Suriah - Michael, salah seorang perwakilan dari 21 orang anggota pasukan pengamat dari PBB yang kemarin diculik oleh pasukan perlawanan Suriah baru saja diwawancarai oleh alrabiya. Dia mengatakan bila mereka dalam keadaan aman dan mendapatkan perlakuan yang baik.
Menurutnya mereka akan dibebaskan pada pukul 7.30 pagi waktu setempat. Recananya mereka akan dibebaskan kemarin Jum'at, namun tentara Suriah kemarin membombardir kota Jamla, tempat dimana mereka akan dilepaskan. Akhirnya konvoy PBB yang sedianya akan menjemput ditarik mundur dari wilayah tersebut.
"Ketika kendaraan PBB memasuki Jamla, tentara Suriah menembaki desa terdekat. Kendaraan PBB akhirnya ditarik mundur dari Jamla", demikian menurut pengamat kemanusiaan bernama Rami Abdel yang sebelumnya juga telah menyatakan bila kelompok yang menculik pasukan PBB tersebut akan menyerahkan tawanan mereka.
Pasukan PBB yang ditawan merupakan bagian dari U.N. Disengagement Observer Force (UNDOF), sebuah badan pengamat PBB yang bertugas untuk memonitor gencatan senjata di perbatasan Suriah dan Israel di dataran tinggi Gola sejak tahun 1974. Penangkapan dilakukan 1.6km dari wilayah Israel yang menjadikan bukti bagaimana konflik Suriah dapat melebar ke negara-negara tetangga.
sumber: alarabiya
Jumat, 08 Maret 2013
Raja Muda Agbimuddin Kiram Dikabarkan Tewas, Kesultanan Sulu Membantah
Sabah - Raja Muda Agbimuddin Kiram dikabarkan tewas setelah Tan Sri Ismail Omar - Inspektur Jenderal Polisi Malaysia - menyatakan kemungkinan tersebut dalam konferensi pers kemarin. Menjawab pertanyaan wartawan, "Untuk sekarang, kita dapat mengatakan bila berdasarkan baju diantara semua yang terbunuh terlihat ini pimpinannya", demikian katanya.
Dia juga mengatakan bila adanya rumor 700 orang penyusup telah masuk ke Sabah untuk memberikan bantuan itu adalah rumor dan kabar bohong saja. Namun dia juga mengakui bila tentara kesultanan Sulu tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Meskipun ada seruan gencatan senjata dari Sultan Sulu, operasi terus tetap dilakukan.
Namun klaim ini dibantah oleh Abraham Idjirani juru bicara kesultanan Sulu. Dia mengatakan bila dia baru saja berbicara dengan Raja Muda sekitar pukul 5 sore waktu setempat. "Kami berbicara sekitar 10 menit lalu. Mereka tidak apa-apa. Hanya menghindari bom yang dibuat oleh polisi dan Militer Malaysia", demikian katanya dengan bahasa tagalog ketika berbicara dengan wartawan ANC.
Menurutnya apa yang disampaikan oleh Malaysia hanyalah propaganda belaka. Berbeda dengan pernyataan pihak Malaysia mengenai korban dari Tentara Kesultanan Sulu, menurut Idjirani korban yang jatuh tidak sebesar itu. Menurutnya dari 235 anggota Tentara Kesultanan Sulu hanya 10 orang yang tewas, 10 orang ditawan dan 4 orang terluka.
Menurut versi pemerintah Malaysia, korban yang telah jatuh sekitar 60 orang saat ini, dan kemarin dikatakan sekitar 50 orang ditangkap karena dicurigai terlibat dengan gerakan perlawanan ini.
Dari Filipina sendiri setelah mendapatkan tekanan dari publik, departemen luar negeri Filipina(DFA) mendesak Malaysia agar membuka akses selebar-lebarnya untuk tim kemanusiaan. Menurut DFA, tim ini akan bertugas untuk memberikan bantuan kepada warga Filipina yang ditahan oleh pemerintahan Malaysia.
sumber:ANC, abs-cbn, thestar
Dia juga mengatakan bila adanya rumor 700 orang penyusup telah masuk ke Sabah untuk memberikan bantuan itu adalah rumor dan kabar bohong saja. Namun dia juga mengakui bila tentara kesultanan Sulu tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Meskipun ada seruan gencatan senjata dari Sultan Sulu, operasi terus tetap dilakukan.
