Minggu, 08 Desember 2013

Contoh laporan kunjungan industri


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI DI
PT. BUKAKA TEKNIK UTAMA
JL. RAYA BEKASI KM 19,5  LIMUS NUNGGAL, CILEUNGSI, BOGOR
TELP : 0218232323, JAWA BARAT




Disusun oleh :
             Nama                 : Fredi
             Kelas                  : 2 TKR 5
             Alamat sekolah  :  Jl.Kemuningan No.14,Baciro,Yogyakarta

SMK PIRI 1 YOGYAKARTA TAHUN 2013
Jl.Kemuningan No.14,Baciro,Yogyakarta

Isi laporan
          HALAMAN PENGESAHAN
Karya tulis yang telah disusun oleh FREDI dengan judul pelaksanaan kunjungan industry ke PT BUKAKA UTAMA ini telah diperiksa dan di setujui pada tanggal 9 desember 2013.











Ketua Program keahlian                                                             Penulis

                               
Ari Armunato, S.Pd.T                                                                     Fredi

Mengetahui
Kepala  Sekolah SMK PIRI 1 YOGYAKARTA


Drs.Jumanto
NIP : 076802028
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kita haturkan kepada allah yang maha kuasa yang telah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat munyusun laporan kunjungan industri tahun pelajaran 2013/2014
Laporan ini di susun karena telah melaksanakan kunjungan industri di PT BUKAKA UTAMA
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada bapak/ibu Guru SMK PIRI 1 YOGYAKARTA sehingga laporan ini dapat saya susun dengan lancer.













 Yogyakarta , 9 desember 2013
                                                                                                             Penulis

                   
                                                              Fredi
Daftar isi

HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................................. 1.
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... 2.
DAFTAR ISI......................................................................................................................... 3.
Bab I Pendahuluan............................................................................................................ 4.
I.              Perumusan tujuan laporan............................................................................. 4.
II.            Perumusan masalah....................................................................................... 4.
III.           Waktu orientasi industry.................................................................................. 4.
IV.          Ruang lingkup laporan................................................................................... 4.

bab II isi laporan ................................................................................................................. 5.
I.              Tinjauan ( gambaran ) umum tentang perusahaan................................... 5.
II.            Struktur organisasi perusahaan.................................................................... 7.
III.           Proses rekruitmen karyaman.......................................................................... 8.
IV.          Produk yang dihasilkan.................................................................................. 11.
V.           Proses produksi diperusahan........................................................................ 13.
VI.          Pemasaran........................................................................................................ 13.
VII.         Omset pertahun................................................................................................ 13.
VIII.       Kegiatan yang dilakukan selama kunjungan industry.............................. 14.

Bab III Penutup................................................................................................................... 15.
I.              Kesimpulan....................................................................................................... 15.
II.            Saran.................................................................................................................. 15.


  

Bab 1
                            Pendahuluan
Kunjungan industri dipilih untuk menambah pengalaman siswa tentang dunia kerja .Siswa dituntut untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan industri untuk memperoleh pengetahuan tentang proses pembuatan steel tower,steel bridge dan lain-lain.dan proses produksi dibidang agro bisnis dengan produk steel towe,steel bridge dll.siswa harus membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh disekolah,Siswa diwajibkan membuat laporan atas informasi yang diperoleh selama industry tentang perusahaan yang bersangkutan
I.        Perumusan tujuan laporan
Ada beberapa tujuan diadakanya kunjungan industry bagi siswa /siswi sebagai berikut :
1.    Memperluas pengetahuan siswa dalam lingkungan dunia kerja.
2.    Mendorong siswa agar mempunyai minat berkerja diperusahaan
Memberi informasi tentang cara kerja dan tenaga kerja perusahaan
3.    Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab
4.    Membantu siswa melaksanakan progam diklat

