Rabu, 30 Oktober 2013

Latihan Perang di Natuna, TNI Meminta Izin ke Singapura

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/62/Purnomo_Yusgiantoro_2011.jpg

Latihan tempur pasukan TNI AU di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, harus mendapat izin otoritas Singapura. Pasalnya, jalur penerbangan komersial di Natuna dikuasai Negara Singapura.

"Saya pernah menanyakan itu ke Kementerian Perhubungan, pada tahun berapa itu mereka belum siap baik dari alat maupun sumber dayanya," kata Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro, Rabu (30/10/2013).

Atas kondisi tersebut maka jalur penerbangan sipil ditangani Negara Singapura. Kendati demikian, penerbangan militer dan patroli keamanan di Natuna tetap di bawah kendali TNI AU.

"Ya seperti itu keterangan Menteri Perhubungan. Namun kalau dari segi pertahanan, kami selalu melakukan patroli-patroli," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, telah mengirimkan izin terbang kepada otoritas Singapura, untuk menggelar latihan tempur.

Pasalnya, pada latihan tersebut banyak melibatkan pesawat tempur yang lalu lalang di atas perairan Kepulauan Riau.

"Kita buat notem (notice airman) kepada Singapura untuk semua jenis pesawat yang kita gunakan latihan," ujarnya.

Dia berharap, ke depan jalur penerbangan sipil yang dikuasai Singapura dapat ditangani Indonesia untuk memudahkan fungsi pertahanan. Kendati demikian, pihaknya saat ini telah melakukan tugas menjaga kedaulatan negara.

"Berharap agar itu bisa di-handle oleh kita Bangsa Indonesia agar memudahkan untuk pertahanan," tandasnya.

Selasa, 29 Oktober 2013

Kabar Terakhir Rencana Pembuatan Tank Tempur Indonesia - Turki

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyv5G7HYB_nlhj9J8DKWWqAZvnqqhaIEPL_gX142Q8peVn6FVMPhmnRLRw-9ChNJR0vtQ3yywMrxggTAvFmjNZBLv1-q1IU7hmRMOPt8dh-0SrJcYj-TGR6PNYONT2E_GygfmQJqd7cG94/s400/Tank+Medium_Pindad.JPG

Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat menjalin kerja sama dalam pembuatan tank. Kesepakatan itu diikat dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di sela kegiatan Pameran Industri Pertahanan Internasional (IDEF) ke-11 di Istanbul, Turki, pada Mei lalu.

Salah satu poin yang tertuang di dalam MoU itu adalah pemerintah kedua negara akan mendesain satu prototipe tank terlebih dahulu. “Saat ini proses pengerjaan baru sebatas pembuatan protipe tank. Setelah desain tank selesai dibuat, maka rencananya akan diproduksi massal dan digunakan bagi milter di kedua negara,” ujar Duta Besar Turki untuk Indonesia Zekeriya Akcam kepada VIVAnews, 29 Oktober 2013, di Hotel Shangri-La dalam perayaan Hari Nasional ke-90 Turki.

Zekeriya berharap prototipe tank akan selesai dibuat setelah Turki menggelar pemilu tahun depan. “Desain tank akan diungkap ke publik setelah Turki selesai menggelar pemilu pada Juli 2014. Kebetulan Indonesia dan Turki sama-sama akan menggelar Pemilu Presiden di waktu yang sama,” kata Zekeriya.

Pembuatan tank ini rencananya akan melibatkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, yakni PT Pindad dan PT LEN. Salah satu perusahaan asal Turki, ASELSAN, merupakan mitra dari PT LEN yang sudah memiliki pengalaman memproduksi peralatan di bidang pertahanan dan keamanan. Sementara dari pihak Turki, proyek ini akan ditangani oleh FNSS Defense System.

Tanam investasi
Zekeriya juga mengatakan, dua perusahaan besar Turki akan menanamkan investasi di Indonesia. Perusahaan itu bergerak di bidang pengeboran dan pertambangan, serta produksi mesin pendingin dan mesin cuci. “Mereka telah melakukan survei selama hampir empat tahun untuk menentukan tempat investasi. Untuk perusahaan pertambangan dan pengeboran dari Turki, mereka baru memperoleh izin di Agustus lalu,” kata Zekeriya. Perusahaan itu akan mulai melakukan pengeboran di Pulau Sumatera.

Sementara untuk perusahaan produsen mesin pendingin dan mesin cuci dari Turki, sudah siap memproduksi produknya karena telah menemukan mitra lokal.

Namun, ujar Zekeriya, lebih banyak perusahaan Turki yang lebih memilih untuk melakukan hubungan dagang di Indonesia ketimbang berinvestasi. Penyebabnya adalah nilai tukar mata uang yang tak stabil dan birokrasi yang rumit. “Terlalu banyak perjuangan dan birokrasi untuk bisa memperoleh izin usaha di Indonesia,” kata dia. Dalam neraca perdagangan, Indonesia masih mengalami defisit dari Turki pada tahun 2012. Zekeriya mengatakan nilai perdagangan dari Indonesia ke Turki mencapai US$1,5 miliar, sedangkan dari Turki ke Indonesia mencapai US$250 miliar.