Namun klaim ini dibantah oleh Abraham Idjirani juru bicara kesultanan Sulu. Dia mengatakan bila dia baru saja berbicara dengan Raja Muda sekitar pukul 5 sore waktu setempat. "Kami berbicara sekitar 10 menit lalu. Mereka tidak apa-apa. Hanya menghindari bom yang dibuat oleh polisi dan Militer Malaysia", demikian katanya dengan bahasa tagalog ketika berbicara dengan wartawan ANC.
Menurutnya apa yang disampaikan oleh Malaysia hanyalah propaganda belaka. Berbeda dengan pernyataan pihak Malaysia mengenai korban dari Tentara Kesultanan Sulu, menurut Idjirani korban yang jatuh tidak sebesar itu. Menurutnya dari 235 anggota Tentara Kesultanan Sulu hanya 10 orang yang tewas, 10 orang ditawan dan 4 orang terluka.
Menurut versi pemerintah Malaysia, korban yang telah jatuh sekitar 60 orang saat ini, dan kemarin dikatakan sekitar 50 orang ditangkap karena dicurigai terlibat dengan gerakan perlawanan ini.
Dari Filipina sendiri setelah mendapatkan tekanan dari publik, departemen luar negeri Filipina(DFA) mendesak Malaysia agar membuka akses selebar-lebarnya untuk tim kemanusiaan. Menurut DFA, tim ini akan bertugas untuk memberikan bantuan kepada warga Filipina yang ditahan oleh pemerintahan Malaysia.
sumber:ANC, abs-cbn, thestar
Kamis, 07 Maret 2013
Korea Utara Ancam Kirim Nuklir ke AS, PBB Berikan Sanksi
New York - Situasi memanas terjadi dikawasan Asia timur ketika Korea Utara mengancam akan mengirimkan rudal nuklirnya ke Amerika Serikat bila PBB bersikeras untuk memberikan sanksi kepada Korea Utara. Demikian dikatakan oleh juru bicara kementrian luar negeri Korea Utara yang tidak dapat disebutkan namanya.
"North Korea akan melaksanakan haknya melakukan preemptive serangan nuklir untuk menghancurkan benteng musuh karena Washington telah memaksa melakukan perang nuklir terhadap Korea Utara", demikian katanya.
Pihak barat menanggapi ancaman ini dengan dingin saja dan menganggap pernyataan ini hanya pernyataan retoris belaka. Korea Utara memang sering melemparkan pernyataan-pernyataan tajam dikawasan, namun negara-negara lawan seperti Jepang dan Korea Selatan telah menganggap hal itu biasa saja. Pihak barat pun beranggapan bila Korut belum mampu menguasai dengan benar rudal antar balistik yang bisa dipasangi kepala nuklir.
Ancaman Korea Utara ini terjadi setelah mereka melakukan uji coba peledakan senjata nuklir baru-baru ini. Aksi tersebut memancing reaksi keras dari luar termasuk sekutu Korea Utara di kawasan yaitu China.
PBB Memberikan Sanksi
Dan hari ini ternyata gertakan dari Korea Utara sama sekali tidak menghentikan PBB untuk mengeluarkan sanksi bagi Korea Utara yang disetujui oleh Badan Keamanan PBB termasuk China didalamnya.
Dengan tekanan yang semakin tinggi di kawasan Korea, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi unit militer yang berada di garis depan perbatasan bagian selatan yang berjumlah 26.000 pasukan.
Sanksi yang diberikan berupa pembatasan dalam hal finansial dimana setiap transfer uang yang berhubungan dengan program nuklirnya akan diblok. Sanksi ini dikeluarkan setelah Badan Keamanan PBB berdiskusi dengan China selama 3 minggu.
