriah menarik diri dari daerah sekitar Al Jamlah, tempat bentrokan akhir pekan. Video tidak menunjukkan salah satu tawanan, namun PBB kendaraan terlihat dibelakang.

Seorang pembicara dalam video berbicara dalam bahasa Arab: "Jika penarikan tidak terjadi dalam waktu 24 jam, kami akan menganggap mereka sebagai tahanan perang"

Konflik ini merupakan kejadian genting lainnya setelah sebelumnya 40 tentara Suriah dibantai daerah Irak ketika mereka sedang di arahkan untuk kembali ke daerah Suriah oleh tentara Irak.

Di PBB, Eduardo del Buey, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyatakan bahwa para pejabat telah lama mengkhawatirkan kemungkinan ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian. "Sebagai sekretaris jenderal, saya telah mengatakan berulang kali efek spillover dari krisis Suriah menimbulkan bahaya bagi wilayah secara keseluruhan dan ke negara-negara dan daerah-daerah di negara-negara tetangga di sekitarnya, dan UNDOF tidak terkecuali," katanya, dengan menggunakan singkatan untuk misi penjaga perdamaian Golan. "Mereka berada di zona mana spillover bisa menjadi konsekuensi."



Sumber: NYT

Sudah Terlambat Untuk Minta Maaf, Kiram Berkata Pada Manila


Kuala Lumpur - Keluarga Kiram menyambut dingin terhadap pernyataan pemerintah Filipina kemarin setelah pemerintah menyatakan akan meminta maaf atas kesalahan pemerintah terhadap surat yang dikirimkan oleh Kesultanan Sulu mengenai status Sabah kepada pemerintahan Filipina di tahun 2010.

Surat itu diberikan 2 hari sebelum presiden Benigno naik menjadi presiden dan berisi tentang permintaan kebijaksanaan dari pemerintah Filipihan atas klaim warga Sulu terhadap Sabah.
"Saya bermaksud untuk menulis surat permintaan maaf", demikian Del Sario Menteri Luar Negeri Filipina berkata.

Dalam pernyataannya di website kementerian luar negeri (DFA), mereka mengakui bila surat dari Agbimuddin - raja muda Kesultanan Sulu yang memimping pasukan Kesultanan Sulu di Sabah - telah ditemukan di tempatnya.
"... surat itu telah ditemukan oleh DFA. Kementrian bertanggung jawab penuh terhadap pengawasan surat tersebut", demikian pernyataan di website mereka.

Aquino sebelumnya menyatakan bila surat itu besar kemungkinan telah hilang dalam rimba birokiratik, sedangkan juru bicara kepresidenan Edwin Lacierda mengatakan sebelumnya bahwa mereka tidak pernah menerima surat dari Abgimudin.

Surat itu pertama berisi ucapan selamat terhadap terpilihnya Aquino di kepresidenan seblum mendesak bimbingan pemerintah atas kepemilikan Kesultanan Sabah serta peran dalam pembicaraan perdamaian dengna Front Pembebasan Islam Moro (MILF). Malaysia adalah fasilitator dalam perundingan damai ini.

Dalam surat itu Agbimuddin juga melaporkan kepada Aquino tentang beridrinya Interim Supreme Royal Ruling Council (ISRRC) dibawah kesultanan, menyusul serangkaian konsultasi di Siminul, Indanan dan Kawit di Filipina. Agbimuddin yang merupakan chairman dari ISRRC juga menyatakan rasa frustasi dari seluruh pengikutnya karena diabaikan selama lima dekade lebih mengenai klaim mereka terhadap Sabah dan mengakhiri isi surat itu dengan harapan untuk melihat "perubahan dalam penanganan isu Sabah" dibawah administrasi Aquino.

Sultan Jamalul sendiri juga telah membuat surat terhadap Aquino di tahun 2011 dan tahun kemarin mengenai hal ini, namun juga tidak mendapatkan respond. Sehingga keluarlah dekrit kerajaan untuk memperbolehkan warganya kembali ke Sabah dengan para pengikutnya awal Februari tahun ini.

Fatima Celia, istri dari Sultan Sulu Jamalul Kiram III mengatakan pada ABN-CBS News bahwa pemerintah seharusnya meminta maaf kepada keluarga yang ditinggal oleh Tentara Kesultanan Sulu yang telah ditinggalkan. "Kerusakan telah terjadi? oh tidak. Nyawa telah hilang", demikian katanya di acara berita prime time pukul 8 di Filipina.