Prototype Tank Buatan Indonesia, Medium SBS Pindad

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_YTX-3Fi8ppGSsBQulkzZSzQIAsMH0x-5voFkZVyqPoKQ1ZXNWm79nnWYm8r2lSq5KXOpEDpeEU3fZWTMn0VTxxBCz2bba4wBqija_eMb6hep04knpvH1kszsDKftZBCm2-oFZBBoclE/s1600/mediumtankpindad.jpg

PT Pindad (Persero) siap meluncurkan tank asli buatan Indonesia yang pertama ke publik. Tank ini sekarang masuk ke fase pematangan model prototype atau purwarupa tank tipe medium di pusat pengembangan.

Dari gambar yang diteroleh detikFinance, tampilan body terlihat mirip panser Anoa 6X6. Kepala Departemen Humas dan Hukum PT Pindad Tuning Rudiyanti menjelaskan medium tank karya Pindad ini memang masih perlu penyempurnaan.

"Nah, kalau tank itu kita mulai dari kelas medium. Sekarang untuk tank baru masuk di litbang. Secara fisik iya sudah jadi tapi kalau teknis baru setengahnya. Ini bisa dilihat di Pindad. Ini benar-benar karya Pindad," ucap Tuning kepada detikFinance Rabu (30/10/2013).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpwiiMUJTWLq94eIG_5fbRtHUN584Nfl5GC2fkt0oc6t4_WXd3nwR3LAz7RFgAj9iQ6jYSmMrh6tro2_kXunolYkr3OFLAFcAEtFgPKYFhHFYGTH5bxZvq_XV96wiQdAoUYCH7E_3F2F0/s400/tank-medium-pindad.jpg

Tank ini merupakan loncatan dari pengembangan panser Anoa dan kendaraan taktis Komodo. Ketika prototype tank bernama SBS ini tuntas, produsen senjata dan kendaraan tempur pelat merah ini siap melanjutkan ke proses sertifikasi di Kementerian Pertahanan."Nanti kalau sudah jadi prototype diajukan sertifikasi baru diproduksi," jelasnya.

Tank produksi bangsa Indonesia ini, bisa disejajarkan dengan tank kelas medium seperti Marder. Selain mengembangkan tank sendiri, Pindad juga ikut membantu Kementerian Pertahanan Indonesia bersama Turki mengembangkan medium tank.

TNI Gencar Patroli Perbatasan Darat dan Laut

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBDqb7kB4AedKMRhr2hosWkup6Wak-1zs42ZXWIsHls2-N3eA581sY5jt0Q2gARQxuQUhEYmLaLbiMALuFNplX-BH_pD201ByGTmOWsGlybRdcJYM4_zIqYju0DOUyHj16HDemnzXFZR69/s1600/linud+2.jpg

Guna menjaga utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, berbagai cara dilakukan TNI. Di antaranya dengan melakukan patroli darat dan laut. Berbagai kegiatan seperti patroli di pulau-pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara Australia dan Timor Leste digelar penjaga perbatasan negara dari TNI Kodam XVI Patimura.

Patroli yang dipimpin langsung Panglima Kodam XVI, Mayor Jenderal Eko Wiratmoko ini menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. Cuaca ekstrim, intaian badai hingga terpaan gelombang tinggi akan terus dilalui guna menjaga perbatasan negara.

Para prajurit TNI itu akan menyusuri 3.000 mil di perbatasan perairan indonesia dengan Timor Leste dan Australia.

Mayjen TNI Eko Wiratmoko terlihat menyambangi sejumlah Pos Satgas, serta Koramil pulau-pulau terluar di wilayah kerja Kodam XVI Patimura seperti pulau Lirang Pulau Romang, Pulau Leti, Pulau Wetar dan pulau disekitar Provinsi Maluku yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Mayjen TNI Eko Wiramoko juga menyempatkan memeriksa peralatan senjata yang dimiliki personel di perbatasan. Hal itu dilakukannya untuk memastikan kekuatan TNI di garis depan negara, jika diganggu negara asing.

Puluhan Pesawat Tempur TNI AU Beraksi di Natuna

http://static.liputan6.com/201310/pesawat-tempur-tni-131018c.jpg

Rombongan peserta latihan berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Rabu (30/10/2013) sekitar pukul 06.30 WIB dan tiba di Lanud Ranai, Riau, pukul 08.05 WIB dengan menggunakan pesawat Boeing 737.

Dalam rombongan, tampak Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro yang saat tiba di Banda Ranai disambut Tarian persembahan.

Latihan Puncak Angkasa Yudha 2013 merupakan latihan akumulasi dari latihan tingkat personel, satuan dan antarsatuan. Latihan ini untuk menguji kesiapsiagaan satuan sekaligus menguji doktrin operasi udara dalam menanggulangi kontijensi. Tujuannya, untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur personel Komando Operasi TNI AU I (Koopsau I), Koopsau II, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), Korps Pasukan Khas TNI AU (Korpaskhas) dan dinas terkait.

