Selasa, 05 Maret 2013

Tentara Suriah Membombardir Raqqa

Raqqa, Suriah - Setelah kota Raqqa berhasil direbut oleh pasukan pembebasan Suriah kemarin, tidak begitu lama tentara Suriah langsung melancarkan serangan terhadap kota tersebut dengan mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya untuk membombardir kota.

"Ibu kota dibombardir oleh pesawat. Saya hitung ada 60 roket", demikian kata salah seorang warga. Rumah sakit juga telah menyerukan agar warga menyumbangkan darah karena korban semakin banyak.

Disisi lain seorang sheikh kenamaan kota Raqqa Faisal al-Hassan al-Sayah, kembali memakai bisht - yaitu baju jubah luaran bangsa arab yang menjadi simbol martabat, kehormatan dan kebanggaan bangsa arab. Beliau menanggalkan bisht sejak 29 Mei 2011 ketika diwawancara sebuah televisi. Waktu itu dia menyatakan tidak akan memakai bisht sampai patung Hafez al-Assad dihancurkan.

Raqqa dihuni oleh 240.000 warga, namun 800.000 warga lainnya dari luar Raqqa berlindung dikota ini untuk menghindari kekerasan.
sumber: al-arabiya

FSA Menangkap Gubernur Raqqa Suriah dan Tokoh Partai Baath

Raqqa, Suriah - FSA(Free Syrian Army/Pasukan Pembebasan Suriah) pada Selasa pagi kemarin behasil menangkap gubernur kota Raqqa dan sekjen partai Baath di wilayah timur laut kota yang baru saja direbut FSA.

Dalam video yang diunggah ke youtube terlihat beberapa pejuang FSA mengelilingi 2 orang laki-laki yang salah satu diantaranya di identifikasi sebagai gubernur Raqqa yaitu Hussein Jalali.
Berbicara kepada mereka salah satu pemberontak berkata, "Kita hanya ingin menghapuskan rezim yang telah dilindungi oleh kapal-kapal perang Iran dan Russia".

Pasukan FSA berhasil merebut timur laut kota Raqqa hari Senin dan kerumunan warga terlihat meruntuhkan patung dari bapak presiden Bashar al-Assad. Jatuhnya Raqqa di sungai Euphrat dikatakan sebagai perkembangan yang sangat signifikan dari 2 tahun pemberontakan melawan Assad. Pasukan pemerintah Suriah masih bertahan di lapangan terbang provinsi yang terletak sekitar 60km dari Raqqa dan tetap menjadi ancaman. Seorang warga mengatakan bila intelejen militer Suriah juga telah berhasil direbut.

Sumber: al-arabiya

Senin, 04 Maret 2013

48 Tentara Suriah dan 9 Tentara Irak Tewas di Wilayah Irak


Baghdad, Iraq - Puluhan tentara suriah yang mencari perlindungan dan menyebrang ke Irak telah disergap oleh tentara yang tidak dikenal pada Senin ini dengan tembakan dan granat roket. 48 orang dikabarkan tewas dan 9 orang tentara Irak ikut menjadi korban.

Keberadaan tentara Suriah di wilayah Irak menjadi bahan pertanyaan banyak pihak akan kepentingan dari pemerintah Iraq dalam perang saudara di Suriah. Serangan ini terkoordinasi dengan baik sehingga beberapa pejabat Iraq menyalahkan Al-Qaida Iraq yang telah melakukannya.

Para pejabat Irak menyatakan bila tentara Suriah mengungsi melalui perbatasan Rabiya melintas ke Irak Utara setelah terpojok oleh serangan pasukan pemberontak Suriah. Tentara-tentara ini sedang dikawal untuk dikembalikan ke Suriah ketika serangan ini terjadi.

Ali al-Moussawi, juru bicara Perdana Menteri Irak menyatakan bila 9 tentara Irak juga telah terbunuh dan tentara Suriah telah terlucuti. Dia mengatakan bila tentara Suriah diperbolehkan masuk ke Irak dalam rangka aksi kemanusiaan saja dan menegaskan bila Irak sama sekali tidak memilih pihak manapun.

"Kami tidak ingin ada tentara yang lain yang melintasi perbatasan dan kami tidak ingin menjadi bagian dari masalah", demikian katanya. "Kami tidak mendukung salah satu pihak untuk melawan pihak lainnya di Suriah"

Kementrian Pertahanan Irak menambahkan bila 10 warga Suriah juga ikut terluka dalam sergapan ini. Dalam pernyataannya ia mengingatkan semua pihak yang bertikai untuk tidak membawa pertempuran ke wilayah Irak atau akan mendapatkan konsekuensinya.

