Tampilkan postingan dengan label Latihan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan Militer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

TNI dan Tentara China Gelar Latihan Tempur Bersama


Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diwakili oleh Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA Air Force) menggelar latihan tempur bersama dengan sandi Sharp Knife Airborne 2013 di Markas Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) Landasan Udara (Lanud) Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/11/2013). 

Menurut Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Paskhas Kolonel Rolland DG Waha, yang juga menjabat sebagai direktur latihan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama 10 hari ke depan. 

"Ini merupakan program pemerintah kita. Latihan Sharp Knife Airborne 2013 ini adalah yang ketiga. Yang pertama tahun 2011 dilakukan di Kopassus di Batujajar. Kemudian, kita kunjungan balasan ke China tahun 2012," kata Rolland saat ditemui di Lanud Sulaiman, Rabu siang.

Rolland menambahkan, angkatan udara dari kedua negara ini nantinya akan bertukar pengetahuan dan wawasan seputar dunia militer di masing-masing negara. Materi yang akan dilatih, kata Rolland, mulai dari kegiatan perorangan, latihan tempur, latihan terjun payung, hingga bela diri. 

"Sebenarnya, hampir semua materi yang ada di mereka sudah kita miliki, cuma yang membedakan bentuk dan tipenya saja. Jadi, kalau mereka punya halang rintang, kita juga punya. Cuma modelnya yang berbeda sehingga protapnya juga berbeda," bebernya. 

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Korpaskhas Mayor Rivaid menambahkan, latihan gabungan tersebut menyertakan 60 personel dari PLA Air Force China dan 120 prajurit Korps Paskhas. 

"Sebenarnya, ini latihan TNI secara keseluruhan, tapi pada periode ini latihan diserahkan ke Korpaskhas," ujar Rivaid. 

Rivaid menambahkan, meskipun Pasukan Pembebasan China membawa sendiri sebagian peralatan yang dibutuhkan, Paskhas tetap menyediakan sepenuhnya peralatan dari persenjataan hingga alutsista yang dibutuhkan dalam latihan tersebut. "Kita kerahkan tiga unit pesawat Hercules untuk membantu latihan," ungkapnya.

Kamis, 31 Oktober 2013

Laut Natuna Disisir TNI, Amankan Bom Sisa Latihan

http://static.liputan6.com/201304/tni-al130411c.jpg

TNI AU menggelar latihan Angkasa Yudha 2013 di Pulau Natuna, Riau. Dalam latihan tersebut, sejumlah pesawat tempur memuntahkan puluhan rudal ke sasaran yang berada di laut Natuna. Menurut Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, untuk menghindari hal yang tak diinginkan, tim akan diterjunkan untuk menyisir lokasi latihan.

"Kita punya tim demolisi. Kita minta dari AL karena di laut, mereka sudah ngirim untuk meyakinkan semua sisa bom itu meledak dan sudah diamankan dan tidak meledak lagi," kata Ida Bagus di Lanud TNI AU Ranai, Pulau Natuna, Riau, Kamis (31/10/2013).

Untuk itu, kata dia, masyarakat agar tidak mendekat lokasi latihan hingga benar-benar dinyatakan aman oleh petugas.

"Dan saya harapkan juga masyarakat di sini, mengikuti instruksi dari aparat kami. Sebelum selesai melaksanakan demolisi, jangan sampai ada yang mendekati lokasi. Nanti akan saya lihat, yakin bahwa setelah latihan itu semua area akan kembali normal lagi," ucap dia.

Pada 3 Mei 2013 lalu, dua warga tewas dan empat lainnya luka setelah sisa bom yang digunakan dalam latihan gabungan TNI di Lumajang, Jawa Timur, meledak

Korban luka menuturkan bom sisa latihan gabungan TNI pada Jumat 2 Mei 2013 lalu meledak saat ia dan 5 orang lainnya tengah membongkar bangunan yang dijadikan target latihan tersebut.

Sabtu, 07 September 2013

Latihan Jungle Survival Dan Sea Survival Bersama Marinir Indonesia - Marinir AS Berakhir

http://www.tnial.mil.id/Portals/0/News/OPSLAT/september2013/07%20latma.JPG

Inspektur Korps Marinir (Irkormar) Kolonel Marinir Bambang Priambodo mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington secara resmi menutup Latihan Bersama Marinir Indonesia – Amerika di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat (6/9/2013). Penutupan Latihan Bersama dengan sandi Lantern Iron 13 – 1 yang melibatkan 77 prajurit, 69 prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir dan 8 prajurit Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC (United States Marines Special Operation Comand) tersebut ditandai dengan pelepasan tanda peserta latihan oleh Inspektur Korps Marinir kepada perwakilan peserta latihan.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan Irkormar, Komandan Korps Marinir mengatakan selama delapan belas hari mulai tanggal 20 Agustus sampai dengan 6 September 2013, telah dilaksanakan latihan bersama antara Korps Marinir Indonesia dan USMC. Merupakan sesuatu yang membanggakan dimana latihan bersama antara dua negara dapat terlaksana dengan aman dan lancar serta seluruh  materi latihan yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik.

Dengan selesainya latihan ini, lanjutnya, diharapkan prajurit Yontaifib-1 Mar dan Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, sehingga pengalaman dan pengetahuan tersebut dapat dijadikan sebagai modal dalam menunjang pelaksanakan tugas pokok satuan masing-masing. Menurut orang nomor satu dijajaran korps baret ungu itu bahwa latihan bersama tersebut disamping bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme prajurit, juga dalam rangka menciptakan hubungan persaudaraan yang erat antara pasukan dari kedua negara, sehingga kerjasama militer di bidang pertahanan dapat diwujudkan.

 http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/9_September/penutupanlatmasolentiron2.jpg

Hubungan kerjasama khususnya dalam bidang latihan sudah lama terjalin, namun Komandan Korps Marinir mengharapkan agar kedepan hubungan baik ini akan terus ditingkatka dengan menyelenggarakan latihan demi latihan, sehingga doktrin dan persepsi tentang pelaksanaan operasi amfibi dapat disinergikan.

Dalam kesempatan tersebut Komandan Korps Marinir mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya bagi pihak-pihak yang terlibat mendukung dan mensukseskan latihan bersama tersebut, sehingga dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Selain itu, ucapan selamat juga disampaikan kepada peserta latihan yang telah selesai melaksanakan latihan, khusus bagi prajurit US MARSOC, Dankormar mengucapkan selamat jalan dengan harapan bisa bertemu kembali dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Kapten USMC Bombaci selaku tertua dari Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC mengatakan sangat terkesan dengan latihan bersama ini, dan ia sangat senang bisa bertukar ilmu dengan Marinir Indonesia khususnya prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir, selain itu ia juga mengharapkan agar latihan seperti ini dapat berlanjut sehingga dapat menjalin kerjasama antara Marinir Amerika dan Marinir Indonesia. Sementara itu Komandan Satgaslat Letkol Marinir Edy Cahyanto menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta latihan sehingga latihan bersama ini dapat berjalan lancar aman dan sukses.

Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian cindera mata dari Batalyon Taifib-1 Marinir yang diwakili oleh Lettu Marinir Wahyudi kepada Kapten USMC Bombaci dan cinderamata dari Tim-2 Kompi Delta Batalyon-1 US MARSOC yang diwakili Sergeant Derek kepada Letkol Marinir Edy Cahyanto, acara ditutup dengan foto bersama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Atase Pertahanan Amerika untuk Marinir Letkol USMC Avilla, Komandan Puslatpurmar Baluran Letkol Marinir Agus Gunawan Wibisono dan para pejabat TNI/Polri di wilayah Banyuwangi.

China dan Pakistan Akan Lakukan Latihan Militer Bersama

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCR9a3JNqp-FuHKlme9sSNxw5xvRoosq8N0-MQ2zsXmGqHwEe7EXGB2nNi8TtuL8FOJ57RppOmqeLw0jCzDeqp6U0UJ69nZyrjCCVuibx88Y7_klmFNExirMu21UvEgKvD80TLwP411QM/s1600/showbfile22-1.jpg

China dan Pakistan akan mengadakan latihan gabungan pertahanan penerbangan di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang (barat laut Cina), 22 September tahun ini, kata juru bicara Kementerian Pertahanan China Yang Yujun. Menurut Mr Yang, latihan CODEC "Shaheen-2" akan diadakan di Hotan county. Latihan sebelumnya sudah pernah diadakan pada tahun 2011 lalu.

Menurut Bapak Yang, latihan militer bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan antara negara dan mengembangkan kerjasama lebih lanjut dengan maksud untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.