Operasi udara yang akan dilaksanakan terdiri atas operasi pertahanan udara, pengintaian udara strategis, serangan udara strategis, operasi khusus, penerjunan pengendali tempur, pengintaian udara, operasi lawan udara opensif, serangan udara langsung (SUL).

Selain itu, operasi perebutan dan pengendali pangkalan udara (OP3U), bantuan tembakan udara (BTU), Air Landed, SAR Tempur, Pengungsian Medis Udara (MPU), Operasi Dukungan Udara serta Operasi Informasi yang meliputi Operasi Public Affair, Operasi Psikologi, Kontra Opini, Perang Elektronika dan Cyber Warfare.

Pesawat tempur yang dilibatkan antara lain 8 pesawat Hawk 109/209 di Lanud Supadio, 6 SU-27/30 Sukhoi dan empat F-16 di Batam, 4 Super Tucano dan 1 Flight Hawk MK-53 di Lanud Supadio.

Sedangkan satuan dukungan tempur meliputi 9 pesawat C-130 Hercules di Lanud Halim Perdanakusuma, termasuk PMU dan Tanker Udara (KC), satu CN-235, satu CN-295, satu Cassa-212 dan 2 Boeing 737 serta 3 Helikopter SA-330 Puma dan 2 Helikopter EC-120 Colibri.

Progam sederhana menghitung bunga bank c++

1.Tulis script
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main(){
int tbg,bga,ung,jml,tot;
cout<<"       ----------------Bank Dodit tbk.-----------------"<<endl;
cout<<"                 Melayani masalah tanpa masalah       "<<endl;
cout<<"       -----jln. S.Parman No:20,Cilacap,Jawa tengah----"<<endl;
cout<<endl;
cout<<"---------------------------------------------------------------------------"<<endl;
cout<<"Bunga per/bulan 2%"<<endl;
cout<<"Jumlah uang yang akan anda tabung : Rp."; cin>>jml;
cout<<"---------------------------------------------------------------------------"<<endl;
int i=1;
while(i<=12){
cout<<"Tabungan Bulan ke- "<<i;
bga=jml*0.02;     //jumlah uang *2%
cout<<"      bunga : Rp."<<bga;   //tampil bunga
jml=jml+bga;   //uang=uang+bunga
i++;   ///kenaikan

cout<<"        Saldo : Rp."<<jml<<endl;
}
cout<<"---------------------------------------------------------------------------"<<endl;
tot=jml;
cout<<"Jumlah tabungan anda dalam setahun : Rp"<<tot;  //output jumlah uang
cout<<endl;
cout<<"\n                                                                    Teler";
getch();
}

Maka hasilnya

   Terimakasih semoga bermanfaat :)

Tiga Tucano TNI AU Mendarat Di Lanud Syamsudin Noor

http://www.radarbanjarmasin.co.id//file/berita/2013/10/29/si-moncong-hiu-mampir-di-banjarbaru.jpg

Pemandangan di Lanud Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (28/10) terlihat berbeda dengan kehadiran tiga pesawat tempur jenis EMB-314 Super Tucano.  Warga yang melintas di depan bandara pun tersedot perhatiannya pada tiga pesawat tersebut, dengan warna militer dan mocong hiu bergigi tajam, ditambah persenjataan siap tempur yang terpasang pada sayap-sayapnya.

“Ini pesawat tempur baru dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang,” ujar Komandan Lanud Syamsudin Noor Esron SB Sinaga SSos kepada Radar Banjarmasin, Senin (28/10) pukul 12.00 Wita.

Saat itu, Esron hendak melepas keberangkatan pesawat menuju Lanud Supadio Pontianak. Dari Pontianak pesawat ini akan kembali terbang menuju Batam dan Ranai Kepulauan Natuna, dalam rangka Latihan Angkasa Yudha 2013.

“Singgahnya tiga Super Tucano ini juga bagian dari operasi latihan tempur itu,” ujar Esron.

Tujuannya, untuk memastikan kesiapan Lanud Syamsudin Noor sebagai Pangkalan Aju, yakni pangkalan yang dijadikan tempat pesinggahan pesawat TNI AU yang sedang melaksanakan operasi militer.  Sehingga tiga pesawat itu kemarin, hanya sebentar mampir di Lanud Syamsudin Noor. Rombongan pesawat tersebut, dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh Malang, Letkol Pnb James Yanes Singal SE.

Sekadar diketahui, Pesawat Super Tucano ini dibuatoleh pabrikan Embraer Brazil, merupakan pesawat tempur taktis yang dilengkapi dengan teknologi modern yang dapat digunakan untuk berbagai misi, seperti serangan ringan, pengintaian serta dapat dioperasikan pada malam hari, sehingga sangat ideal untuk melaksanakan misi seperti menjaga wilayah perbatasan.

Sistem persenjataan Super Tucano terdiri atas 2 senapan mesin di sayap, kemudian dapat menagngkut lima bom sejenis MK-81 maupun MK-82, Cluster dan bom dengan pemandu laser.
Selain tiga pesawat tempur yang menggunakan baling-baling ini, kemarin juga mampir Helikopter Puma SA-330 dan dua pesawat Hercules C-130, untuk mendukung operasi tiga pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano.