Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

Tentara Norwegia Berlatih Bersama Group 2 Kopassus Tangani Separatisme

http://images.solopos.com/2013/11/281113_SOLO_KOPASSUS_01.jpg

Tentara Norwegia memberikan pelatihan kepada puluhan perwira TNI anggota Group 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Markas Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/11). Sedikitnya 6 personel Tentara Nasional Norwegia mengajari 45 perwira Kopassus tentang penanganan separatis tanpa melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Komandan Group 2 Kopassus Kandang Menjangan, Letkol (inf) Maruli Simanjuntak mengatakan, kedatangan tentara Norwegia ke Group 2 Kopassus merupakan inisiatif mereka sendiri. "Ini inisiatif mereka sendiri, kita tidak mengundang. Mereka ingin mengembangkan ilmu, pengalaman dan bertukar pengalamannya dalam bidang kemiliteran bersama tentara Indonesia, khususnya Kopassus," ujar Maruli, Kamis (28/11).

Menurut Maruli, tentara Norwegia memberikan pelatihan selama empat hari, mulai Senin (25/11) hingga Kamis (28/11). Selama diklat tersebut kata Maruli, banyak pengalaman yang didapatkan. Pengalaman tersebut diharapkan akan ditularkan oleh para perwira kepada anggota di bawahnya.

Salah seorang peserta diklat, Kapten MZ Tarigan mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan juga melibatkan warga sipil. Latihan ini dinilai penting dilakukan khususnya saat perang melibatkan warga sipil. "Ini sangat penting, soalnya bila benar terjadi, penanganannya nanti tidak melanggar HAM," katanya.

Pelatihan yang melibatkan tentara Norwegia tidak hanya dilakukan di Group 2 Kopassus Kandang Menjangan saja. Tetapi juga dilakukan di seluruh kesatuan Kopassus di Indonesia. Sebelum di Group 2 Kopassus, tentara Norwegia ini telah melakukan beberapa diklat. Yakni di Wamena, Merauke, Aceh dan beberapa tempat lainnya.[has]

Kopassus “Kalahkan” Tentara Norwegia
Puluhan pasukan Kopassus yang dinamai Pasukan Biru terlihat menunduk mengintai pasukan musuh atau tentara Norwegia yang berjumlah enam orang. Tiga anggota pasukan biru atau pihak Kopassus ditahan di basecamp pasukan merah untuk dimintai informasi militer.

Tidak mudah, Pasukan Merah meminta keterangan militer pada pasukan biru. Bahkan salah satu anggota Pasukan Biru ditembak beberapa kali di bagian kakinya dengan senapan laras pendek karena tidak mau menunjukkan tempat persembunyian Pasukan Biru.

Selang beberapa menit, Pasukan Biru dari Kopassus datang untuk menyelamatkan tiga anggotanya yang ditahan Pasukan Merah. Ditenggah perjalanan pasukan Kopassus mendapati dua warga sipil yang beraktivitas mencari rumput di dekat basecamp Pasukan Merah. Dua warga sipil tewas ditembak Pasukan Biru dan tembakan tersebut didengar Pasukan Merah yang sedang berjaga sehingga terjadi kontak senjata di antara dua pasukan ini.

Selang beberapa lama, pihak Pasukan Kopassus bernegosiasi untuk menyelamatkan tiga anggotanya yang luka parah akibat dipukuli dan ditembak Pasukan Merah. Dengan bantuan satu unit mobil ambulans tiga anggota Pasukan Biru pun diselamatkan. Namun, pihak pasukan musuh atau Tentara Merah tak menyangka mobil ambulans dimanfaatkan pasukan biru untuk menyergap Pasukan Merah sampai mereka semua tewas dan dua pasukan berhasil melarikan diri.

Peristiwa tersebut bagian dari cuplikan adegan kedua dari empat adegan perang yang ditontonkan pihak Kopassus dan Tentara Norwegia dalam latihan perang bersama menangani separatis tanpa melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) di markas Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Kamis (28/11).

Komandan Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Letkol (Inf) Maruli Simanjuntak mengatakan latihan ini merupakan yang terakhir setelah selama tiga hari sebelumnya latihan di ruang kelas dan kini latihan bersama di lapangan. Unsur yang dilibatkan dalam latihan ini yakni dari pihak komandan saja yang berjumlah 45 orang dari Kopassus dan lima orang dari angkatan udara.

“Diharapkan setelah latihan ini hasil dan manfaatnya bisa disosialisasikan dengan anggota di bawahnya,” ujar Letkol Maruli.

Ia mengakui, manfaat dari latihan ini setidaknya mendapatkan pembelajaran. Selain itu, secara umum internasional bisa melihatkan pada mereka bahwa Kopassus bukan anti hal-hal seperti ini. Dia mengatakan Norwegia merupakan negara yang memiliki perguruan tinggi atau negara yang sangat memperhatikan soal aturan perang sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Konvensi Jenewa Swiss.

“Jadi Norwegia benar-benar negara yang patuh hukum dan HAM dalam berperang. Inilah yang dipelajari kedua belah pihak. Soal latihan bukan Kopassus yang mengajak bekerja sama, tetapi Norwegia menawarkan pada kami,” jelasnya

Menurut Letkol Maruli, semua unsur Kesatuan Kopassus semua diajak latihan bersama seperti di Wamena Papua dan Aceh. Disinggung soal kemampuan berperang tentara Norwegia, Ia mengaku kemampuan perang mereka banyak didukung logistik yang optimal karena mereka memang unggul dalam itu. Tetapi untuk perang di hutan Kopassus paling unggul dan tentara Norwegia ingin belajar kepada Kopassus.

“Pangkat pasukan Norwegia yang ikut latihan mulai dari bintara sampai Mayor Jenderal,” katanya. Muhammad Ismail.

Senin, 14 Oktober 2013

CASSPIR Kendaraan Anti Bom Milik Gultor Kopassus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD7iJ6FZz40t4Lg8IVnPH2HMtNZths1mQcclRIrybE5rCWWxfZ7hwoOvLBNWpvlM5OSREd4IUPnMldaDzsUIQwfo6Lj-IaesaBj3aNY16dGB_QzuPO64Io1LIj14J1eE-Zb6LDCxe-He0/s1600/Casspir_Kakskus.JPG



Tongkrongan dan desainnya rada seram, desain body pun cenderung bersudut tegak dengan lambung berbentuk huruf V. Inilah Caspir, kendaraan angkut pasukan penanggulangan teror (Gultor) satuan anti teror Kopassus.

Inilah salah satu kendaraan angkut pasukan milik Kopassus yang khusus didatangkan untuk memberikan perlindungan maksimum hantaman ranjau. Kendaraan lapis baja ini dapat menahan ranjau. Bagian samping Casspir dirancang mampu menahan ledakan bom setara dengan 14 kilogram TNT. Dan bagian bawah mampu menahan bom seberat 21 kilogram. Casspir juga dapat meredam hantaman peluru kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 milimeter. Kabinnya berdaya muat 12 personel bersenjata lengkap. Untuk mempermudah mobilitas, pintu dioperasikan dengan tenaga angin.

Untuk mendukung mobilitasnya, kendaraan ini menggunakan axle yang sama seperti Unimog. Konstruksinya berupa single reduction hypoid drive axle dengan diff lock AL 3/2,5 yang sudah teruji kehandalannya merambah medan berat off-road. Untuk engine powernya, kendaraan ini menggunakan Diesel 6 silinder 4 valve type OM352A buatan Mercedes-Benz yang juga sama persis seperti yang digunakan Unimog. Guna menambah performa engine juga dilengkapi dengan turbo charger.

Caspir pertama kali dikembangkan oleh Afrika Selatan saat pecah perang saudara, kendaraan ini dibuat guna mencegah personelnya terkena hantaman ranjau yang banyak tersebar di wilayah konflik bersenjata. Hingga saat ini sudah ada 2000 unit Casspire yang operasional dibeberapa negara, termasuk Indonesia. Ruang kabin dirancang untuk mampu mengangkut 12 personel bersenjata lengkap. Selain mampu menahan ledakan ranjau, kendaraan ini juga mampu menahan hantaman peluru kaliber 5,56mm dan 7,62.

Untuk mempermudah mobilitas personil keluar masuk kendaraan, pintu dioperasikan secara pneumatic (bantuan tenaga angin). Selain itu persenjataan yang mampu diangkutnya juga sangat fleksibel, jenisnya mampu disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Saat ini hanya TNI AD dari satuan khusus anti teror Kopassus yang menggunakan kendaraan anti ranjau buatan Afrika Selatan ini, diharapkan kedepannya bakal ada tambahan untuk satuan-satuan TNI lainnya.

Sabtu, 28 September 2013

Kopassus Berlatih Perang DiTabanan Bali

http://riandysyarif.files.wordpress.com/2009/11/kopassus.jpg

Persawahan Tabanan tak hanya menarik wisatawan. Pasukan elite TNI-AD, Kopassus memanfaatkan persawahan bumi lumbung padi ini untuk berlatih perang, Sabtu (28/9) malam. Sebanyak 270 personel korps baret merah menggelar latihan terjun di areal Subak Aseman, Desa Megati, Selemadeg Timur (Seltim).

Latihan ini bagian dari pemantapan operasi taktis sunyi senyap atau infiltrasi di malam hari. Penerjunan diawali terbang dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta menggunakan empat pesawat Hercules C130. Setelah terbang dua jam, tepat pukul 20.00 wita, pesawat menderu di langit pesisir selatan Tabanan. Sejurus kemudian, seluruh pasukan diterjunkan tanpa penerangan apa pun. Mereka terbagi dalam 12 kelompok penerjunan. Aksi ini berlangsung singkat. Tak sampai satu jam seluruh personel bersenjata lengkap mendarat dengan mulus. "Hasil evaluasi, seluruh pasukan mendarat selamat. Mereka sukses melakukan penerjunan malam hari," kata Wadanjen Kopassus, Brigjen TNI M. Herindra, usai memantau langsung latihan penerjunan.

Jenderal bintang satu ini menambahkan, penerjunan mengambil ketinggian sekitar 1.500 kaki. Latihan ini bertujuan melatih keahlian personel Kopassus dalam perang malam hari. Targetnya, menghindari pantauan musuh, lalu dengan cepat mengepung wilayah. "Karena itu, tak ada cahaya satu pun yang menyala. Artinya, operasi benar-benar sunyi dan rahasia," tegasnya. Begitu mendarat, jelasnya, seluruh pasukan bergerak cepat ke titik penyerangan.

Ditambahkan, latihan kemarin adalah gerakan awal strategi penyerangan. Usai mendarat, pasukan berjalan kaki menyusuri persawahan, termasuk menyeberang sungai. Latihan akan berlanjut hingga ke Mengwi, Badung. "Kita akan berlatih terjun lagi dengan ketinggian 10.000 kaki. Jadwalnya 3 Oktober nanti," imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan ini tak sekadar latihan rutin. Usai latihan, seluruh pasukan akan disiagakan di Bali mendukung pengamanan KTT APEC. Persawahan Tabanan sengaja dijadikan pintu penerjunan karena lokasinya cukup luas dan tidak membahayakan. Latihan kemarin dihadiri sejumlah petinggi Kodam IX/Udayana, termasuk Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Rudi Hermawan. Hadir juga perwakilan Muspida Tabanan. Meski gelap gulita, latihan penerjunan tetap menarik perhatian warga. Sejak sore, ratusan warga sudah memadati sekitar posko latihan untuk melihat dari dekat. Tepuk tangan warga beberapa kali pecah ketika melihat para penerjun melayang keluar dari badan pesawat. Mereka menonton dari dua layar monitor yang terpasang di posko.

Kamis, 26 September 2013

Danjen Kopassus: Kami Siap Basmi Preman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja1foXTxJ4fZMfMMtMK3RkOQ9Ag9KcdJh5qWzj57u0VCJPVpF7ygtS5HPaV_oAbjKPLe9XgXPyvYotpP5Oh8C45pG7BSqD1LdcJFRMAk0iko54clpdDFwGUOHU9p3jNYkNS5_mPkfScbGK/s1600/danjen-for-web.jpg

Aksi premanisme di Jakarta dan tempat-tempat lain di Indonesia semakin membuat resah masyarakat. Bila memang jajaran Polri membutuhkan dan diperintahkan, pasukan Kopassus TNI AD siap memberi bantuan. "Kopassus siap membantu, kami dilatih dan dididik untuk menciptakan keamanan," ujar Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen Agus Sutomo di Markasnya, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (26/9/2013).

"Tinggal tunggu izin turun, maka kami siap basmi preman," tegasnya. Mantan Komandan Paspampres ini mengingatkan, tugas pokok TNI adalah pertahanan negara. Bila diperbantukan dalam penegakan keamanan sipil bersama Polri, tentunya membutuhkan payung hukum sebagai legitimasi.

"Mungkin saja kasus premanisme itu berkembang seperti penyekapan di mal Kenya, kita tidak tahu kalau tidak dicegah. Oleh karenanya kita menunggu perintah atasan untuk membantu basmi premanisme," imbuhnya.

Kamis, 12 September 2013

KASAD terima Brevet Komando kehormatan dari Danjen Kopassus

http://img.lensaindonesia.com/thumb/350-630-1/uploads--1--2013--09--47740-kasad-jenderal-tni-t-budiman-terima-brevet-komando-kehormatan-dari-danjen.jpg

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Tri Budiman mendapatkan Brevet Komando kehormatan yang dimiliki pasukan elite Kopassus ini diberikan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo di Lapangan MakoKopassus ,Jalan RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/13)

“Baru saja saya mendapatkan brevet kehormatan dari Danjen Kopassus. Saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas penghargaan ini dan saya berkewajiban meningkatkan kemampuan pasukan khusus ini,”kata KASAD. Baca juga: Meriahkan Sail Komodo 2013, Jalasenastri beri 500 paket sembako dan Pangarmatim: Kapal Selam merupakan Alutsista strategis Kasad mengatakan, pemberian brevet kehormatan tersebut merupakan lambang kehormatan dan kebanggaan serta lebih bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai KASAD.

Kualifikasi kemampuan yang terkandung pada Brevet komando, bukanlah kualifikasi kemampuan standar, namun khusus yang diperoleh melalui latihan dan pengemblengan keras menantang profesionalisme. “Ini jadi kebanggaan sendiri bagi saya, kualifikasi yang sangat khusus yang diperoleh dari penggembelengan dari korps baret merah secara profesional yang menantang,”ujarnya.

KASAD menjelaskan, korps baret merah merupakan pasukan yang disegani di seluruh Indonesia bahkan dunia. Untuk itu pasukan khusus tersebut perlu ditingkatkan dan harus menjadi kebanggaan bagi korps baret merah. “Kita ketahui bersama bahwa Kopassus tetap percaya dan yakin dengan tekanan-tekanan akan menjadikan lebih dewasa, lebih matang. Kopassus harus kita tingkatkan dengan kemampuan teknologi bagi prajurit Kopassus,”jelasnya.