Aquino Menyalahkan Kesultanan Sulu
Sebelumnya Aquino menyalahkan Kesultanan Sulu telah membahayakan nasib hidup dan kejahtraan 800.000 orang warga Filipina yang ikut merantau bekerja di Malaysia. Aquino juga menampik bila pemerintah tidak memperhatikan isu ini. Dia juga mengingatkan publik tentang perjanjian tanggal 1 Februari 1968 dimana pengacara yang ditunjuk oleh kesultanan menyerahkan kekuasaan pada Pemerintah untuk mengurus isu Sabah. Mengirim tentara untuk mengklaim Sabah bukan jalan untuk menyelesaikan permasalahan antara Filipina dan Malaysia.

Pemerintah Filipina saat ini mendapatkan repond keras dari publik karena membiarkan warga Filipina mendapatkan aksi keras dari pemerintahan Malaysia. Namun perwakilan dari pemerintah selalu menyatakan bila apa yang terjadi tidak dapat dihindari karena Filipina pun akan melakukan hal yang sama bila menghadapi situasi yang sama.

13 Tentara Kesultanan Sulu Dikonfirmasi Tewas
Kementrian Pertahanan Malaysia juga melakukan pernyataan pers bahwa 13 anggota tentara Kesultanan Sulu telah tewas. Dua buah photo ditunjukkan kepada wartawan. Belum diketahui dengan jelas oleh sebab apa mereka tewas, apakah karena bombardir atau karena peluru. Sebelumnya Malaysi melakukan serangan besar-besaran terhadap konsentrasi Tentara Kesultanan Sulu dengan mengirimkan tiga pesawat F-18 dan lima pesawat Hawk, sedangkan di darat lebih dari 5 batalyon tentara dan polisi dikerahkan.

Jumlah pasukan yang dikirimkan simpang siur mengingat pemerintah menolak untuk menyatakan berapa banyak jumlah tentara yang dikirimkan untuk mengusir milisi Sulu dengan alasan untuk menjaga agar strategi tetap rahasia. Pemboman dilakukan juga dengan hati-hati di wilayah seluar 4km persegi, demikian menurut kementrian Pertahanan Malaysia.

Jacel - anak dari Jamalul Kiram, salah satu dari 9 pewaris tahta Kesultanan Sulu - menyatakan bila kemarin pamannya raja muda Agbimuddin bersedia untuk melepaskan empat orang sandera Malaysia yang ditawan di depan media Internasional dan Palang Merah Internasional untuk menunjukkan bila mereka tidak dilukai.
Setelah pertempuran di akhir minggu lalu dengan polisi Malaysia, tentara Kesultanan Sulu menyatakan bila mereka telah menangkap empat orang warga Malaysia yang terdiri dari seorang polisi, dua orang tentara dan seorang pejabat pemerintah.

Namun pernyataan ini ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Malaysia yang menyatakan tidak ada sandera yang ditawan oleh militan ini.

Propaganda Dari Pemerintah Malaysia?
Dalam waktu bersamaan, kantor berita corong pemerintah Malaysia, bernama, mengeluarkan beberapa buah artikel yang melemahkan klaim dari Kesultanan Sulu terhadap Sabah. Menurut berita yang dilansir ulang oleh New Straits Times dari Bernama, Jamalul Kiram III adalah Sultan sulu yang palsu, demikian menurut informasi yang katanya berasal dari orang dalam keluarga Kesultanan Sulu.
Sumber ini yang katanya mengetahui dengan dalam sejarah keluarga Kesultanan Sulu menyatakan bila menurut silsilah keluarga, Jamalul Kiram III memang anggota keluarga, namun tidak termasuk kedalam sembilan orang ahli waris yang berhak menerima pembayaran sewa tanah.
"Ketika Jamalul Kiram II meninggal tahun 1936, dia tidak meninggalkan pewaris tahta dan BNBC (British North Borneo Company) menghentikan pembayaran. Jadi, sembilan perwakilan pergi ke pengadilan untuk menyatakan diri bahwa mereka berhak mendapatkan pembayaran tersebut", demikian katanya.

Ditahun 2011, anak turun dari sembilan orang ini mendapatkan perintah dari pengadilan Sulu yang mengakui mereka sebagai pewaris dari grup 9 yang mewakili kesultanan Sulu dulu. Generasi kedua ini adalah: Dayang Dayang Piandao Taj-Mahal Kiram-Tarsum Nuqui, Putli Nurhima Kiram-Forman, Siti Ayesha K.H Sampang, Sulatan Fuad A. Kiram, Dayang-Dayang Sheramar T. Kiram, Princess Permaisuri Kiram Guerson dan Sitti Jenny K.A Sampang

Dalam artikel lainnya, bernama juga melansir pernyataan para ahli sejarah bila Sabah memang resmi menjadi bagian dari Malaysia setelah sebelumnya telah melakukan referendum yang dilakukan oleh Cobbold Commission ditahun 1962 dan diakui oleh PBB, demikian pernyataan Mosli Tarsat seorang sejarawan dari Universitas Sabah.
Cobbold Commission yang mengadakan referendum selama 4 bulan di Sabah dan Sarawak menerima 2200 memo dengan 80% warga dikatakan mendukung pembentukan Malaysia.
Menteri Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Dr. Rais Yatim juga menyatakan bila Sabah secara sah adalah bagian dari pemerintahan Malaysia dan telah diakui secara Internasional. Hal ini juga di dukung oleh Profeso Dr. Ramlah Adam, dia barkata, "Mereka tidak bisa mengklaim hanya berdasarkan sejarah. Sebagai contoh, pemerintahan kecil Kedah, Perlis, Kelantan dan Terengganu meminta kepada Inggris, mereka tidak akan bisa mengklaim negara".
Ramlah mengatakan kepada warga Malaysia terutama di Sabah harus jelas mengenai apa yang terjadi dan negara supaya tetap aman dan utuh.

Warga Mengungsi dan MILF Menolak Terlibat
Setelah serangan kemarin, sekitar 2000 warga dari 7 desa yang ada di Kampung Tanduo mengungsi ke Embara Budi dan Fajar Harapan setelah militer semakin memperlebar kejaran mereka terhadap para militan. Makanan juga dikirimkan oleh National Security Council (NSC) sore kemaren di tempat penampungan sementara.

Sedangkan dari Filipina, MILF - kelompok militer sempalan dari MNLF dengan diwakili oleh ketuanya: Al-Haj Murad Ebrahim menyatakan bila konfrontasi antara teroris dan kekuatan keamanan di Lahad Datu dan Semporna adalah permasalahan Kuala Lumpur dan administrasi Manila untuk menyelesaikan.
"Warga kami tidak terlibat dalam penyusupan. Kita tidak ingin terlibat dalam permasalahan ini, dan kami tidak ingin membuatkan semakin sulit", demikian katanya terhadap Bernama melalui wawancara eksklusif dengan telepon dari benteng pertahanannya di Camp Darapanan di Sultan Kudarat, Maguindanao, Filipina Selatan kemarin.

Sumber: themalaysianinsider, nst, theborneopost

Selasa, 05 Maret 2013

10 Ribu Warga Kesultanan Sulu Datang Ke Sabah

Kuching - Dalam perkembangna terakhir, kemarin ketua Komite Dewan Islam MNLF Habib Hashim Mudjahab mengatakan bila ribuan warga dari kepulauan Basilan, Sulu, Zamboanga dan Tawi-tawi telah berlayar ke Sabah untuk membantu tentara Kesultanan Sulu. Demikian dilaporkan Philippine Daily kemarin.

"Kami tidak lagi bisa menahan warga kami. Kami sangat terluka dan banyak dari warga kami meskipun bukan tentara pergi ke Sabah untuk membantu Sultan".

Mudjahab mengatakan paling tidak 10 ribu warga dari pulau-pulau ini telah berlayar untuk memantu pengikut Sultan Jamalul Kiram III yang sekarang tertahan di pesisir desa Kampong Tanduo sejak semalam. Dia mengatakan bila bala bantuan berlayar dalam kelompok kecil sehingga mereka bisa masuk ke perairan Sabah tanpa diketahui.

Beberapa dari tentara MNLF telah ikut bersama Tentara Kesultanan Sulu untuk membantu mereka. "Saya telah mengatakan kepada mereka untuk menahan diri dan menghindari emosi karena terpengaruh oleh situasi. Tapi presiden kami Noynoy (Benigno III Red.) terus mengeluarkan pernyataan yang banyak membantu Malaysia yang menyebabkan rakyat kami semakin gelisah. Presiden harus tahu untuk Tausugs, apabila dipojokan ke dinding, melawan untuk tujua, kematian adalah kemenangan", demikian katanya, kemudian dia menambahkan, "Ini tentang kebanggaan dan kehormatan dan rakyat kita siap untuk berkorban".