"Ketika Korea Utara mencoba untuk memindahkan uang untuk membayar program nuklir maupun rudal balistik, negara-negara yang terlibat harus memblok transfer tersebut, meskipun transfer itu dimasukan kedalam tas yang berisi penuh dengan uang", demikian pernyataan duta besar AS untuk PBB, Susan Rice
Sumber: todayszaman
"North Korea akan melaksanakan haknya melakukan preemptive serangan nuklir untuk menghancurkan benteng musuh karena Washington telah memaksa melakukan perang nuklir terhadap Korea Utara", demikian katanya.
Pihak barat menanggapi ancaman ini dengan dingin saja dan menganggap pernyataan ini hanya pernyataan retoris belaka. Korea Utara memang sering melemparkan pernyataan-pernyataan tajam dikawasan, namun negara-negara lawan seperti Jepang dan Korea Selatan telah menganggap hal itu biasa saja. Pihak barat pun beranggapan bila Korut belum mampu menguasai dengan benar rudal antar balistik yang bisa dipasangi kepala nuklir.
Ancaman Korea Utara ini terjadi setelah mereka melakukan uji coba peledakan senjata nuklir baru-baru ini. Aksi tersebut memancing reaksi keras dari luar termasuk sekutu Korea Utara di kawasan yaitu China.
PBB Memberikan Sanksi
Dan hari ini ternyata gertakan dari Korea Utara sama sekali tidak menghentikan PBB untuk mengeluarkan sanksi bagi Korea Utara yang disetujui oleh Badan Keamanan PBB termasuk China didalamnya.
Dengan tekanan yang semakin tinggi di kawasan Korea, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi unit militer yang berada di garis depan perbatasan bagian selatan yang berjumlah 26.000 pasukan.
Sanksi yang diberikan berupa pembatasan dalam hal finansial dimana setiap transfer uang yang berhubungan dengan program nuklirnya akan diblok. Sanksi ini dikeluarkan setelah Badan Keamanan PBB berdiskusi dengan China selama 3 minggu.
"Ketika Korea Utara mencoba untuk memindahkan uang untuk membayar program nuklir maupun rudal balistik, negara-negara yang terlibat harus memblok transfer tersebut, meskipun transfer itu dimasukan kedalam tas yang berisi penuh dengan uang", demikian pernyataan duta besar AS untuk PBB, Susan Rice
Sumber: todayszaman
Rezim Suriah Ternyata Bekerja Sama dengan Israel
Seorang taipan bisnis Suriah yang menentang rezom Bashar al-Assad mengatakan bahwa pemerintah Suriah telah melakukan perjanjian politik dan ekonomi bersama Israel dengan ditukar untuk memungkinkan transfer langsung minyak Suriah ke Israel. Demikian alarabiya melaporkan.
Dengan adanya berita ini maka para penggagas teori konspirasi bahwa Suriah sebenarnya bekerjasama dengan Israel mendapatkan bukti.
Firas Tlas, putra mantan Menteri Pertahanan Mustafa Tlas berbicara dengan AlArabiya yang katanya apa yang dia sampaikan terkait dengan bunuh dirinya mantan PM Suriah Mahmoud al-zuabi. Mantan PM ini mengancam akan mengungkapkan perjanjian rahasia pada Mei 2000. Dia kemudian di usir dari partai Baath dan mendapatkan tahanan rumah. Namun beberapa waktu kemudian dikabarkan mantan PM ini bunuh diri dirumahnya.
Tlas menyatakan bila dia waktu itu dalam kondisi takut untuk bisa menyampaikan informasi ini mengingat dia pun bisa dibunuh atau dipaksa untuk bunuh diri seperti Zuabi.
Assad Memerintah Suriah Seperti Peternakan
Tlas juga mengatakan bila pemerintah Suriah menjalankan suriah seperti peternakan. "Kami adalah (anggota) dari penjaga peternakan ini", demikian katanya.
Tlas mengatakan bila ayahnya merupakan bagian penting dari rezim Bashar, namun kemitraan ayahnya dengan Bashar berakhir pada masa pemerintahan Bashar Al-Assad.
