Tampilkan postingan dengan label Syria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syria. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

10 Perbandingan Kekuatan Militer AS dengan Suriah

http://a57.foxnews.com/global.fncstatic.com/static/managed/img/fn2/video/660/371/042012_fr_assad_640.jpg

Amerika Serikat menyatakan siap menyerang Suriah. Negara adi kuasa tersebut turut gerah setelah rezim Bashar al-Assad diduga memakai senjata kimia untuk membinasakan ribuan rakyat Suriah. AS menyatakan telah melakukan persiapan dan tinggal menunggu instruksi Presiden Barack Obama.

Diancam, Suriah tak gentar. Damaskus berujar bahwa kegagalan menunggu negeri Paman Sam itu jika nekat melancarkan serangan. Bashar al-Assad mengingatkan Washington atas kegagalan perang di Vietnam dan berbagai wilayah tempur lainnya.

Bashar begitu percaya diri menghadapi serangan AS. Sebenarnya seberapa besar kekuatan militer Suriah menghadapi pasukan AS? Bagaimana perbandingan kekuatan militer antara AS dan Suriah? Soal kekuatan militer itu, menarik untuk mengamati data yang dipotret oleh laman Global Firepower. Laman itu menyajikan perbandingan militer 68 negara. Data terbaru yang disajikan adalah tahun 2011 hingga 2012.

1. Personel
  • AS: 1.477.893 personel
  • Suriah: 304.000 personel

2. Personel militer cadangan
  • AS: 1.458.500 personel
  • Suriah: 450.500 personel

3. Anggaran Militer Pertahun
  • AS: US$ 689,591 miliar. 
  • Suriah: US$ 2,5 miliar.
Dari segi pendanaan, AS menjadi negara dengan anggaran militer terbesar di dunia. Berdasarkan data per 2011.

4. Tank
  • AS: 8.325 unit tank
  • Suriah: 4.150 unit tank

5. Senjata Artileri
  • Suriah: 2.150 buah
  • AS: 1.791 buah
Suriah menempati peringkat ke 10, sementara AS berada di peringkat 11 sebagai negara dengan senjata artileri terbanyak.

6. Kendaraan Tempur
  • AS: 18.539 unit
  • Suriah: 6.945 unit

7. Pelontar Roket
  • AS: 1.330 unit
  • Suriah: 1.336 unit

8. Pesawat Tempur
  • AS: 15.293 pesawat tempur 
  • Suriah: 695 unit pesawat tempur
Berdasarkan data tahun 2012, AS merupakan negara yang memiliki pesawat tempur terbanyak di dunia.

9. Helikopter Militer
  • AS: 6.665 unit helikopter 
  • Suriah: 176 unit helikopter.

10. Kekuatan Kapal Perang
  • AS: 290 unit 
  • Suriah: tidak punya satu pun armada kapal perang

Meskipun persenjataan ini sangat menentukan dalam sebuah peperangan, perlu dipertimbangkan konstelasi politik internasional yang berkembang saat ini. Sebab, rencana AS menyerang Suriah ini sudah nyata-nyata ditentang oleh Rusia dan China. Kedua negara ini merupakan negara dengan kekuatan yang sangat besar pula.

SBY: Indonesia Terus Berupaya Agar Suriah Tidak Diserang Militer AS

http://static.liputan6.com/201309/sby-kemanusiaan-130909b.jpg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan Indonesia terus berupaya memberikan sumbangsihnya agar Suriah tidak jadi diserang oleh militer Amerika."Sungguh demikian secara moral kita wajib berikhtiar mencegah tragedi kemanusiaan, ini yang kita mainkan. Kalau urusan dalam negeri Suriah kita tidak campuri.

Tapi lebih 2 tahun, sementara armada Rusia dan Amerika Serikat sudah mendekat. Kalau tidak dicegah saya khawatir. Ini tentu membahayakan keamanan internasional," kata SBY sesaat setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur,

Presiden ke-6 RI ini menegaskan, Indonesia terus menempuh upaya-upaya diplomasi untuk menyampaikan alternatif penyelesaian masalah konflik di Suriah tanpa adanya penggunaan militer. Dalam sejumlah kesempatan, SBY mengatakan, Indonesia memandang penggunaan militer tidak tepat dalam penyelesaian konflik di Suriah, apalagi tanpa adanya mandat dari Dewan Keamanan PBB.