II.              Perumusan masalah
Kunjungan ke pabrik ini dapat diharapkan dapat memili manfaat bagi para siswa diantaranya siswa dapat mengetahui dan lebih mengetahui system manajemen dalam pabrik,proses dan mesin pembuat steel tower,steel bridge,dll skala industry,tata letak atau layout perancangan tempat dan alat dalam pabrik,dan juga mengetahui informasi dalam dunia kerja diharapkan siswa lebih mempunyai tangung jawab untuk kedepanya baik bagi diri sendiri maupun orang lain karena dalam dunia kerja dituntut mandiri dan disiplin serta kejujuran yang paling utama.
III.           Waktu Orientasi Industri
Kunjungan industry dilaksanakan pada tanggal 26-28 November 2013 dengan tujuan tempat PT.BUKAKA TEKNIK UTAMA.
IV.          Lokasi Kunjungan industry
Lokasi kunjungan industri berada di jl.Raya Narogong,Bekasi km.19,5 Limusnunggal,cileungsi,Bogor,Jawa barat

Bab II
                                                             isi laporan

I. Tinjauan ( gambaran ) umum tentang perusahaan
      PT. Bukaka Teknik Utama Unit Usaha Road Construction Equipment adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan peralatan jalan seperti Asphalt Mixing Plant, Asphalt Patch Mixer, Asphalt Sprayer, Road Roller dan Stone Crusher, Vibratory Roller, Road maintenance Truck, dll. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1978 menempati kawasan seluas 50 ha yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi Cibinong Km. 19, 5 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
PT. Bukaka Teknik Utama Unit Usaha Road Construction Equipment mempunyai kapasitas produksi 20 unit per tahun, dilengkapi dengan infrastruktur bangunan yang luas dan tim engineering yang cakap. Produk-produk peralatan jalan produksi PT. Bukaka Teknik Utama Unit Usaha Road Construction Equipment telah tersebar diseluruh Indonesia dengan pelanggan utamanya adalah Departemen Pekerjaan Umum dan beberapa perusahaan Swasta Nasional yang bergerak di bidang Konstruksi Jalan Raya.
         Untuk meningkatkan kinerja produksi untuk menghasilkan mutu yang memenuhi persyaratan pelanggan dan kepedulian terhadap lingkungan serta peningkatan sumber daya manusia sebagai kunci dari aktifitas produksi, Unit Usaha Road Construction Equipment menetapkan Visi dan Misi sebagai berikut :

Visi : Menjadi perusahaan Road Construction Equipment yang mampu bersaing di pasar internasional dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja.

Misi : Memenuhi kebutuhan Road Construction Equipment secara nasional minimal 50% . Meningkatkan hubungan bisnis yang baik dengan pelanggan dan pemasok.
Untuk mencapai Visi dan Misi tersebut, maka perusahaan menetapkan kebijakan sebagai berikut :

1. Memenuhi persyaratan pelanggan untuk peningkatan kepuasan pelanggan.
2. Memberikan mutu produk terbaik dan harga yang kompetitif.
3. Melakukan pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
4. Memenuhi dan mematuhi persyaratan undang-undang dan persyaratan lain terkait dengan mutu produk dan keselamatan dan kesehatan kerja.
5. Melakukan perbaikan terus menerus efektifitas system manajemen mutu dan system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Anda bisa mengklik "Info Perusahaan", "Katalog Produk" dan "Hubungi Kami" untuk melihat isi dan informasi lain dari situs PT. Bukaka Teknik Utama - Road Construction Equipment. 

II. Struktur organisasi perusahaan
     Gambar struktur organisasi PT.BUKAKA TEKNIK UTAMA


III. Proses rekruitmen karyawan

1. SITE COORDINATOR / KONSTRUKSI TOWER   ( KODE POSISI: CST )
   a. Pria, lulusan S1 Teknik Sipil
   b. IPK minimal  2.80
   c. Usia 26-30 tahun
   d. Minimal 3 tahun pengalaman pada jenis pekerjaan yang sama
   e. Energetic, mampu bekerja dalam tim dan menjadi motivator bagi anggota tim
   f. Memiliki jiwa kepemimpinan dan interpersonal skill
   g. Bersedia ditempatkan di lokasi proyek

2. DETAILER    ( KODE POSISI: DET )
   a. Pria. Usia 20-28 tahun.
   b. Minimal lulusan SMK/SMA
   c. Menguasai program  AutoCAD dan Tekla
   d. Memiliki pengalaman minimal 3 tahun di bidang detailer
   e. Mampu memodelkan struktur dan mendetailkan menjadi gambar
   f. Teliti, mampu bekerja di bawah tekanan.
   g. Kooperatif, luwes dan komunikatif
   h. Mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan kerja secara cepat

3. RECRUITMENT OFFICER   ( KODE POSISI: RO )
   a. Wanita, usia 22-26 tahun
   b. Lulusan S1 Psikologi
   c. Memiliki ketertarikan dengan bidang psikologi industri terutama
       seleksi dan  penempatan
   d. Menguasai alat-alat tes psikologi dan membuat laporan psikologi
   e. Dapat belajar dan beradaptasi dengan cepat
   f. Teliti, memiliki keteraturan
   g. Komunikatif, berperilaku baik
   h. Fresh graduate  dipersilakan untuk melamar

4. STAF MAINTENANCE   ( KODE POSISI: MNC )
   a. Pria. Usia 22 - 25 tahun
   b. Lulusan D3 Teknik Manufaktur (lebih disukai dengan konsentrasi mechanical maintenance )
   c. IPK minimal 2.80 (skala 4)
   d. Dapat membaca gambar, basic kalkulasi tentang mekanika teknik
   e. Paham tentang peralatan pendukung kerja, electrical dan hydraulic system
   f. Komunikatif, berperilaku baik, pekerja keras
   g. Teliti, fokus
   h. Memiliki pengalaman sebagai staf maintenance  merupakan nilai tambah

5. RECEPTIONIST   ( KODE POSISI: RCP )
   a. Wanita. Usia 22-27 tahun
   b. Lulusan D3 semua jurusan
   c. Secretarial skills, handling meeting, telephone
   d. Fasih berbahasa Inggris
   e. Berkepribadian menarik, berperilaku baik, terbuka
   f. Memiliki pengalaman resepsionis 1-2 tahun (di perusahaan multinasional    merupakan nilai tambah)
   g. Menguasai bahasa asing lain merupakan nilai tambah
   h. Bersedia ditempatkan di Jakarta

6. CORPORATE SECRETARY   ( KODE POSISI: SC )
   a. Wanita. Usia minimal 26 tahun
   b. Pendidikan S1 semua jurusan
   c. IPK minimal 2.80 (skala 4)
   d. Secretarial skills baik
   e. Berpenampilan dan berkepribadian menarik, komunikatif
   f. Memiliki pengalaman di perusahaan Tbk minimal 5 tahun dengan posisi yang sama
   g. Fasih berbahasa inggris
   h. Menguasai bahasa asing lain merupakan nilai tambah

IV.Produk yang dihasilkan
   1. Asphalt Emultion Patcher digunakan untuk membuat campuran aspal dingin dengan kapasitas 150 kg/ batch. Hasil dari produk ini dugunakan untuk penambalan permukaan jalan dan juga sebagai slurry sealer yang berfungsi untuk mengisi retakan sehingga mengembalikan estetika aspal.  

   
 
  2. Bukaka Stone Crusher merupakan salah satu produk PT. Bukaka Teknik Utama yang disediakan sebagai peralatan pemecah batu. Stone Crushing Plant ini dibuat untuk menjawab kebutuhan penyediaan batu pecah yang terus meningkat, seiring dengan pengembangan infra struktur di Indonesia. Unit ini dirancang untuk menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi, karena PT. Bukaka Teknik Utama telah menyiapkan unit crushing plant dengan kapasitas standard.
 
Selain itu PT. Bukaka Teknik Utama juga memproduksi Crushing Plant untuk pemakaian jenis batuan lainnya, seperti: batu bara, batu kapur, dolomite, bentonite, dan lain sebagainya. Keseluruhannya dibuat dengan kapasitas dan desain yang disesuaikan kebutuhan pelanggan. Untuk mengantisipasi kesulitan transportasi, selain tipe fixed ( stationery) , Bukaka juga menyediakan Unit Stone Crushing tipe mobile.
  3. Bukaka Asphalt Mixing Plant ( BAMP) yaitu alat untuk memproses campuran aggregate dan Asphalt yang menghasilkan produk hotmix sebagai bahan konstruksi jalan, dengan kapasitas 800, 100 atau 1200 Kg satu proses pencampuran ( mixing circle)

 
V. Proses produksi PT. BUKAKA TEKNIK UTAMA
Produksi di dalam suatu perusahaan merupakan suatu kegiatan yang cukup penting. Bahkan di dalam berbagai macam pembicaraan, dikatakan bahwa produksi merupakan hal utama dari perusahaan. Sedemikian pentingnya kegiatan produksi dalam suatu perusahaan, sehingga sudah menjadi hal yang sangat umum jika perusahaan-perusahaan akan selalu memperhatikan kegiatan produksi dalam perusahaannya tersebut. PT. Bukaka Teknik Utama terdiri dari beberapa divisi yang melakukan aktivitas produksi. Pembentukan divisi dimaksudkan untuk dapat memenuhi produk pesanan yang beraneka ragam. Divisi airport boarding bridge  (BRB) merupakan salah satu divisi yang ada pada PT. Bukaka Teknik Utama. Tugas divisi airport boarding bridge (BRB) khusus untuk produksi garbarata (Airport Boarding Bridge). Airport Boarding Bridge (Garbarata) merupakan alat penunjang untuk pelayanan transportasi penerbangan yang berbentuk seperti lorong untuk berjalan bagi para penumpang dan awak pesawat. Garbarata berfungsi untuk menghubungkan pesawat terbang ke terminal bandar udara. Komponen-komponen garbarata dikelompokkan atas lima bagian utama yaitu rotunda, tunnel, drive column, cabin, dan landing stair. Pembahasan dari penulisan ini hanya menjelaskan proses produksi pembuatan tunnel. Proses produksi komponen tunnel dibatasi dari raw material (bahan mentah) sampai proses painting (proses pengecatan). Daftar Pustaka (1986-2007).
VI. Proses pemasaran PT.BUKAKA TEKNIK UTAMA
Proses pemasaran PT.BUKAKA TEKNIK UTAMA sudah mencapai dinegara didunia antara lain jepang,amerika serikat, china, korea selatan,dll
VII. Omset pertahun perusahaan
Omset 5 tahun Terakhir
Tahun
2006
Nilai Omset pada Tahun Bersangkutan (Rp)
559.949.863.050
Tahun
2005
Nilai Omset pada Tahun Bersangkutan (Rp)
571.909.876.640
Tahun
2004
Nilai Omset pada Tahun Bersangkutan (Rp)
431.975.357.264
Tahun
2003
Nilai Omset pada Tahun Bersangkutan (Rp)
368.583.804.360
Tahun
2002
Nilai Omset pada Tahun Bersangkutan (Rp)
262.725.935.540
VIII. Kegiatan yang dilakukan selama orientasi kunjungan industry
1.    Memperluas pengetahuan siswa dalam dunia kerja
2.    Mendorong siswa agar mempunyai minat berkerja diperusahaan
3.    Memberi informasi tentang cara kerja dan tenaga kerja perusahaan
4.    Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab
5.    Membantu siswa melakasanakan program diklat
              

BAB III
Penutup
I.              Kesimpulan                                                                                                     Dengan melakukan kunjungan industri ke PT. BUKAKA TEKNIK UTAMA saya medapat pengalaman baru tentang industri lebih mengerti dunia kerja industri dapat membandingkan ilmu yang diperoleh dalam sekolah dan di industry obeservasi dilakukan secara nyata dan langsung pengembangan atas tugas yang di emban oleh siswa yang pada akhirnya sebagai bekal untuk terjun dimasyarakat atau didunia kerja

II.            Kesan dan saran
Untuk menjadi bahan referensi dalam kunjungan industri berikutnya,kami mempunyai beberapa masukan yang mungkin dapat bermanfaat,

      Kesan
a.    Sambutan dari pihak perusahaan sangat ramah dan baik
b.    kunjugan industri ini sangat bermanfaat,karena kita dapat langsung melihat karyawan-karyawan yang sedang berkerja diperusahaan tersebut
c.    Banyak pengalaman yang kami peroleh diperusahaan tersebut
d.    Kami mendapatkan banyak keterangan dan informasi mengenai perusahaan

Saran
a. Sebaiknya pimpinan lebih jelas dalam menerangkan tentang bagian-bagian atau tugas-tugas karyawanya
b. Kegiatan lebih baik disesuaikan dengan jadwal produksi agar siswa dapat mengetahui proses pembuatanya
c. Diharapkan agenda progam kunjungan industri tetap berjalan setiap tahunya
d. Kunjungan industri hendaknya dilaksanakan dengan biaya terjangkau oleh siswa

Link download laporan  : klik disini cover klik disini



Daftar Bahasa intelektual

Dewasa ini banyak sekali muncul kata-kata atau istilah-istilah baru dalam media massa maupun sebuah buku, yang mana istilah-istilah tersebut masih asing dimata orang awam.

Istilah-istilah tersebut biasanya disebut dengan "istilah intelek", yang sebenarnya merupakan istilah asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, yaitu yang biasa disebut dengan kata serapan.

Di kalangan para akademisi penggunaan istilah-istilah tersebut sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.

Berikut ini kumpulan istilah-istilah serapan atau bahasa kerennya istilah intelek, yang saya kumpulkan dari buku-buku ilmiah. Jika ada kesalahan, mohon dikoreksi.

Integritas = kejururan
Kredibilitas = kepercayaan
Kredibel = sikap dapat dipercaya
Loyalitas = kesungguhan
Loyal = sikap sungguh-sungguh
Skill = keterampilan
Relasi = hubungan
Komparasi = perbandingan
Kompetensi = kemampuan
Kompeten = mampu
Kapabilitas = kemampuan/kecakapan
Dikotomi = pembagian dalam dua bagian
Kolektif = bersama-sama
Kolegial = teman sejawat (kata sifat)
Kolega = teman sejawat (kata benda)
Refleksi = pemikiran suatu hal
Distorsi = berubah/penyimpangan
Otoritas = wewenang
Otoriter = sewenang-wenang
Indikasi = petunjuk Indikator = penunjuk
Invansi = serbuan/penyerbuan
Stagnan = mandeg/jalan ditempat
Rekonstruksi = pembangunan kembali
Konstitusi = Undang-Undang
Regulasi = peraturan
Urban = kota
Urgensi = desakan
Elite = golongan atas/kaum atasan
Preventif = pencegahan
Kultur = budaya
Spasial = keruangan
Regional = kewilayahan (kata sifat)
Region = wilayah (kata benda)
Eksekusi = pelaksanaan
Titik nadir = titik terendah
Titik kulminasi = titik puncak
Produktivitas = daya produksi
Prospek = harapan/kemungkinan
Probabilitas = kemungkinan
Deviasi = penyimpangan
Anomali = penyimpangan
Prespektif = pandangan/sudut pandang
Kontinuitas = kelanjutan
Legitimasi = hak kekuasaan
Aliansi = = persekutuan/perserikatan
Insentif = bonus
Konvensi = rapat/persetujuan
Rekonsiliasi = perdamaian/perukunan kembali
Ratifikasi = pengesahan
Hegemoni = menguasai/dominasi
Mekanisme = alat/cara
Recovery = pemulihan
Budget = anggaran
Defensif = sikap pembelaan/sikap bertahan
Demagogi = penghasut yang pandai berpidato
Konspirasi = kongkalikong/sekongkol/persekongkolan
Paradigma = cara berfikir
Prestise = gengsi
Kemampuan pedagogik = kemampuan mendidik
Rekonsiliasi = perdamaian/perukunan kembali
Solidaritas = kesetiakawanan
Soliditas = penguatan/pengukuhan
Attitude = sikap / perilaku
Potensi afektif = potensi sikap
Potensi kognitif = potensi ilmu/pengetahuan
Retorika = kepandaian berbicara
Elektabilitas = kepemilihan
Eskalasi = perluasan/peningkatan
Taklid buta = mengikuti tanpa tahu dalilnya
Renovasi = pembaharuan kembali
Inovasi = pembaharuan
Qualified = memenuhi syarat
Efektif = berhasilguna
Efisien = tepatguna/berdayaguna
Justifikasi = pembenaran/dasar pembenaran
Legalisasi = pengesahan/pengabsahan
Komprehensif = luas/meliputi banyak hal/pemahaman
Analogi = persamaan
Doktrin = ajaran
Ontologi = cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup
Antologi = kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang
Dogma = pokok ajaran (tentang kepercayaan dsb) yg harus diterima sbg hal yg benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan; keyakinan tertentu
Plural = majemuk
Fundamental = bersifat dasar (pokok); mendasar
Fundamentalisme = paham yg cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal
Teologi = pengetahuan tentang ketuhanan

Demikianlah sedikit kata-kata asing yang bisa saya rangkum dalam artikel ini, jika ada tambahan atau pertanyaan, silahkan sampaikan di komentar.


sumber : http://bloginfo.heck.in/kumpulan-istilah-istilah-asing-bahasa-in.xhtml

Kata-kata intelektual

Kata-kata intelektual




Kata atau bahasa di bawah ini adalah sebagian contoh kata-kata bahasa intelektual yang sering di pakai oleh orang-orang kantoran atau motivator-motivator yang bertujuan untuk mengungkapkan kata-kata lebih bermakna atau bisa juga sebagai bahasa gaul untuk orang-orang berdasi ☺.langsung aja ke TKP !