Mengenai tuduhan dari media Inggris yang menuduh bila ia hanya meletakan peruntungan dibawah FSA, dia mengatakan bila nanti revolusi menang, dia akan mentransfer apa yang dimiliki perusahaannya ke perusahaan lain dibawah nama mendiang ibunya. Menurutnya, ini akan dipakai untuk pengembangan masyarahat Suriah nantinya.
Tlas juga mengakui bila kekayaannya tidak akan begitu besar jika bukan karena ikatan yang kuat dengan rezim Suriah. Namun dia juga menambahkan bila dari awal ketika mendirikan usaha, tidak ada hubungannya dengan rezim.
sumber: alarabiya
Dengan adanya berita ini maka para penggagas teori konspirasi bahwa Suriah sebenarnya bekerjasama dengan Israel mendapatkan bukti.
Firas Tlas, putra mantan Menteri Pertahanan Mustafa Tlas berbicara dengan AlArabiya yang katanya apa yang dia sampaikan terkait dengan bunuh dirinya mantan PM Suriah Mahmoud al-zuabi. Mantan PM ini mengancam akan mengungkapkan perjanjian rahasia pada Mei 2000. Dia kemudian di usir dari partai Baath dan mendapatkan tahanan rumah. Namun beberapa waktu kemudian dikabarkan mantan PM ini bunuh diri dirumahnya.
Tlas menyatakan bila dia waktu itu dalam kondisi takut untuk bisa menyampaikan informasi ini mengingat dia pun bisa dibunuh atau dipaksa untuk bunuh diri seperti Zuabi.
Assad Memerintah Suriah Seperti Peternakan
Tlas juga mengatakan bila pemerintah Suriah menjalankan suriah seperti peternakan. "Kami adalah (anggota) dari penjaga peternakan ini", demikian katanya.
Tlas mengatakan bila ayahnya merupakan bagian penting dari rezim Bashar, namun kemitraan ayahnya dengan Bashar berakhir pada masa pemerintahan Bashar Al-Assad.
Mengenai tuduhan dari media Inggris yang menuduh bila ia hanya meletakan peruntungan dibawah FSA, dia mengatakan bila nanti revolusi menang, dia akan mentransfer apa yang dimiliki perusahaannya ke perusahaan lain dibawah nama mendiang ibunya. Menurutnya, ini akan dipakai untuk pengembangan masyarahat Suriah nantinya.
Tlas juga mengakui bila kekayaannya tidak akan begitu besar jika bukan karena ikatan yang kuat dengan rezim Suriah. Namun dia juga menambahkan bila dari awal ketika mendirikan usaha, tidak ada hubungannya dengan rezim.
sumber: alarabiya
Kiram Kembali Menegaskan Gencatan Senjata Terhadap Malaysia
Manila - Sultan Sulu Jamalul Kiram III yang sebelumnya telah menyerukan gencatan senjata di Sabah dan kemudian ditolak oleh Malaysia, hari Kamis kemarin kembali menegaskan gencatan senjatanya. Namun PM Malaysia Najib Razak mengatakan bila pasukan bersenjata ini harus meletakan senjata mereka dan menyerah tanpa syarat.
Pasukan keamanan Malaysia mengatakan bila mereka telah membunuh 52 orang militan Filipina, namun juru bicara kesultanan Sulu kembali menawarakan gencatan senjata.
Dia mengatakan bila mereka bersedia untuk mengatur pelepasan sandera yang terdiri dari 4 orang warga Malaysia - seorang polisi, dua personel militer dan seorang pejabat pemerintah - yang ditahan oleh pasukan mereka bila Malaysia setuju untuk gencatan senjata.
"Tentara Kesultanan tidak mempunyai sandera, namun rakyat yang bangkit di Semporna yang memilikinya, jadi kami akan meminta kepada mereka. Kami akan meminta mereka untuk mengikuti mandat dari PBB", demikian dia menambahkan.