Pejabat resmi Irak meberikan detail dari serangan yang digambarkan begitu teratur dan terencana diarahkan kepada konvoi Suriah. Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya ini menyatakan bila tidak mungkin tentara pembebasan Suriah menyebrang perbatasan dan melakukan penyergapaan yang sangat terencana ini. Mereka menuduh bila pihak Al-Qaida yang berada dibelakang serangan ini.

Sebelumnya di hari Minggu, tentara pembebasan Suriah telah berhasil menguasai akademi polisi Suriah di provinsi Aleppo. Mereka melakukan serangan dibantu dengan tank curian menerebos ke komplek pemerintahan. Sekitar 120 tentara Suriah dan 80 tentara pembebasan Suriah tewas dalam pertempuran yang sengit ini.

sumber: huffingtonpost, independent, yahoo

Diplomasi Gagal, Iran Harus Diberikan Sanksi Militer

Israel - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bila program nuklir Iran telah mendekati garis merah seperti yang dia sampaikan di depan PBB beberapa bulan yang lalu. Segala bentuk diplomasi telah menemui kegagalan dan Iran hanya membeli waktu saja untuk mencapai target yang mereka inginkan yaitu senjata nuklir.

Pernyataan ini beliau keluarkan ketika melakukan pembicaraan via Video Concerence dalam meeting AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) - sebuah lembaga think thank berpengaruh di Amerika Serikat yang memperjuangkan kepentingan-kepentingan Israel.

"Iran telah melakukan pengayaan uranium terus menerus dan mereka menginstall sentrifugal yang lebih cepat lagi, kita harus menghentikan program pengayaan nuklir Iran ini sebelum terlambat", demikian katanya.

Pada saat yang sama di konferensi yang sama di forum AIPAC, wakil presiden Amerika Serikat Joe Bidden mengatakan bila Obama tidak sekedar menggertak tentang bagaimana determinasi Amerika Serikat dalam menghentikan Iran memiliki senjata nuklir.

"Kita tidak menginginkan perang. Kita siap untuk berbicara secara damai. Tapi semua opsi termasuk kekuatan militer telah ada di meja", demikian katanya.

Amerika Serikat, Cina, Prancis, Rusia, Inggris dan Jerman menawarkan pencabutan sanksi ekonomi untuk Iran dengan timbal balik agar Iran bersedia menahan program pengayaan uraniumnya, namun langkah ini sepertinya belum banyak memberikan perubahan.


sumber: aljazeera, abc, youtube

Lebih Dari 26 Orang Tewas di Konflik Sabah

Sabah, Malaysia - Pagi hari ini pasukan Malaysia kembali melakukan penyergapan terhadap para pendukung Sultan Sulu yang mengklaim Sabah sebagai bagian dari Kesultanan Sulu. Total korban dinyatakan lebih dari 26 orang tewas dimana beberapa diantaranya adalah pasukan komando dari Malaysia.

Pada tahun 1878, British North Company milik Inggris yang saat itu menjajah Malaysia menyewa wilayah Sabah dari kesultanan Sulu. Sewa Sabah dialihkan dari pemerintah Inggris ke Malaysia pada saat Malaysia merdeka tahun 1963.

Kesultanan Sulu pada tahun 1962 kemudian memberikan mandat kepada Presiden Filipina waktu itu Diosdado Macapagal untuk melakukan negosiasi wilayah mereka dengan Malaysia. Dari negosiasi tersebut disepakati bila Malaysia harus membayar sewa tahunan sebesar 69.700 peso atau senilai Rp. 17.4 juta per tahun kepada kesultanan Sulu.

Filipina sendiri dibuat pusing karena mereka merasa hutang budi kepada Malaysia atas jasa Malaysia mendamaikan Filipina dengan MILF(Front Pembebasan Islam Moro) di kepulauan Mindanao. Kesepakatan itu menyebutkan bila Mindanao termasuk Sulu merupakan wilayah otonomi bangsa Moro. Hal ini menyebabkan kesultanan Sulu merasa tidak memiliki wilayah sehingga mereka mengklaim tanah asli mereka di sabah.

Saat ini konflik di Lahad Datu Sabah telah menciptakan ketegangan di publik Malaysia mengingat sebentar lagi di akhir bulan Juni, mereka kaan mengadakan pemilu. Badan Intelejen di Malaysia juga sedang menginvestigasi kemungkinan bila kemah-kemah dari kelompok oposisi pemerintah juga berada dibelakang kekuatan penyusup di Sabah.

Malaysia sebelumnya meminta kekuatan yang menyusup ke Sabah untuk meninggalkan wilayah tersebut dan Malaysia berjanji tidak akan memperkarakannya. Namun dengan jatuhnya korban, Malaysia menyatakan pintu negosiasi telah tertutup dan meminta kekuatan itu untuk menyerah tanpa syarat.