  • kooperatif
  1.  bersifat kerja sama
  2. bersedia membantu rakyat dilarang bersikap kooperatif dengan kaum penjajah 
  3. pengusutan tentangt korupsi berjalan lancar karen terdakwa sangat..kooperatif
  • konsumtif

    1. bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri): petani harus disadarkan agar jangan hidup konsumtif  saja, tetapi harus giat menabung; 
    2. bergantung pada hasil produksi pihak lain
    •  konfrontatif 
    1. bersifat konfrontasi

      • konfrontasi
      1. perihal berhadap-hadapan langsung (antara saksi dan terdakwa dsb);
      2. permusuhan; pertentangan: konfrontasi antara blok Barat dan blok Timur masih terus berlanjut;
      3. Pola / cara menentang musuh atau kesulitan dengan berhadapan langsung dan terang-terangan

        • proaktif 
        1.  lebih aktif

          • paradigma 
          1.  Ling daftar semua bentukan dr sebuah kata yg memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tsb;
          2.  model dl teori ilmu pengetahuan;
          3.  kerangka berpikir.

            • krusial 
            1. gawat; genting; 
            2. menentukan: kepincangan yg tampak, baik pd ketenagakerjaan maupun pendidikan dasar, merupakan aspek yg krusial  pd pembangunan sosial sehingga akan mempengaruhi sektor perekonomian; 
            3. rumit, sulit sekali: percaturan politik di negara itu menjadi krusial  krn ulah negara adikuasa; 
            4. berkenaan dng kehancuran perusahaan

              • interdependen 
              1. saling tergantung satu sama lain

                • perspektif /pérspéktif/  
                1. cara melukiskan suatu benda pada permukaan yg mendatar sebagaimana yg terlihat oleh mata dengan tiga dimensi (panjang, lebar, dan tingginya)
                2. sudut pandang; pandangan

                  • argumentatif /arguméntatif/
                  1.  memiliki (mengandung) alasan yg dapat dipakai sebagai bukti: satu-satunya yg dapat meringankan terdakwa hanyalah kesaksian yang.. 
                  2.  karangan yg bertujuan membuktikan pendapat

                    • tipologi 
                    1.  ilmu watak tentang bagian manusia dalam golongan-golongan menurut corak watak masing-masing

                      • dekadensi /dékadénsi/ 
                      1.  kemerosotan (tentangakhlak)
                      2.  kemunduran (tentang seni, sastra)

                        • komprehensif /kompréhénsif/ 
                        1.  bersifat mampu menangkap (menerima) dng baik
                        2.  luas dan lengkap (tt ruang lingkup atau isi)
                        3.  mempunyai dan memperlihatkan wawasan yg luas

                          • presisi /présisi/ 
                          1.  ketepatan
                          2.  ketelitian

                            • remunerasi re.mu.ne.ra.si
                            1.  pemberian hadiah (penghargaan atas jasa dsb)
                            2.  imbalan(Pemerintah menetapkan peraturan khusus mengenai remunerasi kepada  pegawai negeri

                            • tendensi ten.den.si
                            1.  kecenderungan; kecondongan pada suatu hal ( orang gemuk biasanya mempunyai tendensi untuk makan lebih banyak )

                            • tendensius ten.den.si.us
                            1.   bersifat berpihak; 
                            2.  suka menyusahkan ,melawan, rewel ( pernyataan Kapolres dianggap sangat tendensius dan emosional

                            • konservatif kon.ser.va.tif
                            1.  kolot; 
                            2.  bersikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yg berlaku

                            • stigma stig.ma
                            1.  ciri negatif yg menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya (tanda anak itu menjadi betul-betul nakal karena diberi stigma  nakal oleh orang sekelilingnya