Tentara Malaysia telah melacak kelompok ini diwilayah pesisir yang didominasi oleh pohon sawit setelah banyak dari anggota pasukan ini selamat dari serangan besar-besaran kemarin.
Keluarga Kiram Memikirkan Pindah Warga Negara
Dari Filipina Dayang Fatima Celia Kiram, istri dari Sultan Sulu pada hari Kamis menyatakan bila mereka memikirkan opsi untuk berganti kewarganegaraan karena merasa putus asa dan tidak dihormati oleh pemerintahan Aquino.
Kiram menjadi tamu kehormatan di sebuah acara Rotary Club di selatan Mania hari Kamis ketika dia memberikan pidato tentang Kesultanan Sulu. Dalam presentasinya dia menceritakan bagaimana sejarah dan klaim mereka terhadap Borneo Utara atau Sabah. Dia merasa heran kenapa mayoritas warga Filipina tidak diberikan pendidikan tentang betapa kayanya sejarah Kesultanan Sulu yang telah ada ratusan tahun sebelum penjajah Spanyol datang.
"Tapi saya ingin mengklarifikasi bahwa hal ini (pindah kewarganegaraan) adalah sesuatu yang muncul ke permukaan karena rasa putus asa. Tentu saja kami lebih menyukai untuk tetap menjadi warga Filipina", demikian dia menambahkan.
Disisi lah kekisruhan juga muncul ketika para wartawan Filipina memprotes dengan keras tindakan pemerintah yang mengirimkan agen rahasia melakukan penyusupan ke tempat tinggal keluarga Kiram dengan berpura-pura menjadi wartawan.
Wartawan berlasan bahwa tindakan itu tidak etis dan bisa membahayakan keamanan wartawan yang asli karena mereka bisa dicurigai.
Esmeralda direktur bagian intelejen dari National Bureau of Investigation (NBI) mengkonfirmasi bila 3 agen NBI dikirim untuk pergi ke kediaman Kiram di Taguig City hari Rabu kemarin. Dia mengatakan bila operasi ini resmi dan bertujuan untuk memonitor keadaan keamanan di area tersebut.
Dari Malaysia sendiri tadi pagi telah dilakukan kembali serangan terhadap kampung Tanduo. Pesawat terbang terlihat melakukan bermanuver dan menembakan roket. Najib mengatakan apa yang dilakukan pemerintah demi menjaga kedaulatan pemerintah.
Di wilayah konflik mobil militer Malaysia berputar-putar dan melalui pengeras suara terus menghimbau agar warga tidak menyiarkan kabar burung yang tidak jelas tentang situasi terkini disana.
Sumber: ABS-CBN, youtube
Pasukan keamanan Malaysia mengatakan bila mereka telah membunuh 52 orang militan Filipina, namun juru bicara kesultanan Sulu kembali menawarakan gencatan senjata.
Dia mengatakan bila mereka bersedia untuk mengatur pelepasan sandera yang terdiri dari 4 orang warga Malaysia - seorang polisi, dua personel militer dan seorang pejabat pemerintah - yang ditahan oleh pasukan mereka bila Malaysia setuju untuk gencatan senjata.
"Tentara Kesultanan tidak mempunyai sandera, namun rakyat yang bangkit di Semporna yang memilikinya, jadi kami akan meminta kepada mereka. Kami akan meminta mereka untuk mengikuti mandat dari PBB", demikian dia menambahkan.
Tentara Malaysia telah melacak kelompok ini diwilayah pesisir yang didominasi oleh pohon sawit setelah banyak dari anggota pasukan ini selamat dari serangan besar-besaran kemarin.
Keluarga Kiram Memikirkan Pindah Warga Negara
Dari Filipina Dayang Fatima Celia Kiram, istri dari Sultan Sulu pada hari Kamis menyatakan bila mereka memikirkan opsi untuk berganti kewarganegaraan karena merasa putus asa dan tidak dihormati oleh pemerintahan Aquino.