Meski menempuh segala jalur diplomasi dan pendekatan, SBY mengatakan, pihaknya akan realistis atas hasil yang dicapai dari upaya itu mengingat masalah Suriah merupakan masalah internasional yang melibatkan begitu banyak negara dan juga sarat kepentingan politik. SBY menegaskan, Indonesia tidak akan tinggal diam dan berpangku tangan dalam masalah konflik di Suriah, apalagi dalam beberapa pekan ini mendekati fase genting dan ancaman intervensi militer.

Malaysia Tolak Campur Tangan di Kasus Bom Kimia Suriah

http://static.liputan6.com/201309/anifah-aman-130905b.jpg

Berbeda dengan negeri barat yang berencana melakukan intervensi militer dalam konflik Suriah --serangan bom kimia yang menewaskan ratusan orang, Malaysia justru tak sependapat. Pemerintah Negeri Jiran itu justru sangat menentang adanya campur tangan yang dilakukan pihak militer untuk mengakhiri konflik tersebut. "Intervensi militer di Suriah, sebagai solusi politik untuk mengakhiri konflik di Suriah sangat ditentang negara saya," ujar Anifah Aman, Menteri Luar Negeri Malaysia pada Rabu, 4 September 2013 dan dimuat dalam Xinhua.

Anifah menjelaskan, intervensi militer tidak bisa memecahkan masalah dan hanya akan mengakibatkan hilangnya nyawa tak berdosa dan kerusakan properti. "Kami tidak pernah percaya intervensi militer akan memecahkan masalah. Kami telah melihat apa yang terjadi di banyak negara. Apa yang terjadi di Libya, Irak, Afghanistan. Hal ini (intervensi militer) tidak menyelesaikan masalah apa pun," katanya seperti dimuat kantor berita Bernama.

"Posisi kami sangat jelas, bahwa kita harus memberikan kesempatan kepada kelompok yang bertikai untuk duduk bersama, melalui dialog dan konsultasi. Dan menemukan solusi yang membawa manfaat bagi masyarakat dari negara tertentu," urai Anifah dalam konferensi pers ketika dimintai untuk mengomentari potensi serangan militer oleh Amerika Serikat terhadap Suriah untuk diduga menggunakan senjata kimia.

Terkait hal itu, Anifah juga menyerukan kepada Liga Arab untuk memfasilitasi negosiasi dan diskusi politik untuk menemukan solusi terhadap konflik di Suriah. Serangan di Damaskus Timur yang terjadi pada Rabu, 21 Agustus 2013 menewaskan banyak warga sipil tak berdosa. Anak-anak pun turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Menurut data dari sebuah yayasan medis yang turut serta merawat para korban serangan bom kimia itu, 355 orang meninggal dunia. Namun setelah dilakukan penyelidikan, pihak Amerika yang telah memiliki fakta-fakta dari PBB menyatakan korban meninggal dunia bertambah 1.074 orang. Atau dengan kata lain jumlahnya mencapai 1.429.

Minggu, 08 September 2013

Putin : Anda Serang Sekutu Kami, Maka Kami Akan Datang

http://static.kienthuc.net.vn:81/Images/Contents/minhbich/20130619/001_Vladimir-Putin-and-Barack-obama-SC.jpg

Suasana tegang menyelimuti pertemuan  pemimpin dunia di forum G20, St Petersburg, Rusia.  Presiden Rusia, Vladimir Putin secara terbuka mengancam Presiden Amerika Serikat Barack Obama soal Suriah. Dilansir Russia Today. Usai memastikan Obama membatalkan pertemuan empat mata, Presiden Putin mengatakan Rusia mungkin akan datang untuk membantu Suriah menyerang AS.

“Pesan kami adalah, jika Anda menyerang sekutu kami, maka kami mungkin akan datang,” tegas Putin. Pernyataan terkeras Putin itu ditanggapi serius oleh Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Martin Dempsey. Dilansir FoxNews, Pentagon telah memprediksi bahwa serangan militer AS ke Suriah bisa berubah menjadi perang asimetris antara AS dan Rusia.

“Kemungkinan terjadi baku tembak dengan tentara Rusia sangat terbuka, karena kita menyerang sekutu mereka,” jelas Dempsey. Kongres AS  juga terkejut mendengar ancaman Putin. Anggota Kongres dari Partai Republik, George Holding, dalam pertemuannya dengan para jenderal Pentagon, mengatakan jika pilihan serangan militer ke Suriah dilakukan, harus dipikirkan apa yang akan dilakukan AS jika Rusia memutuskan untuk ikut menyerang.