                            • adiktif adik.tif
                            1.  bersifat kecanduan; 
                            2. bersifat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya (kontra revolusi perlawanan terorganisasi tehadap gerakan politik revolusioner, dilakukan oleh orang yang menginginkan terjaganya kestabilan)

                              • kontra revolusioner 
                              1. bertentangan dengan atau menyimpang dari revolusi kontra ( kontra dalam keadaan tidak setuju atau dalam keadaan menentang; 


                              • kontra- kon.tra-
                              1. [bentuk terikat] berlawanan; bertentangan; kebalikan dari; lawan dari: kontradiksi; kontraindikasi obat adiktif obat yang dapat menyebabkan ketergantungan bagi pemakainya

                              • kontra adiktif 
                              1. bertentangan dengan ketergantungan

                                • laten la.ten
                                1.  tersembunyi; terpendam; tidak kelihatan tetapi mempunyai potensi untuk muncul ( kita harus waspada terhadap bahaya  laten komunis

                                • latensi la.ten.si
                                1.  sifat sukar mengubah kebiasaan; sifat laten

                                • refleksi re.flek.si
                                1. gerakan, pantulan di luar kemauan/kesadaran  (sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar: penyair pada hakikatnya adalah suatu refleksi dari masyarakat sekelilingnya)
                                2. gerakan otot (bagian badan) yg terjadi karena suatu hal dari luar dan di luar kemauan atau kesadaran;
                                3.  cerminan; gambaran:  ( penggunaan bahasa merupakan refleksi dari kecintaan terhadap bahasa itu

                                • suspensi /suspénsi/ n 1 pelaksanaan penundaan atau penangguhan sesuatu untuk sementara; 2 pemecatan (dr jabatan, pekerjaan) untuk sementara waktu; 3 Kim sistem koloid zat padat yg terserak dl zat cair, partikelnya tidak mudah mengendap krn kecil ukurannya dan tidak mudah menggumpal krn sering menolak; 4 Tek sistem penggantungan roda mobil;

                                • tersuspensi 
                                1.  telah mengalami suspensi

                                  • gratifikasi 
                                  1.  uang hadiah kepada pegawai di luar gaji yang telah ditentukan

                                    • dinamis  
                                    1. penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dsb; (mengandung dinamika)
                                    2. mendinamiskan v menjadikan dinamis: (pemerintah berusaha dinamis   segenap rakyat untuk mempercepat pembangunan;


                                    • alibi 
                                    1.  Huk bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian)

                                      • intuisi 
                                      1.  daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati

                                        • intimidasi  
                                        1. tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman;mengintimidasi v menakut-nakuti; menggertak; meng-ancam: alat negara tidak dibenarkan ~ rakyat

                                        • akurat 
                                        1.  teliti; saksama; cermat; tepat benar: (caranya bekerja sangat akurat ), (pukulannya yang akurat  merepotkan lawan)ke akuratan n hal ketelitian

                                          • a.k.a. (also known as)
                                          1.  istilah dalam bahasa Inggris yang artinya “juga dikenal sebagai”.

                                            • objektif /objéktif/ 
                                            1.  mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi

                                              • objektif /objéktif/ 
                                              1. Fis kanta (lensa) pd peralatan optis yg terletak paling dekat dengan benda yang diamati

                                                • konvensional /konvénsional/ 
                                                1.   berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum (spt adat, kebiasaan, kelaziman); 
                                                2.  tradisional:( lukisan yang konvensiona )

                                                  • orientasi /oriéntasi/ 
                                                  1.  peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yg tepat dan benar
                                                  2.  pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan;

                                                    • berorientasi 
                                                    1.  melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu)
                                                    2.  mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat:( mereka orang-orang yang berorientasi  ke Barat )

                                                      • konsekuen /konsekuén/ 
                                                      1.  sesuai dng apa yang telah dikatakan atau diperbuat; berwatak teguh, tidak menyimpang dari apa yang sudah diputuskan

                                                        • konsisten /konsistén/  
                                                        1.  tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 
                                                        2.  selaras; sesuai: (perbuatan hendaknya konsisten dengan ucapan )