Kiram menjadi tamu kehormatan di sebuah acara Rotary Club di selatan Mania hari Kamis ketika dia memberikan pidato tentang Kesultanan Sulu. Dalam presentasinya dia menceritakan bagaimana sejarah dan klaim mereka terhadap Borneo Utara atau Sabah. Dia merasa heran kenapa mayoritas warga Filipina tidak diberikan pendidikan tentang betapa kayanya sejarah Kesultanan Sulu yang telah ada ratusan tahun sebelum penjajah Spanyol datang.
"Tapi saya ingin mengklarifikasi bahwa hal ini (pindah kewarganegaraan) adalah sesuatu yang muncul ke permukaan karena rasa putus asa. Tentu saja kami lebih menyukai untuk tetap menjadi warga Filipina", demikian dia menambahkan.
Disisi lah kekisruhan juga muncul ketika para wartawan Filipina memprotes dengan keras tindakan pemerintah yang mengirimkan agen rahasia melakukan penyusupan ke tempat tinggal keluarga Kiram dengan berpura-pura menjadi wartawan.
Wartawan berlasan bahwa tindakan itu tidak etis dan bisa membahayakan keamanan wartawan yang asli karena mereka bisa dicurigai.
Esmeralda direktur bagian intelejen dari National Bureau of Investigation (NBI) mengkonfirmasi bila 3 agen NBI dikirim untuk pergi ke kediaman Kiram di Taguig City hari Rabu kemarin. Dia mengatakan bila operasi ini resmi dan bertujuan untuk memonitor keadaan keamanan di area tersebut.
Dari Malaysia sendiri tadi pagi telah dilakukan kembali serangan terhadap kampung Tanduo. Pesawat terbang terlihat melakukan bermanuver dan menembakan roket. Najib mengatakan apa yang dilakukan pemerintah demi menjaga kedaulatan pemerintah.
Di wilayah konflik mobil militer Malaysia berputar-putar dan melalui pengeras suara terus menghimbau agar warga tidak menyiarkan kabar burung yang tidak jelas tentang situasi terkini disana.
Sumber: ABS-CBN, youtube
Sultan Sulu Menyerukan Gencatan Senjata - Malaysia Menolak
Manila - Kesultanan Sulu menyerukan gencatan senjata segera terhadap kebuntuan yang sekarang terjadi di Sabah menyusul seruan dari Sekjen PBB Ban ki-Moon untuk mengakhir kekerasan dan memulai dialog. Demikan ABS-CBN melaporkan.
"Sultan Jamalul Kiram III menyerukan gencatan senjata yang dimulai efektif siang ini sekitar jam 12:30", demikian juru bicara kesultanan Abraham Idjirani dihadapan para wartawan di kantor mereka di Taguig.
Dia mengatakan bila ini untuk menghormati seruan dari sekjen PBB Ban untuk mengakhiri kekerasan disana dan menyelamatkan banyak nyawa.
Dia juga mengatakan bila serangan yang dilakukan oleh pihak berwenang Malaysia kemaren terhadap 40 orang warga tak berdosa juga telah membunuh seorang bayi di dalam sel penjara.
Sikap Bertahan
Dia berharap Malaysia akan membalas seruan tersebut ditengah bombardir yang terus dilakukan oleh tentara Malaysia terhadap kelompok pangeran mahkota Raja Muda Agbimuddin Kiram, saudara dari Sultan. Ia mengatakan bila tentara kerajaan hanya akan mengambil sikaf defensif. Ini artinya mereka tidak akan meninggalkan Sabat, tapi tidak akan mengambil tindakan apapun terhadap pihak lain.
Sementara mereka mungkin dalam posisi yang kurang menguntungkan, Idjirani mengatakan bila mereka telah menunjukkan kepada dunia bila "Sultan dan kesultanan mempunya toleransi Islam". Dia mengatakan kedua belah pihak adalah Muslim. Sudah saatnya dunia tau siapa sebenarnya yang mengikuti "prinsip-prinsip Islam".
Sekjen PBB saat ini menyatakan keprihatinan tentang dampak dari kebuntuan ini terhadap penduduk sipil termasuk migran yang ada di wilayah tersebut. Ban sedang memantau situasi di Sabah dan ingin melihat semua pihak terlibat dalam perundingan bagi penuyelesaian masalah ini dengan damai, demikian pernyataan resmi PBB.
Dia juga mendesak semua pihak untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan memberikan penghormatan penuh terhadap norma-norma hak asasi manusia secara internasional.
Malaysia Menolak Gencatan Senjata
Dari pihak Malaysia, menhan Malaysia menolak gencatan senjata yang diserukan oleh Sultan gadungan Filipina kecuali para anggota pasukannya menyerahkan diri tanpa syarat.
"Sebuah gencatan senjata tanpa syarat sepihak tidak diterima oleh Malaysia kecuali milisi menyerah dengan tanpa syarat", demikian pernyataan menhan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi pada account twitternya.
Zhid menambahkan, "Jangan percaya gencatan senjata yang ditawarkan oleh Jamalul Kiram demi kepentingan penduduk Sabah dan semua warga Malaysia, sapu bersih semua milisi terlebih dahulu".
Sumber: ABS-CBN
"Sultan Jamalul Kiram III menyerukan gencatan senjata yang dimulai efektif siang ini sekitar jam 12:30", demikian juru bicara kesultanan Abraham Idjirani dihadapan para wartawan di kantor mereka di Taguig.
Dia mengatakan bila ini untuk menghormati seruan dari sekjen PBB Ban untuk mengakhiri kekerasan disana dan menyelamatkan banyak nyawa.
Dia juga mengatakan bila serangan yang dilakukan oleh pihak berwenang Malaysia kemaren terhadap 40 orang warga tak berdosa juga telah membunuh seorang bayi di dalam sel penjara.
Sikap Bertahan
Dia berharap Malaysia akan membalas seruan tersebut ditengah bombardir yang terus dilakukan oleh tentara Malaysia terhadap kelompok pangeran mahkota Raja Muda Agbimuddin Kiram, saudara dari Sultan. Ia mengatakan bila tentara kerajaan hanya akan mengambil sikaf defensif. Ini artinya mereka tidak akan meninggalkan Sabat, tapi tidak akan mengambil tindakan apapun terhadap pihak lain.
Sementara mereka mungkin dalam posisi yang kurang menguntungkan, Idjirani mengatakan bila mereka telah menunjukkan kepada dunia bila "Sultan dan kesultanan mempunya toleransi Islam". Dia mengatakan kedua belah pihak adalah Muslim. Sudah saatnya dunia tau siapa sebenarnya yang mengikuti "prinsip-prinsip Islam".
Sekjen PBB saat ini menyatakan keprihatinan tentang dampak dari kebuntuan ini terhadap penduduk sipil termasuk migran yang ada di wilayah tersebut. Ban sedang memantau situasi di Sabah dan ingin melihat semua pihak terlibat dalam perundingan bagi penuyelesaian masalah ini dengan damai, demikian pernyataan resmi PBB.
Dia juga mendesak semua pihak untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan memberikan penghormatan penuh terhadap norma-norma hak asasi manusia secara internasional.
Malaysia Menolak Gencatan Senjata
Dari pihak Malaysia, menhan Malaysia menolak gencatan senjata yang diserukan oleh Sultan gadungan Filipina kecuali para anggota pasukannya menyerahkan diri tanpa syarat.
"Sebuah gencatan senjata tanpa syarat sepihak tidak diterima oleh Malaysia kecuali milisi menyerah dengan tanpa syarat", demikian pernyataan menhan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi pada account twitternya.
Zhid menambahkan, "Jangan percaya gencatan senjata yang ditawarkan oleh Jamalul Kiram demi kepentingan penduduk Sabah dan semua warga Malaysia, sapu bersih semua milisi terlebih dahulu".
Rabu, 06 Maret 2013
Pengungsi Perang Suriah Telah Mencapai Satu Juta Orang
Jenewa - Badan Pengungsi PBB mengatakan jumlah warga Suriah yang telah melarikan diri dari negara mereka yang dilanda perang dan mencari bantuan saat ini telah mencapai angka satu juta orang sejak pertempuran pecah hampir dua tahun yang lalu.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Rabu di Jenewa, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres, mengatakan angka tersebut berdasarkan laporan dari agen kantor lapangan nya di negara-negara tetangga yang telah memberikan perlindungan bagi warga Suriah yang melarikan diri dari perang saudara.
"Dengan satu juta orang yang melarikan diri, jutaan lebih pengungsi didalam negeri dan ribuan orang terus menyeberangi perbatasan setiap hari, Suriah terus menuju bencana luar biasa", demikian katanya.
Dia mengatakan jumlah pengungsi telah membengkak secara dramatis sejak awal tahun ini, dengan sebagian besar mengalir ke Suriah Lebanon, Yordania, Turki, Irak dan Mesir. Kehadiran mereka sangat menyedot sumber daya negara tuan rumah dan seluruh komunitas donor internasional.
Para anggota Dewan Keamanan PBB telah berselisih atas bagaimana untuk mengakhiri perang sipil Suriah, dengan Russia sebagai sekutu lama Presiden Suriah Bashar al-Assad, plus China, diadu melawan Amerika Serikat, Prancis dan Inggris, yang ingin mencari sikap keras.
Seruan Raja Yordania Abdullah II
Disisi lainnya, Penguasa Yordania Raja Abdullah II menyerukan dunia internasional untuk menolong Yordania, Turki dan Lebanon demi memenuhi kebutuhan para pengungsi Suriah yang ada di wilayah mereka. Raja Abdullah II menyatakan kepada para reporter di Turki ketika dia melakukan kunjuangan disana bila negara-negara mereka akan terus berusaha membantu para pengungsi tersebut.
Yordania saat ini menjadi rumah bagi 420ribuan pengungsi Suriah dimana 110ribu diantaranya berteduh di perkemahan padang pasir didekat perbatasan dengan Suriah. Turki menyediakan naungan untuk lebih dari 180ribu orang pengungsi di 17 perkemahan dan Lebanon sekitar 317 ribu orang.
Sumber: alarabia, theolympian
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Rabu di Jenewa, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres, mengatakan angka tersebut berdasarkan laporan dari agen kantor lapangan nya di negara-negara tetangga yang telah memberikan perlindungan bagi warga Suriah yang melarikan diri dari perang saudara.
"Dengan satu juta orang yang melarikan diri, jutaan lebih pengungsi didalam negeri dan ribuan orang terus menyeberangi perbatasan setiap hari, Suriah terus menuju bencana luar biasa", demikian katanya.
Dia mengatakan jumlah pengungsi telah membengkak secara dramatis sejak awal tahun ini, dengan sebagian besar mengalir ke Suriah Lebanon, Yordania, Turki, Irak dan Mesir. Kehadiran mereka sangat menyedot sumber daya negara tuan rumah dan seluruh komunitas donor internasional.
Para anggota Dewan Keamanan PBB telah berselisih atas bagaimana untuk mengakhiri perang sipil Suriah, dengan Russia sebagai sekutu lama Presiden Suriah Bashar al-Assad, plus China, diadu melawan Amerika Serikat, Prancis dan Inggris, yang ingin mencari sikap keras.
Seruan Raja Yordania Abdullah II
Disisi lainnya, Penguasa Yordania Raja Abdullah II menyerukan dunia internasional untuk menolong Yordania, Turki dan Lebanon demi memenuhi kebutuhan para pengungsi Suriah yang ada di wilayah mereka. Raja Abdullah II menyatakan kepada para reporter di Turki ketika dia melakukan kunjuangan disana bila negara-negara mereka akan terus berusaha membantu para pengungsi tersebut.
Yordania saat ini menjadi rumah bagi 420ribuan pengungsi Suriah dimana 110ribu diantaranya berteduh di perkemahan padang pasir didekat perbatasan dengan Suriah. Turki menyediakan naungan untuk lebih dari 180ribu orang pengungsi di 17 perkemahan dan Lebanon sekitar 317 ribu orang.
Sumber: alarabia, theolympian
Langganan:
Postingan (Atom)