“Sikap dan pernyataan Presiden Putin jelas menunjukkan Rusia sepertinya punya pilihan untuk menyerang kita di arena pertempuran sebagai balasan bagi AS karena kita  menghantam sekutu kuat mereka di Timur Tengah,” ujar Holding. Menjawab kekhawatiran itu, Jenderal Dempsey menolak untuk memberikan jawaban, Ia hanya berharap hal itu tidak akan terjadi, meski peluang Rusia terlibat dalam perang cukup terbuka. “Rusia memiliki kemampuan seperti perang asimetris, termasuk cyber dan akhirnya bisa berujung pada senjata nuklir strategis. Tapi saya tidak mau berspekulasi dulu soal itu,” pungkas Dempsey.

Sabtu, 07 September 2013

Uni Eropa: Bukti-bukti Menunjukkan Assad Gunakan Senjata Kimia

http://gambar.atjehpost.com/AGUSTUS/images/GLOBAL/TIMUR%20TENGAH/bocah%20kimia-afp.jpg

Dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah terus menuai kontroversi. Namun para menteri pertahanan Uni Eropa menyimpulkan, bukti-bukti memang menunjukkan rezim Presiden Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia dalam serangan di dekat Damaskus bulan lalu. "Ada banyak tanda bahwa rezim menggunakan senjata itu (kimia)," kata Menteri Pertahanan Lithuania Juozas Olekas dalam pertemuan para menteri Uni Eropa yang digelar di Vilnius, Lithuania seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/9/2013).

Sementara itu, pemerintah Prancis mendesak Uni Eropa untuk bersama-sama mengecam serangan kimia di Suriah yang terjadi pada 21 Agustus lalu. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius. Dikatakannya, Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara itu, juga diharapkan untuk menyatakan, bahwa berdasarkan bukti yang telah disampaikan pemerintah Prancis, rezim Assad telah mendalangi serangan kimia itu.



Pertemuan para menteri Uni Eropa ini digelar di tengah meningkatnya retorika perang terhadap Suriah. Retorika ini kian gencar setelah oposisi Suriah menuding pasukan rezim Assad melakukan serangan kimia di basis-basis pemberontak dekat Damaskus. Oposisi menyebut, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan kimia itu.

Tuduhan ini berulang kali dibantah rezim Assad. Pemerintah Suriah balik menuding bahwa para pemberontaklah yang bertanggung jawab atas serangan kimia itu. Tujuannya, untuk mendorong aksi militer internasional terhadap rezim Assad.

Gedung Putih Rilis Nama Negara Sekutu Mereka Untuk Menyerang Suriah

http://nusantara-mancanegara.pelitaonline.com/system/news/images/127163/large/obama-syria-300x225.jpg

Gedung Putih akhirnya melansir sekutu mereka yang bakal bersama-sama dengan Amerika Serikat menyerbu Suriah. Sekutu itu yakni : 

  1. Kanada
  2. Korea Selatan
  3. Australia
  4. Italia
  5. Jepang
  6. Arab Saudi
  7. Spanyol
  8. Turki
  9. Prancis
  10. Inggris.

Surat kabar the Washington Post melaporkan, Jumat (6/9), Presiden Barack Hussein Obama mengumumkan itu di detik-detik menjelang penyerbuan ke negara Presiden Basyar al-Assad. Amerika percaya Suriah telah melanggar perjanjian internasional soal penggunaan senjata kimia.

Meski kongres Amerika akhirnya merestui Obama untuk invasi ke Suriah, namun parlemen Inggris menolak Britania mengambil tindakan militer ke negara itu. Banyak warga negara sekutu Amerika itu menolak keras ambil bagian di konflik Suriah. Mereka mengatakan sebaiknya sejagat menunggu keputusan tim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang meneliti penggunaan gas sarin itu.

G20
http://sin.stb.s-msn.com/i/9D/3EFBB93C9F7CC557FB11335F73CAC2.jpg

Dalam pertemuan puncak Kelompok 20 (G20) di Rusai, Masalah konflik Suriah menjadi topik utama bagi pembahasan selama acara dua-hari tersebut. Beberapa negara memiliki pendapat yang terpecah mengenai rencana serangan militer AS terhadap Suriah. Beberapa negara anggota G20 yang menolak penyelesaian konflik Suriah di lakukan dengan cara tindakan militer :

  1. Rusia
  2. China
  3. India
  4. Indonesia
  5. Argentina
  6. Brazil
  7. Afrika Selatan
  8. Italia