                                                          • referendum/réferéndum/ 
                                                          1.  penyerahan suatu masalah kepada orang banyak supaya mereka yg menentukannya (jadi, tidak diputuskan oleh rapat atau oleh parlemen); penyerahan suatu persoalan supaya diputuskan dengan pemungutan suara umum (semua anggota suatu perkumpulan atau segenap rakyat):  ( akan diadakan referendumdi daerah jajahan itu bulan Maret yg akan datang;)

                                                            • fakultatif 
                                                            1. tidak wajib meminta pendapat rakyat secara langsung (bergantung pd keputusan penguasa), msl dl penetapan undang-undang;fakultatif  obligator kewajiban meminta pendapat rakyat secara langsung dlm mengubah sesuatu, msl thd perubahan konstitusi

                                                              • federalisme /féderalisme/ 
                                                              1.  paham yg menganjurkan pembagian negara atas bagian-bagian yg berotonomi penuh mengenai urusan dalam negeri (seperti di negara Amerika Serikat)

                                                                • distorsi 
                                                                1.  pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan distorsi terhadap fakta yg ada; 
                                                                2.  gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; 
                                                                3.  Fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; 
                                                                4.  Dok hal terkilir (kaki dsb);
                                                                5. ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan

                                                                  • psi•ko•lo•gi    
                                                                  1. ilmu yg berkaitan dng proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pd perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa; kriminal ilmu pengetahuan tentang jiwa orang atau kelompok (yg secara langsung atau tidak) yg berkaitan dng perbuatan jahat dan akibatnya;psikologi     sosial studi yg memadukan sosiologi dan psikologi ttg aspek kejiwaan kehidupan bermasyarakat

                                                                  • filsafat 
                                                                  1. pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; 
                                                                  2.  teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; 
                                                                  3.  ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; 
                                                                  4.  falsafah

                                                                      • integritas  
                                                                        1. mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dl kehidupan bernegara

                                                                      • akselerasi /aksélerasi/ 
                                                                      1.  proses mempercepat; 
                                                                      2.  peningkatan kecepatan; percepatan; 
                                                                      3.  laju perubahan kecepatan

                                                                        • asis·ten•si /asisténsi/ 
                                                                        1.  kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dl tugas profesionalnya)

                                                                          • konjugasi 
                                                                          1. Ling sistem perubahan bentuk verba yg berhubungan dng jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu (terdapat pd bahasa fleksi); tasrif; 
                                                                          2.  Bio pemaduan gamet yg serupa, yg kemudian menggabungkan intinya; 
                                                                          3. Kim pembentukan molekul tertentu pada protein rumit

                                                                            • premis /prémis/ 
                                                                            1.  apa yg dianggap benar sbg landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan
                                                                            2.  asumsi; 
                                                                            3.  kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika;

                                                                              • teologis /téologis/ 
                                                                              1. berhubungan dng teologi; berdasar pd teologi: kami sedang menjajaki beberapa tema teologis  yang peka

                                                                                • metafisika /métafisika/ 
                                                                                1.  ilmu pengetahuan yg berhubungan dng hal-hal yg nonfisik atau tidak kelihatan

                                                                                  • fragmen /fragmén/ n 
                                                                                  1.  cuplikan atau petikan (sebuah cerita, lakon, dsb): kami mementaskan suatu fragmen  cerita Damarwulan; 
                                                                                  2.  bagian atau pecahan sesuatu

                                                                                  • sekuler /sékulér/ 
                                                                                  1. adalah bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian): kekuasaan sekuler , pendidikan sekuler

                                                                                    • se•ku•ler /sékulér/ 
                                                                                    1. adalah Astron berlangsung lama sekali (tt proses, perubahan), demikian lambat sehingga tidak mempunyai efek yg cukup besar untuk dicatat dl waktu ratusan tahun

                                                                                    • primer /primér/ 
                                                                                    1. adalah yg pertama; yg terutama; yg pokok kebutuhan –empiris Dalam sains dan metode ilmiah, empiris berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.
                                                                                    • resistensi (Inggris: resistance) 
                                                                                    1. berasal dari kata resist + ance adalah menunjukan pada posisi sebuah sikap untuk berperilaku bertahan, berusaha melawan, menentang atau upaya oposisi pada umumnya sikap ini tidak







                                                                                    sumber : http://yeyev94.blogspot.com/2013/09/kata-kata-intelektual-para-motivator.html