Ajil Jaffar 50 tahun seorang pekerja perkebunan di kota Kinabalu mengatakan dia pun ingin pergi ke Sabah. "Saya ingin menolong mereka. Suatu kehormatan untuk bersama Sultan sehingga pelanggaran ini bisa berhenti".
Seorang warga Tawi-Tawi yang tidak mau disebutkan namanya juga menambahkan bila Kesultanan Sulu ada sebagai representasi dari warisan yang kaya. "Mereka adalah warga paling awal Filipina. Kesultanan Sulu telah ada sebelum Filipina ada", demikian katanya.

Philippine Star melaporkan bila polisi Filipina telah berhasil mencegah 70 orang pendukung kesultanan Sulu untuk meninggalkan Mindanao. Namun salah seorang warga mengatakan, "Kami sudah terbiasa untuk menyusup menembus penjagaan militer, menyusup ke Sabah adalah hal mudah", demikian menurut warga yang lain.

Disisi lain ketua dari MNLF Nur Misuari memperingatkan Malaysia untuk tidak membunuh para pengikut Sultan Sulu di Lahad Datu karena bila hal itu dilakukan berarti Malaysia mendeklarasikan perang terhadap rakyat dan MNLF.
Namun Misuari juga menyangkal tuduhan bila dia dibalik gerakan yang dilakukan oleh Sultan Sulu di Sabah.

"Itu adalah tuduhan liar. Saya sama sekali tidak memerintahkan siapapun untuk melakukan hal ini. Saya tidak dapat, anda tahu, merebut peran Sultan", demikan katanya pada wartawan di Manila.

sumber: theborneopost, freemalaysiatoday, themalaysianinsider, NST

Tentara Suriah Membombardir Raqqa

Raqqa, Suriah - Setelah kota Raqqa berhasil direbut oleh pasukan pembebasan Suriah kemarin, tidak begitu lama tentara Suriah langsung melancarkan serangan terhadap kota tersebut dengan mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya untuk membombardir kota.

"Ibu kota dibombardir oleh pesawat. Saya hitung ada 60 roket", demikian kata salah seorang warga. Rumah sakit juga telah menyerukan agar warga menyumbangkan darah karena korban semakin banyak.

Disisi lain seorang sheikh kenamaan kota Raqqa Faisal al-Hassan al-Sayah, kembali memakai bisht - yaitu baju jubah luaran bangsa arab yang menjadi simbol martabat, kehormatan dan kebanggaan bangsa arab. Beliau menanggalkan bisht sejak 29 Mei 2011 ketika diwawancara sebuah televisi. Waktu itu dia menyatakan tidak akan memakai bisht sampai patung Hafez al-Assad dihancurkan.

Raqqa dihuni oleh 240.000 warga, namun 800.000 warga lainnya dari luar Raqqa berlindung dikota ini untuk menghindari kekerasan.
sumber: al-arabiya

FSA Menangkap Gubernur Raqqa Suriah dan Tokoh Partai Baath

Raqqa, Suriah - FSA(Free Syrian Army/Pasukan Pembebasan Suriah) pada Selasa pagi kemarin behasil menangkap gubernur kota Raqqa dan sekjen partai Baath di wilayah timur laut kota yang baru saja direbut FSA.

Dalam video yang diunggah ke youtube terlihat beberapa pejuang FSA mengelilingi 2 orang laki-laki yang salah satu diantaranya di identifikasi sebagai gubernur Raqqa yaitu Hussein Jalali.
Berbicara kepada mereka salah satu pemberontak berkata, "Kita hanya ingin menghapuskan rezim yang telah dilindungi oleh kapal-kapal perang Iran dan Russia".

Pasukan FSA berhasil merebut timur laut kota Raqqa hari Senin dan kerumunan warga terlihat meruntuhkan patung dari bapak presiden Bashar al-Assad. Jatuhnya Raqqa di sungai Euphrat dikatakan sebagai perkembangan yang sangat signifikan dari 2 tahun pemberontakan melawan Assad. Pasukan pemerintah Suriah masih bertahan di lapangan terbang provinsi yang terletak sekitar 60km dari Raqqa dan tetap menjadi ancaman. Seorang warga mengatakan bila intelejen militer Suriah juga telah berhasil direbut.

Sumber: al-arabiya