Dari publik Filipina, pemerintahan Filipina dianggap kurang tegas dalam melindungi rakyatnya yang sekarang dilakukan tindakan militer oleh Malaysia. Dari fihak Filipina sendiri mengirimkan sebuah kapal perang dekat wilayah Sabah yang lengkap di dalamnya dengan tenaga-tenaga medis dan beberapa tokoh Islam ternama dengan harapan warganya yang sedang melakukan kisruh di Sabah bisa segera meninggalkan wilayah itu.



source: rmol, malaysia-today, time, al-jazeera

Tanah Tak Bertuan Suriah Yang Berbatasan dengan Israel Siap Di Caplok

Golan, ISRAEL - 4 mortir meledak di tanah Israel yang dekat dengan dataran Golan pada hari Sabtu tanggal 2 Maret kemarin. Hal ini menyebabkan Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu langsung turun tangan untuk memutuskan bagaimana menentukan respon atas situasi ini. Disisi lain Menhan Israel Ehud Barak telah terbang ke Washington tanggal 1 Maret sebelum insiden ini untuk menemui Menhan Amerika Serikat Chuck Hagel pada Selasa ini.

Dalam top agenda diskusi mereka tidak akan membahas Iran, akan tetapi sumber dari harian Debka melaporkan bila topik yang dibahas adalah melemahnya pasukan Bashar Assad di perbatasan Israel dan Yordania. Runtuhnya pertahanan kedua garis perbatasan ini menghasilkan sebuah siatuasi baru yang strategis.
Banyak warga Israel saat ini sedang fokus untuk mengamati perjuangan Netanyahu dalam membentuk koalisi pemerintahan. Sedangkan pada saat bersamaan, dataran Suriah golan tepatnya di provinsi Horon dimana pemberontakan Suriah pertama kali meledak 2 tahun lalu dan sungai Yarmuk yang membagi Suriah dan Yordania dalam keadaan kosong.
Tentara Suriah saat ini telah meninggalkan area tersebut sedangkan pemberontak Suriah masih membatasi diri untuk bisa memasuki wilayah-wilayah tersebut. Ada beberapa pertimbangan kenapa mereka belum memasuki daerah ini yaitu kekurangan sumber daya untuk menahan wilayah-wilayah ini, atau komandan dari pasukan pemberontak tidak berpikiran panjang untuk memikirkan strategis internasional, atau adanya resistansi dari warga Druze asli yang menguasai wilayah tersebut.

Israel dihadapkan kepada dua pilihan untuk membiarkan wilayah ini mempunyai nasib yang tidak jelas atau menegaskan kontrol mereka atas wilayah tersebut.

Militer dari Israel sendiri memiliki beberapa pilihan diantaranya mencaplok langsung wilayah ini dan menguasainya, atau mendukung suku Druze untuk menguasai wilayah ini, atau berkolaborasi dengan Yordania.

Israel masih memikirkan jalan yang terbaik yang bisa menjamin keamanan wilayah Israel mengingat tanggal 5 Maret akan ada perundingan antara pemerintahan Assad dan pemberontak di Moskow untuk mencari kesepatakan mengenai tanah tak bertuan. Kesepakatan ini sangat dikhawatirkan oleh Israel akan membuka pintu sehingga Islam garis keras akan menguasai wilayah ini dan berbatasan langsung dengan Israel.

sumber: debka

Minggu, 03 Maret 2013

Iran Menyatakan 3000 Sentrifugal Sedang Dibangun

DUBAI, Uni Emirat Arab - Iran sedang membangun sekitar 3.000 sentrifugal pengayaan uranium canggih, media berita Iran melaporkan hari Minggu. Pengembangan ini kemungkinan akan menambah kekhawatiran Barat tentang program nuklir Teheran.

Iran mengatakan awal tahun ini bahwa mereka akan menginstal sentrifugal pengayaan uranium generasi baru  di pabrik Natanz di Iran tengah, namun laporan-laporan Minggu oleh kantor berita Iran tampaknya membuat hal itu menjadi kenyataan.

Berita yang muncul di koran-koran Iran dan dilansir oleh Pemerintahan Iran datang setelah pembicaraan antara Iran dan kekuatan dunia di Kazakhstan tentang program nuklirnya berakhir dengan kesepakatan untuk bertemu lagi. Hal ini menggarisbawahi penolakan Iran untuk tunduk pada tekanan Barat untuk menghentikan program nuklirnya.

Badan Energi Atom Internasional mengatakan pada Februari bahwa sentrifugal IR-2m  dan casing sentrifugal kosong telah dimasukkan ke dalam tempat di lokasi dekat kota Natanz di Iran tengah. Mereka belum beroperasi, kata lembaga itu.

Kantor berita Iran pada hari Minggu mengatakan bahwa Fereydoun Abbasi-Davani, kepala Organisasi Energi Atom Iran, mengatakan bila Iran memproduksi 3.000 sentrifugal generasi baru.

Sumber:NYT